Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 113


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Setelah sang suami telah beranjak dari ruang keluarga. Kini yang tersisa hanya ada si bos, Mami juga Gadis.


Mami si bos pun menyuruh Gadis untuk mendekat juga duduk di sebelah calon mertua.


"Sayang, sini." Ucap Mami si bos pada Gadis.


Gadis yang masih dalam pelukan si bos pun, perlahan mendongakkan kepalanya dan ia pun melihat kearah si bos untuk menanyakan perihal tersebut. Dan si bos melihat kode itu pun langsung menganggukkan kepalanya.


Perlahan, Gadis pun sudah duduk di samping Mami si bos dengan suasana jantungnya sudah berdetak sangat cepat.


Nervous.


Mungkin itu yang sedang terjadi.


"Kenapa wajah kamu? Kayak tegang? Santai saja sama Mami, gak usah kamu masukin ke hati ucapan suami Mami yang nyebelin tingkat negara itu, Oke!" Ucap Mami si bos dengan tangannya sudah meneliti juga mengelus-elus rambut Gadis.


"Emm, i-iya, Tante." Jawab Gadis sedikit gugup.


"No, No." Ucap Mami si bos mengoyang-goyangkan jari telunjuk tanda tidak suka, "No, panggil Mami juga seperti, Deon. Deon, kan calon suami kamu, berarti Mami juga calon Mami kamu juga, Oke!" Ucap sang Mami tidak mau dibantah.


"Ah, iya, Mom" Ucap Gadis.


"Nah, gitu dong. Panggil Mom juga gak masalah." Masih terus mengelus-elus rambut Gadis.

__ADS_1


"Honey," Panggil si bos, tetapi Gadis tak menjawab.


Mungkin Gadis masih belum bisa menerima laki-laki yang ia beri julukan 'laknadd' itu membohongi dirinya, dengan memakai topeng wajah yang penuh dengan coretan-coretan abstrak tersebut.


"Aiisssh, dia mulai merajuk. Salah ku karena hampir sebulan lebih aku menyamar dan dia pasti sangat ketakutan dengan topeng jelek yang kata Mami ini, huuuufffftttt. Sabar, harus extra sabar," Keluh si bos dalam hatinya.


"Sayang," Panggil Mami si bos yang melihat calon menantunya itu diam tak memberikan reaksi atas panggilan sang putra.


Ia tahu pasti, kalau calon menantunya itu masih belum bisa menerima jika putra satu-satunya itu melakukan penyamaran. Dan calon menantunya belum bisa mencernanya dengan cepat.


Ia sebisa mungkin untuk mengalihkannya, supaya calon menantunya tidak berlama-lama merajuknya.


"Sayang," Panggil lagi Mami si bos.


"Ah, iya, Mom. Maaf," Akhirnya lamunan Gadis pun kembali dan menimpali panggilan Mami si bos.


"Sayang, kok Mami lihat-lihat wajah kamu itu mirip sekali dengan sahabat Mami dulu pas masih seusia kamu. Sahabat Mami itu dari keluarga yang berada, entah kejadian apa yang menimpa sahabat Mami itu ia terusir dari rumahnya dan sampai kini dia belum ada kabarnya. Mami jadi kangen sahabat Mami itu." Seketika Mami si bos merasa sedih jika mengingat-ingat sahabatnya yang entah kemana sekarang ia berpuluh tahunan tak menampakkan batang hidungnya.


"Betul, sayang. Wajah kamu mirip sekali dengan sahabat Mami,"


"Oh, Mami jangan sedih, mungkin sahabat Mami bukan diusir. Atau Mami dapat info salah, atau sedang sibuk dengan anak juga suaminya," Ucap Gadis dengan memberikan hal-hal yang positif.


"Tidak, sayang. Dia sedari masih seusia kamu sudah diusir oleh papinya, entah masalah apa."


"Emm," Gadis bingung harus menimpali ucapan calon mertuanya itu.


"Udah-udah gak usah dibahas," Ucap si bos menimpali.

__ADS_1


"Mi, aku sama Gadis ke kamar dulu. Udah ngantuk." Ucap si bos sembari mengulurkan tangannya untuk menuntun Gadis berdiri dan menuju kamar si bos seperti biasanya, mereka akan tidur bersama, walau belum adanya ikatan pernikahan.


"Enak aja, No!! Kalian belum menikah! Cukup sebulan lebih kamu anak nakal tidur dan melakukan hal-hal menyenangkan dengan calon menantu, Mami. Mulai sekarang, mulai sekarang kalian tidur di kamar masing-masing titik gak ada penolakan ataupun bantahan TITIK!" Ucap Mami si bos, dan wajah si bos sudah pias.


"Astaga, Mami. Huuuufffftttt, bisa main solo aku ini. Mana sedari petshop sampai ke rumah aku udah terbayang-bayang kalau My Honey yang diatas tubuh aku, aaaargggghhhh, pasti rasanya beda dan fantasi ku terbayarkan. Tapi, ini gagal karena adanya Mami. Kenapa juga pulang cepat dan tanpa adanya pemberitahuan dari anak buahku, huuuufffftttt." Keluh si bos dalam hatinya yang merutuki kesialannya saat ini, harus melepaskan wanitanya yang sudah lama tidak ia jamah dan nikmati tubuh indahnya juga desaaahannya itu.


Sungguh ia tidak akan bisa tidur dengan sendiri, karena sedari petshop ia sudah berkhayal untuk melakukan hal-hal menyenangkan dan itu yang memimpin Gadis, wanitanya.


Sungguh, kalau kali ini ia tidak bisa menjamah wanitanya sebelum tidur ia akan bermain solo ataupun sakit kepala menahan ha*srat yang sudah memuncah itu.


"Mi," Ucap si bos ingin membantah.


Tetapi, sang Mami sudah berdiri dan berkacak pinggang.


"No!!!! Sekali tidak tetap tidak. Sayang, Gadis kamu tidur di ruang tamu lantai bawah ya, bukan maksud Mami mengusir kamu, tapi kalian kan belum ada namanya ikatan pernikahan. Kamu paham kan, Sayang!" Mami si bos pun dengan lembut berucap pada calon menantu cantiknya itu.


"Siaaaland, SHI*T, harus solo ini." Keluh si bos dalam hati.


"Iya, Mom. Gadis paham." Ucap Gadis.


Sungguh ia sangat berbahagia, karena tidak akan melakukan hal-hal yang menyenangkan juga berbuat dosa.


"Syukurlah, aku terlepas dari dosa juga tidak melakukan hal-hal menyenangkan itu. Mana harus aku yang mulai. Aku bersyukur banget hari ini ada maminya si laki-laki laknadd ini. Huuuufffftttt, kalau gak ada udah malu juga habis deh badan aku di lahap dia habis-habisan." Ucap Gadis dalam hatinya.


Jika Gadis merasa bahagia terlepas dari si bos, berbeda lagi pada si bos, ia sudah uring-uringan tidak jelas, karena ha*sratnya sudah memuncak dan sedari dari petshop sudah terngiang-ngiang.


"Mi....

__ADS_1


...~...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2