Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 117


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Berbeda dengan si bos dan Gadis yang tengah bergulat dalam naungan yang penuh dengan peluh dan keringat disertai desaahan-desaahan manja ala Gadis, Mami dan Papi si bos kini tengah mengalami sedikit argumen mengenai ketidak setujuannya Papi si bos dengan Gadis.


CEKLEK


Suara pintu terbuka dan menampilkan senyum dari wanita paruh baya.


"Sweetheart," Panggilnya pada sang suami yang tengah duduk di ranjang sembari bersandar dan juga tengah sibuk dengan gadgetnya.


"Emm," Hanya deheman yang sang suami berikan.


"Ish, menyebalkan. Aku sudah manggil dia dan kasih senyum pun dia hanya jawab em em em, dan itu lihat dia sibuk dengan gadgetnya itu daripada aku ISTRINYA," Keluhnya dalam hati merutuki sikap sang suami yang tidak menggubris dirinya.


"Sweetheart, kamu lagi apa? Kenapa aku dicuekin sih?" Ucap sang istri yang sudah bergelayut manja diatas pangkuan sang suami yang masih betah dengan gadgetnya.


"Lagi liat pasar saham," Masih dengan tatapan di gadgetnya juga tanpa mau melihat wajah sang istri.


"Ish, Sweetheart. Apa gadget itu yang lebih menarik daripada istrimu ini," Ucapnya dengan suara sedikit merajuk sembari tangan mungilnya mengelus-elus dada sang suami disertai coretan-coretan abstrak.


"Emm," Sekali lagi hanya menjawab dengan deheman saja.


"Oke, fine. Jika kamu kayak gini terus. Aku capek." Sang istri pun bangkit dari pangkuannya dengan tatapan matanya yang tajam.


"Cih," Hanya bisa berdecih sang suami pada istrinya tersebut.


"Apa lagi dia, padahal aku yang lagi marah sama dia dan cecenguk itu, kenapa dia yang marah coba? Huuuufffftttt, dasar wanita selalu benar dan laki-laki selalu salah," Gumamnya dalam hati.


"Kenapa?" Tanyanya dengan wajah tanpa dosa.


"Kamu tanya kenapa, Sweetheart. Dan... dan kemana panggilan kesayangan kita, kamu beda sekarang." Ucapnya sedikit ditambah bumbu-bumbu dramatisasi.


"Cih, apalagi drama yang dia buat, huuuufffftttt," Kembali berkeluh kesah dalam hatinya.


"Oke, kamu ada apalagi, Sweetheart. Come on sini duduk lagi," Ia letakkan gadgetnya di samping nakas, sembari ia mengulurkan tangannya supaya sang istri menerima dan kembali duduk di pangkuannya.

__ADS_1


Sang istri hanya diam dengan bersedekap dada sembari menimbang-nimbang, apakah ia ikuti uluran tangan sang suami atau tidak.


Hingga beberapa detik pun, akhirnya ia mau menerima uluran tangan sang suami dan ia telah duduk di pangkuan sang suami.


"Sweetheart, apa kamu masih marah sama aku?" Tanyanya sembari mengelus-elus dada sang suami disertai coretan-coretan abstrak tersebut.


"Tidak," Hanya satu kata yang sang suami keluarkan.


"Huuuufffftttt, tuh kan kamu masih marah. Buktinya kamu pelit banget keluarin kata-kata."


Kini sang istri pun memeluk erat sang suami dengan wajahnya sudah ia tenggelamkan dalam dada bidang atletis tersebut, walau usianya sudah tidak muda lagi tapi tubuhnya masih bagus karena terawat oleh olahraga tiap pagi ataupun malam hari.


"Tidak," Sekali lagi jawabnya singkat.


"Huuuufffftttt, Sweetheart." Mami si bos lelah terus dan terus ia mengembuskan napasnya, menerima kenyataan bahwa sang suami masih marah juga dapat dipastikan tidak mau menerima Gadis menjadi calon menantunya tersebut.


"Emm,"


"Jawab yang benar, lama-lama aku kesal sama aku. PUK," Ucapnya sembari memukul dada atletis sang suami.


"Gitu dong, kamu ini seperti anak abege saja, ngambek terus."


Sang suami pun menunduk melihat wajah sang istri.


"Kamu yang gak nyadar layaknya anak abege puber," Ia pun tak mau kalah dengan sang istri.


"Ish," Ia pun mengerucut bibirnya, karena tidak terima dikatai sang suami abege yang tengah puber.


"Come on, Sweetheart terima Gadis menj....." Ucapnya terhenti.


"Aku tidak sudi jika wanita itu yang menjadi pasangan, DEON!" Sarkas Papi si bos masih dengan menatap tajam sang istri.


"Come on, Sweetheart. Deon itu sudah pasti sudah melakukan hal yang menyenangkan dengan Gadis, jadi kita sebagai orang tua dari pihak laki-laki harus merestui, kasihan Gadis jika tidak..."


"POKOKNYA AKU TIDAK SETUJU TITIK!!!!" Sekali lagi Papi si bos mengungkapkan ketidak setujuannya atas hubungan sang putra satu-satunya dengan wanita yang tidak jelas asal-usulnya menurutnya.


"Ish, susah banget ini tua bangka di bujuk, come on berfikir berfikir gimana caranya supaya dia mau restuin my Deon dengan Gadis, aku gak mau kalo Deon gak segera menikahi Gadis, nanti yang ada Gadis sudah hamil duluan dan apa kata omongan orang. Bukan, bukan aku bukan memasukkan ke hati mengenai omongan orang tapi aku lebih kasihan pada Gadis jadi mendapatkan cemoohan yang tidak enak dari orang lain, huuuufffftttt." Kegelisahan Mami si bos pun memuncak hingga ia berfikir dalam hatinya bagaimana meluluhkan hati sang suami.

__ADS_1


"Aha, aku tau caranya," Seketika ia mendapatkan ide dan senyum sumringahnya pun terbit di bibirnya.


"Oke, Fine. Jika itu kemauan TUAN BEKERKLEN seperti itu, apa boleh buat. Hamba aku keluar dari rumah ini dan membawa serta anak serta menantuku yang paling cantik jauh dari jangkauan anda, TUAN BEKERKLEN YANG TERHORMAT." Ucapnya tegas dan dapat dipastikan sang suami tidak akan bisa hidup berjauhan dengannya, juga akan secara otomatis akan menyetujui semua omongan sang istri, walau terkesan tidak ikhlas dan terpaksa.


Apa boleh buat, DEMI ISTRI.


"SHI*T, kenapa dia jadi mau pergi dari sini. Bisa gawat, ini semua karena Deon dan wanita jal*ng sialand itu. Apa boleh buat aku akan merestuinya, walau nantinya akan aku buat wanita jal*ng itu tidak betah disini dan meminta berpisah dari putraku satu-satunya itu," Ucap dalam hati.


"Sweetheart, jangan. Oke, oke aku akan restuin mereka. Apa kamu puas!"


"Oh, my Sweetheart. Thank you so much. Cuuup," Ciuman pun mengenai bibir sang suami.


"Hemm, ada maunya aja sok manis dan romantis." Keluh Papi si bos dalam hatinya yang melihat sang istri yang memberikan ciuman terlebih dahulu.


"Iya, tapi ingat" Ucapnya dengan senyum menyeringai.


"Ingat apa, Sweetheart?"


"Ingat, kalau malam ini kamu tidak akan bisa tidur hingga pagi menjelang. Cuuup."


"Huuuufffftttt, nasib nasib. Nasib punya suami mesumnya kebangetan dan gak bisa ditakar, bisa bisa aku gak bisa jalan ini, udah mau jadi calon büyükbaba tapi kelakuan masih aja gak bisa ilang ilang, huuuufffftttt nasib nasib." Keluhnya dengan suara pelan, tetapi masih bisa didengar oleh sang suami.


Suaminya hanya bisa tersenyum menyeringai dan terdengar pula kekehan.


"Tidak semudah itu, Sweetheart. Aku tetap tidak akan mau menerima wanita yang tidak jelas asal-usulnya, dan ini hanya demi kamu seorang. Lihat! Akan ku buat wanita tidak jelas asal-usulnya itu hidup di rumah kediaman BEKLERKEN layaknya hidup di neraka. Ia tidak akan betah dan berakhir meninggalkan putraku satu-satunya itu," Ucap Papi si bos dalam hati.


...~...


Entah sudah berapa kali T4 coba berlama-lama pegang dan memainkan ponsel, tapi tetap saja T4 tidak kuat dan itu membuat kepala T4 pusing dan mual yang berkepanjangan🥺


Maaf ya sepertinya hanya hari ini T4 bisa update, dan akan T4 buat tamat supaya tidak terkena teguran dari pihak Noveltoon, tetapi T4 akan lanjutkan setelah keadaan T4 membaik🥺


Doakan yah kawan-kawan 🙏


Like dan koment positif sangat-sangat berguna untuk T4 serta membuat T4 bahagia😊


HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘

__ADS_1


__ADS_2