Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 115


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Beberapa menit kemudian, tepatnya 30 menit si bos menunggu keluarnya wanita pujaan hatinya dari dalam kamar mandi, pun kini ia sudah keluar dengan hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya polosnya. Hanya bagian atas tubuh Gadis serta bagian bawah hanya sebatas paha saja, jangan lupakan rambutnya yang basah, dapat dipastikan Gadis baru saja mengeramasi rambutnya.


"Arrrggggh," Teriak Gadis spontan.


Si bos pun langsung membekap mulut Gadis dengan ciuman.


Cuup


"Ssssstttt, diamlah. Kita kembali ke kamar ku saja yah, Honey." Ucap si bos disela-sela ciuuman yang sudah lepas itu.


"Tapi, tapi nanti Mom," Ucapan Gadis terhenti.


"Tenang, urusan Mami aku yang urus. Aku sudah tidak sabar untuk memakan dirimu, Honey." Ucap si bos dengan tangan yang sudah bergerilya kemana-mana.


"Aaaargggghhhh, Honey. Tuunggguh akuuuh memakai baahjuuuh duuluuh," Ucap Gadis dengan desaaahannya yang lolos begitu saja, saat tangan si bos masuk kedalam handuk dan mere*mas kedua benda kenyal gantung milik wanitanya tersebut.


"NO!!!! Kita langsung saja ke kamar milik kita berdua di lantai 3." Ucap si bos tidak mau terbantahkan.


"Honey, tapi ini kita lagi di lantai 1. Masa iya aku harus berpenampilan seperti ini dari lantai 1 ke lantai 3? Nanti takut Papi kamu liat, bagaimana?" Ucapan Gadis sedikit-sedikit merubuhkan kearoganan si bos. Ia tidak mau tubuh wanitanya di lihat seseorang, walaupun itu papinya.


"Harus seperti ini, tapi dengan kau lilitkan tubuhmu dengan selimut juga wajahmu kau masukkan kedalam selimut. Orang-orang pasti tidak beranggapan yang aneh-aneh padamu, juga jangan lupakan tubuh indah mu itu tidak ada yang melihat, Honey."


"Huuuufffftttt," Hanya helaan nafas yang Gadis bisa keluarkan.


Susah sekali beradu argumentasi dengan laki-laki yang ada di hadapannya tersebut.


"Ya sudah, minggir dulu. Aku mau cari selimut yang tebal juga panjang, supaya tubuh indah yang aku miliki tidak ada yang melihat. PUAS!!!!" Ucap Gadis yang sudah jengah dengan semua tindak tanduk si bos.


"Good girl," Si bos tersenyum dan mengacak-acak rambut milik wanitanya tersebut.


Gadis hanya bisa mengerucutkan bibirnya serta pipi yang mengembung layaknya ikan yang sudah meminum banyak air.


"Astaga, Honey. Kau menggemaskan, jangan buat diriku melakukannya disini. Kau tau? Disini jika kita melakukannya pasti seantero orang akan mendengar semua suara-suara desaahan yang kamu keluarkan, Honey." Ucapan si bos tidak di tanggapi oleh Gadis, Gadis hanya fokus pada almari yang berada tidak jauh dari posisi si bos berdiri.


"TERSERAH!!!!" Sarkas Gadis yang sudah mulai jengah dengan sifat laki-laki laknadd yang ada di hadapannya tersebut.


Sedang fokus-fokusnya mencari selimut, si bos kini sudah beraksi di belakang tubuh Gadis. Dengan tidak tahu malunya, ia tengah mengecup tengkuk Gadis yang tidak tertutup benang apapun, juga tangannya yang mere*mas bokong Gadis dari balik handuk yang menutupi tubuh polosnya itu.

__ADS_1


"Honey, hentikan. Aku sedang mencari selimut, kenapa kamu gak bisa diem sih?!!" Seakan-akan Gadis tidak takut lagi pada si bos, ia dengan berani memarahinya.


"Lagian kamu lama, aku udah gak tahan ini, Honey. Cepatlah!" Dengan tidak tahu malunya si bos berucap seperti itu.


"Kalau tidak sabar, KELUAR LAH!!!!" Kini Gadis sudah mulai muak dengan rengekan-rengekan si bos layaknya anak kecil yang meminta sang ibu untuk lebih cepat memberi ia makan.


"HONEY!!!!!" Seketika amarah si bos mulai muncul dapat dipastikan ia akan bermain tangan pada Gadis.


"Apa?" Gadis yang sudah jengah dengan sikap laki-laki laknadd yang ada dihadapannya pun berhenti untuk mencari selimut di dalam almari, Gadis menantang si bos dengan kedua tangannya ia lipat di depan dadanya.


"Turunkan sorot matamu juga bersikap lah sopan padaku, atau atau,"


"Atau apa, HAH!!!!"


Seakan udara di dalam kamar terasa panas, akibat kedua pasang sejoli tengah beradu argument juga saling berteriak.


Mereka melupakan jika kamar tersebut tidak di lengkapi oleh peredam suara, bisa saja para asisten-asisten rumah tangga mendengar dan menguping pembicaraan mereka yang terkesan sedang ribut itu.


Sudah cukup Gadis menahannya, selalu saja laki-laki laknadd itu tersulut emosi.


"Berani kamu menaiki intonasi suaramu, Honey." Si bos sudah menggertakkan giginya juga rahangnya sudah mengeras tertanda ia sudah tersulut emosi.


"Kenapa? Sudahlah, kamu keluar saja. Aku sudah malas mengahadapi laki-laki seperti kamu yang mudah sekali tersulut emosi." Gadis dengan santai mengucapakan kalimat-kalimat tersebut dan ia kembali mencari baju untuk ia kenakan, bukan selimut.


"HONEY...." Si bos hendak melayakan amarahnya, tetapi


Seketika ketukan pintu kamar terdengar dari arah luar.


"Sayang, Mom masuk yah!"


Tiba-tiba kedua pasang sejoli itu bertatapan, tepatnya Gadis yang sudah melototkan matanya.


Ia bingung dan takut jika Mami dari laki-laki laknadd yang ada dihadapannya akan beranggapan bahwa ia wanita yang suka menggoda anak laki-laki satu-satunya itu.


"Sayang...." Panggil Mami si bos lagi.


"Gimana ini?" Tanya Gadis pada si bos yang sudah panik.


"Diam lah dulu, jangan panik. Kamu jawab saja. Jika kamu mau mandi dulu, cepat!"


Gadis menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Iya,"


"Mom, maaf Gadis mau mandi dulu. Ada apa Mom?" Jawab Gadis sedikit berteriak, ia tidak mau membukakan pintu kamar tersebut, karena tubuhnya sudah dipeluk erat oleh si bos.


"Oh, ya sudah kamu mandi dulu saja, Sayang. Nanti Mom datang lagi. Bye."


Dengan itu, Gadis bisa bernafas lega.


"Lebih baik kamu kembali ke kamar milik kamu, Honey. Nanti kita ketahuan sama Mom, bisa bahaya."


"NO!!!!"


"Huuuufffftttt. Ya sudah, bantu aku cari selimut," Gadis pun akhirnya yang selalu mengalah.


Si bos pun tersenyum menyeringai, karena lagi-lagi ia berhasil memenangkan kemauannya.


"Akhirnya, kamu mengalah juga, Honey. Aku ku buat kamu tidak akan bisa jalan." Ucap si bos dalam hatinya dengan senyum yang menyeringai, layaknya devil.


Tanpa menunggu lama, selimut pun berhasil si bos temukan dengan berbagai macam pakaian yang berserakan dimana-mana.


Ia langsung membuang handuk yang melilit tubuh wanitanya dengan melilitkan selimut tebal nan panjang ke tubuh Gadis.


Seketika si bos susah untung menelan salivanya.


"Tenang, sebentar lagi kamu akan menikmati tubuh indah ini, Deon." Gumamnya dalam hati.


Ia pun menyempatkan dirinya untuk mencium Gadis, karena dengan susah payah ia tidak menerkam wanitanya saat ini juga di kamar yang tidak ada kedap suaranya tersebut.


Setelahnya si bos pun menggendong Gadis ala bridal dan keluar dari kamar tamu menuju kamarnya di lantai 3.


Mereka tidak menyadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.


...~...


...Hay Hay Hay👋👋 T4 update...


...Maaf ya baru bisa update, setelah lebih dari seminggu tidak update....


...Karena kondisi T4 yang tidak memungkinkan, dedek utun gak bisa diajak kompromi, Bundanya di buat harus rebahan terus😔...


...T4 berharap masih ada yang mampir, membaca juga meninggalkan jejak berupa like dan komentar yang positif di novel T4 yang biasa-biasa ini😊...

__ADS_1


...Sekali lagi T4 meminta maaf🙏...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2