
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Terus dan terus melancarkan aksinya, yaitu menghis**p kedua benda kenyal gantung milik Gadis yang menyembul saat selimut yang ia kenakan melorot. Alhasil si bos yang melihat itu tak akan menyia-nyiakan kesempatan.
Langsung saja ia mendekatkan tubuhnya dan sedikit menunduk, dan aksi menghis**p itu terus saja ia lancarkan.
Lama kelamaan his**p**n itu menjadi kasar dan menuntut, hingga membuat Gadis terusik.
Karena Gadis merasakan sakit di bagian benda gantung miliknya.
"Ummmmmmggh," Leguh Gadis dan sedikit demi sedikit kedua matanya membuka dan melotot mendapati si bos yang tengah asik meny**s**i layaknya bayi.
Ingin rasanya ia berteriak, tetapi tidak Gadis lakukan.
Karena itu sama saja, laki-laki laknadd itu tidak akan berhenti ataupun melepaskannya.
Malah ia akan mendapati ancaman-ancaman yang keluar dari mulutnya.
"Eunghhhh....Pagi," Sapanya dengan senyum yang ia paksakan.
Si bos diam tak menjawab karena ia masih asik menghisa***p benda gantung ia, layaknya bayi yang sudah haus untuk meminum susu langsung dari pabriknya.
"Sayang," Sekali lagi Gadis memanggil si bos supaya atensinya beralih ke arah dirinya.
Tetapi, hasilnya sama saja. Si bos tetap meny**s** dan intensitasnya lebih cepat dan bertambah kasar.
__ADS_1
"Hiiishhhh," Gadis meringis karena si bos menghisa***p dengan kasar dan menarik pu**t**ng Gadis dengan kasar dan akhirnya terlepas juga.
"Aaaakhs," Leguh si bos saat sudah selesai dengan aksi mengh***s***p dan meny**d***t tersebut layaknya anak bayi.
"Pagi, Honey. Kau sangat enak, aku menjadi tidak rela meninggalkan dirimu disini. Aku ingin menghabiskan waktu kita berdua hanya berbaring dan kau mend***s***h juga memanggil-manggil namaku saat kau mencapai puncak kenikmatan. Ah, aku rasanya ingin sekali membatalkan semua pertemuan hari ini. Hanya untuk berlama-lama dengan wanitaku ini," Ucapnya dengan tangannya masih bergerilya di kedua benda gantung milik Gadis.
Gadis pun terbawa suasana, tubuh bawahnya pasti sudah basah akibat ulah tangan si bos yang seenaknya bergerilya dimana-mana.
"Aaaaaaassssh," Leguh Gadis dengan kedua matanya terpejam.
"CK, kau ini membuat si lontong berkedut saja dengan ekspresi bin**l mu itu,"
Cuuuup
Si bos mencium bibir Gadis dengan sangat panas dan juga menuntut.
Ia cecap habis bibir mungil itu dengan menghis**p, mel**m**at dan sedikit ia gigit dengan begitu mulut Gadis terbuka. Tak menyia-nyiakan kesempatan, lidah si bos pun menerobos masuk kedalam mulut Gadis.
Hingga akhirnya Gadis memukul-mukul dada si bos, yang mana ia sudah kehabisan nafas.
"Haaah haaaah haaaah," Nafas Gadis tersengal-sengal.
"Kau sangat nikmat, Honey. Bibir ini tak bosan-bosannya aku cecap," Ucapnya sembari menjilat sisa saliva di bibir Gadis, "Bibir ini hanya boleh untuk ku nikmati dan hanya bibir ini milikku tanpa ada yang lain," Ucapnya mengklaim kepemilikan pada bibir Gadis yang saat ini basah juga bengkak akibat cium**n panas mereka.
"Honey, di rumah jangan berbuat ulah. Kau harus selalu berada di samping Bibi Nam. Jika kau berani-berani berbuat masalah, akan ku pastikan ketiga, ah bukan! Keempat manusia tidak berguna itu ku habisi tanpa tersisa. Kau mengerti!!!" Ancamnya dengan tangan masih bergerilya kemana-mana.
"I...iya, Sayang."
__ADS_1
Gadis pun mau tak mau menjawab kata 'iya', iya tidak mau sampai keempat orang yang tidak bersalah menanggung semua akibat dari ia membangkang laki-laki laknadd yang ada di hadapannya tersebut.
"Empat? Siapa keempat itu?" Gumam Gadis dalam hatinya.
Sebenarnya ia masih bingung yang dimaksud laki-laki laknadd itu, tetapi ia mengiyakan saja.
Seakan paham dengan keterdiaman Gadis, si bos pun mengeluarkan suaranya kembali.
"Sahabat mu Shaybila, kakek tua yang bernama Mail juga istrinya nenek Memey serta si Mamih Veliz murahan itu. Kau paham!!!!" Hardiknya kembali dengan memelintir ujung pu**t***ng milik Gadis.
Dan Gadis pun meringis kesakitan akan pelintiran diarea ujung pu**t***ng nya tersebut.
"Hiii**ssshh, iya, iya, aku paham, Sayang."
"Good, aku berangkat dulu. Kamu lanjutkan saja tidurmu, aku tau pasti kau masih sangat lelah akan percintaan kita semalam. Yang mana kau sangat enerjik juga sangat aktif, aku suka itu."
Cuuuup
Sekali lagi ia cium bibir Gadis, tetapi hanya sekilas saja.
"Ya sudah, berbaringlah. Tutup lagi kedua matamu." Perintah si bos sembari mengelus-elus rambut Gadis dan menarik kembali selimut hingga batas leher wanitanya.
Seakan seperti mantra, Gadis pun menutup kedua matanya dan hembusan nafas juga dengkuran halus terdengar di telinga si bos.
Setelahnya, si bos memberikan kecupan di kening Gadis tanda perpisahan mereka, lalu ia bergegas beranjak dari kamarnya menuju ruang kerja guna mengambil tasnya dan tak lupa ia menuju ruang makan untuk menikmati sarapan pagi sebelum ia berangkat ke kantor.
...~...
__ADS_1
...Maaf kalau chapter ini membosankan, dan muter-muter. Yang tidak suka harap di skip saja😉😉...
...T4, HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...