Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 32


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


BB Group


Disini tempatnya , tepat pukul 17.00 waktu setempat. Semua karyawan pun sudah beranjak dari kursi kerjanya dan mematikan layar komputer di hadapan mereka.


Semua karyawan tersebut pulang dengan jam kerja yang tepat dan masuk pun tepat waktu.


Tidak ada namanya lembur di perusahaan ini.


Jika karyawan sudah pulang, berbeda dengan si Bos yang masih mengerjakan sedikit lagi berkas-berkas dokumen yang harus ia tanda tangani, tapi sebelumnya ia baca dengan teliti dan seksama.


Di samping ada asisten Roy yang setia menunggu bosnya tersebut, sedangkan dihadapannya ada Robin di sekretarisnya tersebut.


Asisten Roy dan Sekretaris Robin berbeda tugas dan fungsinya.


Jika asisten Roy bisa dijadikan bodyguard alias tangan kanan serta orang kepercayaan si Bos yang menghandel seluruh urusan bisnis maupun urusan di luar bisnis yakni tentang percintaan.


Sedangkan sekretaris Robin diperuntukkan hanya untuk sebagai sekretaris real di perusahaannya, jangan ditanyakan loyalitas juga kepintaran Robin karena ia adalah salah satu lulusan cumlaude di salah satu universitas bergengsi di Asia pada saat ia mengambil Magister nya.


"Robin sebaiknya kamu pulang, ini sudah lewat dari jam kerja-mu, besok pagi-pagi kau ambil dari meja ini. Aku tak suka ada karyawan ku yang melemburkan diri." Ucapnya tegas tak terbantahkan.


"Baik, Bos. Saya pamit pulang Bos juga asisten Roy." Ucapnya sedikit menundukkan kepalanya tanda hormat.


Dan dijawab oleh asisten Roy.


"Hati-hati saat berkendara, sekretaris Robin."


Di tanggapi hanya dengan senyuman dan anggukan kepala dari sang sekretaris.


Si Bos pun larut dalam kesibukannya bersama berkas-berkas dokumennya.


Sedangkan asisten Roy melenggang pergi menuju sofa yang berada di ruang tersebut, setelah itu ia pun duduk dengan mengeluarkan ponselnya dari kantung jas-nya, ia juga mengeluarkan ponsel si Bos, karena beberapa jam lalu si Bos menitipkan ponsel pada asisten Roy. Hendak meletakkan ponsel si Bos di meja tetapi tak sengaja tersentuh layarnya olehnya dan dapat ia lihat ada beberapa pesan masuk dari Bibi Nam. Segera ia berdiri kembali dan menghampiri sang Bos untuk memberikan ponsel sang Bos juga memberitahu ada beberapa pesan masuk dari Bibi Nam.


"Bos maaf ganggu, tadi saya hendak meletakkan ponsel Bos di meja tapi tak sengaja tersentuh oleh tangan saya, juga tak sengaja terbaca ada pesan dari Bibi Nam, kira-kira lebih dari 3 pesan yang Bibi Nam kirim, maaf Bos saya lancang." Ucapnya jujur.


"Baiklah, kau santai saja dulu, ini berkas dokumen terakhir, jadi kita bisa pulang setelah ini." Mengambil ponselnya tanpa membuka terlebih dahulu, karena ia tahu akan mengabaikan pekerjaannya, jika ia membuka ponselnya dan membaca pesan dari Bibi Nam tersebut.


"Baik, Bos." Asisten Roy pun segera kembali ke posisi duduknya di sofa, ia ambil ponselnya lalu membuka aplikasi email dan banyak sekali email-email yang masuk dalam ponselnya itu, hanya yang menguntungkan baginya akan ia balaskan email tersebut, tapi jika email yang masuk tidak menguntungkan hanya akan ia baca atau bahkan tak ia tanggapi.


Larut dalam membaca email yang masuk dalam ponselnya, ia tidak mengetahui bahwa sang bos sudah selesai dengan berkas dokumennya.


Jangan lupakan meja kerja si bos pun sudah rapi, karena si bos juga terkenal dengan kerapihannya selain julukan dingin juga kejam.


Di bukanya ponsel tersebut dan pesan dari Bibi Nam yang terlebih dahulu ia lihat.


Seketika senyum terbit di bibirnya saat membuka pesan tersebut.

__ADS_1


"Kau sangat pilih kasih, jika bersama orang lain kau akan mengumbar senyum dan tawamu, tapi bersamaku kau tidak mau mengeku suaramu atau bahkan kau malas menatap wajahku, seakan-akan wajahku ini sangat-sangat menjijikan." Ucapnya lirih saat melihat pesan dari Bibi Nam berisi video juga foto-foto Gadis yang terlihat cantik saat tertawa dan tersenyum.


Ada rasa sakit di hatinya saat melihat itu, tapi ia juga tak menyalahkan Bibi Nam ataupun Kakek Beno, karena ia juga turut menyumbangkan derita yang dialami oleh Gadis.


Saat si Bos asik dengan masih melihat-lihat video dan foto-foto Gadis, suara telpon di ruangannya berbunyi.


Asisten Roy yang mendengar pun menolehkan wajahnya, mengerutkan keningnya karena si Bos sama sekali tak mendengar suara telpon berbunyi tersebut.


Ia pun dengan inisiatif sendiri, melangkah menuju telpon tersebut dan mengangkat gagang telpon serta mengeluarkan suaranya.


"Halo."


"......................" Si penelpon.


"Segera kau bawa orang-orang itu naik ke ruang Bos, mengerti!"


"......................" Si penelpon.


Tanpa menunggu tanggapan dari lawan bicaranya, asisten Roy segera mematikan panggilan tersebut dan ia pun akan memberitahukan pada sang Bos.


"Bos."


"Ah, ada apa? Kau mengagetkan ku saja, asisten Roy." Si Bos terperanjat akibat suara asisten Roy.


"Maaf atas kelancangan saya, yang mengakibatkan Bos terkejut."


"Kali ini kau ku maafkan, ada apa jelaskan." Ucapnya sembari mematikan layar ponselnya dan memasukkan ponselnya kedalam kantung jas-nya.


"Sudah kau amankan orang-orang tak berguna itu?"


"Sudah, Bos. Mereka sedang menuju ke lantai ini dibawa oleh para penjaga."


"Good, jangan biarkan ada orang yang dengan berani mengusik hidupku. Penasaran siapa orang-orang tak berguna itu."


Asisten Roy menjawab hanya dengan mengangkat bahunya sedikit.


"Bos, aku ingin bertanya. Mengapa tidak kau lepaskan saja topeng wajahmu itu?"


Tiba-tiba saja pertanyaan itu keluar dari mulut asisten Roy. Sedikit ragu dan takut karena pertanyaan itu selalu menari-nari di dalam otak dan fikirannya.


"Karena aku ingin." Jawabnya singkat.


"Maaf, Bos. Tapi semua karyawan disini juga tidak tau wajah asli Bos, termasuk sekretaris Robin sekali pun tidak tau wajah asli Bos. Bisa dibilang hanya aku, Bibi Nam juga Dokter Brand tak ketinggalan kedua orang tua, Bos."


"Salah, ada satu yang tidak kau sebutkan."


"Hah? Siapa, Bos?" Tanya bingung karena ia tidak ketinggalan menyebutkan siapa-siapa saja yang tahu wajah asli si Bos.


"Loli-ku." Jawabnya dengan senyum sumringahnya terpatri dari sudut bibirnya.

__ADS_1


Ayo dibaca lagi siapa Loli si Bos hehe.


"Astaga." Asisten Roy refleks mengucapakan kata tersebut.


"Apa katamu? Ulangi....." Intonasi si Bos sedikit meninggi dan jika ucapan si Bos terhenti karena ada ketukan pintu yang terdengar.


Tok


Tok


Tok


"Masuk." Ucapnya.


Masuklah si kepala penjaga juga anak buahnya serta orang-orang yang ia bawa.


"Oh, ternyata kau!" Ucap si Bos dengan sedikit mengejek pada salah seorang yang dibawa oleh si penjaga dan diikuti oleh anak buahnya.


Orang-orang yang dibawa pun hanya bisa diam tanpa mau mengeluarkan suaranya karena ia tidak ingin memprovokasi si Bos.


"Kalian boleh tinggalkan lantai ini dan kembali ke pos segera." Perintanya pada kepala penjaga dan anak buahnya.


Mereka menundukkan kepalanya tanda hormat dan melenggang pergi meninggalkan ruang si Bos yang terkenal dengan julukan dingin dan juga kejam.


Hanya ada si Bos, asisten Roy dan juga 2 orang yang tadi dicurigai oleh para penjaganya.


"Duduklah dulu di sofa sebelah sana nona dan tuan." Ucap asisten Roy yang tahu juga si Bos nya enggan untuk mempersiapkan kedua orang tersebut untuk duduk.


"Jadi untuk apa KAU, NONA datang kesini?"


Ucapnya dengan menekan kalimatnya.


Nona yang diajak bicara pun belum berani mengeluarkan suaranya.


"Sekali lagi KAU NONA BERNAMA SHAYBILA ATAU NABILA ATAU BILA, MAU APA KAU KEMARI?" Seketika emosi si Bos pun memuncak.


Ya, yang datang itu adalah Shaybila atau Nabila atau Bila dengan laki-laki yang tidak ia ketahui namanya yang berperawakan tubuh tinggi besar.


"Ma... maaafkan saya, Bos. Saya hanya ingin bertemu dengan Gadis." Ucapnya sedikit gemetaran.


"Sudah ku bilang jangan lagi kau hadapkan wajahmu ke hadapanku, kau ini bodoh apa tuli, Nona Nabila." Ucapnya menekankan semua kalimatnya dengan rahang yang sudah mengeras.


"Tapi.....


...~...


Hehe maaf yah T4 buat gantung, semoga masih ada yang mau mampir dan baca novel T4☺️


Kalau sempat mampir, baca, tinggalkan like, koment☺️☺️

__ADS_1


Hepinizi seviyorum😘😘


__ADS_2