Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 57


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Di belahan dunia, nan jauh disana. Tepatnya, saat ini waktu menunjukkan pukul 8 malam waktu setempat.


Di ranjang sudah ada pasangan paruh baya, yang beberapa menit lalu sudah selesai menikmati makan malam yang sangat romantis.


"Kapan kita pulang?" Tanya perempuan paruh baya itu dengan bergelayut manja pada laki-laki paruh baya.


"Sabar, aku masih ingin menikmati ini semua hanya berdua denganmu, Sweetheart."


"Kau ini sudah tau masih saja gombal," Ucapnya dengan wajah yang sudah memerah.


"Hahaha, tapi kau suka, kan! Buktinya kau merona,"


"Kau ini," Ucapnya lagi manja dengan memeluk lengan laki-laki paruh baya itu.


"Kalau kita pulang yang ada kau akan selalu bersama si cecenguk itu dan kau melupakan aku, suami mu tercinta ini." Ucapnya sembari mengecup bibir sang istri.

__ADS_1


"Astaga, kau ini cemburu dengan putra mu sendiri, dasar tua bangka. Hahaha." Ucap sang istri dengan nada mengejek tetapi yang diejek tidak marah.


"Memang benar kan, dia selalu mendominasi kau. Kau seakan dimonopoli olehnya, aku yang suami sah mu tidak kau urusi dan kau anggurkan saja,"


"Astaga, kenapa kau tiba-tiba merajuk seperti ini, Sweetheart. Come on, aku selalu berlaku adil pada kamu dan juga putra kita. Oke, aku akan menuruti semua keinginan mu, tapi kau harus janji kita akan segera pulang. Kau sudah kangen dengan putra ku satu-satunya itu." Ucapnya sedikit dibuat dramatis.


"Pancingan besar nih," Ucap sang suami dalam hatinya.


"Baik, kau layani aku sampai aku puas dan kau yang memimpin."


"Astaga, kau ini!" Istrinya kaget bukan main dengan apa yang suaminya ucapkan, " Kau bilang puaskan kamu? Kau saja tak pernah puas, bagaimana aku bisa aku menuruti semua kemauan mu, ganti yang lain saja."


"Oke, kita akan setahun atau dua tahun atau bisa juga tidak usah pulang saja." Ancamnya.


"Dasar tua bangka ini, selalu saja mau menang sendiri. Tidak boleh keinginannya ditolak, pasti ada saja yang terlintas diotaknya untuk mengancam aku. Semoga putra ku tidak mewarisi sifat suamiku yang over dalam hal se**ks ini, God." Gumamnya dalam hati.


"Bagaimana?" Tanyanya lagi dengan menaik turunkan alisnya.


"Baiklah, tapi ingat jika aku sudah lelah kita berhenti. Kau ini sudah tua saja masih energik sekali, apa aku yang sudah tidak bisa menyeimbangi kekuatanmu yang kuat itu, padahal aku sudah sering olahraga dan mengikuti yoga juga pilates. Masih saja aku kalah darim....."

__ADS_1


Ucapnya terhenti karena sang suami yang tidak tahan dengan ocehan sang istri, kini tengah melahap habis bibir sang istri dan mereka saling berpangut dan saling mencecap menikmati saliva mereka satu sama lain.


Akhirnya suara aneh itu sudah terdengar dan ranjang pun sudah berdecit.


Dan suasana kamar menjadi panas walau pendingin ruangan sudah diambang batas dingin, pun tak membuat dua sejoli pasangan paruh baya itu merasa kedinginan melainkan hawa panas yang mereka rasakan.


Hingga waktu terus putar, pergulatan mereka masih saja berlangsung. Tidak ada kata lelah dari si laki-laki paruh baya itu untuk menikmati tubuh sang istri, walau mereka sudah tua tapi gairah itu masih terpancar dan sangat menggebu-gebu.


"Sudah, aku lelah." Pinta sang istri yang sudah merasa badannya tidak kuat lagi meladeni gempuran sang suami.


"Sedikit lagi aku akan sampaaaaii, aaaaargghhh....." Akhirnya pelepasaaan terakhir didapatkan dari sang suami yang sudah beberapa kali mengeluarkan cairan kentalnya di dalam Goa milik sang istri.


Sedangkan istrinya sudah terlelap karena lelah, sang suami pun menarik selimut mereka dan menutupi tubuh polos mereka, tak lupa ia peluk sang istri. Tak kelupaan si lontong masih bertahan didalam Goa miliknya tersebut.


Sang suami pun akhirnya mengikuti sang istrinya memejamkan matanya dan terlelap sembari berpelukan.


...~...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...

__ADS_1


__ADS_2