Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 86


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


JALAN RAYA


Tepatnya di dalam mobil sedan berwarna hitam mengkilat, asisten Roy tengah dalam suasana hati yang gundah gulana.


Mengapa demikian?


Alasannya hanya lah satu, yakni kedua orang tuanya meminta dirinya untuk cepat-cepat mengenalkan calon istri kepada kedua orang tuanya tersebut, kemudian seperti layaknya pasangan muda-mudi bertunangan kemudian menikah dan memiliki buah hati yang tak lain cikal bakal cucu untuk kedua orang tuanya.


Tetapi, asisten Roy tidak bisa melaksanakan itu semua. Sebab, calon pacar saja ia tidak punya bagaimana ia harus mengenalkan calon istri kepada kedua orang tuanya tersebut.


"Aaaargggghhhh, kenapa coba nyokab sama bokap tiba-tiba nyuruh kenalin calon istri. Huuuufffftttt, calon pacar aja gak punya." Asisten Roy berbicara sendiri sembari memegang stir mobil dengan sangat kuat.


Tiba-tiba saja


BRUUUK


Suara benda yang terjatuh akibat mobil yang dikemudikan oleh asisten Roy tidak sengaja menabrak pengendara sepeda motor tepat di hadapannya.


Entah mengapa suasana hari ini sepi dari orang-orang yang hilir mudik mengenakan jalan raya, pada kenyataannya hari ini masih hari kerja. Yang mana, sudah pasti jalan raya akan padat oleh orang-orang berlalu lalang menggunakannya baik yang mengendarai sepeda motor sendiri, mobil pribadi ataupun angkutan umum lainnya.


Asisten Roy pun tersadar dari lamunannya, ia segera memberhentikan mobilnya dan melepaskan safety belt dan keluar untuk menolong si pengendara sepeda motor tersebut yang tidak sengaja ia tabrak.


"Nona, maaf aku...." Ucapnya terhenti dikala melihat siapa yang ia tabrak itu.


"Maaf, maaf. Mata lu kemana be**g0, gue segede ini sama sepeda motor gue masih aja lu tabrak, bangs444t!!!!!" Nona si pengendara sepeda motor itu terus saja berkata kasar tanpa melihat siapa penabrak dirinya.


Ia lebih memperhatikan luka yang ia alami di siku dan lutut kakinya.


"Nona, saya sekali lagi meminta maaf. Sungguh saya tidak sengaja untuk menabrak anda dan sepeda motor anda tersebut, Nona." Asisten Roy saat ini merasa senang dan bercampur khawatir akan reaksi orang yang ia tabrak tersebut.


"Makanya kalau punya mata di pake be**g0...." Ucapan Nona si pengendara sepeda motor itu terhenti di kala wajahnya menatap siapa penabrak dirinya dan sepeda motor matic kesayangannya itu.


"Eloooo, cih. Gak bos, gak anak buahnya buat gue sengsara. Udah sana pergi aja lu, gak guna juga lu, sana urusin aja bos lu yang sok itu." Nona si pengendara sepeda motor itu pun menjadi sumbu pendek setelah melihat wajah penabrak dirinya dan juga sepeda motor matic kesayangannya itu.


Ia bangun dengan menahan sakit, ia tidak mau terlihat lemah dihadapan laki-laki yang sudah menabrak dirinya tersebut.


"Nona, sini saya bantu."


Walau asisten Roy sudah diketusi oleh Nona si pengendara sepeda motor tersebut, ia adalah laki-laki yang harus bertanggung jawab.


Asisten Roy pun mengendong paksa Nona si pengendara sepeda motor itu dan membawanya masuk kedalam mobilnya, tepat di bangku depan samping dirinya yang menyetir.


"Turunin gue be**g0, gue gak lumpuh, gue masih bisa berdiri. Mau lu bawa kemana gue, Bangs444t. Turunin gue!!!!!" Nona si pengendara sepeda motor itu terus saja mengoceh dengan tutur kata yang kasar, jauh dari kata-kata yang baik dan sopan.


Setelahnya ia masuk di belakang stir mobil, yang sudah ia kunci terlebih dahulu, supaya nona si pengendara sepeda motor tersebut tidak melarikan diri.


"BUKA!!!! Bukain pintu ini be**g0, gue gak mau satu mobil sama anak buah si bos sok itu. BUKAAAAA!!!!!" Terus dan terus saja Nona si pengendara sepeda motor itu mengoceh ingin keluar dari mobil asisten Roy dengan bahasa yang kasar.


Asisten Roy hanya diam, ia ambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Saya butuh jasa kalian, di jalan xxxx. Saya tunggu." Ucapnya dalam panggilan telpon. Entah asisten Roy menelpon siapa.


Kemudian asisten Roy pun menelpon seseorang kembali.


"Halo, Bos. Maaf, saya akan sedikit terlambat masuk kantor. Karena, karena saya tidak sengaja menabrak seorang di jalan raya. Terima kasih, Bos."


Ya, asisten Roy menelpon bosnya tersebut, untuk mengabari bahwasanya ia akan terlambat masuk kantor dan memberikan alasan yang benar sesuai fakta.


Setelahnya ia fokus pada Nona si pengendara sepeda motor tersebut.


"Nona, maaf jika cara saya lancang dengan mengendong tubuh anda secara tiba-tiba,"


"Cepetan bukain ini pintu mobil, Bangs444t!!!!"


"Nona, bisakah anda berbicara yang baik pada seseorang? Kenapa sedari tadi saya mendengar anda selalu mengatai saya dengan kata-kata kasar?"


"Suka suka gue, Be**g0!!!!" Nona si pengendara motor yang itu pun menghadapkan wajahnya kearah luar tanpa mau bersitatap dengan asisten Roy.


"Nona," Panggil asisten Roy.


Nona si pengendara sepeda motor tersebut diam saja.


Sekali lagi asisten Roy memanggil Nona si pengendara sepeda motor tersebut.


"Nona,"


Masih sama, Nona si pengendara sepeda motor itu tidak menggubris panggilan asisten Roy.


Asisten Roy yang sudah mengalah sedari tadi pun akhirnya tersulut emosi dan menarik paksa Nona si pengendara sepeda motor tersebut dan....


Nona si pengendara sepeda motor tersebut jatuh terduduk tepat di pangkuan asisten Roy.


"Baji***nga***n, lepasin gue. Be**g....." Ucapan Nona si pengendara sepeda motor itu pun terhenti karena asisten Roy sudah terlebih dahulu membungkam mulutnya dengan ciuman panas.


Cuuup


Nona si pengendara sepeda motor itu pun memberontak, ia memukul-mukul dada atletis asisten Roy berharap akan melepaskan ciuman panas mereka. Tetapi, pada kenyataannya asisten Roy yang tengah gundah gulana pun melampiaskan itu semua pada Nona si pengendara sepeda motor itu.


Asisten Roy pun mengigit bibir bawah Nona si pengendara sepeda motor tersebut dan alhasil bibir itu terbuka, tanpa menunggu waktu lama lidah asisten Roy pun menerobos masuk dan mengabsen semua yang ada didalamnya. Tak lupa ia lilitkan lidahnya dengan lidah Nona si pengendara sepeda motor tersebut.


Hingga akhirnya, ciuman panas itu pun terhenti.


"Baji***nga***n," Ucap Nona si pengendara sepeda motor itu setelah asisten Roy menciumnya dengan paksa, lalu ia menampar pipi asisten Roy.


"Nona, jangan salah saya mencium anda. Karena, sedari tadi saya sudah memanggil anda tetapi Anda seolah tidak mendengarkan panggilan saya dan berakhir saya mencium Anda, sungguh nikmat bibir anda ini, NONA!!!!"


"Baji***nga***n," Nona si pengendara sepeda motor itu hendak melayangkan tamparannya lagi di pipi asisten Roy, tetapi sudah di tahan terlebih dahulu oleh asisten Roy.


"Nona SHAYBILA AURORA RITZQ," Asisten Roy pun akhirnya menaikan intonasinya.


Ya, Nona si pengendara sepeda motor itu adalah Shaybila sahabat Gadis, yang tak lain sahabat nyonya mudanya itu.


"APAH!!!!" Ucap Shaybila seakan-akan menantang asisten Roy.

__ADS_1


"Jaga ucapan mu, jika tidak...."


"Jika tidak apa, HAH!!!!!"


Sekali lagi Shaybila menantang asisten Roy, walau kini jarak mereka dekat dan intim. Shaybila masih duduk diatas pangkuan asisten Roy.


"Kau menantang ku, Nona SHAYBILA AURORA RITZQ!!!!!"


"Kalau iya, kenapa? HAH????"


Tanpa membalas ucapan Shaybila, asisten Roy pun kini mencium kembali bibir Shaybila dengan lebih lebih dan lebih panas lagi.


Secara bersamaan, asisten Roy menurunkan kursi yang mereka duduki hingga posisi mereka terlentang dan berakhir dengan asisten Roy yang sudah mencecap habis bibir Shaybila yang menyebabkan bibir tersebut bengkak dan memerah.


Tidak sampai disitu saja, asisten Roy pun sudah menurunkan ciumannya hingga leher dan kedua benda kenyal milik Shaybila. Dan meninggalkan maha karya cipataan asisten Roy yang tak lain kissm**rk.


Shaybila bukannya tidak memberontak, tetapi usahanya sia-sia. Tenaga yang dimiliki oleh asisten Roy sangat kuat dan berbanding terbalik dengan Shaybila yang notabene seorang wanita.


Hingga akhirnya, terpampang jelas kedua benda kenyal gantung milik Shaybila, tanpa menunggu lama asisten Roy meremaas salah satu benda gantung kenyal tersebut dan satunya lagi ia hisaap serta ia lumaat habis benda gantung kenyal itu .


"Baji***nga***n, lepaskan aku. LEPASKAN!!!!!"


Terus dan terus berusaha melepaskan dirinya dari kukungan asisten dan hingga akhirnya suara Shaybila pun habis dan tenaganya pun tidak ada lagi untuk melawan.


Sampai akhirnya, asisten Roy pun menurunkan celana pendek yang dikenakan Shaybila dan memasukkan jarinya kedalam Goa milik Shaybila dan mengacak-acak Goa tersebut.


Hingga Shaybila mengeluarkan desaaahan yang begitu indah di telinga asisten Roy tersebut. Mendesaah dan terus saja mendesaah.


30 menit sudah asisten Roy menyalurkan hasratnya yang sudah lama ia tahan dan kembali ia kenakan pakaian juga celana Shaybila.


TOK


TOK


TOK


Bersamaan itu seorang laki-laki mengetuk pintu kaca mobilnya, untung saja kaca mobil asisten Roy hitam pekat dan tidak bisa dilihat orang dari luar ketika ia melakukan hal yang beberapa menit ia lakukan bersama Shaybila.


Dengan telaten ia kembali memposisikan kursi penumpangnya dengan cepat dan Shaybila sudah ia peluk erat dengan masih duduk diatas pangkuannya. Jangan lupakan jas yang digunakan asisten Roy sudah berganti posisi dan sudah terpasang menutupi pakaian Shaybila yang sedikit robek akibat ulah asisten Roy yang kasar.


"Tuan," Panggil seorang laki-laki dengan pakaian seragam khas salah satu bengkel terkenal di kota tersebut.


"Bawa dan betulkan semua yang rusak pada sepeda motor tersebut, dan untuk tagihannya bisa kalian kirimkan ke kantor ini." Ucapnya sembari memberikan kartu namanya pada orang tersebut dan diterima dengan baik, "Saya hanya ingin terima beres. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih, mohon maaf saya ingin mengantar istri saya ke rumah sakit." Ucap asisten Roy dan menutup kembali kaca jendela, yang sebelumnya sudah beritikad baik.


Dan seorang laki-laki itu pun hanya menganggukkan kepalanya saja dan segera membawa sepeda motor matic merah itu diatas mobil bak yang terbuka.


"Aku tidak main-main bukan, Nona. Ini baru permulaan. Sungguh akan terasa menyenangkan jika kita melakukannya ditempat yang semestinya. Seperti di hotel ataupun di ranjang, atau mau coba di sofa?" Asisten Roy sungguh gila dan keme*suman dirinya tertular dari sang bos.


Shaybila hanya diam, sungguh tenaga ia sudah habis ditambah suaranya pun dipastikan akan serak akibat ia berteriak-teriak sedari tadi.


Mesin mobil pun segera dinyalakan oleh asisten Roy dan Shaybila masih duduk diatas pangkuannya, walau tidak nyaman dalam menyetir mobil, tapi asisten Roy menikmatinya.


Entah mau dibawa kemana Shaybila oleh asisten Roy.

__ADS_1


...~...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2