Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 37


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


RUANG MAKAN


Beberapa menit si Bos sudah duduk, dihadapannya sudah tersedia hidangan untuk ia sarapan seperti roti dan juga segelas kopi.


"Asisten Roy, setelah aku selesai kamu kumpulkan semuanya disini, karena ada sesuatu yang aku ingin sampaikan pada mereka semua."


"Baik, Bos."


"Makanlah! jika kau lapar atau hanya memberikan rasa segar di tenggorokan mu dengan meminum susu hangat."


"Terima kasih, Bos. Bibi Nam sedang membuatkannya."


Si Bos hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja.


Ia pun melanjutkan sarapannya dengan hening, sedangkan asisten Roy tengah mengirim pesan berantai kepada semua pekerja di mansion mewah ini melalui ponselnya.


Karena semua pekerja yang memiliki ponsel akan dimasukkan kedalam grup oleh asisten Roy untuk sekedar memudahkan informasi.


Setelahnya asisten Roy sibuk dengan email yang terus menerus masuk kedalam akun surainya tersebut.


Tanpa terasa Bibi Nam sudah membawakan serta meletakkan segelas susu hangat dihadapannya.


"Di minum susunya selagi hangat, nak Roy."


"Ah, iya Bibi. Terima kasih sebelumnya udah ngerepotin Bibi."


"Santai, kayak sama siapa aja kamu, nak."


"Bibi, lanjut dulu sebelum kumpul karena masih belum selesai di belakang."


"Iya, Bibi. Semangat." Asisten Roy pun memberikan tanda semangat dengan mengepalkan salah satu tangannya dan ia angkat tinggi. Serta diikuti oleh Bibi Nam.


Bibi Nam pun kembali ke belakang, Asisten Roy menikmati segelas susu hangat tersebut dengan menikmatinya pelan-pelan.


Si Bos hanya menggeleng-gelengkan kepala saja melihat tingkah anak buahnya itu.


"Aku sudah selesai, apakah sudah bisa kau panggil sekarang juga, asisten Roy?"


"Ah, iya iya Bos, segera saya infokan dulu lewat grup."


"Kau ini malas sekali." Gerutu si Bos.


"Hello, Bos apa kabar asal perintah ina ini itu aja, saya lagi mager alias males gerak ya jadi saya kirim pesan berantai aja alias pesan di grup chatt. Hari gini teknologi semakin canggih bosqyuu." Ucapnya dalam hati.

__ADS_1


"Jangan mengumpat ku dalam hatimu, asisten Roy. Kau tidak butuh bekerja lagi, bukan?"


"Ah, tidak tidak, Bos. Aku aku sedang memikirkan sesuatu, bukan mengumpat mu dalam hatiku." Elaknya sedikit gugup.


"Astaga, bosqyuu ini cenayang, kah! Bisa bisaan tau isi hatiku." Keluhnya dalam hati lagi.


Terdengar bunyi langkah kaki yang mendekat.


"Berbaris dengan rapi." Ucap asisten Roy pada semua penjaga dan tukang kebun dan diikuti Bibi Nam juga asisten rumah tangga lainnya.


Asisten Roy pun berdiri di samping si Bos.


"Sudah kumpul semua?"


"Sudah semua, Tuan muda." Jawab mereka dengan kompak.


"Baik, saya hanya ingin memberitahukan bahwa sekali lagi saya ingin kalian menjaga nyonya muda dengan baik, layani dia dengan baik, turuti semua keinginannya, ajak ia sekedar mengobrol santai, jangan biarkan dia bosan atau merasa kesepian," Ucapnya sembari melihat semua wajah para pekerjanya, kemudian ia melanjutkan kembali ucapannya.


"Dan Bibi Nam bisa selalu berada di samping nyonya muda, kemana pun dia pergi Bibi selalu di sampingnya. Berikan yang semua dia mau," Melihat reaksi Bibi, kemudian si Bos menatap lekat kepada Kakek Beno.


"Juga untuk Kakek Beno jika nyonya muda mau bercocok tanam atau sekedar memetik bunga, berikan saja. Nanti saya yang bertanggung jawab sama Mami dengan semua bunga yang nanti jika di minta oleh nyonya muda," Kakek Beno menganggukkan kepalanya tanda paham, lalu si Bos melanjutkan lagi lagi ucapnya.


"Dan jangan lupakan My Loli-ku berikan dia makanan juga jangan sampai dia stres karena kehilangan ***** makannya. Aku sungguh lupa dengan dia beberapa hari ini," Ucapnya tanpa henti.


"Dan aku dengar dia juga ingin memasak camilan, ah salah maksudnya meminta untuk diajarkan memasak camilan kesukaan saya, Bibi Nam bisa tolong ajarkan nyonya muda, juga ajak dia ke salah satu pets shop yang terbagus di kota ini dan suruh nyonya muda memilih hewan apa yang mau ia pelihara.


"Maaf sebelumnya, Tuan muda. Bukan maksud Bibi sok tau atau apa, tapi sebaiknya Tuan muda saja yang mengajak nyonya untuk pergi ke salah satu pets shop, agar Tuan dan Nyonya bisa lebih dekat lagi dan nyonya sedikit-sedikit membuka hatinya pada Tuan. Maaf sekali lagi Bibi lancang."


"Betulkah, aku kenapa tidak kepikiran sampai kesana. Oke Bibi Nam terima kasih asal usulan Bibi, semuanya sudah bisa lanjutkan pekerjaan kalian, jika ada yang tidak beres hubungi asisten Roy."


"Baik, Tuan muda." Jawab mereka kembali dengan kompak.


Satu persatu pekerja di rumah itu meninggalkan ruang makan, melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda.


Seketika Bibi Nam hendak melangkah menuju belakang, di panggil kembali oleh si Bos.


"Bibi Nam."


"Iya, Tuan muda."


"Semuanya kembali ke belakang, saya ada perlu dengan Bibi Nam."


Ratih dan yang lainnya pun menundukkan kepala tanda hormat sembari berlaku meninggalkan ruang makan.


Kini hanya ada si Bos, asisten Roy juga Bibi Nam.


"Duduklah, Bibi."

__ADS_1


"Saya berdiri saja, Tuan muda."


"Emm, Bibi seperti hari kemarin Bibi rekam dan foto semua aktifitas nyonya muda dan langsung kirim kepada saya, dan jika ada terjadi sesuatu yang darurat hubungi saya atau asisten Roy, takut saya sedang ada tamu klien."


"Siap, Tuan muda."


"Sudah itu aja, Bibi. Maaf sekali lagi merepotkan."


"Luar biasa, sihir apa yang nyonya muda berikan pada si Bos yang terkenal arogan dan jarang sekali meminta maaf, astaga sungguh keajaiban nyata di depan mata ku." Gumam asisten Roy dalam hatinya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya."


"Tidak masalah, Tuan muda. Ini semua sudah tugas dan tanggung jawab saya juga. Saya pamit kembali ke belakang Tuan muda dan nak Roy."


"Iya, Bibi."


"Kita berangkat sekarang, asisten Roy."


Setelah mengucapkan kalimat itu si Bos bergegas berdiri, lalu menuju mobil yang sudah terparkir tepat di pintu masuk rumah utama.


"Astaga, sekali lagi Bos tanpa menunggu jawaban dari mulutku langsung jalan aja, gak tau apa aku lagi mencerna semua ini. Sabar sabar namanya juga Bos, Roy. Kalo bukan Bos udah aku jitak tuh kepala." Asisten Roy hanya bisa mengeluskan dadanya pasrah akan tingkah Bos nya itu.


Segera asisten Roy mengambil tas kerja si Bos dan membawanya menuju mobil yang akan ia kemudikan sendiri dengan si Bos berada di kursi penumpang.


"Lama."


"Maaf, Bos. Silahkan masuk, Bos." Ucapnya sembari membukakan pintu mobil penumpang.


Segera si Bos masuk dengan sangat elegannya.


Asisten Roy pun membuka pintu mobil untuknnya sendiri dan sebelumnya ia meletakkan tas kerja di Bos di kursi yang tidak di tempati orang.


Lalu mobil yang dikendarai asisten Roy pun segera meninggalkan mansion mewah tersebut.


...~...


Maaf ya T4 baru ketik ini naskahnya, ini juga curi-curi waktu jam istirahat sebelum mulai lagi seminar T4😫


Semoga ini lolos review cepat, aku hanya bisa ketik 1 cahpter, seketika ide-ide dalam kepala dan otak T4 hilang entah kemana😫


Semoga masih ada yang mampir, baca, memberikan jejak like, koment, syukur-syukur ada yang kasih bunga hehe canda syukur✌️


Aku upload barusan banget 13.01 semoga cepat lolos review yah🙏


Oiya, satu lagi kalau ada kata-kata yang tipo ada kurang bagus kasih tau T4 yah, supaya segera T4 perbaiki☺️


Terima kasih🤗


HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘

__ADS_1


__ADS_2