Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 63


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


Setelah sambungan telepon diputuskan sepihak, si bos pun melanjutkan kembali pekerjaannya.


Bersamaan itu asisten Roy masuk ke ruangannya.


"Bos," Panggil asisten Roy.


"Apalagi?" Ucapnya tambah menolehkan wajahnya.


"Aku sudah menghubungi Key, dan..."


"Kau telat, baru saja aku selesai ditelpon dia." Jawabnya dengan menolehkan wajahnya kepada asisten Roy sembari meletakkan penanya juga berkas tersebut.


"Oh," Asisten Roy hanya bisa ber oh ria saja.


"Tapi aku bingung, Roy?"


"Bingung kenapa, Bos?" Sembari mendudukkan bokongnya dikursi tepat dihadapan bosnya.


"Key bilang padaku kalau kemarin ponselnya sedang ia charge, lalu tanpa sengaja ia menarik kabel charger yang menyebabkan ponselnya terjatuh dan hancur tak tersisa. Apakah, menurut dirimu dia berkata jujur atau sedang menutupi sesuatu?" Tanya si bos dengan kedua tangannya ia lipat tepat didepan dadanya.


"Menurut ku, bisa saja sih, Bos. Mungkin saat itu Key sedang sembrono atau dia sedang terburu-buru mengikuti tuan besar dan juga nyonya besar,"


"Tapi, setahu ku, Key itu orang yang teliti dan tidak akan seceroboh itu, hingga ponselnya hancur. Hatiku berkata dia menyembunyikan sesuatu dibelakang diriku. Semoga saja firasatku salah, dan Key tidak mengkhianati diriku."


"Bisa saja jika Key saat itu tengah didera kecerobohan, semoga saja, Bos. Jika dia berkhianat mungkin ada alasannya. Jadi, bos bisa bertanya langsung kalau si Key sudah pulang. Dengan syarat, bos harus sabar dan jangan main hakim sendiri,"


"CK, setan apa yang merasuki dirimu, asisten Roy? Seolah-olah kau bijak sekali hari ini?"


"Hahaha, bos bisa saja. Sudah waktunya pulang, Bos!" Segera asisten Roy mengalihkan pembicaraannya.


"Ah, kau benar. Aku sudah tak sabar untuk melihat cara wanitaku memberikan servis yang memuaskan diriku,"


"Astaga, si bos ini. Selalu berbicara vulgar." Keluh asisten Roy dalam hatinya.


Si bos pun segera membereskan mejanya, dibantu oleh asisten Roy.


Dengan sigap asisten Roy membawa tas kerja milik bosnya tersebut.

__ADS_1


Ia bukakan pintu ruangan tersebut, si bos keluar lebih dahulu dan diikuti asisten Roy dibelakangnya.


...~...


Selama diperjalanan si bos tersenyum penuh arti, entah apa yang ia fikirkan.


Sedangkan asisten Roy melihat dari kaca spion pun hanya menggelengkan kepalanya saja.


"Pasti si bos sedang memikirkan hal-hal yang vulgar saat ia dan nyonya muda akan melakukan kegiatan senang-senangnya itu, hufffft. Kapan aku bisa seberani bos yang mengambil tindakan seperti itu. Tanpa harus melukai wanitaku kelak."


Masih banyak gumaman asisten Roy dalam hatinya untuk bisa mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya, membuat hari-harinya tak lepas dari bayang-bayangan wanitanya tersebut.


Si bos terus saja tersenyum dan sesekali tertawa kecil, hingga menular kepada asisten Roy.


Walau keadaan jalan raya sangat macet, karena bertepatan dengan semua orang yang pulang kerja.


Si bos tidak marah ataupun mencaci maki keadaan.


Sungguh Gadis membawa perubahan pada sikap si bos.


...~...


Kini waktu terus berputar, membutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk sampai di mansion.


Asisten Roy sudah mematikan mesin mobil dan hendak membuka pintu untuk sang bos tetapi, terhenti karena kode tangan dari bosnya.


Mengatakan tidak usah, ia ingin mengangkat panggilan tersebut.


Alhasil, asisten Roy lebih dahulu masuk ke pintu utama mansion dengan menjinjing tas kerja bosnya.


Percakapan selama bertelepon


"Halo, Mami. Bagaimana kabar mami juga papi. Sungguh tega sekali mami tidak mengabari putra semata wayangnya. Selalu aku tersisihkan jika mami sudah bersama papi. Sekalian saja tidak usah pulang, tidak menganggap putramu ini ada!" Si bos terus dan terus memberondong semua pertanyaan kepada sang mami.


Ya, yang menelpon itu ialah Mami si Bos yang tengah berlibur keliling dunia bersama papi si bos.


"God, kau ini cerewet sekali. Belum apa-apa, mami diberondong berbagai ucapan mu yang tak ada hentinya. Maafkan, Mami. Mami bukannya tidak mau mengabari dirimu, mami ingat jika waktu kita disini dan dirimu berbeda, Son. Kau jangan merajuk, yah yah yah. Mami akan segera meminta papi mu segera membeli tiket kepulangan kita, mami sudah kangen sekali dengan putra mami yang tampan ini."


Ucap mami si bos dengan penuh kasih sayang.


"Iya, iya, iya. Segera hubungi aku, atau kirim pesan saja jika mami takut dengan perbedaan waktu. Supaya aku bisa menjemput mami juga papi ke bandara." Elaknya.

__ADS_1


Sebenarnya itu hanya siasat untuk ia bisa segera menyembunyikan wanitanya, ia tidak mau kedua orang tuanya mendapati seorang wanita yang tidak mereka kenal berada di mansion mereka.


"Baiklah. Son, kau sehat kan!"


"Iya, aku sehat mami. Dan bertambah tampan berkali-kali lipat, semenjak mami meninggalkan aku sangat lama," Godanya.


Tetapi ucapnya berhasil membuat sang mami merasa bersalah.


"Son, maafkan Mami." Bisa terdengar suara maminya sedikit bersedih, "Maaf, itu semua karena laki-laki tua bangka itu yang selalu menghalangi mami untuk menghubungi dirimu," Ucapan sang mami benar adanya, karena jika ia ingin menghubungi putra semata wayangnya, selalu saja suaminya itu menghalangi dengan berbagai alasan yang membuat ia ragu untuk menelpon putranya tersebut.


"Aku paham, Mi. Tidak perlu merasa bersalah, aku hanya menggoda mami saja,"


"Dasar laki-laki tua itu sepertinya sudah tahu apa yang aku sembunyikan, jadi dia menghalangi mami menghubungi ku. Baik, aku akan mengikuti permainan ini," Keluhnya dalam hati, mendapati jika sang papi sudah mengetahui semuanya.


"Son, kau jangan lupa makan. Kurangi pergi-pergi ke tempat hiburan malam. Jangan kau rusak tubuhmu dengan minuman yang bisa merusak tubuh juga dirimu. Mami akan sangat marah jika kau masih saja menginjakkan kakimu di tempat laknadd itu,"


"Iya, Mami. Aku sudah beberapa minggu ini sudah tidak ke tempat itu. Mami jangan khawatirkan aku, aku selalu pulang ke rumah sehabis aku pulang dari kantor. Jika mami tidak percaya bisa tanyakan langsung kepada asisten Roy atau Bibi Nam,"


"Mami percaya saya putra tampan mami ini,"


Terdengar dari sebrang sana, sang papi yang berteriak-teriak mencari maminya tersebut.


"CK, mami sudah dicari laki-laki tua itu,"


"Son, laki-laki tua itu suami juga papimu," Ucap mami dengan sedikit kekehannya.


"Ya sudah, segera hampiri papi. Jika tidak, bisa dia acak-acakan rumah yang disana. Mami jaga kesehatan, ingat jangan mau digempur habis-habisan sama laki-laki tua bangka itu. Aku sayang mami." Ucapnya tulus. dan masih mendengarkan ucapan sang mami.


"Iya, Son. Muacccch."


Panggilan pun terputus setelah sang mami mengeluarkan ciuman dari jarak jauh tersebut.


Hati si bos seketika menghangat, karena hanya maminya yang mengerti semua keinginan dan apapun yang ia butuhkan.


Lalu si bos kembali memasukkan ponselnya kedalam kantung jas-nya.


Ia pun berjalan memasuki pintu utama dan mendapati asisten Roy yang masih belum masuk dan asik berbincang-bincang dengan wanitanya.


...~...


...Maaf yah kemarin T4 bawaannya sensitif🙏...

__ADS_1


...Misua juga jadi sasaran T4🤭...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...


__ADS_2