Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 20


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Setelah selesai berbicara dalam panggilan pun, ia segera mematikan panggilan itu tanpa menunggu jawaban dari Bibi Nam.


Si Bos lalu meletakkan ponselnya di atas meja sebelah ranjangnya, sebelumnya ia melihat apakah ada pesan yang dikirim oleh Greg ataupun anak buah Greg lainnya.


Setelah dirasa tidak ada, ia pun masuk kedalam kamar mandi.


Atensinya terpaku pada Gadis.


Melihat Gadis yang hanya diam, sedikit menebarkan senyum tipisnya penuh makna, segera saja ia bergabung bersama Gadis didalam bathup, seperti biasa ia di belakang Gadis.


Di ambilnya shower puff atau shower busa, ia gosokkan ke punggung Gadis hingga bersih kemudian beralih dengan tubuh bagian depan Gadis dan membalikkan badan Gadis.


Jangan lupakan si lontong panjang berdaging ia masukkan terlebih dahulu kedalam Goa Gadis.


"Kenapa kau diam, honey? Apa kau marah padaku?" Tanyanya sembari menggosokkan shower puff atau shower busa pada tubuh bagian depan Gadis.


"Cih, segala bertanya lagi. Kau ini laki-laki yang tidak bermoral dan super duper aneh, selalu bertanya bertanya dan bertanya kenapa aku, seolah-olah dia gak tau apa yang telah ia lakuin apa kepalanya baru saja terbentur batu besar, entahlah, haaah. Lihatlah contohnya saja ia memperlakukan ku beberapa menit lalu dengan hal yang menjijikan yakni menyuruhku menjilat serta menelan habis cairan kuning kental menjijikan itu hingga tak tersisa, baunya saja sudah buat perutku bergejolak sampai-sampai aku muntah dan lemas. Sudah ku bilang aku gak mau masih aja dipaksa." Hanya berani mengumpat si Bos dalam hatinya.


"Kau jangan mengumpat ku dalam hatimu, honey. Kau hanya boleh mengisi hatimu dengan sejuta cinta untukku juga calon anak-anak kita didalam perutmu ini." Ucap si Bos sembari tangannya mengusap lembut perut Gadis yang masih rata itu.

__ADS_1


"Apa katanya, calon anak. Gak gak mau, aku gak mau punya anak dari dia, laki-laki jahat gak punya hati. Aku mau memiliki anak dari darah daging-ku hanya dari laki-laki yang sangat aku cintai dan sayangi, serta jangan lupakan yang mana laki-laki itu memperlakukan aku dengan baik tidak seperti mu yang memperlakukan aku seperti budak naf**su saja." Gumamnya lagi.


"Berhentilah mengumpat kata-kata kasar lagi dalam hatimu, mau tidak mau, suka tidak suka kau akan segera menjadi Moms untuk calon anak kita."


Ucapnya dengan menekankan kata 'Moms' dan berhenti menggosok tubuh Gadis, ia kini menatap lekat kedua benda gantung kenyal milik Gadis, tanpa aba-aba ia pun langsung melahapnya serta menghis**ap dengan rakus, ia tarik pent**l Gadis dengan mulutnya hingga dapat dipastikan tertarik hingga memanjang serta memberikan gigitan-gigitan kecil di pent**l Gadis.


Tidak hanya gigitan dan menghis**ap, si Bos juga meninggalkan banyak sekali bercak merah di bagian dada Gadis, si empunya kedua benda gantung kenyal itu hanya diam tanpa mau mengeluarkan suaranya sedikit pun bahkan ringisan pun tidak ia keluarkan, yang mana ia sekuat tenaga mengigit bibir bawahnya hingga dapat dilihat sedikit membengkak.


"Heem, enak sekali tapi satu saja yang aku beri layanan, sebelahnya nanti saja, aku ingin dari keduanya ada salah satu yang lebih besar untuk aku jadikan mainan juga favorit ku."


Tangannya masih mengelus daerah dada Gadis dan sekarang ia tarik kembali ujung pent**l Gadis hingga dipastikan si empunya akan kesakitan, tapi nyatanya Gadis hanya diam seribu bahasa.


"Sepertinya akan lebih menyenangkan aku bermain-main dulu dengan kedua benda gantung kenyal milikmu, honey. Seperti ini." Ucapnya dengan merem**s-rem**as kedua benda gantung kenyal milik Gadis dengan kedua tangannya, yang mana sebelumnya ia letakkan terlebih dahulu shower puff atau shower busa itu di samping bathup


Rem**asan-rem**asan itu sangatlah kencang juga kasar dapat dipastikan akan meninggalkan bekas di kulit putih mulus Gadis.


Terus dan terus ia lakukan sampai ia puas dan tidak lupa ia sesekali ******** habis bibir mungil Gadis dengan kedua tangan tak tinggal diam terus menerus meremasnya.


"Shi**t, rasanya aku ingin sekali melakukannya disini, tapi nanti kamu kedinginan, honey.


Jadi, kita lanjutkan mandinya, bukan bukan tapi hanya kau yang mandi, nanti aku setelah selesai kau mandi barulah aku mandi sendiri.


Aku sudah tidak sabar dengan kau yang memulai kegiatan kita, aku ingin tau rasanya ditungg**angi oleh gadis secantik dan seseksi dirimu, honey. Bagaimana gerakan tubuhmu yang seksi ini bergoyang-goyang, apakah kau bisa membuat si lontong menyemprotkan banyak cikal bakal junior-junior kita, honey.

__ADS_1


Cuuup. Ciuman ia berikan di bibir Gadis hanya sekilas saja.


Turun ke bagian pusat Gadis, ia lepaskan perlahan-lahan si lontong yang masih engga keluar dari Goa ternyaman itu, di gosok-gosokkan kembali pusat inti Gadis dengan sesekali jari-jari nakalnya mempermainkan pusat inti Gadis memaju dan memundurkannya.


"Aaaaaaassssh, kaaauuuh kenaapah masih seempiith, honey? Kenapa aku yang melayani mu aku yang teraanggs*h*ng? Kau benar-benar nikmat, honey. Seperti aku ingin bermain 1 ronde dahulu dengan kedua jariku ini, honey. Aku sudah tidak tahan lagi." Segera ia lanjutkan lagi memasukan kedua jarinya ke Goa Gadis hingga 10 menit.


"Aaaaaaassssh, kau memang memberikan aku kenikmatan yang tak bisa diberikan oleh wanita lain kepada ku, honey. Aku janji hanya kau wanita dalam hidupku, wanita yang hanya dapat menikmati semua yang ada pada tubuhku terutama si lontong." Gadis lagi-lagi hanya diam tidak memberikan reaksi apapun.


"Oke, nanti lagi kita lanjutkan saat hidangan utama, kau harus segera selesai nanti bisa-bisa kedinginan, aku tak mau itu terjadi."


Sekali lagi Gadis hanya diam saja.


Cuup. Kembali ia berikan ciuman di kening Gadis.


Segera ia bersihkan Gadis lalu ia keringkan menggunakan handuk, setelah dirasa sudah kering tubuh Gadis. Ia bawa Gadis menuju ranjang terlebih dahulu si Bos menanyakan apakah ia ingin duduk atau langsung tiduran?


"Kau mau tidur apa duduk, honey?" Tanyanya disaat sudah didepan ranjang.


"Aku hanya ingin bersandar." Lirihnya dan masih bisa didengar oleh si Bos.


"Oke, kau diam disini. Aku mau mandi dulu, tadi kan kau yang mandi, oke. Tunggu aku sebentar saja, honey." Ucapnya dengan lembut dan ia berikan kecupan singkat di bibir Gadis.


Gadis hanya diam tanpa mau menjawab ataupun merespon ciuman si Bos.

__ADS_1


Gadis hanya menatap kosong kearah depan entah apa yang ia fikirkan, ia ingin pergi jauh dari cengkraman laki-laki itu tapi apa dayanya.


Ada orang-orang tersayangnya yang menjadi titik kelemahannya, ia tidak mau egois


__ADS_2