Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 26


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Di Dapur Bibi Nam bersama asisten rumah tangga lainnya tengah memasak untuk makan siang nyonya mereka, karena berhubung Gadis baru bangun pada pukul 10.45 waktu setempat, jadilah mereka segera memasak karena semua sudah harus siap dan nyonya muda mereka tidak boleh telat makan. Itu perintah Tuan muda mereka.


Karena beberapa jam lalu mereka di kumpulkan di salah satu ruangan oleh Tuan muda mereka.


Yang mana Tuan muda mereka memberikan perintah yaitu selalu layani nyonya muda dengan baik, buat nyonya muda senang apa pun caranya, tanyakan yang ia sukai dan tidak disukai, mengingatkan makan tepat waktu, selalu menemani nyonya muda kemana saja ia melangkah, mengajak berbicara hal-hal yang membuat hatinya senang serta melaporkan semua kegiatan Nyonya muda selama di rumah kepada Tuan muda.


Mereka yang tengah asik berkutat dalam dapur disertai obrolan-obrolan ringan pun mendengar isak tangis seseorang, tangisan itu seakan menyayat hati mereka.


"Bibi, kok Yeni denger ada suara perempuan nangis?" Tanya salah satu asisten rumah tangga yang bernama Yeni.


"Bibi gak denger apa-apa, Yen."


"Kalian coba diem dulu." Perintah Yeni pada yang lain masih saja mengeluarkan suara.


"Apa sih Yen, kamu ini ada-ada aja, orang aku gak denger apa-apa kok, yah kan Mbak Ratih!" Tanya Fitri pada Mbak Ratih.


"bener yang dibilang Fitri, aku gak denger apa-apa kok, Yen. Telinga kamu tuh koslet."


"Eh eh tunggu deh, aku denger suara juga ini kayak nangisnya se-segukan." Timpal lagi Warti asisten rumah tangga yang lain.


"Bener kan, apa kata Yeni."


Mereka pun kompak diam untuk memastikan siapa yang menangis dengan sesegukan ditambah tangisan itu sangatlah memilukan.


"Astaga, itu Nyonya muda." Ucap Bibi Nam mengagetkan semua orang yang berada di dapur.


"Kenapa Nyonya muda nangis? Padahal disini kan enak." Tanya Yeni yang sedikit loading lama.


"Kamu ini, Yen. Jangan banyak ngomong lanjutin aja tuh rendem baju di kolam renang." Suruh Fitri pada Yeni. Ia gemas sekali dengan temannya itu yang otaknya tidak pernah sinkron.


"Emang boleh rendem baju di kolam renang?" Tanya Yeni.

__ADS_1


"Beg**." Ucap Fitri.


"Udah-udah kalian berdua ini selalu ribut, sana lanjutin lagi kerjaan kalian biar Bibi Nam saja yang samperin Nyonya, ingat kalian selesaikan semua masakan jangan sampai nyonya telat makan, bisa-bisa kita kena marah Tuan muda. Ini lagi Susi sama Retno ke pasar sama Pak Githo lama." Ucap Bibi Nam sedikit kesal akan perbuatan kedua wanita yang seumuran itu.


Ya, Fitri dan Yeni mereka sama-sama seumuran dan selalu saja berkelahi walau hanya adu mulut saja tanpa melukai fisik satu sama lain.


"Tau nih, anak perawan masih aja berantem terus, sabar Bibi mungkin Mbak Susi dan Mbak Retno sebentar lagi pulang, karena banyak keperluan rumah yang habis."


"Yaudah, Bibi samperin Nyonya muda dulu, ingat kalian berdua jangan berulah lagi, kalo mau Bibi dengar kalian tidak akur Bibi lakban mulut kalian berdua." Ancam Bibi Nam.


"Rasain." Ucap Ratih dan juga Warti bersamaan.


Yang diledekin hanya bisa menunduk karena takut akan ancaman Bibi Nam.


Mereka berempat pun melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda, sedangkan Bibi Nam hendak menghampiri Gadis sang Nyonya muda pun terhenti karena ingin memberikan ruang untuk Gadis meluapkan kesedihannya, ia tahu kalau Gadis adalah anak yatim-piatu dan di dunia tidak ada sanak-saudara, bisa dibilang ia layaknya Hachi si tokoh kartun lebah, yaitu sebatang kara.


Diam-diam Bibi Nam merekam semua gerak-gerik Gadis pada ponsel pintarnya, Bibi Nam yang ikut terbawa suasana pun ikut menitikan air matanya dan masih dengan merekam semua gerak-gerik Nyonya mudanya itu.


"Ternyata Nyonya muda kangen pada kedua orang tuanya, ditambah lagi Tuan yang sudah memaksa Nyonya hingga sejauh ini tanpa mau memulangkan Nyonya. Bibi jadi keingat suami dan juga anak Bibi yang sudah tenang di sisi Yang Maha Kuasa. Yang sabar Nyonya, Bibi berdoa semoga kelak Nyonya mendapatkan kebahagiaan tanpa harus mengeluarkan air mata yang menyayat hati.


Gadis pun sudah tidak menangis lagi tapi masih terdengar suara sesegukan dan ia memakan roti yang dihadapannya dengan senyum yang sangat manis.


Bibi Nam pun masih merekam semuanya dan ikut tersenyum karena Nyonya mudanya itu sudah dapat mengontrol emosinya dan memakan roti yang beberapa menit lalu ia sendiri yang membuat.


Dikirimkan video tersebut kepada Tuan muda, tapi hanya terlihat centang satu. Tanda tidak akan ponsel Tuan mudanya itu.


Bibi Nam pun menghampiri Gadis.


"Nyonya sudah selesai makan rotinya?"


"Sudah, Bibi."


Kini Gadis sudah tidak sedingin beberapa jam lalu, ia kini tersenyum pada Bibi Nam dan Bibi Nam bersyukur karena nyonya mudanya sudah bisa tersenyum walau entah ini senyum sebenarnya atau hanya paksaan saja.


"Maaf, Nyonya makan siangnya belum siap, karena..." Ucapan Bibi Nam terpotong.

__ADS_1


"Gak apa, Bi. Aku juga udah kenyang makan 3 piring ini, hehe."


"Apa Nyonya mau buah?"


"Bisa panggil nama aja gak, Bi? Panggil Gadis aja, Bi."


"Gak bisa, Nyonya. Ini perintah dari Tuan muda saya tidak berani."


"Ish, Bibi ini kalo kita berdua aja kalo ada dia sih gak apa." Ucap Gadis dengan suara yang tidak suka membahas si Tuan muda.


"Bagaiman kalau Bibi panggil, Nak Gadis. Tapi bukannya kata Tuan namanya Nyo..maksudnya Nak Gadis itu Gladis?"


"Bukan, Bibi. Dia seenaknya saja mengganti nama, padahal itu nama dari pemberian kedua orang tua Gadis loh, Bi."


"Ah, iya-iya Bibi paham. Nak Gadis sekarang mau apa?" Tanya Bibi Nam lagi.


"Aku sebenarnya mau pulang, Bibi." Ucapnya sendu.


"Kalau itu Bibi tidak bisa bantu, Nak."


"Hahaha, bibi. Santai aja, aku hanya bercanda. Mau anterin aku keliling lihat sekeliling rumah yang besar ini, Bi? Aku bosan di kamar terus."


"Dengan senang hati Bibi, tapi kalau sudah capek dan lapar beritahu Bibi yah, Nak."


"Siap, Bibi."


Gadis pun menggandeng tangan Bibi Nam dan bergelayut manja, mereka berjalan disertai obrolan-obrolan kecil dan tawa yang mereka keluarkan.


Sampailah mereka di kebun halaman depan yang mana banyak sekali tanaman yang ditanam disana.


...~...


Maaf yah sedikit, karena seharian ini T4 sibuk banget ngurusin ini itu dan ditambah cuaca tidak mendukung.


Jangan bosan-bosan ya, yuk mampir, dan kalau bisa baca dan tinggalkan jejak😉

__ADS_1


Hepinizi seviyorum😘😘😘


__ADS_2