
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
PETSHOP
1 jam sudah waktu yang ditempuh si bos untuk mengendarai mobil mewahnya tersebut ke salah satu pusat PETSHOP yang mewah juga terbagus di kota tersebut.
Sudah beberapa menit juga si bos belum juga membukakan pintu mobil yang tengah ia kunci tersebut, Gadis hanya diam ia tidak mau memulai perdebatan sengit itu kembali, biar lah si laki-laki laknadd itu berbuat sesukanya saat ini.
"Sudah sampai atau belum ini, sih? Mana aku udah males banget satu mobil dengan laki-laki laknadd ini. Tapi, tapi jangan memulai perdebatan yang akan membuat kamu mendapatkan luka fisik dan psikis, Gadis. Tenang, tenang." Ucap Gadis dalam hatinya menenangkan akal dan fikirannya supaya tidak memulai perdebatan sengit itu kembali.
Greeeb
Si bos menarik paksa Gadis yang masih menggunakan safety belt, hingga tubuh Gadis tertahan.
"Dibuka safety beltnya, Honey!" Ucap si bos tertahan, karena melihat wanitanya tidak juga membuka safety belt, hingga ia susah untuk menjangkau bahkan ingin memeluknya seperti saat ini.
"Aku gak bisa bukanya, tadi juga kan kamu yang pakaikan aku," Ucap Gadis menunduk, dan seolah-olah ia yang salah disini.
"Huuuufffftttt," Menghembuskan nafasnya dengan kasar, si bos pun terpaksa membukakan safety belt wanitanya, supaya ia bisa memeluk wanitanya tersebut.
Klik
Bunyi safety belt yang sudah terbuka dan langsung saja si bos tarik paksa Gadis, hingga Gadis terduduk di pangkuannya.
__ADS_1
Greeeb
"Kamu kenapa cantik terus? Aku jadi tidak rela membawamu keluar, Honey!" Ucap si bos sembari satu tangannya mengelus-elus pipi dan tangan lainnya mengelus paha Gadis yang terekspos, karena Gadis tengah memakai baju dengan potongan ketiaknya terpampang nyata juga menggunakan rok sebatas paha pilihan si bos.
"Jangan salahkan aku berpenampilan seperti ini, kamu yang pilihkan baju juga rok siaaaland ini, Bo*doh!" Keluh Gadis dalam hatinya dengan senyum yang ia paksakan.
"Huuuufffftttt, astaga. Aku lupa, aku sendiri yang pilihkan untukmu, Honey." Ucap si bos terus dan terus menghembuskan nafasnya dengan sangat-sangat kasar dan menenggelamkan kepalanya diantara belahan kedua benda kenyal gantung milik wanitanya tersebut.
"Aku rasanya tidak mau mengajak dirimu keluar dan orang-orang akan menikmati semua lekuk tubuhmu, Honey. Lebih baik kita bermain disini saja, bagaimana?" Ucap si bos tanpa mau berpindah diantara belahan kedua benda kenyal gantung milik Gadis.
"Jangan, Honey. Ini tempat umum, lebih baik kembali ke tujuan awal kamu. Kemana sebenarnya kamu mengajak aku keluar dan berhenti seperti ini?" Sebisa mungkin Gadis berucap tenang dan lembut, karena ia sungguh-sungguh muak dengan kelakuan laki-laki laknadd yang menenggelamkan kepalanya diantara belahan kedua benda kenyal gantung miliknya itu.
"Emm, aku sebenarnya ingin mengajakmu ke petshop yang ada didalam sana." Ucap si bos dengan salah satu jari telunjuknya menunjuk kearah yang ia ucapkan.
"Hah, aku tidak melihat ada plang petunjuk. Juga aku tidak merasa, aku fikir kita akan ke cafe." Ucap Gadis yang langsung memperhatikan sekitarnya dan benar saja, diatas sana ada terpampang plang nama petshop tersebut, jangan salahkan Gadis jika ia berfikiran akan ke cafe, karena petshop yang si bos tuju itu tidak seperti petshop pada umumnya, bahkan melebihi cafe-cafe yang ada di luaran sana.
"Sebentar saja, sebentar aku ingin memeluk dan kau diam di pangkuan diriku seperti ini beberapa menit saja, oke!" Ucap si bos masih dengan menenggelamkan kepalanya diantara belahan kedua benda kenyal gantung milik Gadis.
"Emm, Honey." Panggil Gadis dengan sebisa mungkin menggunakan kata 'Honey' atas permintaan si bos.
"Iya, ada apa, Honey?" Jawab si bos masih tetap di posisi kepalanya masih tenggelam diantara kedua benda kenyal gantung milik wanitanya tersebut.
"Emm, aku ingin bertanya sesuatu. Tetapi, tetapi jika kau tidak mau menjawabnya tidak apa," Ucap Gadis memberanikan dirinya untuk bertanya hal yang sudah pernah ia tanyakan dan ia masih belum cukup puas dengan jawaban laki-laki laknadd itu.
"Tanyalah, aku akan jawab sebisa ku." Masih dan masih terus ia menenggelamkan kepalanya di tempat ternyaman menurut versi si bos.
__ADS_1
"Emmm, kenapa wajahmu seperti ini. Aku takut sebenarnya. Banyaknya coretan-coretan yang tidak jelas di kulit putih bersihmu itu, coba saja wajahmu tidak banyak coretan-coretan yang seperti ini, pasti dirimu tampan." Akhirnya kata-kata yang sudah lama ingin Gadis tanyakan kembali keluar juga.
"Aku suka, ada apa? Apa kamu tidak suka aku dengan wajahku yang seperti seorang pria berandalan dengan wajah yang dipenuhi tato seperti ini, hemm?" Tanya si bos, kini ia mengangkat kepalanya dan menatap wanitanya yang tengah gugup itu.
"Ti-tidak, hanya saja sayang saja jika wajahmu yang kalau aku lihat putih bersih harus jelek dengan coretan-coretan tidak pada tempatnya ini, Honey." Ucap Gadis sembari salah satu tangannya mengelus-elus wajah si bos yang dipenuhi oleh tato hampir di seluruh wajahnya tersebut.
"Nanti akan aku hapus, jika itu kemauan darimu, Honey. Semua akan aku lakukan untukmu seorang, Cuuup," Ucap si bos sembari mengecup bibir Gadis itu dalam-dalam hingga lidah mereka saling melilit, yang awalnya Gadis tidak merespon, lama kelamaan ia pun ikut menikmati juga merespon dengan baik dengan melilit kembali lidah si bos.
Akhirnya suara-suara aneh bin ajaib itu terdengar seantero mobil si bos, jangan lupakan juga salah satu tangan si bos yang sudah bergerilya kemana-mana, hingga Gadis yang merasakan pasokan oksigen dalam tubuhnya berkurang, ia pun memukul-mukul dada atletis milik laki-laki laknadd itu menurutnya.
"Haaaah haaaah, kau mau buat aku mati kehabisan nafas, hah?" Keluh Gadis dengan wajah merah padamnya.
"Bukan begitu, tapi kau menikmatinya juga, Honey" Ucap si bos sembari membersihkan sisa saliva yang ada di bibir Gadis dengan jari telunjuknya tersebut.
"Ayo kita keluar, aku ingin melihat makhluk-makhluk yang imut-imut didalam sana. Ayo!!!!" Ucap Gadis merengek layaknya seorang anak kecil yang menginginkan sebuah permen pada ibunya.
"Oke, oke. Tapi perbaiki dulu tampilan dirimu yang sudah acak-acakan seperti ini, hemm!!!!"
"Salahmu ini, ini semua salahmu." Ucap Gadis mengerucut bibirnya tersebut.
"Iya, iya. Maafkan aku," Setelahnya si bos merapikan semua tampilan Gadis dari rambut, lipstik yang sudah hombre ia buat serta baju yang sudah terlihat kusut dimana-mana juga tak ketinggalan rok yang sudah terpampang segitiga milik Gadis pun terlihat.
"Kamu basah, Honey." Ucap si bos ambigu...
...~...
__ADS_1
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...