Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 79


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Di belahan dunia nan jauh disana. Papi si bos telah selesai mandi, karena merasa tubuhnya lengkap setelah olahraga pagi yang menyenangkan menurutnya.


Disaat bersamaan istrinya sudah berpakaian dengan pakaian sedari pakai yang ia pungut di lantai dengan wajah masih mengerucut tanda ia sebal dan kesal pada suaminya itu.


"Ekhmmm," Papi si bos berdehem, tetapi sang istri hanya diam.


Dengan segera sang istri melangkah menuju kamar mandi.


Sungguh ia kesal sekali dengan suaminya itu, yang tidak peka.


BRAAK


Pintu kamar mandi di tutup secara kasar dan menimbulkan suara pintu terbanting dengan sangat keras.


"Huuuufffftttt, dia marah. Sungguh wanita sulit untuk dipahami. Walau dia sudah menjadi istriku puluhan tahun, tetap saja sifatnya yang kekanak-kanakan itu selalu muncul disaat kami baru selesai bercihnta. Semoga saja dia tidak lama-lama ngambeknya." Segera sang suami keluar kamar menuju salah satu kamar anak buahnya.


Tanpa mengetuk pintu itu terlebih dahulu.


Seseorang didalam kamar tersebut terlonjak kaget, karena pintu itu terbuka tanpa adanya ketukan ataupun intruksi sebelumnya.


"Hubungi si cecenguk itu sekarang juga, dan beritahu kalau kau mendapatkan informasi mengenai kepulangan diriku dan istriku yang tinggal beberapa minggu lagi, terhitung dari sekarang."


Papi si bos mengintruksikan kepada anak buangnya yang tak lain 'Key' tanpa adanya kata-kata pembuka, ia langsung berbicara menjurus dan memerintah.


"I.... Iya, Tuan."


Key pun segera mengambil ponselnya yang berada tak jauh dari tubuhnya.


Tubuhnya masih sangat karena beberapa hari lalu ia dipukul habis-habisan oleh laki-laki tua itu.


Jangan remehkan tubuh tua yang renta itu, walau tua tetapi kekuatan untuk memukuli seseorang ia masih lah sangat kuat.


Key pun mencari nama bosnya dalam kontak ponselnya, segera ia tekan tombol untuk memanggil bosnya.


Disela-sela Key sibuk mencari nama kontak bosnya, Papi si bos mengucapkan sesuatu kembali.


"Jangan lupa kau loud speaker kan!!!!"

__ADS_1


"Baik, Tuan." Sungguh beberapa hari ini Key dibuat mati berdiri, karena papi si bos ini selalu datang ke kamarnya tanpa adanya itikad baik, seperti mengetuk pintu ataupun mengucapkan salam terlebih dahulu.


Key hanya bisa pasrah melihat kelakuan papi bosnya itu saja.


Panggilan pun sudah terhubung, tidak terlalu lama untuk Key menunggunya.


Si penerima panggilan, yang tak lain si bos itu pun mengeluarkan suaranya.


"Iya, Key." Jawab si bos.


"Kebiasaan banget ini bos gue, slalu gak pake kata 'halo' dulu." Keluh Key dalam hatinya.


Bosnya itu selalu saja tidak mengucapkan kata 'halo' terlebih dahulu. Membuat Key hanya bisa pasrah.


"Bos, dari informasi yang saya dapat. Kalau tuan besar dan nyonya besar akan pulang diperkiraan seminggu lagi, terhitung dari sekarang. Karena, banyak anak buah tuan besar yang membicarakan itu dan diperkuat dari asisten tuan besar yang menyuruh menyiapkan semua keperluan untuk tuan dan nyonya besar pulang nanti."


"SHI*****T, kenapa cepat sekali!!!! Bukannya mereka masih ada beberapa negara yang belum mereka kunjungi? SIA****L***N!!!!!" Terus dan terus mengumpatkan kata-kata kasar, walau ia masih dalam panggilan telpon.


Key mendengar umpatan-umpatan kata kasar dari sang bos sedikit melirik kearah tuan besarnya, yang tak lain papi bosnya itu .


Key bisa lihat hanya wajah datar yang terpatri dari raut wajah laki-laki paruh baya itu.


Yang sama-sama mengumpatkan kata-kata kasar.


Key pun harus segera menetralkan keadaan dengan segera mengatakan semua yang ada di otaknya, walau ia sendiri bingung harus mengatakan apa pada bosnya itu.


"Yang saya dengar juga, nyonya besar sudah kangen dan rindu kepada bos. Dan..." Ucapan Key terhenti, ia bingung mengatakan kelanjutannya.


"Dan apa? Apa Key???? Jangan kau membuat ku mati penasaran!!!! CEPAT KATAKAN!!!!" Suara si bos menggelegar seantero kamarnya Key.


Sekali lagi ia melirik ke tuan besarnya dan ia kaget dengan senyum menyeringai yang ditampilkan oleh majikannya tersebut.


Sekuat tenaga Key menelan salivanya dengan susah payah serta untuk bernafas pun Key seakan-akan harus berlomba-lomba dengan ribuan atau bahkan ratusan ribu manuisi di dalam kamar tersebut. Saking takutnya ia melihat senyum menyeringai majikannya itu.


Key pun segera memutar otaknya untuk mendapatkan jawaban yang dapat meyakinkan bosnya itu.


Key pun seketika memiliki jawaban, walau itu sedikit frontal dan dipastikan Key akan terkena amukan dari tuan besarnya ini.


"Dan, beberapa hari lalu nyonya muda memohon dengan adanya persyaratan dari tuan besar. Alhasil, nyonya besar mendapatkan kemauan nya untuk segera pulang dan bertemu dengan, Bos."


Akhirnya alasan itu yang terucap dari mulut Key, walau sebenarnya benar adanya. Tetapi, ia tidak menguping karena beberapa waktu lalu ia hendak menuju dapur tapi ia mendengar pembicaraan kedua pasang paruh baya majikannya itu membicarakan hal yang sedikit vulgar.

__ADS_1


"Maksudmu, Papi ku memberikan syarat yang mengharuskan Mami ku melayaninya saat itu juga. Sebagai gantinya kepulangan mereka dipercepat. Seperti itu, Key!!!! Tebaknya telak.


"Iya, Bos."


"Sia****l***n, ternyata Key diam-diam menguping pembicaraan aku dengan my sweetheart. Awas nanti kau, Key!!!!" Papi si bos sudah menahan amarahnya untuk Key, karena Key diam-diam menguping pembicaraan papi si bos dengan sang istri, yang tak lain mami dari si bos.


Panggilan pun diputus sepihak oleh si bos.


"Dasar si cecenguk jelek itu, selalu mematikan panggilan tanpa adanya aba-aba terlebih dahulu," Keluarlah sudah suara menggelegar dari papi si bos yang marah akan sikap putranya yang selalu mematikan panggilan dengan sepihak.


"Astaga, tuan besar juga pun sama seperti si bos. Selalu saja mau menang sendiri." Hanya bisa mengerutu dalam hatinya saja Key.


"Like father, like son. Pepatah itu yang cocok untuk dua laki-laki dari keluarga BB ini," Sambung lagi Key dalam hatinya.


"Dan kau!!!! Kau diam-diam menguping pembicaraan ku bersama istri tercinta ku, HAH!!!!"


Kini giliran Key yang terkena amukan macan tua tersebut.


"Ti...tidak, Tuan besar. Kemarin....kemarin aku tidak sengaja, hendak kembali ke kamar setelah sebelumnya mengambil seteko air minum. Tanpa disengaja tuan berkata seperti itu. Maaf, jika jika Key lancang." Ucap Key takut dengan kepala yang ia tundukkan.


"CK, pastikan kau tidak berkhianat kepadaku dan memberitahukan rencana ku kepada si cecenguk itu, Paham!!!!"


"Pa... paham, Tuan."


"Bagus, adikmu aman dan sekarang ia sudah dapat menjalani pendidikannya tanpa rasa takut dan itu harga yang sesuai dengan yang ku pertaruhkan!!!! Ingat, jika kau berani-berani berkhianat, akan ku pastikan adikmu akan merasakan yang namanya hidup segan mati pun jalan terakhir nya, dengan kata lain adikmu akan bunuh diri setelah hidupnya ku buat hancur tak tersisa."


"Ba....baik, Tuan besar. Key janji tidak akan berkhianat kepada tuan dan tidak akan memberitahukan rencana tuan kepada bos." Key tidak bisa berbuat apa-apa, karena nyawa adiknya dipertaruhkan.


"Good," Setelah mengatakan itu papi si bos pergi begitu saja dari ruang kamar Key.


Sedangkan Key ia sangatlah takut akan hal yang menimpa sang adik jika ia berkhianat juga ia merasa bersalah karena sudah berkhianat kepada si bos. Si bos yang sudah dari awal membantu ia dari hidup kesusahan hingga saat ini. Tapi, tapi apa balasan Key pada bosnya. Ia malah berkhianat.


Sungguh Key sangat bersalah kepada bosnya. Ia tidak mampu memberikan muka pada bosnya kelak.


...~...


...Jujur, sebenarnya T4 mau buat novel ini End karena T4 harus fokus sama kehamilan T4 yang masih sangat muda ini. Dan juga, karena bawaannya T4 mau tidur terus tiap waktu. Tapi, T4 ingat kalian semua yang masih mau mampir, baca juga meninggalkan jejak berupa like serta komentar kalian untuk T4....


...Maaf juga kalau ada yang koment belum T4 balas yah. Karena, ini juga pegang hape diam-diam sama misua. Kalau sampai ketahuan bakalan T4 tidak bisa update lagi....


...Pokoknya T4, HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...

__ADS_1


__ADS_2