
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
"Ck, sudah ku bilang jangan sekali-kali kau menampakkan wajahmu dihadapan ku, kau ini bodoh apa tulis? Bukan kah sudah ada surat perjanjian diatas hitam diatas putih serta cek senilai 2 Milyar yang aku berikan kepada kau juga Mamih Veliz, apa masih belum cukup, Cih. Kalau sudah berurusan dengan wanita bermatakan uang dimatanya selalu sulit aku tebak. Jangan membuat alasan dengan mengatasnamakan wanitaku." Si Bos berucap panjang lebar dengan raut wajahnya yang seolah-olah jijik melihat kedatangan sahabat wanitanya tersebut.
Jangan lupakan gaya si Bos yang masih duduk di singgasana kursi kerjanya tanpa mau mendekat kearah lawan bicaranya dengan asisten Roy masih berdiri tegak disampingnya juga mendengarkan semua perdebatan tersebut.
"Tapi...." Perkataan Shaybila sudah terpotong lebih dahulu oleh perkataan si Bos.
"CUKUP! Lebih baik kalian pergi dan jangan sekali-kali kalian injakan lagi tempat ini dengan kedatangan kalian."
Setelah mengatakan itu, si Bos pun memberikan isyarat mata pada asisten Roy, bahwa ia ingin lekas pulang. Karena ia sudah muak kedatangan sahabat wanitanya tersebut.
Si Bos pun berjalan dengan asisten Roy mengikuti di belakangnya, tanpa diduga Shaybila sahabat wanitanya itu bersimpuh dibawah kaki si Bos sembari tangannya memegang erat salah satu kaki si Bos.
"Bos, aku mohon hiks hiks, sekali ini saja aku ingin bertemu sahabatku, Gadis." Ucapnya dengan air mata yang mengalir tanpa bisa dihentikan lagi juga tangannya masih memegang erat salah satu kaki si Bos.
"Dasar jala**g tak berguna, ENYAH KAU!!" Ucapnya keras sembari menggerakkan kakinya guna menghempaskan tangannya Shaybila yang ada di salah satu kakinya, tapi naas hempasan itu membuat Shaybila terlempar jauh hingga kening Shaybila terantuk meja yang tidak jauh di hadapan sofa yang beberapa menit ia duduki.
Asisten Roy yang melihat perlakuan bosnya pada sahabat wanitanya itu hendak membantu, tapi perempuan itu sudah ada yang bantu. Entah itu pacar atau hanya partner kerja perempuan itu. Ada rasa marah dan kecewa pada saat Shaybila dibantu oleh laki-laki berperawakan tinggi besar, tapi ia urungkan karena ia takut bosnya akan sangat marah besar jika ia membantu Shaybila.
"Bila." Ucap laki-laki yang datang bersama Shaybila.
Segera ia bantu Shaybila bangun dan ia dapat melihat kening Shaybila mengeluarkan darah, ia ingin menghajar laki-laki yang ada dihadapannya tapi ia tidak bisa, karena ia tahu akan rumit berhadapan dengan laki-laki yang wajahnya dipenuhi tato, ia juga sudah dengar dan membaca berita mengenai sosok laki-laki yang di juluki 'misterius' itu tidak segan-segan untuk menghancurkan musuhnya dalam hitungan detik.
"CK, berani-beraninya kau menyentuhkan tangan kotor-mu itu pada tubuhku, sebaiknya kalian pergi dan jangan sekali-kali datang kembali, jika sampai itu terjadi bersiaplah akan ku habisi kalian beserta orang terdekat kalian."
__ADS_1
Tiba-tiba saja si Bos berjalan mendekat kearah Shaybila juga laki-laki tersebut dengan sedikit berjongkok mensejajarkan tinggi badannya. Si bos pun memberikan isyarat pada laki-laki yang di samping Shaybila untuk segera menjauh guna memberikan ruang sedikit untuk si Bos.
Lalu si Bos tanpa ada aba-aba mencengkram kedua pipi Shaybila dengan salah satu tangannya yang mengakibatkan bibir Shaybila mengerucut.
Dapat dipastikan kedua pipi Shaybila akan tercetak jelas karena cengkraman si Bos sangat kuat dan pasti sangat sakit.
Setelah mengucapkan kalimat penuh ancaman yang mengerikan itu si Bos pun keluar dari ruangnya untuk segera pulang ke mansion, karena ia sudah rindu dengan wanitanya.
"Ku peringatkan sekali lagi, jangan coba-coba mengusik kehidupan wanitaku lagi juga menampakkan wajah menjijjkan dirimu itu, sahabat mu itu sudah bahagia bersama dengan ku, jangan lagi kau ganggu atau memata-matai kehidupan wanitaku, atau aku ku bawa kau ke tempat bordir yang terkenal kejam supaya tubuh menjijikan itu dilahap habis oleh sekelompok laki-laki hidung belang, MENGERTI!"
Shaybila hanya diam tanpa menanggapi ucapan si Bos, karena kepalanya sudah terasa sangat pening akibat benturan di kepalanya yang mengenai meja juga ditambah sakit yang ia rasa di kedua pipinya saat di cengkram oleh si Bos sangat kuat.
Dilepaskannya cengkraman tangannya dari kedua pipi Shaybila, lalu ia meminta sapu tangan asisten Roy guna membersihkan tangannya yang mencengkram pipi Shaybila.
Setelah ia membersihkan tangannya, ia buang sapu tangan itu serampangan hingga mengenai wajah Shaybila.
Asisten Roy yang larut dalam pemikirannya pun tidak mengetahui jika bosnya sudah meninggalkan ruangan, ia pun keluar dengan tergesa-gesa karena jika jarak ia dan si bosnya terlalu jauh akan dipastikan si bos akan marah besar.
Apalagi ditambah jika ia benar-benar menolong Shaybila sahabat Gadis itu.
"Roy." Panggil si Bos dengan intonasi suaranya yang sudah meninggal, sudah dipastikan urat lehernya pasti terlihat jelas.
"Iya, Bos."
"Kenapa kau lama keluar, jangan bilang kau merasa sedih dengan jala**g itu, apa kau masih..." Ucapan si Bos sudah di potong oleh asisten Roy.
"Ti-tidak, Bos. Tadi kunci mobil saya keluarkan dari kantung jas saya dan saya letakkan di meja, lalu saya lupa membawanya, jadilah saya mengambil kunci mobil dulu." Elaknya.
__ADS_1
"Berani kau memotong omonganku, ROY!!"
"Maaf, Bos. Bukan maksud saya seperti itu...." Dipotong ucapnya oleh sang Bos.
"Sudahlah, aku capek." Si Bos pun yang sudah malas ribut dengan asisten Roy pun melanjutkan langkahnya menuju lift khusus untuk dirinya dan diikuti oleh asisten Roy.
Sebenarnya ia ingin segera pulang dan melihat wajah wanitanya, karena ia sudah sangat rindu tidak melihat dan memeluk wanitanya itu.
Dan ia juga ingin menanyakan aktifitas apa saja yang wanitanya itu lakukan selama ia bekerja serta ia ingin menjalan hubungan lebih ber-manusiawi kepada wanita pujaannya itu.
Ia sudah bertekad akan dengan perlahan-lahan memberikan kebebasan untuk Gadis dengan keluar dari kamar saja, melakukan hal-hal yang membuat ia senang tanpa harus ia tertekan. Juga si Bos ingin Gadis secepatnya membuka hatinya dan mencintai dia dengan tulus tanpa harus ia paksa dengan cara kasar dan tidak bermanusiawi.
Di dalam lift hanya terbentang kesunyian yang melanda di dalamnya, si Bos dan asisten Roy hanya diam dengan pemikiran mereka masing-masing.
Tak membutuhkan waktu lama, hingga bunyi 'ting 'pertanda lift sudah berhenti pada tujuan mereka.
Mereka pun keluar dari lift menuju mobil, seperti biasa asisten Roy akan membukakan pintu penumpang belakang untuk si Bos dan ia akan duduk dibelakang pengemudi.
Hanya suara musik yang terdengar selama mereka di dalam perjalanan menuju mansion.
...~...
Maaf ya sekali lagi T4 chapter ini kosakatanya hanya 1000 lebih belum bisa sampai 2500 seperti kemarin-kemarin, karena seharian T4 harus ikut seminar online sampai beberapa hari dan itu menguras otak dan fikiran T4. Maaf ya🙏🙏
Semoga masih ada yang mampir, baca, beri like, koment☺️☺️
hepinizi seviyorum😘😘
__ADS_1