Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 45


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Akhirnya Bibi Nam juga Susi pun sudah meninggalkan Gadis sendirian di hutan buatan tersebut.


Bibi Nam sungguh-sungguh melupakan apa yang sudah diperintahkan oleh tuan mudanya untuk selalu berada di samping nyonya kuda, dimana pun dan kemanapun sang nyonya muda itu melangkah.


...~...


BAR RAFAELI


Kini tengah duduk di sofa empuk seorang wanita yang tidak terlalu tua juga tak terlalu muda, tengah memandang keatas langit-langit di ruangannya dengan pandangan kosong.


"God, kemana aku harus mencari putriku satu-satunya, keluarga yang hanya dia yang kumiliki, juga harta yang paling berharga di hidupku, coba saja aku dulu tidak terlalu bodoh untuk mengantarkan putriku ke..." Ucapnya bermonolog sendiri.


Seketika ketukan pintu terdengar dari ruangan tersebut.


"Masuk," Jawabannya.


Masuklah seorang pria berperawakan tinggi besar.


"Mih," Panggilnya.


Wanita itu Mamih Veliz juga pria yang berpawakan tinggi besar adalah Joe bodyguardnya Mamih Veliz.


"Duduklah, Joe!"


Ia pun segera duduk tepat disampingnya sang Mamih Veliz.


"Bagaimana kabar kekasihmu?"


"CK, Mamih ini."


"Mamih kan hanya bertanya, kapan kalian akan meresmikannya, jangan sampai perut kekasihmu itu membesar. Apa kata orang-orang nantinya!"


"Aku tidak peduli kata orang-orang, Mih..."

__ADS_1


"Iya, kau tidak peduli. Tapi, kau ingat perasaan kekasihnya mu itu, ditambah dia sedang mengandung darah daging-mu. Dia akan lebih sensitif. Ditambah omongan para ibu yang kontra dengan hamil diluar nikah." Mamih Veliz pun akhirnya menumpahkan kekesalannya pada Joe sang bodyguard.


"Loh, kok ngamuuk sama aku ini, Mamih. Mamih lagi datang bulan kali, yah! Aku kan belum selesai lanjutin omongan aku, udah dipotong aja sama Mamih," Keluh Joe dalam hatinya.


"Mih, Joe belum selesai ngomong."


"Ya, cepatan jangan lama-lama buat Mamih emosi kamu ini,"


Hufft


Hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar, itu yang bisa Joe lakukan melihat sikap Mamih yang kini tidak dalam kondisi baik-baik saja.


Alias bad mood


Joe pun segera melanjutkan ucapannya mengenai kelanjutan hubungannya dengan sang kekasih kepada Mamih Veliz tanpa ia tutupi ataupun ia lebih kurang kan.


Joe sebenarnya tidak bermaksud membuat sang kekasih hamil duluan, tapi sudah beberapa kali Joe melamar sang pujaan hatinya itu untuk menikah. Tapi, ada saja alasannya.


Joe juga sudah berjanji pada saat ia melamar kekasihnya itu, untuk tidak membuat kekasihnya itu hamil terlebih dahulu. Ia akan meminta kekasihnya itu fokus pada pendidikan baru setelah ia sudah siap juga lulus sekolah, barulah Joe akan menggempur sang kekasih dengan si lontong Joe untuk mendapatkan junior-juniornya yang akan tumbuh didalam rahim sang kekasih.


Jadilah sang kekasih pun menikmatinya tanpa memikirkan kedepannya bagaimana.


Kini hanya bisa mensyukurinya dengan keadaan sang kekasih yang sudah berbadan dua serta masih menimba ilmu.


Dengan terpaksa kekasih Joe di drop out dari sekolahnya.


"Tinggal beberapa hari lagi kami akan menikah, Mih."


"Kau ini, karena tak diterima lamaran sama kekasihmu, kau gelap mata menghalalkan segala cara dan kini sudah ada Joe junior didalam rahim calon istrimu itu."


"Iya, dia calon istriku bukan kekasihku lagi, Mih."


"Oiya, Joe. Apa kamu sudah bisa mendapatkan dimana saudaranya ibu panti tersebut,"


"Belum, Mih. Anak buah-ku sedang berusaha lebih keras lagi supaya Mamih secepatnya berkumpul dengan putri Mamih,"


"Tapi, Mamih gak terlalu berharap dia mau menerima Mamih atau gak, ditambah Mamih sudah menelantarkannya di sebuah panti asuhan layaknya anak yang benar-benar tidak diinginkan kedua orang tuanya, Joe."

__ADS_1


"Joe berharap kedua orang tua angkat putri Mamih, bisa memberikan pengertian dan Joe juga tau kalo hati seorang wanita apalagi seorang ibu sangat lembut juga Joe pastikan Mamih akan segera bertemu dan berkumpul kembali dengan putri Mamih, Tapi maaf sebelumnya Mih. Mamih tau wajah atau nama laki-laki yang sudah membuat Mamih hamil waktu itu?"


Joe sedikit berani menanyakan masa lalu kelam sang Mamih, awal mula Mamih bisa hamil.


"Mamih juga sudah lupa Joe, sudah hampir belasan tahun. Ditambah dulu Mamih diberikan obat perangsang, Mamih gak ingat sama sekali, Joe. Mamih juga ingin tau siapa laki-laki yang sudah mengambil mahkota Mamih saat itu, Joe."


Seketika Mamih Veliz mencoba mengingat-ingat malam kelam saat ia dibawa ke sebuah rumah bordil oleh orang yang sangat ia sayangi, tapi nyatanya menjerumuskan Mamih kedalam dunia malam sampai saat ini.


"Mamih juga gak habis fikir dengan Valeri, tapi...ya sudah nasi sudah menjadi bubur dan ia pun sudah menerima semua akibat yang telah ia lakukan pada Mamih dan orang-orang itu semua bukan lagi dari bagian hidup Mamih, Mamih yang dulu sudah mati sebelum mengenalmu, Joe. Mamih ingin hidup lebih baik lagi. Dan Mamih janji setelah putri Mamih sudah bertemu dan kami akan berkumpul di rumah bersama tapi dengan pendekatan baik-baik tanpa adanya pemaksaan, dan untuk kedua orang tua angkatnya masih bisa bertemu dengannya. Mamih juga gak mau dia menjadikannya anak yang kurang kasih sayang,"


"Lalu bar ini akan Mamih tutup apa bongkar?"


"Mamih minta pendapatmu, Joe. Bagaimana baiknya,"


"Aku juga bingung, Mih. Di satu sisi banyak anak Mamih wanita-wanita yang membutuhkan pekerjaan ini, tapi juga itu sangat tidak baik untuk masa depan mereka juga di satu sisi tempat ini harus segera dihilangkan karena tidak ingin banyak wanita-wanita yang terjerumus kedalamnya,"


Masih banyak lagi obrolan mereka, hingga tak terasa waktu terus berputar hingga menunjukkan waktunya makan siang.


Joe dan Mamih Veliz menghentikan obrolannya dan segera menuju salah satu rumah makan dan mereka akan makan ditempat tersebut..


...~...


Kalau ada yang bertanya-tanya kok ceritanya aneh, kok masih kurang jelas kok kok kok..


Disini T4 masih kasih spoiler saja, kalau cerita intinya masih lama T4 keluarkan juga kalian semua boleh kasih saran juga pendapat.


Sebenarnya judul novel aku ini sama jalan ceritanya ada yang tidak suka hehe


Kalau ada yang tidak berkenan dengan novel T4 bisa out dan unfavorit segera, jangan membuat dosa T4☺️


T4 tak bosan-bosannya mengucapkan terima kasih kepada semuanya yang masih dengan setia mampir, baca, scroll saja dan meninggalkan jejak berupa like koment juga hadiah


T4 merasa senang karena novel T4 ini bisa diterima, walau tak terlalu banyak tapi T4 bersyukur


Jangan lupa vaksin ya semuanya


HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘

__ADS_1


__ADS_2