Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 110


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Kini setelah beberapa jam berdebat dengan semua kemauan yang diinginkannya, akhirnya Gadis memilih beberapa ekor anj*ng juga beberapa ekor kucing yang sudah ia pilih. Sebenarnya ia tidak ingin menginginkannya, tapi si bos memaksa dan Gadis pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan memiliki beberapa ekor makhluk-makhluk lucu nan menggemaskan itu.


"Akkh, akhirnya mereka jadi juga berada dalam genggaman tangan aku, seneng sekali. Makasih yah, Honey." Ucap Gadis dengan bergelayut manja di lengan kekar si bos, sedangkan Duo FY memegang kucing beserta kandangnya, sedangkan pak Githo sedang mengurus kepulangan beberapa ekor anj*ng yang nyonya mudanya beli itu bukan anak anj*ng melainkan anj*ng yang sudah lumayan besar dan sungguh menyeramkan menurut pak Githo.


"Sama-sama, Honey. Tapi, kamu ingat kan janji kamu tadi di mobil?" Tanya si bos dengan menaik-naikan alisnya.


"Hah, janji apa? Aku gak merasa ada janji sama kamu, yah!" Sanggah Gadis.


"CK, masa baru beberapa jam aja udah lupa, Honey." Kali ini raut wajah si bos sedikit di tekuk.


"Iiih, beneran deh aku gak ingat ada janji sama kamu," Ucap Gadis lagi dengan sekarang tidak lagi bergelayut manja di lengan kekar si bos.


Gadis pun sekeras mungkin berfikir, ia apakah ada janji pada si bos.


5 detik


10 detik


15 detik


30 detik

__ADS_1


5 menit


Akhirnya Gadis pun mengingat janjinya.


"Astaga, aku kan berjanji sama dia bakal memimpin hal-hal menyenangkan saat di rumah. Ish, bo*doh bo*doh kenapa bisa lupa." Gadis pun merutuki kebodohan dan kelupaannya itu dalam hatinya.


"Bagaimana, udah ingat kan, Honey." Ucap si bos kali ini karena ia melihat wanitanya melamunkan sesuatu dan tangannya sudah memeluk tubuh Gadis dari arah belakang.


"Hehehe, iya aku ingat, Honey. Tapi, tapi nanti pas sudah sampai rumah dan di kamar, jangan disini, aku malu." Ucap Gadis kini ia sudah menenggelamkan wajahnya di dada bidang si bos dan hal itu tak luput dari kedua pasang mata, yakni kedua pasang mata itu adalah milik Duo FY.


"Gemeuuush, deh." Batin Fitri.


"Astaga, adek meleleh liatnya," Timpal Yeni dalam batinnya.


"Ya udah kita pulang, apa mau mampir ke restauran makan dulu?" Tawar si bos, karena mengingat sekarang waktu makan siang, yang pasti sudah saatnya makan siang.


"Ya, ayo! Duo FY, kalian kembali bersama pak Githo, ingat jangan lupa dengan kandang dan juga kucing-kucing. Paham!" Sarkas si bos pada Duo FY.


"Paham, Tuan muda." Jawab Duo FY kompak.


Tanpa menjawab si bos meninggalkan Duo FY, yang masih melongo melihat sikap lembut dan romantis tuan mudanya itu.


"Astaga, tuan muda romantis banget yah, Fit!" Ucap Yeni dengan masih memeluk kandang yang berisikan seekor kucing yang lucu.


"Iya, romantis dan jauh dari kata menyeramkan. Ya udah yuk, kita cari pak Githo. Mana nyonya muda kita beli anj*ng yang gak tanggung-tanggung beli yang udah besar pula dan menyeramkan kayak tuan muda." Timpal Fitri.

__ADS_1


"Iya," Yeni menjawab sembari mengangguk-anggukkan kepalanya dan mereka berdua berjalan keluar petshop untuk mencari pak Githo.


...~...


Tak membutuhkan waktu lama, akhirnya Gadis dan si bos pun sampai juga di mansion mewah tanpa adanya yang aneh.


"Ayo," Ucap si bos yang sudah membukakan pintu mobil Gadis dan tangannya pun ia sodorkan untuk Gadis pegang.


"Terima kasih, Honey." Ucap Gadis tak kalah bahagianya hari ini.


Mereka berdua pun berjalan memasuki pintu utama mansion mewah itu dengan sedikit tawa yang keluar dari mulut mereka masing-masing.


DAN....


CEKLEK


Pintu utama di buka oleh si bos dengan Gadis yang masih bergelayut manja di lengan kekar milik si bos.


"Ladies first, Honey." Ucap si bos yang mempersilahkan Gadis yang lebih dahulu memasuki pintu utama tersebut.


"Terima kasih, Honey." Ucap Gadis kini senyumnya tak pernah luntur.


Hingga....


...~...

__ADS_1


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2