Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 71


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Hingga beberapa menit sudah Gadis mengocok si lontong dan jangan lupakan, cairan berwarna kuning sudah banyak yang keluar.


Gadis pun mengeluarkan suaranya.


"Sayang, sudah ya! Aku capek mau tidur, perut ku nyeri sekali," Ucapnya dengan wajah yang sudah benar-benar pucat.


"Sedikit lagi aaahku akan mencapai..... aaaaaaaaaaaassssshhhhhhhhhh..." Des***han panjang pun terdengar dari mulut si bos yang menandakan ia sudah mendapatkan pelepasannya.


"Gracias, Honey."


Cuuuuup


Ciuman pun si bos berikan pada bibir Gadis.


"Duduk lah!!!! Aku akan mencari tissue basah sebentar,"


Si bos pun keluar mencari bibi Nam, guna mencari tissue basah.


Setelah mendapatkan tissue basah tersebut, si bos kembali masuk kedalam kamarnya dan segera membersihkan sisa-sisa cairan kenikmatan di tangan wanitanya tersebut.


"Ulurkan tanganmu!!!!"


Gadis pun mengulurkan tangannya yang ia pakai untuk mengocok si lontong, dengan sabar si bos membersihkan cairan kenikmatan itu dengan perlahan-lahan.


Setelah selesai tak lupa ia letakkan tissue basah diatas nakas tak lupa membuang ke tempat sampah tissue basah bekas membersihkan cairan kenikmatan yang sudah tersedia di dalam kamar tersebut.


Ia tatap wanitanya dengan lekat.


"Aku mau kau memuaskan si lontong dengan tangan juga mulut mu yang imut dan manis ini!!!!" Ucap si bos sembari mengelus-elus bibir mungil Gadis yang ranum.


"A...aku tidak mau, aku jijik dan, dan aku mual," Jawabnya dengan sedikit bergetar kerena ketakutan.


"Aku tidak meminta persetujuan darimu, ini perintah. Kau mengerti!!!!


"TIDAK!!!! Gadis berteriak, ia tidak mau memasukan si lontong kedalam mulutnya, ia merasa jijik dengan lontong masuk kedalam mulutnya.


HOEK

__ADS_1


HOEK


HOEK


Tiba-tiba saja Gadis mual dan hendak memuntahkan isinya.


"Cih, kau menyusahkan ku saja!!!!"


Walau ia marah juga kesal, si bos tetap menggendong Gadis menuju kamar mandi untuk membuang muntahannya di wastafel.


Jangan lupakan tubuh polos si bos.


HOEK


HOEK


HOEK


Hanya cairan putih saja yang keluar dari mulut Gadis dan itu terasa sangat pahit.


"Aku tidak kuat lagi," Seketika tubuh Gadis lemas, jika si bos tidak memegang bahu Gadis, sudah dipastikan Gadis akan jatuh ke lantai kamar mandi.


Si bos pun membersihkan sisa-sisa cairan di mulut Gadis dengan tangannya tanpa rasa jijik.


"Apakah selalu seperti ini? Jika kau sedang kedatangan tamu bulanan?" Tanya si bos yang sudah membaringkan Gadis di sebelah kanannya dan ia ikut berbaring diatas ranjang tersebut.


"Iya, tapi...tapi tidak seperti ini. Hanya nyeri dan sakit kepala." Jawab Gadis dengan suara yang pelan. Karena tenaga dia sudah terkuras hebat.


"Huuuufffftttt," Hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan sangat-sangat kasar.


Diambilnya ponsel yang ia letakkan diatas meja nakas, ia mencari nomor yang hendak ia telpon.


"Cih, lama sekali sih!!!! Kemana manusia ini, punya ponsel tapi tidak berguna!!!!" Marahnya karena tidak juga diangkat oleh seseorang di sebrang sana.


Hingga akhirnya di deringan terakhir,


"Kau darimana saja? Kemana panggilanku baru kau angkat, HAH!!!!"


"CK, aku ini sibuk kerja. Pasien ku sedang membutuhkan diriku bukan tugasku mengangkat telpon darimu," Jawab seseorang di sebrang sana.


"Terserah!!!! Aku ingin bertanya kepadamu dokter Brand!"

__ADS_1


"Heem, mau tanya apa? Tumben,"


Ya, yang di telpon oleh si bos adalah Dokter Brand. Dokter keluarga sekaligus sahabatnya.


"Berapa lama seorang wanita selesai dengan datang bulannya?"


"Haaaah," Dokter Brand terkejut dengan pertanyaan si bos, "Ka..kau salah minum obat atau apa?" Dokter Brand sangat terkejut dengan pertanyaan yang dilayangkan oleh si bos sekaligus sahabatnya itu.


"CK, kau ini tuli atau bodoh!!!! Cepat katakan berapa lama waktu seorang wanita datang bulan!!!!" Si bos sudah sangat marah, karena dokter Brand terlalu berbelit-belit menjawab pertanyaannya.


"Sekitar 5 sampai 7 hari, itu pun jika sudah tidak ada lagi darah yang keluar." Jawaban dokter sangat santai, tanpa ia ketahui di seberang sana si bos sudah sangat marah juga kesal mendengar jawaban itu.


"APAH!!!! Kau jangan membual, katakan yang benar, kau mau membunuhku, HAH!!!!"


"CK, kau search saja di google, kau ini pemimpin perusahaan ternama saja bodoh kau pelihara. Jangan-jangan kau menyabotase pesaing bisnis mu hingga kau naik ke puncak menjadi pemimpin perusahaan terkemuka,"


"Si**al***an!!!!"


Si bos kesal dan langsung saja ia memutuskan panggilan sepihak.


Di sebrang sana dokter Brand sudah biasa menerima sikap sahabatnya itu yang mudah tersulut emosi.


"BAN***S****T," Marahnya sembari mulutnya sudah ia masukkan salah satu benda gantung kenyal milik Gadis dengan sangat brutal.


"Aaaaaaaaaaaahhhhhhhh, peeehlan ssaayanhhg..." De***sa**han itu akhirnya keluar juga dari mulut Gadis yang tak kuat menerima perbuatan si laki-laki laknadd itu.


Tak menggubris ucapan Gadis, si bos terus dan terus menghi***s**ap, menggigit dan juga sesekali menarik kuat ujung pent****til milik Gadis.


Hingga sekali lagi Gadis meloloskan des****h**annya tersebut.


"Aaaaaaahhhhhhhhhhh,"


Akhirnya si bos pun melepaskan benda gantung kenyal milik Gadis.


"CK, menyebalkan," Si bos pun menarik Gadis hingga kedua benda gantung kenyal milik Gadis menubruk dada bidang nan atletis milik si bos.


Sekali lagi si bos menghis****p dan menggigit benda gantung kenyal milik Gadis yang belum ia jamah. Tak lupa juga si bos meninggalkan jejak merah kepemilikan di setiap inci tubuh Gadis.


Tanpa ia sadari, wanitanya sudah terlelap karena ia menahan nyeri di perut akibat tamu bulanannya ditambah lagi si bos yang dengan secara tidak berperikemanusiaan mempermainkan kedua benda gantung kenyal miliknya tersebut.


...~...

__ADS_1


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2