
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Setelah menghabiskan waktu hingga 30 menit, akhirnya Gadis sudah selesai mandi dan hendak mengeringkan tubuhnya.
"Nyonya ini handuk juga bathrobe, maaf Bibi Nam lupa ambil baju untuk nyonya, karena terlalu semangat, Bibi. Sebentar Bibi ambil dahulu,"
"Iya, Bi. Pelan-pelan jalannya jangan tergesa-gesa nanti Bibi bisa jatuh, " Ucap Gadis, yang mana Bibi Nam keluar dari kamar mandi dengan sangat heboh juga tergesa-gesa sekali.
Sembari keluar dari bathup dan seger mengeringkan tubuhnya dengan handuk yang Bibi Nam berikan.
Jangan lupakan Bibi Nam yang keluar dari kamar mandi menuju walk in closet dengan heboh juga tergesa-gesa, guna mengambil pakaian yang cocok untuk nyonya muda.
Bibi Nam yang sudah sampai di ruangan walk in yang, segera ia memilih pakaian yang cocok untuk dikenakan oleh sang nyonya muda.
"Kenapa aku bisa sangat ceroboh, kenapa juga bisa lupa ambil pakaian nyonya muda, astaga ini benar-benar sudah faktor 'T' tua, hahaha." Ucap Bibi Nam bermonolog sendiri.
Ketika tangan Bibi Nam sedang asik memilah-milah pakaian yang pas dan cocok untuk nyonya mudanya, Bibi Nam dikejutkan dengan adanya nada dering pada ponselnya sendiri.
"Astaga.....Kenapa ponselku bunyinya kencang sekali, apa tadi tidak sengaja kepencet, yah! Bisa-bisa aku bisa terkena serangan jantung ini, nanti lah aku kecilkan nada deringnya, supaya sedikit lebih enak di dengar. Oiya, aku ingat! bukannya tadi tuan muda masih tersambung. Dan ini panggilan dari tuan muda. Kalau tidak ada panggilan sudah. Aduh aku ngomong apa sih ngelantur, udah angkat aja panggilan dari tuan muda, kalau lama aku angkat bisa marah-marah yang ada ini, tuan mudanya."
"Halo, tuan muda." Jawab Bibi Nam.
"Maaf Bibi, tadi aku matikan karena ada klien yang datang." Sebenarnya tuan mudanya itu tidak kuat mendengar isak tangis dari Gadis yakni wanita tambatan hatinya, ia hanya bisa berbohong.
"Tidak apa, Tuan. Maaf juga Bibi sampai lupa kalau tadi masih tersambung sama panggilan telpon dari tuan, karena terlalu asik mengobrol dengan nyonya muda, ini juga kalau tuan tidak telpon Bibi, Bibi mana tau kalau panggilannya sudah terputus," Ucap Bibi Nam sedikit melantur kemana-mana.
"God, untung Mami punya kepala asisten rumah tangga hanya Bibi Nam yang super duper bawel, kalau sampai ada 2 orang seperti Bibi Nam sudah pusing aku dibuatnya, ditanya apa jawabnya panjang kali lebar kali tinggi," Gumam si Bos dalam hatinya yang masih tersambung di panggilan di sebrang sana.
"Iya, Bibi. Apakah nyonya sudah selesai mandinya, Bibi?"
"Baru saja, Tuan. Tapi, ini Bibi kelupaaan bawain bajunya nyonya. Nyonya tadi masih ada di kamar mandi sedang mengeringkan tubuhnya dan Bibi juga sudah memberikan bathrobe dahulu sebelum pakaian nyonya saya bawakan,"
Tanpa sadar si Bos menepuk keningnya di sebrang sana.
"Segera bawakan pakaian nyonya. Jangan sampai dia kedinginan dan masuk angin. Aku juga minta tolong Bibi memberikan semua video dan foto kegiatan nyonya selama seharian ini, lalu kirimkan kepadaku. Jangan buat dia kesepian juga Bibi harus berada disampingnya selalu, oke, Bibi!"
__ADS_1
"Baik, tuan."
"Oke, makasih sebelumnya, Bibi dan saya tutup panggilannya."
Tut
Panggilan telpon pun sudah terputus.
"Kebiasaan sekali tuan muda ini, belum jawab Bibi sudah dimatikan saja itu panggilannya. Hufff." Keluh Bibi Nam.
Segera ia masukkan kembali ponselnya kedalam apron, ia pun segera mengambil pakaian yang sudah ia pilih untuk nyonya mudanya kenakan.
"Maaf Bibi lama yah, Nyonya?" Ucap Bibi Nam pada Gadis.
Saat ini Gadis sedang duduk di tepian ranjang dengan bathrobe yang melekat ditubuhnya.
"Tidak apa, Bi."
"Ini pakaian yang sudah Bibi Nam pilih buat nyonya, pasti sangat cocok dengan tubuh nyonya yang ramping,"
"Bibi ini bisa saja, makasih Bibi untuk mau cariin baju untuk Gadis,"
"Oiya, Gadis mau cerita deh. Pas aku awal-awal berada di kamar ini aku bingung cari lemari baju dimana. Terus Gadis mikir jelek sama orang-orang kaya disini. Masa rumah dan kamar tidur seluas ini gak punya lemari, untung Bibi kasih tau Gadis. hehehe,"
"Iya, Nyonya. Bibi aja baru tau bahasa itu, tapi lambat laun nyonya akan sedikit banyak tau dengan kebiasaan hidup orang-orang kaya,"
"Entahlah, Bibi aku sebenarnya ingin sekali pulang ke rumah dan gak mau lagi hidup disini," Seketika mood Gadis hancur kembali.
"Astaga, gawat!! Nyonya dalam mood yang buruk lagi, gimana ini?" Gumam Bibi Nam dalam hatinya.
"Gadis ganti baju dulu, Bibi."
Saat Gadis kembali kedalam kamar mandi untuk memakai pakaiannya, sedangkan Bibi Nam cemas dengan suasana hati nyonya mudanya yang seketika hancur.
"Gawat!! Aku harus berbuat apa untuk mengembalikan mood nyonya supaya baik lagi, stupiid stupiid stupiid." Keluh Bibi Nam sembari mengetuk-ngetuk kepalanya.
"God, Bibi Nam harus berbuat apa supaya mood nyonya baik lagi? Masa iya Bibi tanya pada tuan, tuan aja sulit dekat dengan nyonya. Coba cari di googlie aja,"
__ADS_1
Segera Bibi Nam mencari di googlie, beberapa menit pun sudah terpecahkan.
Senyum sumringah tampak terbit di sudut bibir Bibi Nam.
"Akhirnya, aku segera minta tolong ke Kakek Beno untuk urusan ini,"
Segera Bibi Nam mengirimkan pesan pada Kakek Beno dengan tujuan mengembalikan lagi mood nyonya mudanya.
Bibi Nam sudah selesai mengirim pesan pada Kakek Beno dan Kakek Beno pun sudah melihat, membaca serta membalas pesan itu.
Masih dengan sudut bibir yang terangkat, Bibi Nam masih tersenyum tanpa sadar kedatangan nyonya mudanya itu.
"Bibi, Bibi." Panggilnya
"Ah, iya ada apa, Nyonya."
"Gadis yang harusnya tanya sama Bibi, kenapa Bibi senyum-senyum sendiri?"
"Ah, tidak ada apa-apa, Nyonya. Nyonya mau makan atau nanti saja?"
"Mau makan Bibi, Gadis sudah lapar sekali."
"Oke, kita turun. Let's go..."
"Tapi tunggu dulu, Bibi. Gadis belum sisir rambut."
"Astaga, Bibi gak liat nyonya maaf, sisir atau gak rambutnya nyonya masih rapi. Terlalu semangat Bibi, jadi gak ingat penampilan, Nyonya."
Gadis hanya menggelengkan kepalanya saja, melihat tingkah Bibi Nam yang super heboh.
Bibi Nam pun segera mengajak Gadis menuju kursi rias dan menata rambut Gadis dengan rapi juga memberikan sapuan bedak, lipstik serta mempertegas alis sang nyonya muda.
Setelah selesai, tak lupa Bibi Nam memberikan sedikit parfum di setiap sudut tubuh nyonya mudanya juga tak lupa ia berikan sedikit aksesoris dan mengenakan sendal.
...~...
Mau tanya ini lolos review di kalian jam berapa ya☺️
__ADS_1
T4 tidak bosan-bosannya mengucapkan terima kasih untuk semua yang masih mampir, membaca, meninggalkan jejak like, dan koment☺️
HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘