Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 92


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


BB GROUP


Di tempat lain, tepatnya di BB GROUP lantai 15. Si bos yang sedari pagi tengah memikirkan hukuman apa yang cocok ia berikan kepada wanitanya. Ia sudah memiliki segala ide dalam otak dan fikirannya.


Kemudian ia pun fokus dan menyibukkan dirinya dengan mempelajari berkas-berkas dokumen yang beberapa jam lalu di berikan oleh Sekretaris Robin, jika sudah bagus dan pas dengan kemauannya lalu si bos membubuhkan tanda tangannya di berkas-berkas dokumen tersebut.


Hingga sore hari tiba pun, si bos masih setia dengan berkas-berkas dokumen tersebut.


Sedang asik dengan berkas-berkas dokumen, si bos di ganggu oleh ketukan pintu dari luar.


TOK


TOK


TOK


"Masuk!!!!" Jawabnya mempersilahkan si pengetuk pintu untuk memasuki ruangannya.


"Sore, Bos." Sapa Sekretaris Robin sedikit takut, karena ia tahu jika bosnya tengah sibuk mempelajari berkas-berkas dokumen yang diatas meja kerja bosnya tersebut.


"Emm," Hanya deheman yang si bos berikan pada Sekretaris Robin dan juga ia tidak menolehkan wajahnya pada Sekretaris nya tersebut.


"Saya ijin pulang, Bos. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, tandanya saya pulang,"


"Be*go-be*go, kenapa ngomong kayak gitu sih nih mulut," Ucap Sekretaris Robin dalam hatinya sembari memukul-mukul mulutnya yang mengeluarkan kata-kata yang dapat membuat bosnya murka, "Mati nih, pasti si singa bakalan ngamuk, gara-gara nih mulut kagak bisa di rem," Sambungnya lagi dalam hati Sekretaris Robin.


"Pulang lah, jangan berkeluyuran kemana-mana. Dan bawakan beberapa camilan untuk kedua orang tua mu itu, Sekretaris Robin." Ucap si bos, masih sama tidak menolehkan wajahnya.


Sekretaris Robin yang terkejut akan ucapan bosnya pun seketika memukul-mukul pipinya, ia bertanya dalam hatinya 'Apa???? Bos tidak marah dan malah nyuruh beliin kedua orang tua ku camilan. Double kill. God, bos ku semoga saja seperti ini setiap hari. Amin'


"Ah, iya-iya, Bos. Baik, kalau seperti itu saya pamit pulang," Sekretaris Robin benar-benar bahagia, karena ia tidak terkena amukan singa kali ini.


"Emm, pulang lah!!!!"


"Permisi, Bos."


Sungguh, ini sebuah keajaiban.


Beberapa menit setelah Sekretaris Robin meninggalkan ruangannya, si bos pun bersiap-siap untuk segera pulang. Ia sudah tidak sabar ingin melihat secara langsung tingkah dari wanitanya itu yang melakukan aksi mogok makan juga minum seharian.


...~~~~...


Beberapa jam kemudian, si bos sudah sampai di mansion mewahnya. Ia sudah memasuki pintu utama dengan menenteng tas kerjanya dan bibi Nam datang menghampiri bosnya tersebut.


"Sore, Tuan." Sapa bibi Nam.

__ADS_1


Walau pada kenyataannya waktu menunjukkan pukul 18.30 waktu setempat, katakanlah masih dibilang sore.


"Hemm," Jawab si bos hanya dengan deheman.


"Sini saya bawakan tas kerja, Tuan." Ucap bibi Nam dan segera diberikan begitu saja oleh si bos.


"Apa nyonya sudah makan atau minum?" Tanya si bos sembari membuka jas yang ia kenakan serta menarik dasi yang ia kenakan lalu ia berikan pada bibi Nam, bibi Nam menerima dengan ikhlas.


"Masih sama, Tuan. Tadi Wati sudah mencoba membujuk makan dan membawakan kembali makanan, tetapi nyonya berteriak dan memaki Wati, alhasil Wati menangis ketakutan dan tidak mau keluar sampai saat ini,"


"Hah," Si bos menghela nafasnya dengan sangat kasar.


"CK, ya sudah biar saya saja yang bujuk dia, bibi Nam bisa siapkan makanan di trolley 30 menit lagi. Dan saya akan hubungi kapan waktunya, biar saya urus nyonya muda. Dan jika tidak bisa, akan saya lakukan dengan cara saya,"


Setelah mengucapkan kalimat itu, si bos menaiki anak tangga dan menuju kamarnya yang terletak di lantai 3 dengan wajah yang sudah menegang serta rahangnya yang sudah sangat-sangat mengeras, menahan amarahnya.


Ceklek


Ia buka pintu kamar tersebut, sedikit gelap karena lampu kamar tersebut tidak di nyalakan oleh Gadis atau memang di sengaja olehnya. Hanya cahaya lampu dari luar yang terlihat, karena gorden kamar tidak tertutup.


Si bos pun tak lupa menutup pintu kamarnya juga mengunci pintu kamarnya tersebut.


Si bos pun menyalakan lampu kamar tersebut dan melihat wanitanya masih bergulung di dalam selimutnya.


"AKU BILANG JANGAN PERNAH MASUK!!!! KAU INI BODOH APA TULI, HAAAH!!!! MATIKAN LAMPUNYA!!!!" Teriak Gadis dari dalam selimut, tanpa mau membuka dan melihat siapa tersangka yang menyalakan lampu kamar tersebut.


"Kurang ajar!!!! Berani sekali kamu membuka selimut, Hah!!!!" Ucap Gadis emosi dan ia masih tidak mau membalik tubuh yang masih menyamping.


"Bangun!!!!" Ucap si bos memerintah.


Deg


Jantung Gadis berdetak dengan sangat cepat, akibat suara yang ia sangat kenali dan tubuhnya pun tak kalah bergetar sangat hebat.


Gadis masih tidak mau membalik tubuhnya, dengan terpaksa si bos duduk di tepian ranjang dan menarik Gadis, hingga terbangun dengan paksa.


"Aaaargggghhhh," Teriakan Gadis saat tangannya ditarik paksa dan ia pun terduduk dibuatnya.


"Sudah berani meninggikan suara ternyata," Ucap si bos dengan raut wajah yang sulit diartikan.


Gadis hanya bisa diam dan menundukkan kepalanya, ia takut memandang wajah si bos yang terlihat bengis menurutnya itu.


"Jawab aku ja***la***ng kecil!!!!"


Gadis masih diam seribu bahasa.


Si bos yang tidak sabaran juga sudah kepalang kesal, akhirnya menjambak rambut Gadis, hingga kepala Gadis terangkat dan terlihat wajah wanitanya tersebut.


"Auuuwwh, sakiiiit. Lepaskan, tolong!" Ringis Gadis, karena rambutnya di jambak oleh si bos.

__ADS_1


"Jawab!!!!"


"A...a...aku terusik, karena masih mengantuk. Maaf aku fikir bibi Nam dan yang lainnya yang selalu menggangguku." Jawab Gadis takut.


"CK, kau tidak bisa bohong ja***la***ng kecil!!!!. Dan kenapa kau tidak mau makan juga minum, HAH!!!! Jangan sok mogok makan minum, apa kamu lupa dengan ancaman-ancaman yang sudah beberapa kali aku katakan, HAH!!!!"


Gadis seketika gugup dan mengingat semua ancaman-ancaman yang diucapkan si bos padanya, jika ia melawan ataupun bertindak membahayakan dirinya sendiri.


"Ja...ja...jangan, a...a...aku hanya lagi tidak lapar dan haus saja." Elaknya lagi.


"CK," Hanya berdecih yang dikeluarkan oleh si bos.


Lalu si bos melepaskan jambakannya dan mengeluarkan ponselnya dari kantung celananya.


Ia tekan nomor seseorang dan panggilannya tak menunggu lama jawab dari sebrang sana.


"Bunuh ja***la***ng barbar itu juga kedua paruh baya itu juga sekarang juu....," Perintah si bos pada seorang di sebrang sana terhenti.


Gadis yang refleks pun mengambil paksa ponsel si bos dan terduduk di pangkuan si bos.


"Ku mohon jangan lakukan itu. Aku minta maaf, aku tidak akan melakukan itu lagi. Tapi, tapi aku mohon jangan bunuh sahabatku juga kakek Mail dan juga nenek Memey, aku mohon." Ucap Gadis sudah berlinangan air mata.


Sungguh, hanya ia mogok makan juga minum, orang yang tidak bersalah menjadi menanggung semua akibat yang ia perbuat.


"CK, sudah berani mengambil ponsel ku, disaat aku sedang melakukan panggilan, HAH!!!!"


"Bukan, bukan. Aku hanya...hanya refleks saja. Aku mohon." Ucap Gadis lagi.


"Tidak, ini semua sudah keputusan ku telak dan kamu tidak akan bisa melihat lagi orang-orang yang kamu sayangi di duni....." Kembali ucapan si bos terhenti.


Cuuup


Entah keberanian darimana Gadis mencium bibir si bos dengan cepat.


"Ku mohon, jangan bunuh mereka." Ucapnya setelah ciuman singkat itu selesai.


"Tapi ada syaratnya," Ucap si bos yang tersenyum menyeringai.


"Siaaaland, dia mau mengambil kesempatan dalam kesempitan," Gumam Gadis dalam hatinya.


Si bos sudah mengambil kembali ponselnya dari tangan Gadis dan menekan kembali nomor tersebut.


"Lakukan!!!!" Ucap si bos, yang tidak menunggu lama panggilan itu diangkat.


Gadis pun dengan cepat mencium kembali bibir si bos, tetapi kali ini dengan intensitas yang lama dan sangat panas.


...~...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...

__ADS_1


__ADS_2