
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Kini Gadis sudah berpakaian lengkap ala rumahan.
Ia masih merasakan sakit yang dialami oleh semua perempuan di seluruh dunia, yaitu sakit saat 'datang bulan alias sedang menstruasi' menyerang.
"Masih sakit, Nyonya?" Tanya Bibi Nam yang duduk di tepian ranjang.
"Masih, Bi. Memang seperti ini kalau Gadis sedang kedatangan tamu bulanan, tapi sakitnya gak sesakit ini. Mungkin karena Gadis biasanya kedatangan setiap tanggal 15 ini mundur menjadi tanggal 23."
"Apa mau dibuatkan lagi air jahenya, Nyonya."
"Gak usah, Bi. Yang tadi saja masih belum sepenuhnya Gadis minum. Oiya, kalau bisa nanti pembalutnya yang sayapnya sedikit panjang yah, Bi. Takut nanti nembus, seperti tadi pagi."
Gadis yang sudah memberitahukan kepada Bibi Nam mengenai noda darah yang menembus ranjang. Bibi Nam yang melihat pun hanya mengatakan hanya bagian bed cover nya saja yang terkena noda darah tersebut.
Alhasil Bibi Nam pun sudah menggantinya dengan bed cover yang baru.
Yang pasti Gadis sudah menggenakan pembalut juga meminum air jahe yang dibawakan Bibi Nam beberapa menit yang lalu.
"Nyonya, ini dibaluri minyak angin. Semoga saja bisa mengurangi rasa sakitnya."
Gadis pun hanya mengiyakan dengan anggukan kepalanya, Bibi Nam segera membaluri minyak angin tersebut pada perut Gadis sembari diberikan pijatan halus.
"Untung saja nyonya sudah makan, jadi tidak terlalu rewel. Semoga tidak parah sakit perut yang dialami, Nyonya." Gumam Bibi Nam dalam hatinya sembari tangannya masih memijat lembut perut nyonya mudanya tersebut.
Hingga tanpa terasa Gadis terlelap.
Bibi Nam segera menurunkan kembali baju yang sedari tadi ia sibakkan keatas.
Tak lupa Bibi Nam menyelimuti nyonya mudanya dengan selimut hingga batas leher juga mengatur suhu pendingin di kamar tersebut.
Hingga akhirnya Bibi Nam keluar dari kamar tersebut untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
...~...
RUMAH SHAYBILA
Setelah kejadian beberapa hari yang lalu, saat ia beserta kakek juga neneknya berniat untuk melakukan quality time. Tanpa sengaja sang nenek bertemu dengan Gadis, yang mengakibatkan rahasia yang ia tutupi pun akhirnya terbongkar juga.
Kakek juga nenek Shaybila menyudutkan Shaybila untuk memberitahu semua kejanggalan yang tercipta pada saat itu. Juga ingin mengetahui ada hal apa yang membuat Gadis dikelilingi oleh laki-laki bertubuh besar dan menyeramkan tersebut.
Shaybila yang sebelumnya engga bercerita pun, akhirnya dengan perlahan-lahan menceritakan perlahan tetapi tidak dari awal kejadian sahabatnya itu diincar oleh laki-laki yang sering dijuluki 'si bos misterius' di pekerjaan. Tetapi, Shaybila tidak mengatakan pekerjaan apaan yang selama ini ia gelutinya, walau kenyataannya ia sudah tidak lagi atau bisa dibilang laki-laki di malam itu adalah laki-laki yang pertama juga yang terakhir menjamah tubuhnya dan mengambil darah virgin nya tersebut.
Ia menceritakan awal Gadis ingin bekerja di tempat ia bekerja, yaitu di Bar Rafaeli milik Mamih Veliz. Shaybila juga menceritakan pada kakek juga neneknya, kalau Gadis ingin menjadi 'penghangat ranjang' walau ia sudah melarangnya, tetapi Gadis ngotot ingin melakukannya.
__ADS_1
Dan akhirnya tidak terjadi, karena Mamih Veliz juga melarangnya untuk menjadi seorang 'penghangat ranjang' tersebut, Mamih Veliz memberikan pekerjaan Gadis tak lain untuk mengurusi keuangan bar.
Shaybila juga mengatakan ancaman-ancaman yang dikatakan oleh si bos misterius itu jika ia menemui Gadis kembali atau pun memata-matai kehidupan sahabatnya tersebut.
Awalnya kakek juga nenek Shaybila syok mendengar semua itu, ingin membantu tetapi Gadis yang akan mengalami hal buruk.
Mereka hanya bisa berdoa semoga Gadis anak yatim-piatu itu sehat dan tidak disakiti oleh laki-laki yang mengincarnya tersebut.
Kakek dan neneknya juga berpesan kepada cucu perempuan satu-satunya itu untuk tidak berurusan dengan orang kaya terutama laki-laki kaya raya yang sifatnya seperti bastard tersebut.
Ingin sekali kakek Shaybila menyuruh Shaybila untuk keluarga bekerja di Bar Rafaeli, karena ia tidak mau cucu perempuan satu-satunya itu mengalami hal yang sama seperti Gadis.
Tetapi, Shaybila sudah menyakinkan kedua pasangan paruh baya itu, ia akan selalu waspada dan tidak akan terlibat dalam lingkaran orang kaya.
Tetapi kenyataannya Shaybila sudah terjerat, hingga menunggu waktu saja.
Saat ini Shaybila tengah sibuk membantu sang nenek membuat sarapan pagi. Hanya hidangan sederhana seperti nasi goreng kecap dengan telur ceplok saja.
Sedangkan Kakek Mail tengah menyiram tanaman sembari melakukan olahraga ringan.
"Pokoknya kamu harus hati-hati gak boleh bernasib sama dengan Gadis," Ucap nenek Memey saat mereka sudah selesai memasak tersebut.
"Iya, Nenek. Shaybila akan jaga diri baik-baik. Nenek udah puluhan kali apa ratusan kali, buat ngomong itu. Shaybila janji akan jaga diri dengan baik, kalau Bila gak kerja kita makan apa? Bila gak mau kakek sama nenek bekerja lagi, biarkan Bila yang memenuhi semua kebutuhan kita dengan bekerja di Bar Rafaeli milik Mamih Veliz."
Shaybila terus dan terus memberikan penjelasan kepada sang nenek supaya tidak terlalu khawatir mengenai dirinya, sekuat tenaga ia akan menjauhkan calon-calon laki-laki laknadd seperti si bos sok misterius itu dari hidupnya.
Kini suasana pun hening, karena hanya ada suara dentingan sendok dan piring yang saling beradu.
...~...
BB GROUP
Si bos yang baru saja menyelesaikan rapat dengan client pun merasa lelah.
Jas yang ia kenakan sudah ia sampirkan di kursi kebesarannya, tak lupa kemeja pun tak luput ia gulung serampangan hingga batas siku. Pun sama halnya, dasi yang ia kenakan pun ia longgarkan dengan beberapa kancing kemeja yang sengaja ia buka, karena ia merasa sangat sangat lelah dan otaknya sudah terkuras oleh client yang sangat sangat susah untuk dilobi.
Asisten Roy juga sekretaris Robin pun sudah duduk tepat di hadapannya bosnya tersebut.
"Kalian kerjakan semuanya!!!! aku muak dengan client itu, bisa-bisanya dia itu melibatkan urusan pribadi ke hal pekerjaan dan menyodorkan putrinya untuk ku jadikan istri. Jika dia bukan client yang berkualitas tinggi akan ku batalkan saja dengan sepihak. Walau ganti rugi sekali pun."
Asisten Roy juga sekretaris Robin hanya diam tidak menanggapi ucapan bosnya tersebut.
"Keluar lah kalian!!!! Nanti jam istirahat bangunkan aku, dan jangan lupa pesankan makan siang ku juga. Aku ingin tidur di ruang istirahat ku. Jangan ada yang berani-berani mengganggu ku beberapa jam ini. Dan kau asisten Roy, atasi semua. Ingat jangan ijinkan orang-orang yang tak berkepentingan mengganggu ku "
Si bos pun melenggang pergi menuju kamar yang tersedia di ruang kerjanya tersebut.
Asisten Roy dan juga sekretaris Robin hanya bisa saling tatap, melihat tingkah bosnya yang aneh di pagi ini.
__ADS_1
"Tumben sekali si bos tidak mau berkencan dengan putri dari client kita, yang aku tau putri client kita itu cantik pintar juga bentuk tubuhnya membuat si lontong ku berkerut dengan kencang." Ucap sekretaris Robin dengan sembari membayangkan wajah putri client tersebut.
"Bodoh," Ucap asisten Roy sembari menoyor kepala sekertaris Robin, "Apa kau tidak tau, jika tuan sudah memiliki nyonya muda yang lebih cantik dari putri client itu, HAH!!!!" Assisten Roy sedikit emosi mendengar ucapan partner kerjanya tersebut.
"APAH!!!!" Sekretaris Robin terkejut dengan ucapan asisten Roy yang mengatakan jika si bos sudah memiliki istri, "Sejak kapan bos menikah? Kok aku tidak diundang? Kalian kejam kepadaku, aku ini partner kerja mu juga sekretaris bos, kenapa aku tak diundang, hiks hiks hiks." Ucap Sekertaris Robin sembari berpura-pura menangis.
"Aiiih, si bodoh ini tak tau apa-apa mengenai si bos yang sudah mematenkan hak milik kepada nyonya muda, walau memang belum menikah tapi sudah melakukan kegiatan senang-senang," Gumam asisten Roy.
"Ish, bodoh kau!!!! Bos itu sudah punya wanita yang sudah ia klaim miliknya, walau mereka belum menikah secara resmi."
"APAH!!!!" Sekali lagi sekretaris Robin terkejut atas penjelasan dari asisten Roy.
"Bodoh, gak usah teriak juga." Asisten Roy yang sudah tersulut emosi pun menoyor kembali kepala sekretaris Robin.
"Ish, kau ini kenapa menoyor kepala ku sedari tadi, lama-lama aku akan bodoh kau buat," Sekretaris Robin pun marah kepalanya sudah beberapa kali di toyor oleh asisten Roy.
"Makanya dengarkan aku baik-baik, jangan mencela atau memotong perkataan ku. Kau paham!!!!"
"Iya, iya. Cepat jelaskan!" Jawab sekretaris Robin yang tidak sabaran.
"Jadi......"
Asisten Roy pun menceritakan awal mula si bos mengklaim kepemilikan atas nyonya mudanya yang tak lain bernama Gadis dari sebuah pertemuan yang tak sengaja di salah satu bar yang ia juga bos kunjungi.
Hingga dimana si bos meminta si pemilik bar itu untuk menjual nyonya mudanya kepada si bos supaya dijadikan 'penghangat ranjang', tetapi si pemilik itu menolak dengan mentah-mentah, si bos yang memiliki beribu hingga milyaran cara pun mengancam si pemilik bar tersebut dengan meratakan bangunan juga keselamatan nyawa nya juga sahabat dari nyonya mudanya.
Sampai akhirnya si bos sudah melakukan cara dengan memata-matai semua aktifitas nyonya mudanya itu, hingga dimana si bos menyergap langsung nyonya mudanya di pagi hari, tepatnya di sebuah taman dan si nyonya di pukul tengkuknya hingga pingsan dan dibawa menuju mansion mewah milik bos nya.
Sampai dimana si bos menyalurkan hasratnya yang menggebu-gebu pada nyonya mudanya dengan cara yang kasar juga tidak berperikemanusiaan.
Sekretaris Robin yang mendengar semua cerita dari asisten Roy hanya bisa menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Ia tidak menyangka jika bosnya benar-benar di juluki bos misterius dengan sejuta taktik licik untuk mendapatkan semua keinginan yang harus ia dapatkan, bagaimana pun caranya.
Tanpa sadar kedua partner tersebut masih mengobrol di dalam ruangan si bos.
"Lebih baik kita keluar, daripada di bos mendengarnya. Ingat kau harus tutup mulut, jika rahasia ini terbongkar....berarti kau dalangnya dan siap-siap saja kau ku habisi tanpa ampun!!!!" Ancam asisten Roy dengan mata yang melotot, tidak biasanya asisten Roy yang dikenal sebagai yang lembut dan ramah tersebut berubah menyeramkan dimatanya.
"I....iya, aku paham." Dengan susah payah sekretaris Robin menjawabnya.
Mereka pun perlahan-lahan meninggalkan ruangan bosnya untuk menuju meja kerja mereka masing-masing dan melanjutkan pekerjaan mereka masing-masing.
...~...
...Terima kasih buat yang masih mau mampir, membaca juga meninggalkan jejak like ataupun hanya koment saja☺️...
...Kasih tahu T4 kalau ada kalimat yang aneh atau tipo yah, supaya segera T4 perbaiki☺️...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...
__ADS_1