Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 88


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Entah Shaybila mau dibawa kemana oleh asisten Roy, ia sudah tidak ada tenaga lagi untuk berbicara.


Shaybila hanya diam dan lama kelamaan matanya tertutup, karena ia benar-benar lelah setelah berteriak juga memukul-mukul dada atletis asisten Roy saat kejadian beberapa jam lalu yang membuat Shaybila harus mengeluarkan suara-suara laknadd dari mulutnya.


Shaybila terpaksa tertidur dalam pangkuan asisten Roy, walau ia terus menerus gelisah dan bergerak-gerak tak nyaman. Dan yang mana si lontong milik asisten Roy sudah tegak.


"Shi****t, bisa diam tidak? Kau membangunkannya, NONA!!!!" Ucap asisten Roy dengan mengeraskan rahangnya.


Shaybila yang sudah di alam mimpi pun tidak mendengar gerutuan asisten Roy.


"Shi****t, aku harus melakukan hal yang menyenangkan untuk yang kedua kali,"


Asisten Roy pun menambah kecepatan supaya ia lekas sampai di suatu tempat yang akan menjadi saksi bisu kedua untuk melakukan hal yang menyenangkan untuk kedua kalinya.


...~...


Berbeda dengan asisten Roy yang tengah menahan hasratnya dengan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi untuk cepat sampai di tempat yang akan menjadi saksi bisu hal menyenangkan yang kedua kalinya.

__ADS_1


Kini, si bos dengan menahan amarahnya karena ia mendapati kabar bahwa wanitanya itu berulah kembali dengan mogok makan dari panggilan telpon yang beberapa menit ia terima dari bibi Nam.


"Kau mau main-main dengan ku ternyata ja****la****ng kecil. Lihat dan rasakan hukuman yang akan ku berikan saat aku pulang nanti," Ucapnya dengan rahang yang sudah mengeras.


Ia tidak menyangka wanita yang sudah beberapa kali ia beri ancaman pun tidak pernah jera untuk membuat dirinya marah dan berakibat, ia menyakiti dan memberikan kekerasan fisik maupun psikis.


Hingga lamunan si bos buyar akibat ketukan pintu yang terdengar jelas di indra pendengarannya.


TOK


TOK


TOK


"Maaf, Bos mengganggu."


"Hemm,"


"5 menit lagi kita akan mulai rapat internal bersama beberapa divisi, tetapi asisten Roy belum juga sampai di meja kerjanya," Lapor Sekretaris Robin pada si Bos.


"Hemm, dia sudah izin padaku tidak masuk hari ini,"

__ADS_1


"Haaah????" Sekretaris Robin terkejut akan ucapan bosnya, yang mengatakan asisten Roy tidak masuk kerja pada hari ini. Banyak tanda tanya yang berterbangan diatas kepala Sekretaris Robin tersebut.


Si bos yang paham akan tanda tanya yang banyak dalam benak sekretaris nya yang satu ini, si bos pun mengeluarkan beberapa kalimat yang mampu membuat Sekretaris itu diam dan syok hampir jantungan.


"Dia sedang mengantar kekasih ke Dokter kandungan," Jawaban si bos membuat Sekretaris Robin terkejut untuk yang kedua kalinya.


"Dokter kandungan????" Sekretaris Robin ber-beo layaknya burung.


Mengapa?


Karena, setahu Sekretaris Robin itu asisten Roy jomblo seperti dirinya. Tetapi, mengapa tiba-tiba pagi ini ia dikejutkan oleh perkataan bosnya, yang mengatakan 'asisten Roy mengantar kekasih ke Dokter Kandungan'.


Sungguh Sekretaris Robin kesal pada asisten Roy, bukan karena tidak masuk kerja hari ini, melainkan asisten Roy tidak bercerita jika memiliki kekasih ditambah asisten Roy sudah memberikan DP di masa depan yakni melakukan hubungan suami-istri yang seharusnya mereka lakukan.


Seakan paham dengan sikap yang ditunjukkan oleh Sekretaris Robin, si bos pun mengintruksikan untuk segera berjalan mengikutinya menuju ruang rapat.


Si bos sudah berjalan terlebih dahulu dan diikuti Sekretaris Robin yang terpaksa mengikuti bosnya dengan langkah lesu dan lemas.


...~...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...

__ADS_1


__ADS_2