
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
HOTEL XX
Kini Shaybila terbangun akibat ia merasa tenggorokannya kering, ia butuh yang namanya air mineral.
Shaybila sungguh-sungguh sangat habis, akibat sedari pergulatan yang dibuat oleh asisten Roy beberapa waktu lalu. Walau pada kenyataannya, Shaybila sungguh-sungguh tidak ingin melakukan hal yang terlarang. Sudah memberontak pun Shaybila kalah telak oleh kekuatan asisten Roy, yang mana notebene-nya seorang laki-laki.
"Haus," Ucap Shaybila lirih, perlahan-lahan ia membuka kedua matanya, walau sebenarnya ia sungguh sangat lelah dan lemas.
Shaybila mengedarkan pandangannya untuk mencari yang tengah ia inginkan, tetapi tidak ada sama sekali.
Shaybila berusaha bangun, tetapi ada sesuatu yang mengganjal di area Goa miliknya.
"Astaga, ini laki-laki laknadd bin siaaaland, kenapa juga belutnya masih nangkring di area int*m gue, isssh," Ucap lirih Shaybila, yang mendapati belut milik asisten Roy yang masih betah bertengger di area int*m miliknya.
"Auuuwwh, berapa lama dia menggempur habis diri gue? Auuuwwh, sakiiiit. Kenapa masih aja ini area int*m gue sakit, ya? Padahal kan, kan gue udah di jebol sama laki-laki yang udah bayar gue mahal dulu. Apa, apa karena gue area int*m milik gue udah lama gak dimasukin belut laki-laki, yah? Au ah gelap, bodo amat, gak mikirin gue. Tapi, tapi gue haus, ini laki-laki laknadd bin siaaaland, check in hotel gak bisa beliin gue minum apa? Ya udah deh, gue bangun terus berdiri pelan-pelan terus ke kamar mandi, minum air keran aja deh, dari pada gue mati kehausan, kan gak lucu banget." Ucap Shaybila sendiri.
Dengan perlahan-lahan Shaybila menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang, lalu ia dengan perlahan bangun dan beranjak dari ranjang tersebut dengan menarik selimut yang sedari tadi menutupi tubuh polosnya dan asisten Roy.
"Bodo amat deh tuh laki-laki laknadd bin siaaaland naked naked, deh. Iih, mana tuh belutnya udah keriput lagi. Kalo udah bangun ngeri gue liatnya," Ucap Shaybila saat tidak sengaja melihat belut milik asisten Roy yang sudah tidur dan loyo.
__ADS_1
Sungguh Shaybila wanita yang unik dan bar bar sekali.
Shaybila masih berusaha berjalan sangat pelan untuk mencapai kamar mandi, sungguh ia sangat sangat haus.
"Iiih, kenapa kerasa lama banget sih. Mana kayaknya jarak dari ranjang ke kamar mandi gak jauh? Tapi ini, ini kerasa jauh banget, isssh, karena bagian area int*m gue bener-bener sakit dan perih, bangsaaaad." Umpatnya kasar.
Setiap menapaki lantai di kamar hotel, Shaybila mengeluarkan ringgisan kesakitan akibat area int*mnya benar-benar sakit dan perih.
Asisten Roy yang sedari tadi terlelap dalam mimpi indahnya pun terusik, ia dengan perlahan-lahan membuka kedua matanya dan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.
Ia melihat cara berjalan Shaybila masih sama seperti awal-awal dulu, ia masih sibuk melihat dan sedikit mendengar gerutuan Shaybila yang marah bercampur kesal akibat pergulatan yang ia lakukan, yang mana membuat area int*m Shaybila sakit juga sangat perih.
"Ish, lama banget. Gue kan haus, mau minum air keran, lu lemah banget sih, Bil. Cuman jalan dari ranjang ke kamar mandi lama amat," Keluhnya pada dirinya sendiri.
Asisten Roy yang mendengar ucapan Shaybila yang haus dan ingin meminum air keran kamar mandi pun terlonjak kaget dan buru-buru bangkit dari ranjang serta menghiraukan keadaan tubuhnya yang polos.
"Aaaargggghhhh, bangsaaaad. Turunin gue, turunin. Be*go, turunin gue, bangsaaaad!!!!!" Masih sama mengucapkan kalimat-kalimat yang sangat-sangat kasar.
"Diam lah, My Heart. Atau hal-hal menyenangkan akan terulang kembali dan lebih lebih panas dari pergulatan panas beberapa jam lalu serta aku pastikan kamu tidak akan bisa bangun dari ranjang. Atau kau mau ku kurung di hotel ini beberapa hari, minggu, bulan atau bahkan tahun, hemm? Ucap asisten Roy yang sudah membaringkan Shaybila di ranjang kembali.
Shaybila diam, tidak mau bersuara. Jika hal menyenangkan itu terulang lagi, sungguh ia tidak sanggup.
"Bangsaaaa...." Ucapnya terhenti karena sudah di cium paksa bibirnya oleh bibir milik asisten Roy.
__ADS_1
Cuuup.
"Diam juga jangan lagi kamu ucapakan kalimat-kalimat penuh umpatan juga kasar seperti itu lagi, My Heart. Apa kau mengerti?" Ucap asisten Roy dengan ibu jarinya mengelus-elus bibir Shaybila.
"Cih," Shaybila berdecih pelan.
Sungguh Shaybila muak dengan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.
Asisten Roy pun menatap tajam Shaybila, hingga akhirnya tubuhnya dan juga tubuh Shaybila sangat dekat juga int*m. Seketika Shaybila merasa was-was dan melindungi tubuhnya dengan selimut yang masih setia di tubuhnya.
"Kau!!!!"
"Tenanglah, aku hanya mau mengambil ponsel ku di nakas saja. Apa kau berfikir aku akan mengulangi lagi hal menyenangkan kita lagi, my heart?" Ucap asisten Roy dengan wajahnya yang tanpa dosa sembari mengambil ponselnya.
Lalu, asisten Roy menekan nomor seseorang.
"Bawakan makanan juga minuman untuk kami, segera!!!!"
Tanpa menunggu jawaban dari seseorang di sebrang sana, asisten Roy mematikan panggilan tersebut sepihak.
"Astaga, aku sudah ketularan si bos. Asal main tutup telpon saja juga main perintah-perintah orang saja, hehehe. Asik juga ternyata," Gumam asisten Roy dalam hatinya, yang mengikuti gaya bosnya yang selalu mematikan panggilan sepihak.
...~...
__ADS_1
...T4 tidak bosan-bosannya mengingat kawan-kawan untuk memberikan like pada setiap bab atau chapter yang T4 update, karena dengan kawan-kawan memberikan T4 LIKE itu menjadikan T4 senang sekaligus bersemangat untuk update setiap harinya🤗😘...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...