
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Jika si bos tengah galau dan risau karena hasratnya tidak tersalurkan, berbeda halnya dengan Gadis yang baru terbangun dari mimpi indahnya saat ini.
Waktu baru menunjukkan pukul 8 waktu setempat, ia bangun dengan perlahan-lahan.
Ia masih mengingat sangat jelas, jika tubuh bagian atasnya tidak mengenakan sehelai benang pun.
Ia bangun dengan mencengkram selimut dengan erat hingga batas leher untuk menutup tubuh atasnya, tepatnya bagian dada miliknya.
Kini ia sudah bersandar di kepala ranjang dengan suasana hati sedikit terbebas dan nyeri di area perut pun sudah tidak ia rasakan seperti kemarin yang sangat perih.
"Hufffft, syukurlah nyerinya sudah berkurang. Dan lihat!!" Ucapnya sendiri dengan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang kamar itu, "Lihat kan! Laki-laki laknadd itu sudah pergi, Huufft. Aku bersyukur banget sedang kedatangan 'tamu bulanan' seperti ini. Jika tidak, sudah habis tubuhku di gempur dia. Walau kenyataannya dia masih meminta untuk dipuaskan dengan cara lain. Sungguh kemarin itu sangat-sangat tidak kuat aku melayani dia, dia juga manusia apa iblis sih. Sudah tau aku lagi 'merah' tetap aja di gempur, giliran dia udah pegang pembalut aku malah marah dan mengumpatkan kata-kata kasar. Hufffft, sungguh miris nasib mu Gadis. Tapi, aku liat dia seperti itu..hatiku sedikit miris dan kasian" Gadis berbicara sendiri mengenai dirinya yang lolos dari kukungan si bos dan juga ia merasa sedikit kasihan melihat si bos tersiksa karena hasratnya tidak tersalurkan.
Beberapa kali Gadis menghembuskan nafasnya sangat kasar.
"Ah, sudahlah. Biar dia tau rasa. Ngilu ngilu deh dia nahan hasratnya itu,"
Setelah mengucapkan kalimat tersebut Gadis berfikir untuk berendam dengan tambahan essentials oil.
"Enak kali yah berendam plus dicampur dengan essentials oil yang wangi bunga mawar," Ucapnya bermonolog sendiri, "Ah, iya. Lebih baik aku berendam untuk menenangkan fikiran ku karena tingkah laku si laki-laki laknadd itu,"
Ia pun bangkit dari bersandarnya dan menuju pintu kamar untuk ia kunci, karena ia tahu jika tidak mengunci bibi Nam akan masuk. Ya, walau bibi Nam selalu mengetuk juga memanggilnya terlebih dahulu.
"Ah, lebih baik aku kunci saja kamar ini. Aku ingin menghabiskan waktu ku untuk berlama-lama berendam, sebelum sore datang karena si laki-laki laknadd itu entah ingin berbuat apa lagi!!"
Ia pun bangkit dengan masih mencengkram selimut ditubuhnya, walau tak ada seorang pun di dalam kamar itu, kecuali dirinya. Ia masih malu juga merasa suhu ruangan kamar itu terasa dingin.
KLIK
Pintu kamar pun berhasil ia kunci.
__ADS_1
Setelah pintu ia kunci, lalu ia menuju kamar mandi, mengisi air bathup dengan air hangat yang sudah tersedia dengan menyalakan yang bertuliskan 'air hangat'. Tak lupa juga ia mengambil essentials oil yang tersedia di lemari kecil yang berada di kamar mandi dan ia tuangkan sedikit demi sedikit.
Hingga waktu terus berputar, Gadis masih asyik dengan berendam di dalam bathtub yang sudah ia tuangkan cairan essentials oil berwangikan bunga mawar yang menenangkan hati juga fikiran seseorang yang menghirupnya.
Setelah dirasa sudah cukup, Gadis pun bangkit menuju shower untuk menggosok-gosokkan tubuhnya dengan shower puff.
Saat ia ingin menyalakan shower, tepat di hadapan shower itu ada kaca besar yang disediakan.
"Aaaaaah, dasar laki-laki laknadd." Teriak Gadis mengumpatkan kata-kata kasar yang ia tuju pada si bos.
"Aaah, laki-laki laknadd itu meninggalkan banyak sekali bercak merah di tubuhku. Apalagi di bagian dadaku, pantas saja ujung put****ngku terasa nyeri." Marahnya mendapati banyaknya sisa-sisa maha karya ciptaan si bos di area tubuh bagian atasnya, tepatnya di kedua benda gantung kenyal miliknya.
Tak tanggung-tanggung, ujung put***ng milik Gadis sedikit bengkak dan terasa perih saat di tekan.
"Iiissshh," Ringisnya saat menekan put***ng nya yang sedikit membengkak, "Iiissshh, itu laki-laki laknadd berapa lama memainkan put***ngku hingga bentukannya seperti ini? Aku tekan, aku yang meringis perut. Memang laki-laki laknadd, nyesel aku tadi sempat kasian sama dia. Lihat!!!! Kelakuannya seperti ini, fix aku gak boleh luluh sama dia, biarin dia rasain hasratnya yang gak tersalurin." Gadis pun segera membersihkan tubuhnya, walau hatinya masih saja gondok dengan kelakuan si bos yang membuat tubuh bagian atasnya meninggalkan banyak sisa-sisa maha karya ciptaannya itu.
Akhirnya tubuh Gadis sudah bersih juga fikirannya sudah lebih tenang juga lebih rileks.
"Ahhhh, akhirnya badanku terasa lebih enteng dan juga lebih tenang aja bawaannya. Walau masih kesel sama si laki-laki laknadd itu yang buat banyaknya bercak merah, tapi aku berterima kasih banget ini sama bibi Nam yang sudah memberitahukan aku essentials oil ini," Ucapnya sembari mengenakan bathrobe, "Astaga, aku lupa ngalirin air bekas rendaman aku," Ucapnya sembari membuka penutup bathup dan mengalir lah air sisa berendamnya tersebut.
Karena, itu takut sewaktu-waktu nyeri di area perutnya akan kembali menyerang.
"Pakai baju yang mana yah?" Tanyanya pada dirinya sendiri sembari jari-jari lentiknya memilah milih berbagai pakaian yang sudah tersedia dihadapannya.
"Emmmm, aku kok bingung yah? Semua bagus dan pasti mahal, emm....yang mana yah?" Terus dan terus jari-jari lentik itu membolak-balikkan baju yang cocok ia pakai saat ini.
"Yang ini aja deh, kan gak mau kemana-mana juga. Aku juga bingung, takut nanti mau ke kakek Beno. Tapi, nanti tiba-tiba perut ku nyeri lagi. Ya udah deh, pake ini aja." Pakaian yang ia pilih pun sudah ditangannya segera ia memakainya di walk in closet tersebut.
"Huffft, memang laki-laki laknadd itu masih saja meninggalkan jejak merah di tubuhku," Keluhnya sembari memakai pakaian, yang mana di hadapannya terdapat cermin yang berukuran sangat besar.
Setelah selesai berpakaian, Gadis tidak langsung menuju lantai bawah. Ia masih ingin berlama-lama diatas ranjang.
Di saat ia tengah bersantai diatas ranjang, bunyi ketukan pintu pun terdengar.
__ADS_1
TOK
TOK
TOK
"Nyonya," Panggil bibi Nam dari arah luar sembari mengetuk pintu kamar tuan mudanya itu.
"Ah, iya sebentar, Bibi." Jawabnya sembari berjalan menuju pintu kamar untuk membukakannya, karena pintu itu dikunci saat ia hendak mandi beberapa jam lalu.
KLIK
Bunyi kunci pintu yang sudah terbuka.
"Iya, Bibi."
"Nyonya mau sarapan di kamar apa di meja makan?"
"Ah, di meja makan. Sekarang aja yuk, Bi!!!!" Jawab Gadis sembari menuntun bibi Nam keluar kamar dan lengannya bergelayut manja di lengan bibi Nam.
Tak lupa pintu kamarnya di tutup kembali.
...~...
...Maaf yah beberapa chapter isinya hot hot semua...
...Maaf juga kalau cerita ini buat kalian pusing dan terkesan bertele-tele...
...Maaf ceritanya masih banyak yang T4 sembunyikan...
...Semoga masih ada yang yang melirik novel T4...
...Gak apa hanya baca tanpa meninggalkan jejak like atau pun koment😔...
__ADS_1
...Tapi, lebih baiknya mampir, baca, tinggalkan jejak like dan koment yah kawan-kawan😉...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...