
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
MANSION MEWAH
Sore harinya, Gadis masih sama tidak mau makan sama sekali. Minum saja ia tidak berselera. Terhitung dari sejak pagi, siang dan kini sore menjelang pun ia tidak makan dan minum sama sekali.
Bibi Nam dan semua asisten rumah tangga lainnya begitu khawatir akan kesehatan nyonya mudanya yang tiba-tiba bisa dibilang mogok makan dan minum.
"Bibi, ini gimana kalo tuan muda sampai tau?" Tanya Ratih.
"Betul, gimana ini. Aku gak mau berhadapan langsung dengan tuan muda, berpapasan saja aku takut apalagi disuruh kumpul-kumpul seperti kemarin-kemarin," Timpal Yeni dan di anggguki oleh Fitri.
"Bibi Nam juga bingung, sudah beberapa kali bibi bawakan makan, tapi kalian liat sendiri kan berakhir dengan serpihan-serpihan kecil seperti ini," Ucap bibi Nam dengan raut wajah sendu.
"Bagaimana, bagaimana kalo Wati coba?" Usul Wati pada yang lainnya.
Wati pun mengusulkan dirinya yang membawa makanan untuk nyonya mudanya itu, dan atensi semua terarah padanya, tetapi beberapa detik kemudian Retno pun mengiyakan dan menyetujui usul dari Wati tersebut.
"Ah, betul itu. Nanti kalo Wati gagal bisa aku dan gantiian Susi, bagaimana?" Timpal lagi Retno pada yang lainnya.
Semua asisten rumah tangga berfikir keras, supaya nyonya mudanya mau makan. Mereka takut akan terkena amukan sang tuan muda, jika sudah tiba di mansion beberapa jam lagi.
"Ah, iya bisa, Mbak Retno. Aku setuju." Fitri pun mengiyakan usulan dari Retno.
"Yaudah, coba ambilkan lagi makanan, minuman dan bibi akan buatkan susu seperti biasa untuk nyonya muda. Kita berdoa saja semoga nyonya muda kali ini mau memakan barang sedikit saja dari tangan salah satu dari kita. Bibi tidak mau nanti jika tuan muda sudah pulang dari kantor dan menanyakan kepada bibi atau kalian semua, dan kita menjawab tidak makan sama sekali, bisa-bisa nyonya muda akan terkena amukan lebih parah dari sebelum-sebelumnya," Ucap bibi Nam panjang lebar dan asisten rumah tangga lainnya pun menganggukan kepalanya tanda setuju.
Semua pun kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing dengan bibi membuatkan susu hangat untuk nyonya mudanya dan Wati menyiapkan makanan dengan beberapa lauk pauk juga tak ketinggalan sayuran serta buah-buahan yang sudah ia letakkan di trolley. Wati tinggal menunggu instruksi dari bibi Nam saja.
__ADS_1
"Wati, ini susu untuk di minum nyonya muda dan ini obat yang biasa di minum juga. Semoga nyonya muda mau memakan dan meminumnya, syukur-syukur mau menyentuh salah satunya saja dan di masukkan kedalam mulutnya juga tidak berakhir dengan pecahan-pecahan seperti yang kalian liat."
"Amin," Ucap semua asisten rumah tangga lainnya berharap hasil yang baik.
Wati pun bejalan sembari mendorong trolley dengan secara perlahan menuju lantai 3 yang diikuti oleh Fitri juga Yeni untuk membantu menaiki tangga demi tanggal.
Akhirnya dengan perlahan mereka sudah sampai di lantai 3 dan kedua duo FY pun turun, hanya tertinggal Wati saja.
Di ketuk pintu kamar tuan mudanya itu dan tidak ada sahutan sama sekali. Dengan terpaksa ia membukanya secara perlahan-lahan dan dapat ia lihat nyonya mudanya tengah tertidur dengan arah menyamping.
TOK
TOK
TOK
Wati pun menutup kembali pintu tersebut dan menghampiri nyonya mudanya dengan masih mendorong trolley.
"Hemm," Jawab Gadis sedikit dingin dan raut wajah yang masih mengantuk pun terlihat jelas.
"Makan dulu, ini sudah mau sore. Nyonya sedari pagi tidak makan sama sekali dan perut nyonya belum terisi kan makanan maupun minuman, bibi Wati takut nyonya nanti jatuh sakit," Ucap Wati dengan lembut dan tidak mau adanya kalimat yang menunjukkan paksaan.
"Aku tidak lapar dan tidak haus, bibi Wati. Bawa saja itu semuanya, biarkan aku tidur. Aku tidak butuh itu semua." Ucap Gadis lemas.
"Tapi, tapi."
"AKU BILANG BAWA KELUAR!!!! KAMU ITU TULI APA BODOH, HAH!!!! AKU BILANG BAWA KELUAR DAN JANGAN LAGI MASUK, BIARKAN AKU MATI DENGAN PERLAHAN!!!!" Ucap Gadis dengan intonasi suara yang meninggi dan matanya yang sudah memerah.
Wati yang mendengar itu pun menjadi takut dan tangannya bergetar hebat, ia baru kali ini melihat dan mendengar secara langsung teriakan dan amarah dari nyonya mudanya yang dikenal lembut dan santun pun berubah menjadi sangat emosional dan berbeda sekali.
__ADS_1
Wati sudah kena mental dari nyonya mudanya tersebut.
Dengan terpaksa Wati pun keluar dari kamar majikannya dengan masih mendorong trolley yang tak tersentuh itu dengan hati dan fikirannya yang kacau akibat terkena teriakan nyonya mudanya tersebut.
Sungguh malang nasib mu Wati, terkena mental dari nyonya muda mu itu.
Wati pun sudah berada di luar kamar, ia berlari menuruni anak tangga satu persatu dengan secara cepat, ia tidak takut akan terjatuh maupun tergelincir, karena saat ini batinnya tertekan akan teriakan dan masih ia ingat jelas raut wajah nyonya mudanya yang mengamuk hebat.
Tap
Tap
Tap
Terdengar langkah kaki yang terburu-buru menuju dapur.
"Bibi, hiks hiks hiks," Panggil Wati dengan berlari dan jangan lupakan isak tangisannya.
Ia berlari dan memeluk erat bibi Nam dan diiringi isak tangis yang memilukan.
"Kenapa? Kenapa kamu berlari seperti itu Wati, dan dan juga kenapa kamu nangis? Mana trolley nya?" Tanya bibi Nam panjang lebar saat ia menjauhkan pelukan dari Wati, bukan bibi Nam jijik ataupun enggan memeluk Wati, tetapi bibi Nam ingin tahu kelanjutannya.
"Masih di depan pintu kamar tuan muda, aku tinggalkan. Aku aku tidak kuat dibentak, diterikain dan dimarahin sama nyonya muda, nyonya muda, nyonya muda seram marah-marah seperti tadi. Wati takut, takut," Jawab Wati dengan sedikit terbata-bata.
Ya, Wati walau sudah menjadi ibu dan lebih dewasa dari Gadis pun masih takut dan trauma jika ada yang memarahinya dengan cara seperti Gadis.
"Sudah, sudah jangan kamu masuki ke hati. Kita kan tau, jika nyonya muda kita itu.... sebenarnya baik dan tidak suka marah-marah, sudah biarkan nyonya muda kita diberi ruang waktu sendiri. Bibi hanya bisa pasrah kita terkena amukan dari tuan muda. Bukan maksud bibi tidak mau mencoba, tetapi dari cara kamu yang dimarahin saja membuktikan jika nyonya muda sudah benar-benar malas untuk ditemui orang, biarkan tuan muda saja yang membujuk nyonya muda untuk sekedar makan ataupun minum."
Yang lainnya pun setuju, karena mereka sudah menerka-nerka jika mereka satu persatu datang kembali dan terkena amukan melebihi Wati, mereka itu sebenarnya sudah kena mental lebih dulu.
__ADS_1
...~...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...