Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 72


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Di belahan dunia, nan jauh disana. Kini sepasang paruh baya tengah menikmati sarapan di pagi hari.


Yang tak lain kedua orang tua si bos.


"Sweetheart, kapan kita pulang? Aku sudah sangat miss my son," Ucap sang istri yang hanya mengaduk-aduk sarapannya, jangan lupakan raut wajah yang sedikit murung.


"2 minggu lagi, Sweetheart." Sang suami menjawab dengan santainya.


"Huuuufffftttt, tidak bisa kah kita pulang besok atau lusa!!!!" Aku sudah sangat merindukan my son," Kini sendok makan ia letakkan begitu saja dengan raut wajah yang sangat amat sedih.


"Astaga, istriku merajuk. Aku harus bisa mengelabuhi si cecenguk itu. Tapi, bagaimana istriku jika merajuk dan tidak mau memberi aku jatah! Bisa bahaya si lontong," Keluhnya dalam hati.


"Hah, baik baik, 3 hari lagi kita pulang. Doakan saja urusan ku disini lekas selesai. Tapi," Senyum menyeringai terbit di sudut bibir laki-laki paruh baya tersebut.


"Tapi apa?" Tanya sang istri yang tidak melihat senyum menyeringai sang suami.


"Kita lakukan olahraga pagi yang menyenangkan diatas ranjang, hemm... Bagaimana?" Tanyanya sembari menaik turunkan alisnya.

__ADS_1


"God, ingat kau sudah tua masih saja mesum mu tidak hilang-hilang. Aku berharap kelak my son tidak mewariskan sifat mesum mu itu, Sweetheart."


"CK, kau tidak tahu saja kelakuan your son seperti apa sekarang ini. Dia melebihi dariku, bahkan ia menculik dan memperk***sa seorang perempuan yang masih virgin dan melakukan ancaman-ancaman kepada orang-orang terdekat dengan perempuan itu.


Jika kau tau...kau tidak akan bisa menutup mulutmu itu terus dan terus menyumpah serapahkan semua dan ujung-ujungnya aku yang menjadi kambing hitamnya." Gumamnya dalam hati.


"Bagaimana? Jika kau tidak mau, ya sudah kita akan berada disini sebulan 2 bulan setahun 2 tahun atau tidak usah pulang saja!" Ancamnya.


"Iya, iya. Kau ini dasar tua bangka. Semakin tua kau semakin menjadi saja mesum mu itu! Awas saja jika tubuhku remuk semua. Tidak akan ku biarkan si lontong masuk ke Goa ku selama-lamanya. Ingat itu!!!!" Hanya bisa mengikuti kelicikan sang suami, ia berharap bisa segera pulang karena sudah merindukan putra satu-satunya yang hampir beberapa bulan jauh dari pandangannya.


"Cepat habiskan sarapan milikmu, Sweetheart. Jangan hanya kamu aduk-aduk saja, mana bisa masuk kedalam mulutmu yang imut itu, Sweetheart. Aku sudah tak kuat menahannya." Ucap sang suami dengan mengedipkan matanya.


Sang istri hanya bisa memutar bola matanya, ia merasa sangat jengah sekali dengan sifat suaminya yang super duper mesum, jika menyangkut hal-hal yang berbau dan bersifat int***m.


"God, semoga my son tidak mesum seperti suamiku ini. Aku takut nanti kelak istrinya tidak kuat menyeimbangkan fantasi putraku. Lihat saja, Papi nya yang sudah tua bangka masih saja kuat hingga beberapa ronde lamanya bermain denganku, tanpa adanya istirahat. Huuuufffftttt, nasib nasib memiliki suami yang gairah se***s yang terlampau batas." Keluhnya dalam hati.


Tanpa ia sadari, sang suami sudah berdiri di belakangnya dan...


GREEP


Di peluk dan digendongnya sang istri ala bridal style menuju kamar mereka untuk melakukan olahraga pagi yang menyenangkan versi laki-laki paruh baya alias suami alias papinya si bos.

__ADS_1


"Aaaaaa.....turunkan aku laki-laki tua bangka, kau ini memang masih kuat apa. Cepat turunkan aku!!!!!" Mami si bos terus dan terus memberontak dalam gendongan sang suami, tetapi sang suami diam saja. Toh, ia masih kuat hanya mengendong istrinya ini.


...~...


Jika kedua pasang paruh baya itu melakukan olahraga pagi yang menyenangkan, berbeda dengan si bos dan Gadis.


Si bos yang sudah selesai membersihkan tubuhnya pun hanya mengenakan bathrobe dan segera ikut berbaring bersama Gadis yang sudah terlelap dalam mimpi dan hanya mengenakan cidi saja.


"Huuuufffftttt, aku harus berpuasa selama 5 atau 7 hari lamanya. Sabar lah lontong, Goa mu sedang mengalami banjir dengan darah. Tapi, tenang saja nanti akan ku cari jalan keluar supaya kau bisa hidup dengan layak, walau tidak dalam Goa milik wanitaku."


Ia pun menarik Gadis untuk mendekat dan ia ingin bermain-main sebentar dengan benda gantung kenyal milik Gadis.


Segala hisapan, gigitan juga tarikan yang ia lakukan hanya semata untuk mengurangi hasrat yang menggebu di dalam dirinya.


Tak lupa juga ia tinggalkan maha karya ciptanya di setiap inci area dada wanitanya tersebut.


"Aaaaaaarrrrrgggggggghhhhh, kau sangat nikmat. Coba saja ini dapat mengeluarkan susu. Pasti lebih nikmat lagi." Ucapnya pada dirinya sendiri.


Sekali lagi ia bermain-main dengan kedua benda gantung kenyal itu hingga ia benar-benar tertidur dalam keadaan mulut yang masih menyusu.


...~...

__ADS_1


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2