Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 104


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Sepeninggalnya bibi Nam dari ruang keluarga serta menyisahkan kedua majikannya tersebut.


Papi si bos yang sibuk dengan tabletnya pun teringat sesuatu dan ia langsung beranjak dari sofa, tetapi sebelumnya ia mengecup kening sang istri dengan lembut.


"Hampir saja aku melupakan hal kecil itu, lebih baik aku ke ruang kerja dan memikirkan rencana selanjutnya tanpa harus melibatkan Sweetheart ku. Dan dapat dipastikan ia tidak akan setuju dengan rencana ku itu. Iya, lebih baik aku ke ruang kerja dahulu." Batin Papi si bos.


"Aku ke ruang kerja dulu, kalau kamu ngantuk tidurlah duluan, Sweetheart. Cuup," Setelah mengucapkan dan mengecup singkat kening sang istri, Papi si bos pun keluar dari ruang keluarga menuju ruang kerjanya tersebut.


"Nyebelin, dasar kakek kakek tua mesum plus gak pekaan. Nyebeeliiin." Keluh sang istri yang mendapati sang suami yang tidak peka dengan suasana hatinya yang tengah kesal dan juga marah tersebut.


"Awas aja nanti malam jika kamu minta main, gak bakal aku tanggepin biar lontong mu main sendiri dan rasain pembalasan ku. Nyebelin nyebelin. aaaargggghhhh," Lagi dan lagi sang istri mengeluh ditambah teriakan terus dan terus berteriak dengan sesekali mengacak-acak rambutnya tersebut.


Kita tinggalkan nyonya besar yang tengah mengamuk sendirian di ruang keluarga.


...~...


DI RUANG KERJA


Papi si bos tengah duduk di kursi kebesarannya dengan tangan yang sudah ia pegang dan mendial nomor seseorang.


"Rico, segera bawa mobil ke Carwash dan pastikan kamu jangan pulang sebelum saya suruh pulang!"


"........."


"Ikuti saja ucapan saya! Kau selalu saja bertanya dan membantah. Ingat jangan pulang sebelum saya telpon dan menyuruh kamu pulang! Ingat itu!" Tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya di sebrang sana Papi si bos sudah mematikan panggilan tersebut dengan sepihak.


Jika orang lain melihat dan merasakan secara langsung akan berkata LIKE FATHER, LIKE SON.


"Rico selalu saja bertanya kenapa kenapa ucapanku itu, tapi aku pun tidak bisa memecat dia. Lebih baik aku telpon kepala penjaga saja."

__ADS_1


Setelah bermonolog sendiri, Papi si bos kembali mendial nomor kepala penjaga dan menyuruh datang ke ruang kerjanya.


"Teguh, segera ke ruang kerja Ku, jika kau berpapasan dengan istriku, bilang saja aku memanggil mu tanpa tau duduk permasalahannya. Kamu mengerti!" Ucap Papi si bos tanpa adanya ucapan salam, bahkan Teguh yang notabene adalah kepala penjaga mengucap salam tidak dijawab.


Klik


Bunyi panggilan di matikan sepihak oleh Papi si bos.


Jika bisa marah, dapat dipastikan Teguh akan berteriak dan memaki majikannya yang seenak jidatnya saja mematikan panggilan tersebut.


"Hampir saja aku melupakan hal itu," Ucap Papi si bos dengan banyaknya teka teki.


Hingga beberapa menit kemudian, bunyi ketukan pintu dari luar terdengar.


TOK


TOK


TOK


CEKLEK


Pintu ruang keluarga pun terbuka dan Teguh, kepala penjaga menunduk hormat dan memanggil tuan besarnya tersebut.


"Permisi, Tuan besar."


"Masuk dan duduklah!"


Teguh pun segera menutup kembali pintu ruang keluarga tersebut dan bergegas duduk tepat di hadapan majikannya yang terhalang meja kerja nan luas juga besar tersebut.


"Kemana putraku pergi pagi pagi sekali," Tanya Papi si bos tanpa basa-basi.


"Tuan muda pergi ke suatu tempat tanpa memberitahukan kepada saya dan rekan-rekan kerja yang lain, Tuan besar." Teguh berucap dengan jujur. Karena, sebelum tuan mudanya pergi meninggalkan mansion mewah itu, ia sudah lebih dahulu bertanya akan kepergian tuan mudanya tersebut, tetapi tuan mudanya berkata 'aku akan ke suatu tempat dan kau tidak perlu tahu itu, Camkan itu!!!!'

__ADS_1


Masih teringat jelas ucapan tuan mudanya yang menjawab dengan rahang yang sudah mengeras, tanda ia tidak suka jika urusan pribadinya diikut campuri.


Papi si bos yang melihat kepala penjaga tersebut melamun pun paham dengan ucapannya beberapa menit lalu dan beranggapan jika ucapannya benar tetapi ia sedikit menutupi kenyataan bahwasanya sang putra satu-satunya itu pasti berucap kasar dan dingin, layaknya seperti dirinya sendiri.


"Sudahlah, aku paham dan mengerti. Kau harap maklum, karena dia keturunan dari ku, yaitu keturunan BEKLERKEN." Ucapnya dengan percaya diri tanpa malu dengan sikap dan ucapannya tersebut.


"Astaga, Tuan besar sangat narsis sekali. Benar ucapan Duo FY yang mengatakan jika 'LIKE FATHER, LIKE SON'," Keluh Teguh dalam batinnya saja.


"Iya, Tuan besar."


"Apa kau tau darimana asal wanita ja*la*ng itu berasal?" Tanyanya lagi.


"Hah," Tanpa sadar Teguh mengeluarkan suara terkejutnya, dikala Tuan besarnya itu mengucap kata 'Ja*la*ng'.


"Cih, jangan pura-pura terkejut. Katakan darimana asal wanita yang sudah tinggal di mansion mewah ku ini!" Tuan besar terus mendesak Teguh untuk berkata jujur.


"Mohon maaf, Tuan besar. Setahu yang saya ketahui, tuan muda tiba-tiba saja membawa seorang wanita sudah hampir lebih sebulan lalu dan mengenalkan kepada kami semua bahwasannya itu adalah nyonya muda kami. Dan darimana asalnya pun saya juga rekan-rekan kerja bertanya-tanya, tetapi tuan muda tidak mengatakan apapun." Ucap Teguh apa adanya.


"Pernah saya bertanya kepada bibi Nam dan bibi Nam pun tidak tahu dan sama seperti kami semua terkejut akan kedatangan tuan muda bersama wanita dalam gendongannya pada saat itu, Tuan besar. Dan keesokan harinya saya pun bertanya kepada asisten Roy tetapi jawabannya membuat saya terkejut, bahwa saya harus bertanya langsung kepada tuan muda, dan itu sama saja hasilnya yakni sama-sama saya yang akan terkena amarah dari tuan muda, Tuan besar," Sambung lagi Teguh dengan sedikit menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar.


"Dan intinya asisten Roy tidak bisa menjawab pertanyaan saya tersebut." Jawab Teguh menyelesaikan semua ucapannya yang sudah pastikan panjang lebar dan ia takut-takut jika sang tuan besar akan marah akan penjelasannya yang terlalu bertele-tele itu.


"Cih, ya sudah kau lanjutkan lagi kerja. Terima kasih." Ucapan tuan besarnya untuk pertama kalinya mengucapkan kata 'terima kasih' membuat Teguh terkejut dan sebisa mungkin tidak ingin ia perpanjangan.


"Baik. Permisi, Tuan besar." Ucap Teguh dan beranjak dari duduknya dan memberikan hormat terlebih dahulu dan barulah ia menghilang dari pandangan tuan besarnya tersebut.


"Dasar cecenguk kamu ini membuat ulah terus dan terus. Sekarang kau membawa wanita yang tidak tahu asal-usul juga belum tentu keturunannya itu dari keturunan yang baik baik, atau bahkan dari kalangan rendahan, Ciih. Sebisa mungkin aku akan membuat kalian berdua renggang dan lama kelamaan akan berpisah dengan sendirinya." Ucap Papi si bos tersenyum menyeringai.


"Dengan cara halus ataupun dengan cara terang-terangan, aku tidak mau putra satu-satunya milikku jatuh pada wanita yang tidak tau jelas asal-usulnya, mau di taruh dimana mukaku juga istriku, jika semua orang tau, jika calon menantu keluarga BEKLERKEN bukan berasal dari kasta yang sama dengan kami, huuuufffftttt. Memikirkannya saja buat aku pusing. " Sambung Papi si bos dengan senyum menyeringai diawal hingga ia dibuat pusing dengan semua terkaan yang ia bayangkan dengan sendirinya.


...~...


...Mohon maaf ya, sebentar lagi akan kebuka dengan jelas identitasnya juga semuanya. Tapi, sepertinya sudah pada bosan yah dengan cerita Si bos dan Gadis😔...

__ADS_1


...Terima kasih yang masih menyempatkan mampir, membaca juga meninggalkan jejak berupa like juga komentar. Maaf belum bisa T4 balas🙏...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2