
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
DAPUR
Suara teriakan dari si bos membuat semua asisten rumah tangga yang lainnya menghentikan aktivitasnya.
"Kalian dengar suara teriakan, gak?" Tanya Yeni heboh.
"Mana ada teriakan," Cibir Fitri yang baru saja masuk kedalam dapur, yang sebelumnya ia mengantarkan teh hangat untuk Wati yang tengah beristirahat di kamar.
"Ish, kamu ini kan baru dari kamar. Mana kamu dengar suara teriakan."
Fitri hanya mengangkat bahunya, tanda acuh.
"Iya, bibi Nam juga dengar kok."
"Ya sudah, ayo kita liat, Bibi yang lainnya ikut, yah!!!! Fitri gak usah disini aja lanjutin tuh masak!!!!" Yeni memulai genderang perang pada Fitri.
"Ish, kamu saja." Fitri tak mau kalah.
"Kamu..." Ucapan Yeni terhenti, karena suara Ratih mengintruksikan supaya berhenti dan lekas melihat apa yang sebenarnya terjadi di lantai 3, tepatnya di kamar tuan mudanya tersebut.
Mereka pun meninggalkan dapur, segera menaiki tangga demi tangga menuju lantai 3.
...~...
Hingga kedua kaki Gadis diturunkan dan ia pun melompat dari balkon
Haaaaap
"Gadiiiiiiiis," Si bos berteriak dan mengundang semua asisten rumah tangga yang lainnya untuk menaiki lantai 3 juga memastikan apa yang terjadi.
Si bos yang berhasil menangkap Gadis pun nafasnya masih tersengal-sengal, ia tidak menyangka jika wanitanya yang lemah akan senekat itu untuk mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas balkon lantai 3.
"Sudah, jangan lakukan itu lagi. Aku minta maaf, ku mohon jangan akhiri hidupmu dengan lompat seperti tadi, Oke!" Ucap si bos dengan nafas yang masih tersengal-sengal sembari memeluk tubuh wanitanya itu.
"Aku tidak akan melenyapkan orang-orang yang sangat berarti dalam hidupmu, tapi tapi jangan sekali-kali lagi kamu bunuh diri, Oke!" Sambung si bos masih memeluk tubuh wanitanya yang seakan-akan tidak mau lepas barang sedetik pun saja.
"Huuuufffftttt, akhirnya dia luluh juga. Ikhhh, untung aku gak jadi lompat, aduuuuh, ini badan kenapa bergetar semua, padahal aku hanya menggertak dia aja, coba sedetik aja dia lalai dan gak nangkap aku, huuuufffftttt, udah deh, badan aku luluh lantak berserakan dimana-mana, jadi hantu hantu deh, hantu gentayangan, Ikkkkh." Keluh Gadis dalam hatinya.
Tap
Tap
Tap
Tap
Tap
Bunyi langkah kaki banyak terdengar.
TOK
TOK
TOK
"Tuan, tuan. Apa yang terjadi, kenapa berteriak? Tuan, tuan!!!!" Panggil bibi Nam dari luar dengan ketukan pintu yang tidak santai.
"Bibi, coba ketuk dan panggil lagi. Aku takut apa yang terjadi dengan nyonya muda. Sampai-sampai tuan muda berteriak kencang seperti tadi," Ucap Yeni.
"Betul, Bibi. Ketuk lagi." Timpal Fitri.
Berbeda dengan Ratih, Susi dan Retno yang hanya diam, walau sebenarnya ia pun khawatir, tetapi ia tidak mau gegabah dalam menyuruh bibi Nam. Sedangkan Wati masih di dalam kamar, karena masih trauma oleh teriakan yang Gadis berikan padanya beberapa jam lalu.
"Sabar atuh Duo FY, nanti yang ada tuan muda marah, jika kita mengetuk pintu terus menerus," Akhirnya bibi Retno pun berucap.
"Huuuufffftttt," Duo FY menghembuskan nafasnya dengan kasar secara kompak.
__ADS_1
"Benar yang dikatakan Mbak Retno, yang ada nanti bibi Nam juga kita yang kena amukan tuan muda, coba kalian saja yang mengetuk dan memanggil. Apa berani?" Ledek Ratih pada Duo FY.
Duo FY hanya diam dan kompak menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
Itu lah perdebatan mereka di luar kamar tuan mudanya.
...~...
Sedangkan tuan mudanya sudah beranjak dari balkon dan mengendong wanitanya menuju ranjang serta membaringkannya.
"Jangan ulangi lagi, aku mohon!!!!" Pinta si bos yang sudah membaringkan Gadis juga dirinya di ranjang mereka.
"Emm," hanya deheman yang Gadis keluarkan.
"Istirahat dulu, aku akan buka pintu dan meminta bibi Nam membawakan makan malam kita, apa kamu sudah mandi?" Tanya si bos dengan suara yang lembut.
"Belum,"
"Oke, aku minta bibi Nam bawakan makan malam kita beberapa menit lagi setelah kita mandi, kamu tunggu disini jangan bergerak. Kita akan mandi berdua."
Setelah mengucapkan kalimat tersebut, si bos mengecup singkat kening juga bibir Gadis. Ia membuka pintu kamarnya.
CEKLEK
Pintu kamar pun terbuka.
Seketika Duo FY menyingkir dan berlindung di belakang tubuh bibi Nam.
"Iya," Jawabnya singkat dengan raut wajah yang datar dan dingin.
Duo FY sudah berlindung di belakang bibi Nam, sedangkan Ratih, Susi dan Retno mereka masih berjajar di depan pintu tuan mudanya.
"Maaf mengganggu, Tuan muda. Tadi bibi Nam dengar teriakan tuan muda, jadi bibi dengan yang lain langsung berlari menaiki lantai 3 untuk memastikan apa yang tengah terjadi." Ucap bibi Nam mewakili yang lainnya.
"Oh, tidak ada apa-apa. Bibi tolong bawakan makan malam kami nanti 30 menit lagi, aku dan nyonya muda mau mandi dulu. Jangan lupa susu dan obat yang biasanya juga siapkan. Oh, satu lagi. Apa pembalut untuk nyonya muda sudah ada di walk in closet atau dimana?"
"Baik, Tuan muda. Bibi akan bawakan makan malam 30 menit dari sekarang dan pembalut sudah ada di laci dekat nakas, sudah bibi belikan 3 bungkus yang malam serta ukurannya yang panjang."
"Astaga, Tuan muda ini tidak tau menau urusana perpembalutan," Keluh duo FY dengan isyarat yang hanya mereka berdua ketahui.
"Bukan begitu, Tuan muda. Itu, itu pembalut bisa digunakan kapan pun, tapi bibi Nam sengaja membelikan yang khusus malam supaya tidak bocor. Jika, jika bibi membelikan yang ukuran biasa terkadang tidak dapat menampung banyak," Jawab bibi Nam.
"Oh, ya sudah. Kalian turun dan siapkan semuanya. Aku dan nyonya muda mau mandi. Dan, dan ingat kalian berdua Fitri dan Yeni, jangan membuat ulah terus menerus." Ucap si bos menekan kalimat terakhir mengenai kelakuan Duo FY.
Ucapan tuan muda itu membuat Duo FY bergetar, mereka tidak mengeluarkan suara tetapi masih terkena sasaran tajam dari tuan mudanya itu.
Sedangkan Ratih, Susi juga Retno terkekeh geli melihat raut wajah Duo FY yang terkena sasaran tuan muda mereka itu.
"Permisi, Tuan." Pamit mereka semua dan si bos pun menutup pintu kamarnya.
Ratih, Susi juga Retno menuruni tangga terlebih dahulu dan...
"Bwahahahahaha," mereka bertiga tertawa puas sekali setelah mereka menuruni tangga serta sudah sampai di dapur.
"Kalian semua jahat," Ucap Yeni.
"Betul, kalian jahat. Kita berdua tidak mengucapkan apa-apa, tapi kenapa kena sasaran tuan muda, padahal kan kita sudah ngumpet di belakang bibi Nam, yah kan, Yen!!!!" Timpal Fitri.
"Betul," Jawab Yeni.
"Sudah-sudah, lebih baik bantu bibi Nam siapkan makan malam Tuan muda juga Nyonya, jangan saling menuduh dan menertawakan. Ayo!!!!"
"Siap, Bibi Nam." Jawab mereka berlima kompak.
...~...
Sedangkan di lantai 3, tepatnya di kamar mandi.
Si bos dan Gadis sudah berendam di dalam bathtub dengan si bos sudah menggosok-gosok tubuh Gadis dengan shower puff yang sudah terlebih dahulu dituangkan sabun cair.
"Enak?" Tanya si bos yang sedang menggosok-gosok tubuh bagian belakang Gadis.
__ADS_1
"Emm," Jawab Gadis yang matanya sudah tertutup, karena merasa rileks.
"Weekend kita pergi ke salah satu PetShop, apa kamu mau, Honey?" Si bos sedikit-sedikit melembutkan diri, guna wanitanya tidak takut dan ia juga ingin menjalani hubungan yang normal, karena ia sungguh-sungguh sudah jatuh hati pada wanitanya yang tak lain, Gadis.
"Honey, Honey. Kenapa kamu diam?" Tanya si bos yang tidak mendapatkan jawaban dari Gadis.
Ia pun membalikkan tubuh Gadis dan si bos terheran, tetapi beberapa detik kemudian ia tersenyum.
"Ternyata dia tertidur, Huuffft, serileks itu kah, hanya aku tuankan essentials oil. Sudahlah, aku bilas tubuhnya dengan hati-hati, dan tunggu dia tertidur sebentar, baru aku bangunkan lagi untuk makan malam," Ucap si bos.
Ia pun menggosok-gosokkan tubuh bagian depan Gadis dan tubuhnya, setelahnya membilasnya dengan air bersih dengan pelan-pelan, supaya wanitanya tidak merasa terganggu.
Mereka pun sudah bersih, hanya tinggal Gadis yang belum mengenakan bathrobe saja, karena ia masih kedatangan 'tamu bulanannya'.
"Honey, Honey. Bangun dulu, aku ingin ambilkan cidi juga pembalutmu, Cuuup." Ucapnya diselingi ciuman singkat pada bibir Gadis.
"Sebentar, aku masih ngantuk." Jawab Gadis masih bergelayut manja di dada atletis milik si bos.
"Bangun dulu," Ucap lagi si bos sedang suaranya yang lembut.
"Iya, tapi jangan lama-lama, aku ngantuk."
"Iya, jadi kamu mau dimana?"
"Disini aja, aku pegangan di wastafel. Sudah ambil cidi dan pembalutku, cepat. Aku sudah ngantuk." Rengek Gadis pada si bos.
"Tunggu ya, ingat pegangan kuat-kuat, nanti kamu jatuh dan terpeleset ini licin, Honey."
"Iya-iya, cepatlah ambil!!!!" Ucap Gadis yang masih menutup kedua matanya.
Si bos hanya geleng-geleng kepala saja, melihat tingkah wanitanya itu. Ia buru-buru mengambil cidi yang berada di walk in closet, untung ia sudah mengenakan bathrobe yang membungkusnya tubuhnya itu, setelah mengambil cidi ia pun mengambil satu bungkus pembalut yang berada di laci nakas dan membawanya ke kamar mandi.
"Honey, ini sudah aku bawakan cidi mu juga pembalut," Ucap si bos menyerahkan kedua benda tersebut pada Gadis.
"Loh kok???? Kenapa gak ditempel sekalian, sih. Aku sudah ngantuk tau!!!!" Keluh Gadis saat mendapati cidinya yang belum tertempel oleh pembalut.
"Aku gak ngerti cara pakainya, Honey." Jawab si bos kikuk sembari menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Astaga, aku lupa dia tidak paham caranya. Kamu juga bo*doh bo*doh, Gadis." Keluh Gadis dalam hatinya sembari memaksa membuka kedua matanya tersebut.
"Ah, maaf. Aku lupa jika kamu tidak mengerti caranya. Sini biar aku saja." Gadis pun mengambil kedua benda tersebut dan menempelkannya, si bos pun memperhatikan cara pakainya.
"Oh, jadi seperti itu. Tinggal lepas kertas yang ada di pembalut itu, dan tempel deh ke cidi." Gumam si bos dalam hatinya yang memperhatikan cara Gadis menempelkan pembalut tersebut.
Si bos pun meneguk air liurnya dengan sangat-sangat kasar, karena melihat kemolekan tubuh wanitanya yang kian hari bertambah seksi, ditambah pula saat ini ia sedang tidak mengenakan sehelai benang pun pada tubuhnya.
"SHI****T, tubuhnya semakin hari semakin seksi saja, coba dia tidak dalam kedatangan 'tamu bulanan' siaaaland itu, sudah aku makan dia sampai habis." Keluh si bos dalam hatinya, yang mana hasratnya sudah tak bisa ia kendalikan, tetapi ia berusaha tidak menerkam wanitanya yang tengah kedatangan 'tamu bulanannya'
"Ini pakailah dulu bathrobe, nanti kamu kedinginan." Si bos pun menyerahkan bathrobe pada Gadis.
"Lalu br** untukku mana?" Tanya Gadis.
"Tidak ada, dan tidak usah. Aku ingin menyusu denganmu seperti biasa." Ucap si bos dengan senyum bo'doh tanpa rasa bersalah itu.
"Siaaaland, laki-laki laknadd ini. Selalu saja keinginannya harus terpenuhi." Keluh Gadis dalam hatinya pasrah, ia tidak mau memancing amarah laki-laki yang ada dihadapannya tersebut. Dengan terpaksa ia memakai bathrobe tanpa memakai br** pada dirinya.
Tanpa menunggu lama, si bos menggendong Gadis ala bridal.
"Aaaargggghhhh, lepaskan aku bisa jalan sendiri." Teriak Gadis, dikarenakan ia terkejut. Tanpa aba-aba si bos asal menggendong dirinya.
"Sudah diam lah!!!! Tinggal sebentar lagi. Kau tidurlah."
Gadis pun pasrah saja di gendong secara tiba-tiba.
"Sudahlah, aku juga capek. Daripada harus ribut-ribut sama dia, lebih baik aku tiduran sebentar saja," Ucap Gadis dalam hatinya
Gadis pun akhirnya terlelap.
...~...
...Maaf sedikit dan agak sore aku up nya🙏...
__ADS_1
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...