
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Setelah asisten Roy keluar dari ruangan si bos, ia pun kembali ke meja kerjanya.
Meja kerjanya itu tepat di samping sekretaris Robin.
Asisten Roy berjalan dengan santainya dengan membawa botol berukuran 1 liter.
"Kau darimana saja? Ku tinggal ke toilet, tau-tau aku selesai kau tidak ada ada di meja mu, lalu itu kau tiba-tiba bawa botol besar sekali, mana isinya sudah hampir habis juga," Ucap sekretaris Robin panjang lebar.
"Kau ini brisik sekali, aku baru dari ruangan si bos. Dan ini," Ucapnya sembari melirik kearah botol yang masih ia pegang, "Ini isinya air jeruk, rasanya enak sekali. Kalau kau rasakan pasti ketagihan," Timpalnya lagi sembari duduk dan langsung menenggak air jeruk itu langsung dari botolnya.
"Anj***r, bagi-bagi ngapain diminum langsung dari botolnya, jorooook!" Teriak sekretaris Robin itu.
"CK, kau tak bilang mau. Ya, jangan salahkan aku langsung minum dari botolnya," Kembali menenggak air jeruk itu masih langsung dari botolnya.
Seketika dirampas paksa oleh sekretaris Robin, yang mengakibatkan sedikitnya air jeruk itu tumpah mengenai jas yang dikenakan asisten Roy.
"B**ngs****t kau!!! Kalau mau bilang jangan main ambil saja! Bagaimana ini jas ku basah, bod****h...kekanak-kanakan kau ini," Ucap asisten Roy dengan menoyor kepala sekretaris Robin.
Sekretaris Robin hanya acuh dan segera pergi membawa botol tersebut menuju pantry untuk mengambil gelas untuk ia minum.
"Si***l****n si Robin hood itu, jas ku basah untung saja hari ini tidak ada pertemuan penting, kalau ada bisa malu aku." Gerutu asisten Roy dengan sifat kekanak-kanakan sekretaris Robin.
__ADS_1
Masih sibuk menggerutu, tapi tangannya masih dengan memegang tissu untuk sekedar mengelap jasnya yang basah.
Tanpa tidak memiliki rasa malu atau pun bersalah, sekretaris Robin sudah datang dengan tangan kanan memegang gelas berisi air jeruk, sedangkan tangan kirinya memegang botol tersebut yang isinya hampir habis.
"CK, manusia satu ini. Gak ada rasa bersalah atau berminat minta maaf, malah asik jalan santai dengan minum air jeruk, Ciih. Ku doakan dia keselek baru tau rasa." Umpat asisten Roy dalam hatinya.
Satu detik
Dua detik
Tiga detik
Dan empat detik
Tiba-tiba sekretaris Robin terbatuk-batuk, dan hidungnya perih karena kemasukan air jeruk.
"Kau tak ikhlas memberi aku air jeruk ini, yah!"
Asisten Roy hanya mengangkat bahunya tanda auh, ia masih sibuk mengelap jasnya dengan menggunakan tissu.
"Jelas aku gak ikhlas, kau saja tak minta," Keluhnya dalam hati.
Kini mereka berdua sudah duduk di meja kerja masing-masing.
"Besok aku mau izin, aku ingin pergi berkencan. Aku sudah lama sekali tidak mendapatkan libur, hanya hari Sabtu dan Minggu saja. Itu pun, itu pun selalu ada saja perintah yang si bos suruh kepada ku."
__ADS_1
"Enak saja, aku juga mau libur. Memangnya kau saja yang ingin libur, aku juga sama. Tidak ada libur, pergi kencan? Kekasih saja kau tak punya, gaya-gayaan mau kencan." Asisten Roy berucap sangat menohok.
"Maka dari itu, aku ingin mencari di tempat si bos biasa melepaskan stressnya, dimana dimana tempatnya?" Tanyanya antusias.
"Bo***d***h itu bukannya juga malam hari, kau ini sudah hidup berapa lama, sih. Hal itu saja kau tidak tau, kampungan!" Sarkas asisten Roy.
"Ya, terus? Aku memang tidak tau. Kau kasih tau lah!"
"CK."
"Jawab bukan hanya ck ck saja, memang cicak!"
"Cari sendiri lah,"
"Aku mau wanita yang dulu bermalam denganmu, berikan aku nomornya!" Ucap sekretaris Robin tanpa ragu, seketika raut wajah asisten Roy berubah pias.
Asisten Roy refleks berdiri, serta tangannya terkepal tetapi tidak dilihat oleh sekretaris Robin.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, akhirnya asisten Roy pergi begitu saja meninggalkan sekretaris Robin.
"Hey, hey, mau kemana? Aku minta nomornya kenapa kau malah pergi, hey!!" Panggil sekretaris Robin berteriak karena asisten Roy tiba-tiba pergi begitu saja.
"Dasar aneh!" Sekertaris Robin hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah asisten Roy pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
...~...
__ADS_1
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...