Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 109


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Akhirnya setelah melalui banyak waktu yang terbuang sia-sia karena ulah jail tangan si bos, Gadis dan si bos sudah masuk kedalam petshop tersebut dengan Duo FY juga pak Githo yang ada di belakang mereka.


"Woaaaah, ini bukan petshop, Honey. Ini seperti rumah saja yang nyaman, yang didalamnya di lengkapi banyak makhluk-makhluk lucu juga kebutuhannya juga," Gadis berdecap kagum akan keadaan didalam petshop tersebut.


"Iya, Honey. Pilihlah yang mana yang mau kamu beli. Satu atau dua, atau bahkan puluhan ekor pun boleh kau ambil," Ucap si bos dengan kedua tangannya bertengger di pinggang mungil milik wanitanya tersebut.


"Emm, tapi aku liat-liat dulu. Fitri dan Yeni, ayo ikut aku liat-liat makhluk-makhluk yang lucu dan menggemaskan kearah sana," Ucap Gadis menunjukkan arah sebelah kiri dan Duo FY hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.


"Baik, Nyonya muda," Ucap Duo FY kompak dengan menganggukkan kepalanya.


"Akhirnya kita bebas, Yen." Ucap Fitri berbisik pada Yeni.


"Iya, akhirnya kita bebas dari tuan muda yang menyeramkan, iiih." Timpal Yeni pada Fitri, jangan lupakan juga ekspresi Yeni yang seakan-akan merinding disko tersebut.


Si bos yang hendak mengikuti Gadis pun ditegur olehnya dan melarang mengikuti dia berkeliling.


"Honey, kamu diam saja dengan pak Githo disini, biar aku sama Duo FY. Yah, yah." Pinta Gadis dengan mengatupkan kedua tangannya memohon.


"Huuuufffftttt, baiklah baiklah. Tapi, tapi ingat yah, jangan jauh-jauh dari di Duo FY itu," Ucap si bos yang tidak rela berjauhan dengan wanitanya tersebut.


"Ish, iya. Kan aku hanya di petshop. Petshop ini juga gak terlalu luas seperti mansion mewah milik kedua orang tua kamu, Honey. Dan juga kan belum terlihat ramai. Kamu ini berlebihan deh, Honey." Ucap Gadis sembari tangannya menyubit perut atletis si bos.


"Auuuwwh," Keluh si bos yang berpura-pura sakit saat Gadis menyubit perut atletis miliknya tersebut.


"Apa itu sakit?" Tanya Gadis yang takut jika ia terlalu kuat menyubit perut laki-laki yang sudah mau mengajak ia ke salah satu petshop terbesar dan terlengkap itu.


"Hehehe, tidak. Aku hanya bercanda saja. Mana ada kata sakit jika tangan mungil mu ini menyubit, mengocok lontong milikku saja lalu tak lupa jika kau selingi dengan gigitan-gigitan cinta pun tidak akan sakit, Honey." Ucap si bos yang sangat amat frontal disertai kata-kata vulgar. Sedangkan Duo FY tidak paham dengan ucapan tuan mudanya tersebut.


"Kamu itu jangan me*sum. Ingat, ada Duo FY juga kamu lagi di tempat umum." Sekali lagi Gadis menyubit perut atletis milik si bos dan hanya di tanggapi si bos dengan tawa yang menggelegar.


"Ish, nyebelin. Yaudah, yuk!" Ajak Gadis pada Duo FY yang tergelak melihat tuan mudanya itu tertawa untuk pertama kalinya

__ADS_1


Duo FY yang masih diam dan tercengang melihat tawa tuan mudanya pun ditarik paksa oleh Gadis.


"Kalian kok melamun gitu? Ada apa? Apa tuan muda kalian menyeramkan yah?!" Tanya Gadis pada Duo FY setelah mereka menjauh dari si bos.


"Ti-tidak, Iya, Nyonya muda." Jawab Duo FY yang tidak kompak.


"Kok, aku gak paham. Jadi, iya apa tidak jawabannya?" Tanya Gadis yang masih bingung jawaban Duo FY tersebut.


"Sebenarnya, sebenarnya." Ucap Fitri terbata.


"Sebenarnya apa? Udah ngomong aja, aku gak akan bilang kok, janji!" Ucap Gadis dengan menunjukkan kedua jarinya tanda V.


"Emm," Fitri masih bingung untuk menjawabnya, sekali-kali ia melirik kearah Yeni, dan Yeni hanya bisa menganggukkan kepalanya saja tanda mengiyakan.


"Emmm, jadi. Jadi, tuan muda itu menyeramkan. Kami berdua baru tahu kalau tuan muda bisa tertawa besar seperti tadi, Nyonya muda." Ucap Fitri dengan memandang mata nyonya mudanya tersebut.


"Hah," Gadis hanya bisa membuka mulutnya juga, ia pun tidak tahu kenyataan jika laki-laki yang sudah dapat meluluhkan sedikit hatinya, ya walau belum sepenuhnya itu.


"Jadi, dengan kata lain... Tuan muda kalian jarang memperlihatkan senyum atau tawanya? Iya?" Gadis memastikan kembali ucapan Fitri, takut-takut ia salah mendengar.


"Iya, juga sih. Aku awal-awal juga takut dengan wajahnya yang penuh dengan coretan-coretan layaknya buku gambar. Apa kalian tahu sejak kapan tuan muda kalian memiliki wajah seperti itu?" Kini Gadis lebih menyukai obrolan yang berkaitan dengan laki-laki yang awalnya memiliki sifat yang temperamental padanya, tetapi hari demi hari ia bersikap lembut.


"Kalau Yeni baru tahu saat Yeni bekerja di mansion mewah milik tuan besar, Nyonya muda." Jawab Yeni.


Gadis hanya menganggukkan kepalanya saja dan ia beralih menatap Fitri, ia ingin tahu juga kapan wajah laki-laki tersebut memiliki banyaknya coretan-coretan abstrak itu.


"Sama halnya dengan Fitri, Nyonya muda. Saya yang beberapa tahun lebih dahulu bekerja di mansion mewah sebelum Yeni pun sudah mendapati, jika jika tuan muda sudah memiliki wajah seperti itu. Maka dari itu, saya dan Yeni takut jika berhadapan dengan tuan muda, Nyonya muda." Akhirnya Fitri lega juga setelah mengeluarkan semua uneg-unegnya yang sudah lama terpendam mengenai wajah dan sikap menyeramkan tuan mudanya itu.


"Hehehehe, aku juga sangat takut sih awalnya. Tapi, tapi dia sekarang bersikap dan membuat aku lebih bermanusiawi. Ya udah, yuk kita keliling liat-liat si imut-imut nan menggemaskan."


"Ayo, Nyonya." Ucap Yeni menimpali, sedangkan Fitri hanya menganggukkan kepalanya saja.


Mereka bertiga pun berkeliling petshop tersebut dan pada akhirnya banyak sekali yang ingin di beli oleh Gadis.


Gadis yang bingung memilih pun hanya bisa menghela nafasnya saja secara dalam dan menghembuskan nafasnya dengan sangat-sangat kasar.

__ADS_1


"Huuuufffftttt, yang mana yah? Aku bingung makhluk-makhluk itu lucu dan menggemaskan semua. Aku jadi mau semua." Rengek Gadis.


Si bos yang secara diam-diam mengikuti wanitanya disaat tengah memegang kucing dan anj*ng tersebut pun akhirnya menampakkan wajahnya.


"Ambil saja yang kamu mau, Honey. Boleh keduanya." Ucap si bos dengan memeluk Gadis dari belakang, sontak saja sikap romantis si bos membuat Duo FY mesem-mesem sendiri.


"Kyaaaaa, Tuan muda sangat romantis." Keluh Yeni dalam hatinya.


"Aaaaaaaaaaaahhhhhhhh, Tuan muda sangat-sangat berbeda. Kali ini tuan muda sangat romantis juga lebih manusiawi, walau wajahnya menyeramkan. Aku jadi klepek-klepek dibuatnya, seperti ikan yang kehabisan air. huuuufffftttt." Ucap Fitri dalam hatinya tak kalah heboh dari Yeni.


"Emm, aku mau ini, ini, ini, ini, dan ini ah tidak tidak," Ucap Gadis menunjuk berbagai jenis kucing dan anj*ng tersebut.


"Kenapa tidak jadi, Emm? Tanya si bos dengan tangan yang sudah berada di pinggang mungil milik Gadis.


"Aku bingung, tapi semua lucu-lucu semua." Gadis membalik tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya di dada atletis milik si bos.


"Kau sangat menggemaskan, Honey. Jangan pancing hasratku saat ini, huuuufffftttt." Keluh si bos dalam hatinya.


"Ya sudah, ambil saja. Aku tak masalah dengan itu semua." Ucap si bos dengan mengelus-elus rambut wanitanya itu.


Gadis pun mendongakkan wajahnya


"Benarkah?" Tanya Gadis memastikan.


"Emm," Hanya deheman yang si bos ucapakan dengan anggukan kepala.


"Terima kasih, Honey. Cuuup." Tanpa sadar Gadis mencium singkat bibir si bos dan hal itu membuat Duo FY menutup kedua matanya, tetapi masih saja mereka bisa melihat dari sela-sela jari-jari yang tidak tertutup dengan sempurna.


"Uuups, maaf." Ucap Gadis menggemaskan di mata si bos.


"Kamu buat aku tambah jatuh cinta, Honey. Dengan semua yang kamu miliki, dari kepolosan juga kecantikan hatimu yang tak salah aku pilih." Batin si bos meronta-ronta.


...~...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...

__ADS_1


__ADS_2