
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore.
Gadis yang baru beberapa menit lalu bangun dari tidur siangnya serta selalu saja melewatkan entah itu sarapan pagi atau pun makan siang seperti saat ini.
Ia baru saja menyelesaikan urusannya di kamar mandi, yakni ia telah selesai mandi sorenya.
Sedangkan bibi Nam tengah menyelesaikan pekerjaannya sembari membuat sesuatu untuk nyonya mudanya gunakan.
Sebenarnya bibi Nam ragu untuk melakukan itu, bukannya ia tidak mau atau malas. Tetapi, bibi Nam tahu betul watak dan karakter tuan mudanya jika hal-hal kepemilikannya dibuat hancur atau pun dihilangkan begitu saja.
Gadis berusaha sekuat tenaga dan hati untuk bisa membuat bibi Nam mau melakukannya.
Gadis pun memohon kepada bibi Nam dengan raut wajah memelas serta Gadis hampir berlutut di bawah kaki bibi Nam, jika bibi Nam tidak mencegahnya.
Dengan terpaksa Gadis juga menceritakan semua yang telah ia alami dan telah di lakukan oleh si laki-laki laknadd, yang tak lain tuan muda bibi Nam itu tanpa ada yang ditutup-tutupi. Karena, Gadis sudah menganggap bibi Nam seperti ibu kandungnya sendiri.
Memang memakan waktu lama sampai bibi Nam benar-benar mau melakukannya dan Gadis hampir meneteskan air matanya hanya untuk bibi Nam mengatakan 'iya'.
Barulah Gadis berhenti merengek layaknya anak kecil yang meminta permen kepada sang ibu.
Gadis pun keluar dari pintu kamar mandi menuju meja rias dengan masih mengenakan bathrobe yang melekat di tubuhnya tersebut.
Ia pun duduk di kursi, tepat dihadapannya terdapat cermin yang berukuran lumayan besar dan ia pun menyisir rambutnya yang hitam legam serta membersihkan wajahnya menggunakan astringent, clarifieratau water refiner atau yang sering di sebut orang-orang dengan kata Toner. Toner ini ternyata tidak hanya untuk membersihkan kulit, tapi juga memiliki beragam fungsi lain bagi kesehatan kulit.
Bersamaan itu suara pintu kamar pun di ketuk seseorang dari luar dan terdengar suara bibi Nam yang memanggil dirinya.
TOK
TOK
TOK
"Nyonya," Panggil bibi Nam diselingi ketukan pintu.
"Ah, iya. Iya, Bibi. Sebentar-sebentar." Ucapnya dengan sedikit terburu-buru.
Gadis pun sedikit merapihkan alat-alat make up bekas pakainya dan menuju pintu untuk membukakan pintunya.
CEKLEK
__ADS_1
Pintu pun terbuka dan menampilkan wajah bibi Nam yang memberikan senyum tipis pada sang nyonya muda.
Gadis pun membalas senyuman dari bibi Nam, mata Gadis pun terfokus pada barang yang dibawa bibi Nam di kedua tangan bibi Nam. Itu pun yang membuat si nyonya muda tertarik.
Bibi Nam membawa wadah kaca yang berukuran lumayan kecil pada kedua. Sadar akan arah mata sang nyonya muda bersuara.
"Ah, ini yang nyonya minta. Sudah jadi tidak terlalu banyak bibi buat."
Gadis hanya menganggukkan kepalanya saja.
Gadis pun mempersilahkan bibi Nam masuk, bibi Nam hanya masuk sedikit melewati nyonya mudanya dan berdiri tepat di samping sang nyonya muda.
Barulah Gadis menutup pintu kamar itu kembali.
Gadis pun berjalan lebih dahulu didepan bibi Nam, dan diikuti bibi Nam di belakangnya.
Gadis sudah duduk tepat di tepian ranjang, sedangkan bibi Nam masih berdiri dengan tangan masih memegang wadah kaca tersebut.
Dapat dilihat raut wajah bibi Nam sedikit tegang dan ada guratan-guratan kecemasan di dalam diri bibi Nam yang dapat dibaca oleh Gadis.
"Nyonya, nyonya....apa...apa sebaiknya ini tidak perlu di teruskan lagi? Bibi, bibi rasa...."
Ucapan bibi Nam terhenti karena Gadis sudah lebih dulu memotongnya.
Bibi Nam pun sedikit lega, tetapi ia masih tidak yakin 100% karena ia yakini sebentar lagi ataupun beberapa jam lagi tuan mudanya akan pulang dan menemui sang nyonya muda pasti akan tahu ada yang janggal dengan wanitanya tersebut.
Dan dapat dipastikan bibi Nam yang akan terkena amukan tuan mudanya itu.
"Udah, tenang aja sama Gadis aman. Oke, Bi!!!!"
"I...iya, Nyonya."
Bibi Nam pun menarik salah satu kursi yang ada di ruangan itu dan menempatkannya tepat di dekat tepian ranjang, sedangkan Gadis sudah membaringkan tubuhnya diatas ranjang dengan sudah sedikit membuka celah bathrobenya.
Bibi Nam sedikit mengambil nafas dan menghembuskan nafasnya secara kasar, lalu melakukan tugasnya. Sebelumnya bibi Nam menawarkan akan memakai sendiri atau dipakaikan bibi Nam.
"Nyonya, mau pakai sendiri atau bibi yang pakai kan?" Tawar bibi Nam.
"Sama bibi aja, Gadis takut salah nanti."
"Baik, sebelum saya ijin untuk melakukannya dan juga maaf nanti jika terasa sedikit tidak nyaman yah, Nyonya." Ucap bibi Nam dan di anggukkan kepala saja oleh Gadis.
Segera bibi Nam membuka sedikit celah bathrobe nyonya mudanya dan ia pun melakukan aksinya dengan hati dan fikirannya yang saling berkecamuk.
__ADS_1
Habis lah aku hari ini, jika tuan muda sampai marah dan aku di pecat. Itulah isi hati bibi Nam disaat ia melakukan aksinya.
Di saat bibi Nam melakukan aksinya, tanpa sadar Gadis hendak mengeluarkan suara-suara aneh bin laknadd dari mulutnya. Segera ia bekap mulutnya dengan kedua tangannya tersebut supaya bibi Nam tidak mendengar suara-suara aneh bin laknadd itu.
"Arrrgghh, kenapa aku berdesir. Padahal, padahal ini bibi, bukan si laki-laki laknadd itu. God, Gadis ayo bangun-bangun jangan mesum kamu. Ih, kok aku jadi mikirin si laki-laki laknadd itu. Ah, bodo bodo biar dia rasain."
Masih banyak lagi gumaman Gadis dalam hati. Sekuat tenaga ia untuk serileks mungkin supaya bibi Nam tidak terganggu oleh gerakan-gerakan yang ia timbulkan.
Sungguh Gadis merindukan sentuhan itu tetapi ia malu untuk menyadari itu semua.
Tak butuh waktu lama, akhirnya tugas bibi Nam selesai dan ia meminta ijin kepada sang nyonya muda untuk memakai kamar mandi untuk membersihkan tangan dan juga wadah kaca tersebut.
Gadis pun mengiyakan sembari merapikan kembali bathrobenya.
Bibi Nam sudah selesai mencuci tangan juga wadah kaca tersebut ia duduk di kursi tersebut dengan wajah yang masih menampilkan kecemasan.
"Ih, Bibi. Udah santai aja. Bibi udah bisa lanjutin lagi pekerjaan yang tertunda."
"Ah, iya. Nyonya tidak mau makan, karena nyonya sudah melewatkan jam makan siang, loh!" Bibi Nam khawatir kepada sang nyonya mudanya itu, karena belum makan siang.
"Gadis masih kenyang, Bibi." Ucap Gadis.
"Kok, masih kenyang. Bukannya nyonya muda hanya sarapan pagi saja. Itu pun hanya dengan roti 2 lembar saja juga susu saja!" Ucap bibi Nam yang mengingat apa saja yang dimakan nyonya mudanya itu.
"Iya, Bibi. Gadis masih kenyang, loh!!!! Walau 2 lembar roti jangan lupain juga pake selai da susu yang selalu dibuatkan bibi untuk Gadis. Itu aja masih kenyang banget Gadis, loh." Ucapnya sembari mengelus-elus perutnya.
"Tapi, tapi nyonya harus...."
"Gak apa, Bi. Nanti kalo Gadis lapar juga akan makan dan langsung ke ruang makan cari makanan yang enak buat Gadis makan, Oke!!!!" Bujuk Gadis pada bibi Nam.
Bibi Nam pun akhirnya pasrah dengan semua kemauan sang nyonya mudanya.
Ia pun pamit undur diri untuk melanjutkan kembali pekerjaannya yang sedikit tertunda itu.
Sedangkan Gadis menarik selimut hingga batas lehernya dan memejamkan kedua bola matanya.
...~...
...Gak jadi kreji, karena di lihat dari like dan viewers sedikit. Tetapi, jika T4 update sehari 1 saja lumayan banyak, tapi kalau kreji sedikit. Ya sutra T4 update seperti biasa 1 saja☺️...
...Astaghfirullah....T4 sampai nyebut😔...
...Pokok'e T4 HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...
__ADS_1