
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Joe dan Mamih Veliz menghentikan obrolan mereka pun segera menuju ke salah satu rumah makan yang tidak jauh dari Bar Rafaeli, mereka akan makan di tempat rumah makan tersebut. Karena Mamih Veliz tidak sempat memasak dan memang sudah malas memasak akibat di masa lalu.
...~...
Sedangkan di BB Group si Bos tengah sibuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda karena ia fokus mendengarkan semua ucapan wanitanya melalui panggilan suara yang ia dengar melalui ponsel dengan perantara ponsel Bibi Nam.
Itu juga tanpa sepengetahuan wanitanya tersebut.
Ia juga merasakan kepalanya sedikit pusing.
Mengapa demikian?
Karena ia selalu tidak bisa fokus karena selalu memikirkan wanitanya, ditambah lagi beberapa kali Bibi Nam mengirimkan foto maupun video mengenai aktifitas yang dilakukan wanitanya selama di rumah saat ini.
Rasanya ia ingin segera pulang dan malas untuk pergi ke perusahaan, ia hanya ingin dekat dan memeluk wanitanya tersebut.
Tanpa mau berjauhan walau seinci pun.
"Arrrggggh, kenapa aku tidak bisa fokus dengan semua berkas dokumen ini." Keluhnya dengan menggeser sedikit berkas dokumen tersebut untuk sedikit menjauh dari hadapannya itu.
"*****, Padahal hanya beberapa berkas lagi yang harus aku selesaikan hari ini juga, tapi fokusku pada wanitaku. Sedang apa dia sekarang? Arrrggggh," Si Bos dengan keselnya mengacak-acak rambut juga melepaskan dasinya dengan serampangan.
"Aku harus telpon Bibi Nam, untuk memastikan dia baik-baik saja,"
Segera ia mengambil ponselnya dan ia bukan kontak bernamakan 'Bibi Nam' tak membutuhkan waktu ia segera menekan tanda 'panggil'.
__ADS_1
Ia harus extra sabar untuk bisa mengetahui keadaan wanitanya itu, tetapi belum juga diangkat oleh Bibi Nam.
"Kemana ini Bibi Nam? Punya ponsel kenapa di letakkan dimana coba? Jual saja itu ponsel kalau tidak dibutuhkan lagi," Keluh si Bos disela-sela ia masih mencoba memanggil panggilan telpon kepada Bibi Nam.
Akhirnya hingga panggilan kedua dan menunggu di dering yang ke 3 pun, Bibi Nam mengangkatnya.
"Kemana saja Bibi Nam? Kalau sudah tidak butuh ponsel buang saja, tidak perlu Bibi punya, dan sekarang kalian ada dimana, dimana nyonya muda juga?" Ucap si Bos dengan langsung memborbardir pertanyaan demi pertanyaan ia layangkan pada Bibi Nam disertai omelan-omelan yang pasti membuat Bibi Nam kaget dan ketakutan.
"Ma...maaf, Tuan." Jawab Bibi Nam sedikit bergetar karena ketakutan mendengar suara tuan mudanya itu.
"Dimana kalian sekarang?" Tanyanya lagi masih dengan tidak sabaran.
Si Bos yang sudah menetralkan sedikit amarahnya juga suaranya pun perlahan berbicara normal kembali tanpa harus mengeluarkan urat.
"Bibi sedang mengecek bahan-bahan dapur juga keperluan sehari-hari untuk selama sebulan. Karena mobil box biasa membawakan itu sudah datang dan hanya Bibi Nam yang dia mau, Tuan."
"CK, lalu dimana nyonya muda? Apa dia masih tidur?" Si Bos masih terus menanyakan perihal keberadaan wanitanya tersebut.
"APAAH!! Dengan refleks ia bangkit dan rahang wajahnya pun mengeras karena ia sudah sangat marah, "Kenapa Bibi biarkan nyonya muda sendirian di hutan belakang itu, apa Bibi lupa dengan yang aku perintahkan pada Bibi juga....SHI****T STUPIIIIIID STUPIIIIIID STUPIIIIIID STUPIIIIIID."
Tanpa permisi si Bos segera mematikan panggilannya tersebut.
Ia tak habis fikir dengan kepala asisten rumah nya yang bernama Bibi Nam, bisa dengan cepatnya melupakan perintahnya juga tentang yang ada di hutan belakang utara itu.
Si Bos pun langsung berlari keluar dan ia ingin segera sampai di mansion juga ia tidak ingin wanitanya mengalami hal yang tidak ia inginkan.
"ROY!" Panggilannya dengan berteriak.
Suara si Bos pun menggelegar di semua sudut lantai 15 dan sekretaris Robin pun terlonjak kaget dengan suara bosnya itu.
__ADS_1
Jangan tanya Roy reaksinya, ia tengah meminum kopi pun tersedak dan untuknya kopi tersebut tidak panas dan hanya membuat hidungnya perih karena masuknya kopi tersebut serta jas dan kemeja pun tak bisa lolos dari tumpahannya.
"Iii...iya Bos, ada apa?" Jawabnya segera sembari berdiri juga menghambat sang bos.
Asisten Roy sudah tidak memperdulikan lagi hidung, jas juga kemejanya yang terkena tumpahan kopi tersebut.
"Segera pulang!"
"Baik, Bos."
Asisten Roy pun memberikan kode untuk Sekretaris Robin untuk membereskan semua kekacauan yang terjadi dengan kopinya dan menutup mulutnya untuk tidak mengeluarkan suaranya.
Karena asisten Roy sudah tahu dengan raut wajah yang memerah serta intonasi suara si Bos yang sudah meninggi.
"Pasti ada yang gak beres ini," Gumam asisten Roy dalam hatinya.
Ia pun segera menyusul si Bos dan menekan tombol lift untuk segera terbuka dan tak lupa juga ia menekan tombol basemen yang langsung menuju parkiran mobil.
Tanpa membuang-buang waktu ia berlari kecil mendahului si Bos dan membukakan pintu penumpang dan si bos segera masuk dengan wajah yang tidak berubah malah bertambah dingin aura yang menguar di sekitarnya.
Mobil itu pun segera meluncur menuju mansion tanpa adanya percakapan di dalamnya.
...~...
Maaf ya up sedikit malam karena tiba-tiba lengan T4 pegal karena selesai di vaksin☺️
T4 berharap masih ada yang mau mampir, membaca juga meninggalkan jejak like koment ☺️
Dan juga maaf untuk yang koment atau sesama Author, T4 belum sempat feed back nya yah🙏Bukan sombong atau apa karena T4 benar-benar hanya menyempatkan mengetik ini, takut ide-ide di kepala otak T4 hilang seketika☺️
__ADS_1
Jaga kesehatan kalian semua yah☺️
HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘