Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 116


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Setelah si bos dan Gadis sudah menaiki lantai 3, sepasang mata itu pun ikut pergi dengan senyum yang sulit diartikan.


Hosh Hosh Hosh


Deru nafas disertai langkah kaki yang berlari dari seseorang tersebut, kini ia pun tersenyum menyeringai bak seorang yang misterius itu.


Ia pun tengah berlari kearah dapur, membuat orang melihatnya mengernyitkan dahinya.


"Kamu ngapain sih segala lari di dalam rumah? Itu juga nafas kamu ngos ngosan udah kayak dikerjar dogii aja. Nanti kenak marah sama tuan besar baru tahu rasa kamu, Fit! Lari- lari gak jelas, dasar bocah" Ucap Susi mengomeli salah satu Duo FY itu.


"Hehehe, santai dong, Mbak Sus. Tau gak?" Ucap Fitri.


Mbak Susi hanya mengangkat bahunya saja.


"Aku abis nangkep basah pasangan mecum, Mbak Sus. Duh, aku tuh mana lupa bawa hape biar sekalian aku vidioin biar viral kayak yang lainnya, hehehe." Cengir Fitri pada Susi.


Ya, sepasang mata yang mengintip si bos dan Gadis adalah Fitri.


Ia tidak sengaja lewat, sehabis main dari pos security.


Susi yang awalnya memutar kedua bola matanya yang merasa sangat jengah dengan kelakuan Fitri ini pun berucap.


"Gak jelas," Ucap Susi sembari meninggalkan Fitri seorang diri di dapur.


"Yey, aku dibilang gak jelas. Kalo aja Mbak Susi tau tadi adegan yang hot sepasang kekasih mecum pasti akan ngos-ngosan juga liatnya, hehehe."


Entah Fitri berbicara kepada siapa.


Sedangkan para asisten rumah tangga yang lainnya sibuk mengerjakan tugasnya masing-masing, tetapi Fitri berkeluyuran kemana-mana disaat jam kerja.


"Udah ah, aku mending cari si Yeni aja, buat temen ngegosip. Pasti dia juga gak kalah heboh dari aku. Sekali-kali aku santai aja, lagian aku mau santai dulu, capek tiap hari masak, nyuci, ngepel, kenak omel Bibi Nam, Mbak Ratih dan yang lainnya."


Fitri pun pergi meninggalkan dapur, ia menuju teman duetnya Yeni, yang entah dimana keberadaan teman duetnya itu.


...~...


Lantai 3


Kamar si bos


Sepasang kekasih, ralat sepasang pemuda-pemudi yang berbeda jenis kelamin temen berciuman diatas ranjang dengan tangan sang laki-laki sudah tidak bisa di kondisikan.


Yang tak lain si bos dan Gadis.


"Emmmppph," Desaah Gadis disela-sela ciuman tersebut.

__ADS_1


"Arrrggggh, aku kehabisan nafas." Keluhnya pada si bos.


"Ini masih foreply, Honey."


"Udah, aku capek mau tidur. Nanti ketauan Mom bisa bahaya, lebih baik aku kembali ke kamar tamu, Honey."


"Ditambah Papi kamu yang menyeramkan itu, udah kentara banget gak suka sama aku," Keluh Gadis dalam hatinya, Karena menyadari Papi si bos yang secara terang-terangan tidak menyukainya serta seperti menabuh genderang perang diantara ia dan juga laki-laki paruh baya itu.


"Gak, kamu udah janji pada saat kita di Petshop!" Sarkas si bos yang sudah berhasrat.


"Huuuufffftttt, salah aku yang menjanjikan dia. Terima nasib kamu, Gadis," Keluh Gadis dalam hatinya.


"Honey, aku mau tanya, boleh?"


"Tanya saja, Honey. Aku akan jawab sebisa ku," Ucapnya yang masih sibuk dengan aktivitas yang menyenangkan bagi si bos.


"Ke..kenapa kamu pakai topeng jelek itu segala?" Akhirnya pertanyaan yang sudah sangat meliputi otaknya pun lolos juga.


"Emm, aku akan jawab tapi ada syaratnya," Si bos pun tersenyum menyeringai.


"Ish, kok gitu. Segala ada syaratnya, yaudah kalo gak mau jawab! Awas sana aku mau ke kamar aku di lantai 1, kamu minggir. Malesin," Gadis pun sedikit memberontak untuk terlepas dari kukungan si bos.


"Eiits, tidak akan bisa. Ingat janjimu yang di Petshop, Honey. Aku tidak suka dengan orang yang ingkar janji,"


"Ya sudah, jangan sukai aku yang ingkar janji, sana awas!!" Sekuat tenaga Gadis menyingkirkan tangan juga dada si bos yang mendekat sangat erat di tubuhnya.


"Astaga!!!!" Ucap Gadis karena melihat kelakuan laki-laki laknadd yang ada diatasnya tersebut.


Entah sejak kapan si bos sudah tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya, kini tangannya sudah mulai berkeliaran disekitar tubuh Gadis.


"Aaaaaaaaah..." Teriak Gadis yang melihat si bos sudah berpenampilan polos layaknya bayi baru lahir.


Jangan lupakan si lontong yang sudah berdiri tegak, ingin segera masuk kedalam Goa milik Gadis.


"Pakai baju dan celana, Honey." Ucap Gadis yang pipinya sudah merah merona bak kepiting rebus.


Tanpa di duga si bos juga telah membuang selimut yang dikenakan Gadis entah kemana secara serampangan.


"Arrrggggh," Desaahan keluar dari mulut Gadis, karena si bos sudah memasukan si lontong kedalam Goa miliknya tanpa adanya aba-aba.


"Aaaargggghhhh, kauh nikhmaat, Honey." Desaah si bos sembari memompa si lontong dengan ritme yang sedikit cepat dengan tangan yang terus saja mere**mas salah satu benda kenyal gantung milik wanitanya tersebut.


Peluh keringat pun membasahi tubuh keduanya.


Jangan lupakan decitan ranjang yang saling beradu, akibat pergulatan panas yang dilakukan dua anak manusia yang tengah menuju kenikmatan surgawi tersebut.


Sesekali si bos meraup bibir mungil itu dengan ciuman yang mendesak disertai pompaan si lontong yang naik turun dengan ritme yang sedikit cepat dan sedikit dalam membuat, sekali lagi membuat ranjang itu pun ikut berdecit menimbulkan suara-suara aneh bin ajaib.


Entah sudah berapa lama mereka mendapatkan pelepasannya, ralat. Melainkan Gadis yang terus menerus mendapatkan pelepasannya, tetapi si bos masih saja dengan kegiatan yang menyenangkan itu dan selalu memompanya dengan ritme yang tidak bisa diduga.

__ADS_1


Entah sampai kapan si bos mendapatkan pelepasannya tersebut.


Jangan tanya Gadis.


Ia pun sudah beberapa kali mendapatkan pelepasannya, hingga ia lemas dengan mata yang sedikit tertutup dan juga keringat terus membasahi sekujur tubuhnya.


Sedangkan si bos belum juga mendapatkan pelepasannya juga.


Terus dan terus peluh keringat membasahi kedua tubuh polos yang tengah asik memadu kasih diatas ranjang, ranjang tersebut menjadi saksi bisu percintaan dua sejoli.


"Honey, sudah aku capek." Keluh Gadis disaat pompaan si bos yang lebih cepat dan dalam pun membuat Gadis tidak kuat lagi menahannya.


"Se...sediikiht lagi, aaaargggghhhh." Akhirnya pelepasan pun dirasakan si bos, cairan kuning kenyal cikal bakal juniornya pun tumpah meruah dalam Goa milik Gadis, saking banyaknya.


Cuup


Si bos memberikan ciuman kembali di bibir Gadis.


"Kau selalu nikmat dan membuat diriku menjadi kecanduan, Honey. Kau layaknya obat-obatan terlarang tapi kau lebih terlarang untuk orang lain, hanya diriku yang bisa menjamah juga merasakannya. Cuup," Terus dan terus memberikan ucapan-ucapan manis pada wanitanya.


Tetapi penyatuan itu tidak dilepaskan juga oleh si bos.


"Honey, sudah yah lepasin. Aku gak bisa gerak."


"Tunggu dulu, aku tidak mau calon-calon penerus ku luruh begitu saja, tunggulah sebentar, Honey. Cuuup,"


Gadis hanya pasrah dan matanya lama kelamaan menutup, karena ia selalu tidak kuat jika di gempur habis-habisan oleh laki-laki laknadd dihadapannya tersebut.


Si bos pun menarik Gadis dan memeluknya erat dalam dada atletis miliknya, bercampur dengan peluh yang saling membasahi.


Tak tinggal diam, si bos masih melanjutkan aksi menyusu pada wanitanya, walau sang wanita sudah terlelap akibat sudah tidak kuat mengahadapi gempuran yang diakibatkan oleh si bos.


Terus dan terus menyusu dengan tangannya yang terus bergerilya kemana-mana serta tidak ketinggalan stempel kepemilikan si bos berikan pada kulit putih mulus milik wanitanya tersebut dimana-mana.


"Aaarrrgggghhh, kau nikmat sekali, Honey. Ku tak bosan-bosan untuk menikmati dirimu yang luar biasa menservis diriku dengan sangat enak dan legit. Arrrggggh, rasanya ingin sekali ku gempur kau sampai hari esok, tetapi aku masih memiliki hati nurani. Cuuup."


Terus dan terus mencium bibir wanitanya hingga bengkak dan memerah, tanpa perduli akan kesakitan yang nanti ditimbulkan saat wanitanya terbangun nanti.


Hanya kenikmatan yang ia butuhkan saat ini, untuk menyalurkan hasratnya yang sudah tidak terbendung lagi, walau sang wanita sudah kelelahan.


Hingga lama kelamaan si bos pun ikut memejamkan kedua matanya dengan mulut yang masih menyusu pada salah satu benda kenyal gantung milik Gadis disertai dengan pelukan yang sangat erat, layaknya tak mau lepas dari wanitanya tersebut.


...~...


...Maaf yah T4 baru update, karena T4 baru sembuh dari sakit Tifus dan DBD juga tidak bisa lama-lama bertatapan dengan layar ponsel🙏...


...Semoga masih ada yang melirik novel T4 yang jarang update ini🙏...


...Jangan lupa kalau bisa baca tinggalkan like, koment yang positif yah😊...

__ADS_1


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2