
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
"Tidaaaaaak, dasar luu BAJIINGAAAN siaaaland, laki-laki biaaayadaap, pergiiii menjauh. Gak anak buah gak bosnya, sama-sama laknadd, siaaaland, pergiiii pergiiii siaaaland pergiiii..... menjauh lah." Terus dan terus berucap dengan kata-kata yang teramat kasar.
"My heart, jangan kasar-kasar dengan calon suami mu, emm!!!!" Asisten Roy sedikit menurunkan intonasi suaranya, jika sama-sama tersulit emosi akan susah untuk memulai hal yang menyenangkan. Itu menurut asisten Roy.
"Cuuih," Shaybila pun layaknya membuang air liurnya tetapi tidak ada sama sekali yang ia keluarkan.
"Calon suami dari Neptunus, HAH!!!! Ngaca sana di comberan, gak mau gue punya calon suami bentukannya kayak luu dan inget.... Luu itu gak jauh beda sama bos luu yang sok misterius bin nyata itu. Kalian itu sama-sama dari spesies yang sama aneh, siaaaland, laknadd juga menjijikan. Lebih baik, gue jadi perawan tua aja daripada sama luu BAJIINGAAAN!!!!" Masih terus dan terus tak mau kalah dengan asisten Roy, Shaybila masih memboom bardir semua ucapan asisten Roy.
"Apa katamu, My Heart. Perawan tua? Apa kau tidak berkaca, Hah? CK CK CK," Asisten Roy berdecih mendengar ucapan Shaybila yang mengatakan 'ia lebih baik menjadi perawan tua saja', "Kau itu sudah tidak perawan lagi, aku tau itu. Apa kau lupa saat kita berada di mobil beberapa jam lalu, aku sudah memeriksa semua onderdil dalaman mu itu, sudah tidak tersegel lagi, cih. Ngaku-ngaku mau jadi perawan tua." Ucapan asisten Roy itu seakan-akan menampar kedua pipi Shaybila.
Sungguh, saat ini harga diri Shaybila sudah diinjak-injak oleh asisten Roy serta wajah Shaybila sudah memerah menahan amarahnya yang tinggal menunggu waktunya akan meledak, layaknya bom waktu yang siap meledak kapan pun ia mau, kembali lagi dengan Shaybila. Ia tahu jelas, bahwasanya ia sudah tidak perawan lagi, dikarenakan beberapa bulan silam ia jual keperawanannya demi uang juga mengobati kakek maupun neneknya.
ShayQbila tidak bisa membalas kembali ucapan asisten Roy, karena benar adanya ia sudah tidak perawan lagi.
"Kenapa diam, Hah? Benar bukan, kalau My Heart ku sudah tidak perawan lagi. Tenang saja, aku masih mau menerima bekas seseorang, kok. Walau kau sok jual mahal, aku akan terima semuanya. Ya, walau sesungguhnya aku laki-laki normal yang menginginkan wanitaku kelak masih tersegel alias masih P.E.R.A.W.A.N,"
Sekali lagi, ucapan asisten Roy menampar berkali-kali lipat pada Shaybila.
"Bangsaaaad, jangan luu fikir gue sudah tidak perawan lagi mau sama luu, ciuuh. Ogah gue sama luu, BAJIINGAAAN!!!!!"
Shaybila sekuat tenaga untuk bisa tidak diinjak-injak harga dirinya oleh asisten Roy, walau pada kenyataannya ia sudah tidak memiliki lagi harga diri dalam artian 'keperawanan'.
__ADS_1
"Udah lah, My Heart. Jangan sok jual mahal, jual murah aja, hitung-hitung diskonan juga gak apa. Jangan sok memiliki harga diri. Sudah untung aku mau bekas orang, emang kamu fikir masih ada laki-laki normal di luaran sana mau pasangan sudah tak bersegel, sudah jebol pula ditambah berkerja di salah satu bar yang kumuh dan menjijikkan!!!!"
Kata-kata asisten Roy sungguh membuat darah Shaybila mendidih, dengan sekuat tenaga Shaybila melayangkan tamparannya pada pipi asisten Roy.
PLAK
Satu tamparan melayang tepat mengenai pipi tirus asisten Roy.
"Jaga mulut luu yang kayak comberan itu, jangan bawa-bawa bar milik Mamih Veliz, kalau mau sini hina gue aja gak usah bawa-bawa nama bar milik Mamih Veliz, BANGSAAAAD!!!!"
"Cih," Tanpa adanya pemanasan asisten sudah memulai aksinya dengan mencium paksa bibir Shaybila, lalu turun ke leher hingga meninggalkan bekas-bekas jejak maha karya asisten Roy.
"Aaaargggghhhh, lepasssh." Dessahan keluar juga dari mulut Shaybila.
Hingga akhirnya br** dan cidi Shaybila sudah teronggok di lantai kamar hotel tersebut.
"Aaaargggghhhh, saaahhkiiittth," Desaah Shaybila kesakitan akibat si lontong milik asisten Roy yang masuk kedalam Goa milik Shaybila tanpa adanya aba-aba.
"Saaabaaharlah, My Heart." Ucap asisten Roy dengan langsung menyatukan si lontong miliknya dengan Goa milik Shaybila sembari memberikan ciuman panas di bibir ranum Shaybila.
Dan mereka pun melakukan hal-hal yang menyenangkan hingga udara kamar yang sudah dinyalakan pendingin ruangan pun masih terasa panas, walau pada kenyataannya yang senang hanya asisten Roy.
Shaybila sudah berusaha memberontak tetapi usahanya nihil dan itu sama saja membuang-buang tenaganya saja.
Sampai akhirnya beberapa kali Shaybila menuju puncak kenikmatannya yang sudah beberapa kali berbeda dengan asisten Roy yang tidak puas dan belum merasa terpuaskan walau sudah menyatu penyatuan mereka pun, memang berhasil dimenangkan oleh asisten Roy. Yang mana asisten Roy masih sangat kuat dan energik, berbanding terbalik dengan Shaybila yang sudah kehabisan tenaga dan berakhir pasrah.
__ADS_1
"Aaaargggghhhh, kaahuu sangaaht leguith, My Heart." Desaah asisten Roy saat ia menyemprootkan cebong-cebong miliknya pada Goa Shaybila.
Shaybila hanya diam dan pasrah, sungguh nasibnya tidak jauh berbeda dengan sahabatnya Gadis.
Ia sudah berusaha tidak berurusan dengan laki-laki laknadd yang tak jauh beda dengan si bos sok misterius itu.
"God, Shaybila sudah hancur. Harga diri Bila sudah diinjak-injak oleh laki-laki laknadd ini, kakek....nenek maafin Shaybila, Shaybila melakukan hal ini untuk kedua kalinya dengan orang berbeda. Hiks hiks hiks," Keluh Shaybila dalam hatinya, ia menangisi kehidupannya yang sungguh merana. Dulu ia jual keperawanannya pada seseorang tanpa tahu siapa yang memerawani dirinya, tapi kali ini...kedua kalinya dengan orang berbeda yang tidak ia ketahui sebelumnya adalah orang yang sama.
Hingga akhirnya penyatuan untuk yang kesekian kalian dan asisten Roy sudah menyemprootkan cebong-cebong miliknya entah sudah berapa kali banyaknya, ditambah lagi asisten Roy tidak menggunakan pengaman sama sekali.
"Aaarrrgggghhh, sungguh kau masih legit seperti dulu," Ucap asisten Roy tanpa sadar juga yang sudah beberapa kali menyemprootkan cebong-cebong miliknya entah berapa banyak dan tidak digubris oleh Shaybila.
Asisten Roy pun mengecup kening Shaybila dan mencium bibir Shaybila lama.
Setelahnya, asisten Roy menarik selimut dan menutup tubuh telanjang polos mereka dengan Shaybila yang sudah tidur menyamping, alhasil asisten Roy di punggung oleh Shaybila.
Ia tahu jika wanita yang sudah memberikannya kenikmatan beberapa menit lalu marah dan asisten Roy hanya bisa cuek.
"Selamat malam, My Heart. Mimpi indah." Ucapnya di telinga Shaybila.
Asisten Roy pun dengan sengaja tidur dengan memeluk Shaybila erat dengan tangannya yang sudah tidak bisa ia kondisikan lagi.
...~...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...
__ADS_1