
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Gadis membuka mata dengan suasana hati yang sudah lebih baik dari hari kemarin.
Ia masih ingat dengan kejadian semalam, yang mana ia tertidur saat melamunkan banyak hal.
Di sampingnya ada si Bos yang tengah tertidur dengan sangat lelap dengan kondisi tubuh bagian atasnya telanjang dengan bawahan celana pendek.
Ia pun menyampirkan selimut kemudian ia mendudukan dirinya sembari bersandar di kepala ranjang.
Ia pun merasa haus, Gadis pun menjelajah seisi ruangan dan benar, tepat diujung ruangan ada sebuah kulkas kecil.
Ia pun beranjak dari tidurnya dengan pelan-pelan supaya si Bos tidak terganggu oleh gerakannya. Berjalan hingga tepat di depan kulkas, di bukannya kulkas tersebut kemudian diambilnya minuman itu tepat berada disisi dalam kulkas.
Setelah ia mendapatkan botol air mineral tersebut dibawanya menuju balkon yang ada di kamar tersebut.
Di lihatnya pemandangan yang masih gelap, tanpa ada cahaya matahari yang menembus bumi saat ini.
Ia menenggak air botol mineral itu dalam beberapa tegukan besar untuk membasahi tenggorokannya yang kering saat ini.
Ia masih bersyukur saat ini, karena masih bisa bernafas dan hidup layak, walau ia harus terkurung dalam genggaman laki-laki yang sebelumnya belum ia ketahui latar belakangnya.
Gadis hendak meletakkan botol airnya yang telah tandas, sebuah gerakan terdengar berasal dari arah tempat tidur.
"Kau sudah bangun?"
Sebuah suara parau khas laki-laki yang terpaksa bangun karena tidak mendapati wanitanya tidak berada di sampingnya. Hal itu membuat Gadis terperanjat dipenuhi keterkejutan.
Gadis pun menolehkan kepalanya mendapati si Bos sudah terbangun, walau mata laki-laki itu masih tampak berkabut, seolah-oleh dia belum bangun benar sepenuhnya.
"A...aku sedang minum." Gadis menelan ludah sebelum menjawab, memutuskan untuk tidak menceritakan semua yang tengah ia fikirkan.
"Oh," Si Bos seolah lambat mencerna jawaban Gadis karena memberikan jeda sesaat sebelum kemudian ia bertanya kembali. "Sudah? Minumnya?"
__ADS_1
Gadis pun mengangguk lalu menjawab dengan cepat, "Sudah,"
Si Bos tanpa diduga menepuk-nepuk sisi ranjang, untuk Gadis kembali tidur disampingnya.
"Kalau begitu, kemarilah! Hari masih begitu pagi juga langit masih gelap, lebih tepatnya sekarang baru jam 04.00. Kita bisa tidur sedikit lama sebelum aku berangkat kerja dan kau bisa leluasa berkeliling kembali juga melakukan banyak hal bersama Bibi Nam atau dengan Kakek Beno bahkan kau juga bisa memakai dapur untuk kau membuat suatu masakan," Tawarnya dengan lembut, tetapi tentu saja tersirat dengan jelas nada menuntut yang tak menerima kata 'penolakan' dalam suaranya.
Sebenarnya Gadis ingin menolak ucapan si Bos untuk kembali ke tempat tidur bersamanya. Karena ia tahu kalau si Bos akan meminta ia bersenang-senang bersamanya walau ia benar-benar sulit untuk menolak.
Akhirnya si Bos mengeluarkan suaranya lagi karena Gadis terlalu banyak berfikir.
"Kemarilah! Aku hanya akan memelukmu dan kita tidur kembali. Kau lihat! Semalam aku tidak berbuat apa-apa pada tubuhmu, bukan!"
Tanpa sadar Gadis mengangguk kepalanya.
"Sinilah!" Ucap si Bos kembali dengan salah satu tangannya seakan-akan melambai-lambai kearah Gadis.
"Dia saja saja tak sadar kalau semalam si lontong masuk ke Goa miliknya dan pagi-pagi sekali, yah..sekitar pukul 03.00 aku sudah mengganti bajunya dengan kemeja ku yang sudah kecil dan parahnya ia tak menyadari semua itu, syukurlah." Gumamnya dalam hati.
Gadis pun menyeret kakinya menuju tempat tidur, hingga tinggal beberapa langkah ia mendekati tempat tidur sudah terlebih dahulu tangannya ditarik paksa oleh si Bos dan Gadis terjatuh tepat diatas tubuh si Bos.
Gadis pun melihat bahwa si Bos benar-benar memegang janjinya untuk tidak melakukan hal-hal yang menyenangkan.
Terbukti, karena dirasakannya dada si Bos sudah bergerak naik turun dengan tenang, pertanda bahwa ia lelap telah melingkupinya lagi.
Sementara Gadis, masih tetap berbaring di pelukan si Bos sampai beberapa menit, ia pun ikut terlelap dalam kehangatan tubuh si Bos.
...~...
Saat ini waktu sudah berputar hingga tak terasa sudah menunjukkan pukul 06.00 waktu setempat.
Si Bos pun bangun dan matanya terbuka pertama kali yang ia lihat Gadis yang masih terlelap dalam pelukannya.
"Cantik." Ucapnya dengan sedikit membelai pipi dan memberikan kecupan singkat di kening Gadis.
Ia pun bangun dan tak lupa ia sampirkan kembali selimut untuk Gadis supaya lebih lelap lagi tidurnya, sedangkan ia bergegas bangun untuk segera mandi karena waktu terus saja berputar, ia harus segera ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang harus ia kerjakan.
__ADS_1
Tak butuh lama ia sudah selesai mandi dengan handuk yang masih terlilit hingga batas pinggangnya.
Berjalan menuju walk in closet, ia pun memilih kemeja, jas serta dasi untuk ia kenakan untuk hari ini. Jangan lupakan jam tangan serta sepatu pantofel pria yang sangat mengkilat.
Jangan tanya si Bos pakai dalaman kaos apa tidak, jawabnya iya.
Kini ia sudah berpakaian lengkap khas eksekutif muda nan tampan.
Hingga sapuan terakhir dengan memakai gel pada rambut juga menyemprotkan parfum disekitar tubuhnya.
Ia pun berjalan keluar menuju ranjang, dan masih mendapati Gadis masih tertidur dengan sangat pulas.
"Masih tidur rupanya dia" Ucapnya sembari mengelus pipi Gadis, sangat terasa kulit Gadis sangat halus dan lembut.
"Sepertinya...sudahlah, lebih baik aku segera beranjak dari sini, sebelum berubah fikiran. Aku akan memberitahu pada Bibi Nam dan yang lainnya untuk menjaga dia dan menuruti semua kemauannya tanpa harus menuruti dia keluar dari gerbang rumah ini." Ucapnya sendiri sembari mengecup kening, pipi dan terakhir mencium bibir Gadis dengan sedikit lum***an.
Walau ia masih tidak tega meninggalkan Gadis kembali, tapi ia sudah diberikan kewajiban oleh sang Papi untuk mengembangkan perusahaannya, mau tak mau ia harus segera ke perusahaan, jangan sampai perusahaan itu bangkrut karena ia tidak becus mengelolanya.
Baru beberapa langkah ia pun menolehkan wajahnya kearah Gadis, kembali ia menghampiri Gadis, berakhir lah ia mencium bibir Gadis kembali dengan sangat tak sabaran.
"Rupanya aku sudah terhipnotis dengan semua yang ada pada dirimu, honey. Aku sampai tidka bisa berjauhan lebih jauh dan lama darimu, God aku harus apa. Tapi ini sudah kewajiban ku dari Papi harus mengelola perusahaan lebih baik lagi tanpa harus kehilangan beberapa saham pun. Maafkan aku Gadis, aku harus segera berangkat ke kantor, tapi sebelumnya aku harus memberikan beberapa perintah pada Bibi Nam juga yang lainnya. Supaya kau aman dan nyaman saat aku tak ada disisi mu. Cuup." Diakhiri dengan ciuman di kening Gadis.
Akhirnya si Bos pun benar-benar beranjak dari kamar dan melakukan sarapan pagi dengan sedikit memberikan brifeing kepada beberapa pekerja di mansion tersebut.
...~...
Apakah lolos review atau tidak, maaf T4 baru up karena semalam capek sekali dan ini aja harus diberi salep di kedua tangan T4 yang terasa mau patah.
Semoga masih ada yang mampir, baca, like, koment novel T4 ini☺️
Kalau ada kata-kata yang salah, tolong kasih tau T4 ya, Supaya segera T4 perbaiki☺️
Terima kasih☺️
HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘
__ADS_1