
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
"Tapi, Pi. Ini aku putra satu-satunya yang kalian punya. Lebih baik Papi dan Mami duduk lebih dulu. Honey, kamu juga sini, mendekatlah padaku," Ucap si bos sembari mendudukkan bokong di sofa bersebrangan dengan sofa yang tengah di duduki oleh kedua orang tuanya yang hanya dipisahkan oleh meja kecil yang ada disana.
Sama halnya dengan Gadis yang awalnya bingung dengan semua ini pun, akhirnya ia duduk di sebelah si bos.
"Cepat katakan kamu siapa? Jangan bertele-tele. Lebih baik jangan buat saya naik pitam dan menyuruh pihak berwajib untuk memasukan kalian berdua kedalam sel tahanan!" Ucap Papi si bos tegas sembari masih memeluk istrinya yang masih ketakutan.
"Huuuufffftttt," Sebelum menjawab pertanyaan papinya, si bos terlebih dahulu menghembuskan nafasnya dengan sangat-sangat kasar, "Pi, ini aku Gydeon putra satu-satunya kalian. Mi, ini Gydeon. Apa Mami gak ingin memeluk aku?" Ucap si bos.
"Tidak! Kamu bukan, my son. my son is handsome but you very-very bad." Ucap maminya si bos.
"Astaga, benar-benar aku harus menyudahi penyamaran ku selama ini, God. Maafkan aku, Gadis, aku selama ini berbohong sama kamu, aku berharap kamu gak jauhin aku juga gak benci sama aku." Keluh si bos dalam hatinya.
"Honey, ada apa sebenarnya. Tante dan Om yang di hadapan kita itu siapa? Apa kita salah masuk rumah?" Bisik Gadis dengan polosnya.
"Mereka berdua itu kedua orang tuaku, kita juga tidak salah rumah. Jadi, jadi kamu tenang saja. Oke!" Si bos sebisa mungkin menenangkan wanitanya tersebut.
"Good bye, penyamaran." Batin si bos.
__ADS_1
Dengan perlahan-lahan si bos membuka topeng tatto yang ada di wajahnya, tindakan si bos pun membuat Gadis serta kedua orang tuanya menatapnya dengan kening yang berkerut.
Setelah membuka topeng tatto tersebut, Gadis sedikit-sedikit menjaga jarak dari si bos.
"My son," Teriak Mami si bos dengan segera melepaskan pelukannya dari sang suami dan berhambur kedalam pelukan anak laki-lakinya yang sudah lama ia rindukan.
Dengan secara otomatis, Gadis memberikan celah untuk Mami si bos. Ia pun duduk sedikit pojok pada sofa tersebut.
"My son, kenapa hiks hiks kamu membuat topeng jelek itu, Mami takut." Keluh sang Mami yang sudah berada di pelukan si bos.
"Aku sedang iseng saja, Mi. Udah yah, jangan nangis lagi. Aku gak akan pakai topeng yang kata Mami jelek itu lagi." Ucap si bos dengan menghapus jejak-jejak air mata wanita yang paling berharga di hidupnya.
"Iya,"
"Sekarang jelaskan! Kenapa kamu melakukan penyamaran dengan tatto jelek itu. Dan wanita itu siapa, hemm? Bisa-bisa dia menginjakkan kakinya di mansion mewah milikku." Ucap Papi si bos dengan kedua tangannya ia lipat di depan dada juga jangan lupakan tatapan matanya yang mematikan, itu semua membuat Gadis ketakutan.
"A-aku, Aku hanya..." Ucap Gadis terpotong.
"Dia wanitaku, Pi. Kenalkan dia Gadis, Pi. Gadis, kenalkan itu Papiku," Ucap si bos memperkenalkan mereka masing-masing.
"Gadis, Om." Ucap Gadis yang sudah mengulurkan tangannya kanannya pada papi si bos, tetapi Papi si bos hanya melihat Gadis dari ujung rambut hingga batas kakinya yang terhalang meja.
__ADS_1
Gadis yang uluran tangannya tak di sambut pun dengan perlahan menarik kembali tangannya dan merembet kedua tangannya takut-takut.
"Pi, jangan gitu sama wanitaku. Dia calon istri, Deon." Ucap si bos yang sudah menyebutkan nama panggilannya.
"Tidak! Kau harus menikah dengan wanita pilihan Papi. Wanita yang sederajat dengan kita. Memiliki pendidikan tinggi, berparas cantik juga memiliki attitude yang bagus. Dan jangan kamu lupakan asal-usul calon istri mu harus jelas. Dapat Papi pastikan, jika wanitamu itu tidak jelas asal-usulnya." Ucapan Papi si bos membuat hati Gadis seperti ditikam beberapa belati pisau yang tajam.
Dengan sekuat tenaga Gadis menahan air matanya supaya tidak jatuh.
"Pi, cukup! Aku tidak mau tahu, ada atau tidaknya Papi merestui hubungan aku dengan wanitaku, aku akan tetap bertahan." Kini si bos berdiri dan duduk di sebelah wanitanya, dengan segera Gadis ia masukkan dalam pelukannya.
"Cih," Decih sang Papi.
"Udahlah, Pi. Ikuti saja kemauan, Gydeon. Toh, wanitanya pun cantik." Ucap Mami si bos yang kini sudah berada di samping sang suami dengan mengelus-elus dada suaminya yang sebentar lagi akan meledek kembali.
"Plis, kali ini saja. Mami mohon, Mami ingin Papi merestui Gydeon bersama wanitanya sekarang ini, Emm." Ucap sang istri dengan senyum sumringahnya. Ia tidak mau putra satu-satunya itu pergi entah kemana juga jauh darinya, hanya karena sang suami yang tidak merestui juga tidak menyukai wanita pilihan putranya itu.
"Terserah!" Ucap sang suami dengan perlahan bangkit berdiri dan meninggalkan ruang keluarga tersebut dengan hati yang masih tersulut emosi.
...~...
...Maaf ya T4 update lama, karena T4 cari visual yang cocok dan itu pun harus misua yang cari, dia gak mau nanti anaknya mirip sama visual yang aku cari. Ini aja aku yang ketik dan misua yang klik visualnya....
...Semoga suka, dan kalau ada yang koment gak usah pakai visual yang pas si bos jelek atau visual aslinya gak sesuai boleh koment di hapus yah😊...
__ADS_1
...Jangan lupa mampir, baca juga novel T4. Kalau bisa tinggalkan jejak berupa like dan juga komentar yang positif😊...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...