
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Di saat si Bos tengah memejamkan matanya karena kepalanya terasa pusing akan kejadian hari ini, berbeda dengan Gadis.
Ia tengah membantu Kakek Beno memangkas rumput liar, tetapi sebelum akhirnya Gadis memangkas rumput liar itu ada sedikit perdebatan terlebih dahulu, yang mana Kakek Beno tidak mengizinkan nyonya mudanya melakukan hal yang bersifat kotor, takut-takut ia akan terkena marah oleh tuan mudanya jika sampai nyonya mudanya itu sampai kelelahan.
Dan akhirnya dengan segala cara, akhirnya Kakek Beno mengizinkan si nyonya muda membantuk mencabut rumput liar dengan menggunakan sarung tangan khusus, supaya tangan nyonya muda terlindungi.
"Kakek, kakek." Panggilnya sembari mencabut rumput liar dengan sarung tangan khusus.
"Iya, Nyonya."
"Kakek tau gak kenapa si laki-laki laknadd itu datang-datang meluk terus nafasnya kayak mau hilang saja," Masih dengan mencabut rumput liar sembari diselingi obrolan.
"Maksudnya, Kakek gak paham siapa laki-laki laknadd itu?" Tanya Kakek Beno dengan wajah lugunya.
"Bod***h bod***h kamu, ngapain nyebutin julukan laki-laki laknadd di depan Kakek Beno, yang ada Kakek gak paham," Gumam dalam hatinya sembari menepuk jidatnya.
"Maksud Gadis itu tuan muda, iya tuan muda," Elaknya setelah menetralkan kegugupannya, takut-takut dilaporkan Kakek Beno dia memberikan julukan laki-laki laknadd pada tuan mudanya tersebut.
"Oh," Kakek Beno hanya ber oh ria saja, sebelum melanjutkan lagi ucapannya, "Kakek juga tidak tahu, Nyonya. Kan kakek disini terus jadi kurang info yang terjadi di mansion utama,"
"Yah, Kakek Beno kudet,"
"Kudet? Apa itu kakek baru dengar bahasa itu, Nyonya." Seketika Kakek Beno menghentikan menanam bunga dan wajahnya dengan serius menatap nyonya mudanya tersebut.
"Hahaha, kakek lucu. Kudet itu kurang update alias kurang informasi informasi semacam gitu, Kakek."
"Oh, kakek mana paham nyonya bahasa seperti itu, yang kakek tau hanya cangkul, nanam dan siram semacam menanam bunga seperti ini, kakek gak mau keikutan jaman nanti kakek lupa diri lagi, Nyonya."
Kakek Beno tidak tersinggung akan semua ucapan sang nyonya mudanya itu.
__ADS_1
"Astaga, Kakek." Gadis hanya bisa geleng-geleng kepala akan semua yang diucapkan Kakek Beno tersebut.
Bukannya kita harus mengikuti zaman tapi kita bisa melihat perkembangan zaman dari hari ke hari, lalu kita juga mengambil hal yang positif dalam kemajuan informasi ataupun teknologi.
Jangan sampai kita terbawa ke hal-hal yang membuat kita terjerumus jika kita salah mengikuti zaman.
Mau tidak mau perubahan akan terjadi setiap hari. Kehadiran teknologi telah mengubah sebuah tatanan semakin cepat dan memberi nuansa baru dalam setiap sendi kehidupan. Pertanyaannya kemudian, apakah yang harus dilakukan supaya tidak tertinggal dan dapat mengikuti perkembangan zaman tersebut.
Sebagai seorang manusia ada tiga hal yang bisa kita pertahankan dan tak tergantikan di era perkembangan teknologi. Tiga hal tersebut adalah kreativitas, inovasi, dan hubungan baik.
"Kakek, Gadis lupa ini bunga apa, yah?" Tunjuknya pada bunga berwarna merah tersebut.
"Oh, itu bunga tulip, Nyonya."
"Bukannya bunga tulip hanya ada di Belanda, setau yang Gadis pelajari dulu, kalo gak salah itu juga, Kakek."
"Nyonya gak salah, memang bunga tulip populer di negeri Kincir Angin, Belanda, bahkan menjadi salah satu ikon penting di negara tersebut. Akan tetapi, bunga Tulip sebenarnya bukan dari Belanda melainkan dari Turki," Jawab Kakek Beno dengan memandang kearah bunga tulip tersebut.
"Wow, benarkah? Sejak dahulu, bunga tulip merupakan bunga nasional Turki," Gadis terus menerus menanyakan kebenarannya.
Si nyonya muda hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Kata ‘Tulip’ sendiri berasal dari kata dalam bahasa Turki, ‘Turban’. Dinamakan Turban karena bentuk bunga ini menyerupai turban (penutup kepala) yang kerap digunakan para pria Turki. Di Turki, bunga tulip dikenal dengan nama “Lale”, bahasa Persia untuk bunga lili, dan sangat dihormati pada masa Bizantium dan Ottoman hingga bisa ditemukan dalam puisi dan benda seni ribuan tahun lalu." Menarik nafas kembali sebelum melanjutkan penjelasannya, "Sultan Suleiman I (1520-1566) yang menjadi penguasa kekaisaran Ottoman dikenal sebagai penguasa hebat, sastrawan, filsuf, dan pecinta kebun menjadikan tulip sebagai bunga resmi di istananya. Daftar varietas tulip sendiri diterbitkan tahun 1630, di mana saat itu tulip dibudidayakan oleh Sultan Murad IV yang berkuasa pada 1623-1640."
"Wow, keren-keren Kakek," Potong Gadis disela-sela Kakek Beno menjelaskan.
"Biasa saja, nyonya,"
"Lanjutkan lagi Kakek penjelasannya, maaf kalo Gadis suka memotong,"
"Tidak masalah, Nyonya. Kakek lanjutkan lagi penjelasannya, Nyonya. Lantas, masa kejayaan tulip di Turki mencapai puncaknya kala Turki dipimpin Sultan Ahmed III yang berkuasa pada 1703-1730. Masa-masa tersebut di Turki dikenal sebagai “Lale Devri” alias “Era Tulip”. Sultan Ahmed III sangat mencintai bunga ini hingga membuat aturan yang tegas bagi perdagangan bunga Turki. Siapa saja warga yang memperjual-belikan bunga tulip akan dihukum dengan cara diasingkan. Di era itu pula, harga tulip melonjak gila-gilaan." Ucapnya sembari memegang beberapa bunga Tulip tersebut dan melanjutkan kembali penjelasannya, "Pada masa itu, istana Sultan memiliki sebuah dewan khusus untuk membudidayakan bunga-bunga tulip. Dewan itu dipimpin oleh seorang Turki yang juga kepala perangkai bunga istana yang tugasnya memberikan penilaian pada kualitas berbagai jenis bunga tulip dan memberikan nama yang indah dan puitis bagi bunga-bunga itu antara lain dengan nama, masih lanjut nyonya?"
"Lanjut Kakek, Gadis penasaran nama apa?"
__ADS_1
Kakek Beno menganggukkan kepalanya dan setelahnya melanjutkan penjelasannya.
" "Those that burn the heart”, “Matchless Pearl”, “Rose of colored Glass”, “Increaser of Joy”, “Big Scarlet”, “Star of Felicity”, “Diamond Envy”, or “Light of the Mind”.
"Astaga, Kakek Beno juga Bibi Nam benar-benar memiliki wawasan luas, aku sampai tak bisa menutup mulutku," Gumamnya dalam hati disela-sela Kakek Beno menjelaskan sejarah bunga tulip tersebut.
Tanpa sadar Gadis bertepuk tangan dengan penjelasan Kakek Beno yang luar biasa kerennya.
Seketika Kakek Beno menghentikan penjelasannya.
"Maaf Kakek, Gadis mengapresiasikan penjelasan Kakek yang super duper keren seperti Bibi Nam," Ucapnya seketika gugup karena Kakek Beno sampai menghentikan penjelasannya.
"Tidak apa Nyonya, kakek lanjut lagi yah penjelasannya apa sudahan saja, Nyonya?"
"Tidak, tidak, lanjut Kakek. Gadis masih mau dengar sampai tuntas tas tas, hehehe."
Kakek Beno geleng-geleng kepala melihat tingkah nyonya mudanya tersebut.
"Hanya bunga-bunga yang memiliki kualitas sempurna yang dimasukkan dalam daftar jenis-jenis bunga tulip itu, yaitu bunga tulip yang memenuhi standar dari ukuran tinggi dan kerampingan kelopak bunganya, bentuk helaian kelopaknya lancip dan jarak antar helaiannya sempit. Helaian kelopaknya harus halus tapi kuat, satu warna, ukuran lebar dan panjangnya pas.
Karena kecantikannya, bunga tulip kemudian mulai populer dan pembudidayaannya merambah daerah-daerah lain di sekitaran Asia Tengah, seperti Rusia, pesisir Laut Hitam, dan Krimea. Kepopuleran ini terjadi karena bunga tulip seringkali disanjung-sanjung dalam berbagai puisi. Pada abad ke 12 misalnya, Omarr Khayam membuat sebuah puisi berjudul “Tulip Bunga Surga”. Selanjutnya, pada abad ke 13, keindahan bunga tulip dijadikan penggalan syair oleh beberapa penyair sufi. Hingga akhirnya pada tahun 1500-an, tulip mulai diperkenalkan ke Austria (Eropa Timur) yang saat itu berada di bawah kekuasaan Turki Ustmany. Nah, itu dia nyonya sejarahnya. Sampai disini nyonya muda sudah paham?"
"Paham, walau Kakek Beno menjelaskan panjang lebar, intinya bunga Tulip dari Turki dan hanya bunga-bunga yang memiliki kualitas sempurna yang dimasukkan dalam daftar jenis-jenis bunga tulip itu, yaitu bunga tulip yang memenuhi standar dari ukuran tinggi dan kerampingan kelopak bunganya, bentuk helaian kelopaknya lancip dan jarak antar helaiannya sempit. Betul kan, Kakek?"
"Iya, betul sekali nyonya."
Mereka pun melanjutkan menanam juga menyirami bunga-bunga tersebut, sedangkan si nyonya muda hanya mengikuti kakek Beno kesana kesini.
...~...
Maaf yah jika chapter ini sedikit, T4 masih kurang enak badan.
Semoga masih ada yang mau mampir, membaca dan meninggalkan jejak like koment☺️
__ADS_1
HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘