Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 28


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Tidak membutuhkan waktu lama Bila pun datang dan mengetuk pintu ruangan sang Mamih Veliz terlebih dahulu dengan sangat tidak sabaran.


"Masuk." Ucap Mamih Veliz yang paham itu adalah Bila yang datang.


Terlihat sosok Bila yang seluruh wajahnya berkeringat bercucuran juga nafasnya yang masih terengah-engah.


"Duduklah, sayang. Kenapa kau mengetuk pintu sampai seperti itu kerasnya dan juga kau ini buru-buru sekali, lihatlah wajahmu berkeringat sekali dan wajahmu merah, aturlah nafasmu baik-baik."


Joe yang melihat kedatangan Bila pun sedikit terkejut.


"Haaah." Bila pun menghembuskan nafasnya kasar.


"Jadi, dimana kita bisa bertemu si bos sok misterius itu, Mih." Tanya Bila yang menggebu-gebu.


"Astaga, kamu nafas dulu baru tanya, sebentar Mamih ambil minum dulu, pasti kamu haus banget." Mamih Veliz pun beranjak dari duduknya menuju kulkas untuk mengambilkan minuman dingin untuk Bila.


"Makasih, Mih." Ucap Bila sesaat Mamih Veliz memberikan minuman kaleng dingin dan ia minum dengan sekali teguk.


"Kau ini kenapa harus lari-lari! Mamih gak nyuruh kamu buru-buru kesini." Mamih Veliz sedikit khawatir karena melihat keadaan Bila yang masih berkeringat dan nafasnya masih terdengar tersengal-sengal.


"Hehe, aku baru selesai Kakek juga Nenek medical check up rutin seperti biasa, Mih." Jawabnya dengan sedikit cengiran.


Mamih Veliz hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Bila yang absurd.


Mata Bila pun melotot kala menyadari ada sosok laki-laki berperawakan dengan tubuh tinggi besar.


"Loh! Bukannya kamu yang suka datang ke rumah Villia yah, tetangga aku?!" Tanya Bila pada Joe.


"Hemm." Hanya deheman yang Joe berikan.


"Kau ini kalau ada yang bertanya jawab yang benar, punya mulut yang baik bukan!"


"Bila, jangan marah-marah ya, sayang." Mamih Veliz yang melihat kala Bila sudah mengeluarkan amarahnya pun meredakannya dengan mengelus punggung Bila.


"Joe, jawablah pertanyaan Bila. Kau kan sudah tahu semua tentang Bila dari Mamih dan juga kamu bukannya suka melihat Bila di dekat rumah kekasihmu itu."


"Baik, Mih. Iya, aku kekasih Villia. Ada yang salah Nona Bila?"


"Tidak..tidak...tapi kau tau tidak sudah beberapa minggu ini Villia tampak pucat dan seakan-akan ia memiliki penyakit yang parah dan mematikan." Ucap Bila heboh dan tidak mengetahui kebenaran yang sebenarnya.


Joe yang mendengar menjadi tersenyum kikuk dengan menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

__ADS_1


Hahaha


Suara tertawa yang keluar dari mulut Mamih, membuat Bila kebingungan dan Joe hanya menampilkan wajah datarnya saja.


"Ini kenapa, Mih? Kenapa Mamih ketawa? Emang ada yang lucu, yah?"


"Kamu ini Bila banyak banget pertanyaannya, satu satu kalau mau tanya."


"Ya, aku penasaran banget, Mih. Jangan buat aku berfikir negatif dengan semua analisa aku." Sekarang Bila berucap sangatlah serius.


"Kamu apa Mamih yang menjelaskan ke Bila, Joe?"


"Mamih juga boleh."


"Oke, dengarkan baik-baik Bila sayangnya Mamih, jangan dipotong dulu perkataan Mamih, oke!"


"Oke, Mih."


Bila pun sekarang memposisikan dirinya duduk tegak dan wajahnya menghadap Mamih Veliz.


"Joe itu benar kekasih Villia alias tetangga kamu yang kamu bilang sudah beberapa minggu keadaannya pucat, ia tengah berbadan dua karena ulah si Joe ini." Ucap Mamih santai.


"APAH!!" Bila yang mendengar kaget dan tidak menyadari mengeluarkan suara dengan intonasi yang lebih tinggi.


"Biasa aja, Nona Bila."


Seperti inilah sifat Shaybila atau Nabila atau Bila jika bertemu dengan orang baru ia kenal akan mudah beradaptasi dan lebih cepat dekat.


Alias sok kenal sok dekat gitu.


"Ya, aku tau."


"Lalu kedua orang tua Villia? Apa kau dihajar habis-habisan?"


"Tidak, lihatlah aku masih hidup."


"Ck." Decihnya karena habis kata-kata untuk Joe.


"Kalian ini baru kenal sudah cepat sekali dekat, yah! Jadi Mamih tidak perlu capek-capek buat kalian dekat. Ingat 'dekat' dalam hal mencari tahu keadaan Gadis saat ini bukan yang lainnya."


"Iya, Mih. Aku juga gak mau sama perempuan yang tingkahnya terlalu bar-bar." Ucap Joe.


Mendengar itu Bila melototkan matanya, ia tidak terima dengan ucapan Joe yang mengatakan ia 'bar-bar'.


"Ck, aku juga gak mau sama laki-laki yang main asal celup."

__ADS_1


"Eleeh." Ucap Joe dengan nyeleneh.


"Sudah-sudah, kalian sudah kenal dan jangan bahas urusan pribadi Joe dengan kekasihnya itu, biarkan ia bertanggung jawab dengan ia lakukan, kita fokus ke inti masalahnya. Bagaimana kita datang menemui si Bos Misterius itu, karena perasaan Mamih tidak enak."


"Mamih tenang aja kita berdoa semoga Gadis dalam keadaan baik dan tidak disakiti sama si bos sok misterius itu."


"Amin."


"Mamih." Panggil Joe.


"Ada apa, Joe?"


"Apakah Bila bukan putri kandung Mamih yang belasan tahun tidak ada kabar?"


"Kau ini ngaco, Joe. Shaybila alias Nabila alias Bila itu betul-betul putri kandung kedua orang tuanya, betul begitu Bila?"


"Betul, kenapa kau bicara seperti itu, Joe."


"Kalian berdua sangat mirip."


"Ck, bilang saja wajahku pasaran, kau lihat ini wajah kedua orang tuaku." Ucap Bila dengan menunjukkan fotonya beserta kedua orang tuanya yang ia simpan didalam ponselnya, kalau itu pernah berfoto bertiga disaat ia masih berumur 14 tahun.


"Ah, iya. Rupanya wajah Mamih banyak yang mirip, apalagi dengan Gadis yang Mamih ceritakan dan Mamih beri Joe fotonya. Lihatlah! Coba perhatikan baik-baik!" Joe pun mengeluarkan ponselnya dan membuka pesan Mamih berisikan foto Gadis.


"Iya, mirip tapi ada yang beda tapi apa ya?" Bila pun bertanya-tanya.


"Kalian ini, semua saja wajah Mamih dimiripkan dengan semua wanita di dunia ini."


"Tapi, Gadis kan punya orang tua, ya walaupun sekarang dia sudah yatim-piatu, ah, aku tak punya foto kedua orang tua Gadis untuk menanyakan kemiripan kepada Mamih juga Joe." Ucap Bila sedikit kecewa.


"Sudah-sudah, ini kapan kita bahas Gadis, kenapa bahas putri Mamih dan kemiripan semua orang dikaitakan dengan putri Mamih yang menghilang tanpa ada jejak."


Walau di hati Mamih sedikit menaruh keyakinan bahwa putri kandungnya akan ia temukan.


"Mamih belum cerita sama Bila mengenai putri kandung Mamih, setau aku Mamih belum pernah bercerita mengenai itu."


"Itu disimpan dulu ya, sayang. Kita bahas Gadis dulu gimana caranya kita bisa ketemu Gadis dengan cara baik-baik kepada si Bos Misterius itu."


"Oke, Mih." Jawab Bila.


Walau sesungguhnya ia masih penasaran cerita kehidupan Mamih Veliz yang penuh sekali rahasia. Jika Joe tidak mengatakan hal itu selamanya Bila tidak tahu jika Mamih Veliz sudah pernah melahirkan dan mempunyai seorang putri.


Mereka pun akhirnya fokus untuk mencari cara untuk bisa mendekati si Bos Misterius itu tanpa menyinggungnya.


Mereka pun larut dalam semua rencana yang disusun.

__ADS_1


...~...


__ADS_2