
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Setelah melakukan olahraga pagi yang menyenangkan diatas ranjang, menurut laki-laki paruh baya, yang tak lain adalah Papi si bos.
Ia pun bersandar di kepala ranjang dengan senang hati menikmati nikmat yang tidak bisa ia dustakan lagi.
Walau dilihat dari kondisi kulit yang sedikit mengeriput, papi si bos sudah dipastikan sudah memiliki umur yang lumayan banyak.
Tetapi, jangan salah jika urusan ranjang ia masih kuat hingga beberapa jam tanpa berhenti. Layaknya tenaga kuda yang tak pernah lelah ditunggangi oleh manusia beberapa kali putaran. Sama halnya dengan papinya si bos, dirinya itu super duper energik dan tak pernah lelah.
Kini ia pandang wajah istrinya yang sudah menemani ia sudah hampir 40 tahun hidup bersama lamanya bersama sang istri tercinta.
Ia dan istrinya sangat romantis.
Jangan fikir dalam mengarungi bahtera rumah tangga mereka tidak mengalami yang namanya goncangan yang sangat hebat akibat orang ketiga atau pun yang bersifat perselingkuhan.
Walau ada perselingkuhan, tetapi akhirnya mereka bersama kembali dengan susah payah dan memakan waktu lama juga perasaan di kedua anak manusia itu.
FLASH BACK ON
Kini usia pernikahan yang dijalani oleh papi dan mami si bos menginjak usia ke 5 bulan.
Seperti biasa papi si bos pergi menuju kantor dengan sudah sarapan terlebih dahulu dilayani oleh sang istri tercinta.
Hendak berpamitan, mereka pun saling memberikan ciuman perpisahan yang sudah terbiasa mereka lakukan.
Pagi ini seperti biasa setelah berdrama di pagi hari, karena sang istri yang tak lain maminya si bos meminta sang suami untuk tidak pergi ke kantor dan hanya boleh bersama dengan dirinya saja seharian ini. Tetapi, dengan sedikit pengertian sang istri pun mau ditinggal seorang diri di mansion mereka. Ya, walau pada kenyataannya banyak sekali para maid yang bekerja di mansion itu.
Akhirnya, setelah memberikan pengertian kepada istrinya dan diizinkan untuk pergi ke kantor, karena hari ini diadakan rapat bulanan yang biasa dilakukan. Ia menjadi pemimpin yang harus datang tepat waktu.
Beberapa jam lalu ia sudah sampai di perusahaannya dan melakukan rapat bulanan bersama beberapa staf dari semua divisi berkumpul di ruangan yang cukup luas yang mampu menampung hingga ribuan orang.
Para staf dari dari divisi lain sudah berlalu lalang hendak meninggalkan ruang rapat yang sudah selesai mereka lakukan.
Hingga kini yang tersisa hanya papi si bos dan juga sekretaris nya yang berada di ruang rapat tersebut.
Singkat cerita sang sekretaris baru papinya si bos itu baru beberapa minggu bekerja di perusahaan yang di pimpin oleh papinya si bos.
Hingga saat-saat yang ia nanti pun datang seakan-akan Dewi Fortuna berpihak kepadanya.
Si Sekertaris itu pun sudah jauh-jauh hari untuk menggoda atasnya itu dengan selalu berpenampilan seksi dengan wajah yang ia poleskan bedak juga lipstik yang menggoda kaum pria yang melihatnya.
Jangan lupakan saat ini ia berpakaian minim dengan kemeja yang sengaja ia kenakan sangatlah ketat dan juga kedua benda gantung kenyal miliknya itu sedikit menyembul keluar untuk menggoda atasnya itu. Dan juga rok span yang ia kenakan hanya sampai batas pahanya saja yang memperlihatkan paha yang mulus juga kakinya yang jenjang nampak dilihat.
Tak mau membuang-buang kesempatan, ia segera mendekati atasnya itu yang tak lain papi si bos. Yang mana tengah asik berselancar di laptopnya tengah membuka beberapa email yang masuk.
Dengan sengaja ia langsung saja duduk tepat di pangkuan bosnya, dengan wajah yang ia buat semenggoda mungkin dan menampilkan sisi seksi dalam dirinya.
Kedua tangannya sudah bergelayut manja juga ia kalungkan di leher, serta kedua benda gantung kenyal miliknya ia tekan di dada papi si bos.
Ia pun membuat lingkaran-lingkaran yang ia buat di dada atasnya, ia layaknya wanita penggoda yang menggoda sang laki-laki hidung belang.
Hingga si sekretaris itu pun langsung melancarkan aksinya, yang tak lain mencium bibir papi si bos dengan sangat-sangat liar juga sangat panas.
Sungguh sangat menggugah hasrat.
Papi si bos pun laki-laki normal ia pun larut dalam cium**an panas itu dan tangannya tidak tinggal diam dan mengobrak-abrik benda gantung kenyal yang sudah membuat bi****hinya hilang tak terkendaki.
Sampai akhirnya terdengar suara desisan, leguhan dan juga eraman yang saling bersahutan.
Mereka pun diliputi oleh hawa n***fsu, yang mana tidak memperdulikan dimana mereka melakukan hal senonoh itu dan dengan siapa mereka melakukannya.
Tanpa diduga sang istri yang sudah sejak dari pagi tidak mengizinkan suami pergi ke kantor pun datang.
Terlebih dahulu ia menanyakan ke salah satu resepsionis apakah suaminya ada ruangan atau tidak. Dan si resepsionis yang tidak tau jika rapat sudah usai, pun memberitahukan kepada istri bosnya, jika bosnya tengah melakukan rapat bulanan di ruang rapat, tepatnya lantai 5.
Segera mami si bos memberikan ucapan terima kasih, karena sudah diberitahu, ia pun segera memasuki lift dengan menekan tombol berangka kan angka 5.
Sungguh ia sangat rindu dengan suaminya, jadilah ia dengan membawa bekal makan siang juga berdandan cantik untuk sang suami tercinta.
Senyum sumringah yang terus menerus terpatri di sudut bibirnya tidak luntur, hingga kini ia sudah berada di lantai 5 dan rapat di depan ruang rapat.
__ADS_1
Ia tidak mendengar adanya suara orang yang tengah melakukan rapat, hanya saja ada suara-suara aneh yang terdengar dalam ruangan itu.
Ia ragu untuk mengetuk pintu tersebut, langsung saja ia buka pintu itu dengan kasar.
Dan....
Ia melihat pemandangan yang sangat-sangat membuat matanya panas, hingga akhirnya lelehan-lelehan air mata itu luluh juga di mata indahnya.
Mendapati kenyataan bahwa sang suami tengah beercumbu mesra dengan yang ia kenal dan yakini sekretaris barunya itu.
Hatinya terasa sakit juga sesak layaknya ditikam oleh pisau belati berulang-ulang kali. Mendapati kenyataan dengan kepala juga kedua matanya melihat perbuatan yang sangat senonoh dan pelakunya adalah sang suami tercinta yang sudah ia nikahi selama 5 bulan lamanya.
Tanpa sengaja bekal yang ia bawa pun terlepas dari tangan mungil itu, luruh hingga berceceran dibawah lantai marmer ruangan tersebut.
Baru beberapa menit kemudian papi si bos menyadari bahwa ada seseorang yang masuk ke dalam ruangnya.
Seketika matanya melotot dan menjadi salah tingkah.
Si sekretaris pun terkejut, tetapi ini yang dia mau dan ia sengaja berpura-pura tidak bersalah hanya menundukkan kepalanya tanpa tahu isi hati si sekretaris culas itu fikirkan.
Mami dan papi bos hanya diam dan saling pandang.
Entah ia bingung harus melakukan apa.
Mami si bos hanya diam beberapa detik, lalu pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan dari sang suami.
Dengan air mata yang sudah membasahi pipinya itu dan dengan perasaan hati yang hancur lebur mendapati kenyataan sang suami melakukan perbuatan senonoh tepat di hadapannya dan di ruang rapat.
Tanpa mereka takut jika orang lain mendengar suara-suara aneh yang mereka timbulkan juga aksi senonoh yang tercela itu mereka lakukan di ruang rapat dan di perparah yang melakukan tindakan senonoh itu atasnya bersama sekretaris baru nya itu.
Tanpa papi si bos dan mami si bos ketahui, seringai jahat terbit di sudut bibir sekretaris tersebut.
Di dorongnya sekretaris itu hingga bokongnya membentur lantai marmer yang berada di ruangan tersebut.
Papi si bos pun berlari mengejar sang istri tanpa memperdulikan keadaan sekretaris nya yang ia dorong dengan sangat kasar.
Ia terus dan terus berlari mengejar sang istri, tetapi ia kalah cepat. Sang istri sudah lebih dahulu hilang begitu saja tanpa meninggalkan jejak apapun.
20 menit ia sudah sampai di mansion yang ia tinggali bersama sang istri.
Berteriak dan terus berteriak untuk memanggil sang istri, tetapi yang keluar hanyalah beberapa maid yang bekerja di mansion itu.
Dan mengatakan jika nyonya belum pulang karena pergi ke kantor tuan yang tak lain ke kantor dirinya.
Ia mengumpatkan kata-kata kasar dari mulutnya dan merutuki kebodohannya, karena dengan mudahnya ia tergoda dengan sekretaris ja****l***ng nya itu.
Ia tahu harus kemana.
Kini ia mengendarai kembali mobil mewahnya ke salah satu perumahan elit di bilang kota HG.
Mobil itu pun sudah memasuki rumah besar dan megah, dan mobil itu ia hentikan tepat di halaman rumah yang besar nan megah itu dengan sembarangan.
Berlari dan diiringi teriak-teriakan memanggil nama sang istri.
Sayup-sayup ia dengar suara tangis yang menyayat hati dari ruang keluarga.
Ia masuk dan mendapati sang istri tengah menangis di bahu sang mami dengan memeluk erat disertai isak tangis di ruangan tersebut.
Jangan lupakan tatapan mata sang Papi yang tak lain TUAN BESAR BB, Kakek si bos yang sangat tajam memandang putranya itu sedari memasuki ruang keluarga.
Papi si bos pun berlari dan tepat di bawah kaki mami si bos bersimpuh meminta maaf dan memohon supaya tidak marah kembali.
Tetapi kenyataannya, Maminya papi si bos tak lain neneknya si bos sudah lebih dulu menghujani sang putra dengan kata-kata kasar dan mengumpat tak lupa juga ia tampar pipi putranya itu beberapa kali hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah dan pipinya bengkak akibat tamparan sang mami tak lain neneknya si bos.
Bukan hanya tamparan yang ia dapatkan dari maminya, dari sang Papi ia juga mendapat bogeman mentah di setiap sudut tubuhnya.
Alhasil, tubuhnya lunglai jatuh terkapar dibawah lantai.
Dan sang Papi yang marah besar pun meminta anak buahnya mengantarkan putranya yang bastard itu kembali ke mansion mereka.
Biarkan menantunya itu tinggal bersama dengan mereka, supaya sang putra tahu bagaimana sakitnya hidup seorang diri dan mengintropeksikan dirinya.
Hampir 1 bulan sang istri tidak pulang ke mansion mereka dan tinggal bersama kedua orang tua si papi alias ke rumah kakek dan nenek si bos.
__ADS_1
Hidupnya terasa hampa tanpa adanya istri yang menemani hari-harinya itu. Setiap hari ia akan selalu menyempatkan untuk datang ke rumah orang tuanya untuk meminta belas kasih
Berulang kali papi si bos meminta maaf, tetapi sang istri tidak mau mendengar dan hanya bisa menangis dan menangis.
Hati wanita mana yang rela mendapati sang suami tengah beercumbu mesra dengan wanita lain, itu pun di lakukan di perusahaan. Dan lebih parahnya, di lakukan di ruang rapat yang mana siapa saja bisa masuk.
Hingga akhirnya, mami si bos pun dengan berbesar hati memaafkan sang suami dikarena adanya si bos di dalam perut sang mami, yang tak lain Mami tengah mengandung si bos.
Mau tak mau sang mami pun memaafkan dengan adanya surat perjanjian yang sudah dibuatkan oleh sang kakek yang tak lain adalah papinya papi si bos.
Di dalam surat perjanjian itu dituliskan jika papi si bos melakukan perselingkuhan seperti beberapa bulan lalu. Semua warisan akan jatuh kepada sang menantu dan cucunya. Dan ia tidak mendapatkan sepersen warisan dari papanya tersebut.
Juga akan bercerai, walau anaknya kelak tidak memiliki seorang Papa.
Itulah cerita papi dan mami si bos dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang juga sempat mengalami pertengkaran hebat.
FLASH BACK OFF
"Hampir saja aku tergoda dengan si ja***lang yang menyamar menjadi sekretaris ku. Aku pun bodoh, bisa tergoda dengan dia. Lihatlah!!!! Istriku ini cantik luar dalam, tak tercela sekali pun di mataku. Hanya aku yang selalu membuat dia menangis dan merasakan perih dulu. Maafkan aku yang dulu tergoda dengan bujuk rayu si ja****ng itu, Sweetheart." Ucap papi si bos yang memutar kembali memori-memori beberapa tahun yang lalu, yang mana ia tergoda oleh sekretaris nya dan berakhir istrinya pulang ke rumah utama papanya papa si bos, yang tak lain kakek si bos.
Karena kedua orang tua istrinya itu sudah meninggal dan tak lain Mami si bos anak yatim-piatu.
Jika diceritakan akan lebih panjang.
"Huuuufffftttt, aku memang salah tergoda dengan barang umum seperti si ja****ng itu, beruntung aku masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki sikap dan sifat ku yang jelek itu. Sungguh, Papi kandungku sendiri membela menantunya daripada aku anaknya sendiri. Ya, memang aku juga salah." Papi si bos bermonolog sendiri sembari mengelus pipi sang istri.
"Sweetheart," Panggilnya dengan tangan yang sudah bergerilya di kedua benda gantung kenyal itu.
"Eummmmh, Jangan lagiiiii. Aku capek!!!!" Ucap sang istrinya yang sudah lelah di gempur habis-habisan oleh suami laknadd nya itu.
"Tapi boleh minum susu, yah!!!!"
Tanpa menunggu jawaban sang istri ia pun sudah meraup salah satu benda gantung kenyal itu dan ia masukkan kedalam mulutnya. Ia his****p dan sesekali ia gigit ujung pu*****ng itu hingga akhirnya sang istri melenguh sembari merasakan sensasi yang membangkitkan kembali hasratnya.
"Aaassshhh, sudaaah!" Lenguhan panjang pun keluar dari mulut sang istri.
"Baru sebentar, Sweetheart" Ucapnya.
"Sebentar sebentar tapi kau gigit, coba kau jadi aku. Ku gigit lontong mu hingga lepas. Mau!!!!" Istrinya pun sudah mengeluarkan taringnya. Alhasil, sang suami diam dan menampilkan senyum bodohnya itu.
"Maaf, Sweetheart." Ucapnya sembari mengatupkan kedua tangannya tanda meminta maaf, "Boleh ya!!!! Janji gak digigit. Sweetheart." Tawarnya.
"BIG NO!!!! Sana mandi! Kalau kau tidak mau mandi jangan harap ku beri lagi jatahmu, puasa kamu sekalian."
Sang istri sudah tidak lagi memangil dengan nama panggilan 'sweetheart' yang menandakan ia sudah sangat marah dengan tingkah sang suami yang kelewat mesumnya itu.
"Baik, aku akan segera mandi, Sweetheart. Tapi, tapi jangan marah lagi, Sweetheart" Sang suami pun kalang kabut mendapati sang istri yang marah, ia pun dengan segera memohon dengan tampang yang menyedihkan.
"Aku tidak marah, sana buruan mandi!!!!" Perintahnya pada sang suami, supaya lekas mandi.
"Sweetheart masih marah, buktinya tidak memanggilku dengan panggilan 'sweetheart'. Aku sedih." Ucapnya sembari dengan matanya yang dibuat seimut mungkin layaknya anak kucing yang sedang dijahati oleh kucing lainnya.
"Aku tidak marah, Sweetheart. Segera lah kamu mandi," Akhirnya sang istri pun melembutkan intonasi suaranya serta memanggil dengan nama panggilan 'sweetheart' tersebut.
Cuuup
Ciuman singkat pun diberikan sang suami, segera ia berjalan dengan sangat percaya dirinya menuju kamar mandi dengan keadaan tubuh yang masih telanjang polos dengan si lontong bergerak kesana-kemari.
"Huuuufffftttt, aku punya suami mesumnya tidak bisa dikendalikan. Aku berharap semoga putraku satu-satunya tidak mewarisi sifat mesum suamiku itu, tidak bisa aku bayangkan kelak istrinya, apakah bisa menyeimbangi putraku diatas ranjang layaknya diriku di gempur habis-habisan oleh laki-laki tua bangka itu, huuuufffftttt." Keluhnya diiringi menghembuskan nafasnya dengan sangat-sangat kasar dengan sifat mesum yang suaminya itu miliki. Berharap tidak diwariskan kepada putra satu-satunya kelak.
Amin
Namun harapannya luluh lantak, kenyataannya adalah putranya itu selalu melakukan hubungan se**sual dan itu sudah menjadi makanannya sehari-hari juga bisa bilang jika putranya sudah menjadi mani**k s***k**s.
...~...
...Maaf ya chapter ini cerita sedikit tentang kedua orang tuanya si bos☺️...
...Koment ya, jika ada kata yang aneh dan tipo. Supaya T4 segera perbaiki☺️...
...Tidak bosan-bosannya T4 berterima kasih kepada semuanya yang masih mau mampir, membaca dan meninggalkan jejak like juga komennya untuk T4. Karena itu membuat T4 senang yang tak terperikan🤗😘...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...
__ADS_1