
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Bibi Nam pun masuk kedalam ruang keluarga dengan masih mendorong troli makanan yang ada dihadapannya tersebut serta dengan hati-hati, tiba-tiba saja kedua matanya dipaksa melotot.
Melihat Nyonya mudanya yang tengah tertidur dengan keadaan pulas diatas sofa dengan bantal-bantal ia susun dibeberapa bagian tubuhnya, ada beberapa bantal yang berada di bawah kakinya dan jangan lupakan ada satu rangkaian bunga indah diatas meja.
"Astaga, nyonya pasti sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi, sampai-sampai harus tidur di sofa dengan posisi seperti ini. Tapi ini gak bisa dibiarin karena nanti tubuh nyonya bisa sakit semua jika lama tertidur di sofa." Ucap Bibi Nam yang masih dengan keadaan mendorong troli makanan, ia pun segera menghampirinya nyonya mudanya itu.
"Harus dibangunkan, nanti bisa-bisa tubuh nyonya sakit semua." Ucapnya lagi.
Menempatkan troli makanan di sebrang meja dan ia pun menghampiri Gadis sang nyonya muda dengan memanggil dengan suara pelan dan dengan sedikit elusan lembut pada lengan Gadis.
Karena ia tidak ingin membuat nyonya mudanya itu terkejut saat dibangunkan dengan suara yang keras dan itu tidak akan Bibi Nam biarkan.
"Nyonya...nyonya..." Panggil Bibi Nam dengan suara lembut disertai elusan lembut di tangan sang nyonya muda.
"Eugh.." Leguhan itu terdengar dari mulut mungil Gadis, namun sang empunya suara belum mau membuka kedua matanya tersebut.
Perlahan-lahan ia pun memaksa membuka matanya dan kesadarannya pun masih belum sepenuhnya pulih.
Ia pun bangun dan bersandar di sofa dengan sedikit mengucek matanya karena terasa perih.
"Jangan di kucek, nyonya. Nanti merah." Ucap Bibi Nam dengan memegang tangan Gadis.
"Emm.. Maaf Bibi, aku ngantuk banget, hoaaam. Ditambah ruangan ini sejuk jadi Gadis cepet dengan tidurnya." Ucapnya sedikit menguap.
"Harusnya Bibi yang minta maaf udah buat nyonya tertidur di sofa ini, nanti yang ada badan nyonya pada sakit semua."
"Gak apa-apa kok, ini juga gak terlalu lama Gadis tidurnya. Oiya, tadi katanya Bibi mau buatin Gadis camilan sama minuman yang spesial, mana? apa belum selesai, Bibi?" Tanyanya dengan sudah dengan kesadaran penuh.
Gadis celingak-celinguk melihat camilan yang Bibi Nam bawa menggunakan troli.
"Sebentar saya dekatkan dulu troli nya, lalu saya tata rapi di meja dan nyonya supaya enak menikmatinya."
Gadis menganggukkan kepalanya dengan semangat, dia sudah tidak sabar mencicip camilan dan minuman yang dibuat oleh Bibi Nam yang ia bilang 'spesial' itu.
Bibi Nam pun menata camilan dan minuman itu di meja yang berhadapan langsung dengan sofa yang di duduki oleh Gadis.
__ADS_1
"Wah, kelihatannya enak ini, Bibi." Ucap Gadis dengan wajahnya yang berbinar dan dapat dilihat ia sesekali menelan salivanya karena tergiur oleh wangi yang menguar dari camilan berserta minuman dan juga tidak ketinggalan tampilannya yang lumayan unik.
"Ini camilannya namanya apa, Bibi?" Tanya Gadis.
"Ini namanya Baklava, nyonya."
"Apa? Kok aneh sekali namanya, Bibi?" Tanya lagi Gadis sedikit bingung dengan nama camilan yang ada di hadapannya.
"Baklava adalah camilan yang berasal dari negara Turki dan daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh Kerajaan Ottoman seperti Eropa Tenggara, Asia Barat, Afrika Utara, dan Tanduk Afrika.
Baklava juga telah ada sejak lama di mana hal tersebut diketahui dalam buku resep dari abad ke-14 yang ditemukan di Tiongkok dalam buku tersebut baklava disebut dengan gullach. Camilan sederhana ini terbuat dari dua bahan utama, yakni roti dan kacang sebagai isiannya. Kacang yang dipakai adalah kacang walnut atau pistache yang ditumbuk dan disiram gula atau madu untuk pemanis yang kemudian dibungkus dengan roti tipis.
Baklava juga dapat dinikmati untuk teman di perjalanan, saat belajar, mendengarkan musik, atau menikmati sunset di sore hari seperti saat ini, nyonya. Mohon maaf jika penjelasan Bibi kurang pas tapi nyonya bisa tanyakan langsung pada Tuan muda saat beliau sampai di rumah." Bibi Nam menjelaskan mengenai camilan itu yang ia tahu, walau tidak sepenuhnya itu benar maupun salah.
"Kenapa harus tanya dia, Ck."
Bibi Nam tidak menanggapi gerutuan Gadis, karena ia tidak akan melewati batas dan hanya Tuan mudanya saja yang menjelaskan dan lebih tepat.
"Dan kalau minuman ini? Apa namanya juga jelaskan sedikit-sedikit yang Bibi tau!?"
"Apalagi itu? Kenapa namanya aneh-aneh semua di telinga Gadis?" Keluhnya lagi.
"Baik akan sedikit Bibi jelaskan kepada nyonya yang Bibi, tau.
Ayran ini adalah minuman yang berasal dari negara Turki.
Ayran adalah minuman yang terbuat dari yoghurt, air, dan sedikit garam. Mungkin sedikit terdengar aneh bagi orang yang belum pernah meminumnya, tetapi orang Turki sangat menyukai minuman ini. Tampilan minuman ini sangat khas dengan permukaan busa tebalnya.
Ayran juga sudah tersedia dalam kemasan botol atau kotak. Namun, sebelum menikmatinya maka kita perlu mengocoknya terlebih dahulu agar tercipta busa. Ayran sangat cocok disajikan dalam keadaan dingin di siang hari atau saat cuaca panas seperti ini, Nyonya. Minuman ini dinobatkan menjadi minuman nasional Turki oleh Presiden Erdogan pada 2013 lalu. Seperti itu, Nyonya."
"Oke-oke, aku sedikit paham, tapi banyaknya aku gak paham, Bibi. Hehe."
"Nanti juga akan terbiasa, Nyonya. Ayo di icip-icip camilan juga minumannya, Nyonya."
"Baik, kenapa Bibi hanya buat segelas saja, kenapa Bibi gak minum juga?"
"Nanti saja, Bibi sudah minum air hangat tadi sebelumnya."
__ADS_1
Gadis hanya menganggukkan kepalanya saja sembari mengambil camilan tersebut dan memakannya.
Wajahnya berbinar dan tersenyum saat merasakan rasa yang berasal dari camilan tersebut.
"Inih, enyaak, Bibi." Ucapnya masih dalam keadaan mengunyah camilan tersebut.
"Makan dulu, Nyonya. Nanti saja berkomentarnya, takut nyonya tersedak."
Gadis pun mengiyakan perkataan Bibi Nam, lalu ia mengambil minuman dan meminumnya.
Awalnya memang dirasa sedikit aneh, tapi lama-kelamaan ternyata enak juga.
"Enak dan buat Gadis ketagihan, Bibi. Apalagi ini ada berbau kacang, Gadis suka banget sama kacang."
"Kalau enak dan buat ketagihan, habiskan saja, Nyonya. Kalau nyonya mau lagi akan Bibi dan yang lainnya buatkan."
"Tapi aku mau ikut bantu buat."
"Baik, tapi harus sudah dalam keadaan nyonya sehat-sehat, yah."
"Siap, Bibi." Ucapnya semangat.
Gadis pun kembali memakan camilan tersebut hingga habis serta tak ketinggalan minumannya juga habis ia minum.
"Bibi, aku tinggal ke kamar dulu mau mandi, badan rasanya lengket semua, dan terima kasih untuk camilan dan minumannya, enak sekali, Gadis suka."
"Iya, Nyonya. Butuh bantuan, Nyonya?"
"Tidak-tidak, aku bisa sendiri. Kalau begitu Gadis ke kamar dulu, Bibi."
"Iya, Nyonya."
Gadis pun menuju kamar untuk mandi, sedangkan Bibi Nam membereskan semua piring dan juga gelas tersebut dan membawanya ke dapur untuk dicuci.
...~...
Maaf ya kalau penjelasan mengenai camilan dan minumannya kurang berkenan😉
Yuk mampir, kalau bisa baca dan tinggalkan jejak😉
hepinizi seviyorum😘😘
__ADS_1