
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Di sela-sela Gadis tengah mengumpatkan berbagai macam kata-kata kasar dalam hatinya untuk si Bos, terdengar suara memanggil dari Bibi Nam.
"Nyonya, nyonya."
"Iya, Bi,"
"Bukan maksud Bibi membuat nyonya memikirkan semua yang dilakukan oleh tuan pada nyonya serta belum tentu tuan melakukan itu saat nyonya tertidur pulas. Bisa saja tuan mengganti baju tidur nyonya dengan kemeja di karenakan nyonya berkeringat malam-malam." Ucap Bibi Nam yang mana dalam perkataannya mengandung dukungan kepada tuan mudanya.
"Aku gak berkeringat, buktinya pendingin ruangan masih menyala. Dan..." Gadis berhenti berucap.
"Biarin deh umbar semua aib ke Bibi Nam, toh aku sudah jelek dimata semua pekerja disini," Keluhnya dalam hati
"Dan, ini..."Ucapnya sembari menunjuk tangannya pada Goa Gadis yang masih tertutup oleh selimut. "Ini, bagian tubuh bawahku, tepatnya Goa milikku terasa lengket, apalagi yang bisa dia lakukan, hanya tau sl**ngk*ng-sl**ngk*ng saja dalam otak tuan muda, Bibi."
Nafas Gadis tersengal-sengal saat menyuarakan isi hatinya.
Ia sudah pasrah dengan kenyataan hidupnya, terkurung di mansion mewah dan selalu dibayangi oleh semua hal ke mesum**n yang ia dapat dari si tuan muda di mansion ini.
Melihat raut wajah Nyonya mudanya yang mulai sendu, Bibi Nam merasa tidak enak hati.
"Maaf, Nyonya. Jika perkataan Bibi Nam membuat nyonya sakit hati, karena saya disini hanya memberikan pendapat saja, bukan membela tuan muda. Maaf, sebelumnya...apakah ada jejak yang ditinggalkan oleh tuan muda di tubuh nyonya?"
Seketika Gadis refleks menolehkan matanya kearah tubuhnya yang masih di berselimut.
"Ah, iya-ya...kenapa aku gak liat aja, apa ada jejak merah yang ditinggalin sama tuh si tuan muda laknadd itu," Gumamnya dalam hati.
"Bibi, bisa bantu Gadis mandi, sekalian Bibi Nam lihat saat aku berendam,"
"Bisa, nyonya. Sebentar Bibi siapkan dahulu air hangat beserta essentials oil." Ucap Bibi sembari meninggalkan Gadis dan menuju kamar mandi guna menyiapkan semua yang dibutuhkan sang nyonya muda.
"Ah, Bibi ini sama seperti tuannya, tanpa menunggu jawaban dariku. Sudahlah, lebih baik aku duduk saja kalau bisa mau tidur lagi, masih ngantuk banget. Tapi, aku mau keliling-keliling lagi, bagian rumah yang paling ujung belum aku singgahi, pasti pemandangannya sangat bagus. Aku juga lihat kemarin pas di paviliun belakang, ada seperti hutan buatan gitu, dan pastinya udaranya lebih sejuk." Ia hanya bisa bermonolog sendiri.
Semoga yang Gadis inginkan tercapai dan tidak menimbulkan bahaya pada dirinya sendiri.
Bibi Nam pun sudah keluar dari kamar mandi dan mempersilahkan nyonya mudanya untuk segera masuk dan berendam didalam bathup yang sudah berisikan air hangat juga sudah diberikan essentials oil berwangikan mawar.
"Apa nyonya bisa membuka baju sendiri?"
"Bisa, Bi." Ucap Gadis saat mereka sudah berada didalam kamar mandi, tanpa malu Gadis membuka kemeja yang ia kenakan tanpa adanya br** ataupun cidi yang melekat di segitiganya.
Gadis pun bersandar di punggung bathup dan merilekskan dirinya, sedangkan Bibi Nam menggosok-gosokkan punggung Gadis tersebut sembari obrolan-obrolan ringan pun tercipta.
__ADS_1
"Bibi," Panggilnya.
"Iya, nyonya." Jawab Bibi Nam yang masih menggosok-gosokkan punggung nyonya mudanya itu dengan sangat pelan.
"Kenapa rasanya enak yah tidak seperti biasanya Gadis berendam?"
"Iya, ini sedikit berbeda. Kalau nyonya dan tuan berendam hanya sabun cair yang tuan tuangkan bukan dengan essentials oil,"
Perkataan Bibi Nam membuat wajah Gadis seketika memerah bak kepiting rebus.
"God, Bibi Nam ini frontal sekali, apa Bibi gak bisa sedikit aja tuh ucapnya diayak dulu, aku malu. Pasti sudah tau jelas Bibi Nam dengan kelakuan tuan mudanya yang mesum itu, ah...." Keluh Gadis dalam hatinya.
"Lalu apa itu essentials oil, Bibi? Karena, ini baru pertama kali sekali Gadis dengar kata essentials itu." Tanya Gadis.
"Essential oil adalah minyak alami yang diekstraksi dari satu jenis tanaman tertentu. Biasanya minyak ini didapatkan dari bagian akar, batang, daun, bunga, ataupun buah-buahan. Meskipun sering digunakan untuk aromaterapi, namun tidak semua minyak atsiri ini berbau harum dan cocok digunakan sebagai aromatherapy.
Dan untuk mendapatkan essensial oil yang murni maka harus dilakukan dengan proses destilasi melalui penyulingan uap air. Selain itu ada juga yang diproses melalui ekstraksi C02 dan juga pengepresan dingin alias tanpa melibatkan pemanasan. Essential oil yang telah diekstraksi ini kemudian dikombinasi dengan bahan-bahan kimia terlarut sehingga memiliki kandungan minyak terkonsentrasi dengan aroma dan karakteristik yang khas seperti tanaman asalnya. Hanya itu yang Bibi tau," Ucap Bibi Nam sedikit panjang.
"Woah, Bibi Nam hebat." Puji Gadis dengan bertepuk tangan tanpa menolehkan wajahnya.
"Nyonya ini bisa saja, itu Bibi juga tau dari internet dan suka baca-baca hal yang membuat Bibi nambah pengetahuan, walau Bibi hanya asisten tangga, kami disini harus tau dan mengikuti perkembangan informasi dan jangan sampai kami semua kena marah sama tuan muda, nyonya."
"Oh. Lalu apa Bibi tau manfaat Bibi menuangkan essentials oil ini dalam air hangat, apa gak bahaya?"
"Iya, Bibi. Mood Gadis sudah gak hancur sudah enak dan rileks,"
"Betul, nyonya. Essentials oil ini juga membuat mood kita meningkat dari yang lagi bete, kesal, marah dan sebagainya menjadi lebih baik lagi,"
"God, Bibi Nam keren. Aku akan banyak belajar dari Bibi,"
"Biasa aja Bibi, Nyonya. Karena Bibi dan yang lainnya juga masih belajar, karena sewaktu-waktu tuan muda akan bertanya berbagai macam. Dan kami semua jadi ketar-ketir dibuatnya."
"Benar, tuan muda Bibi itu sangat menyebalkan dan maunya dituruti semua keinginannya tanpa bisa kita menolak."
Gadis mengeluarkan semua keluh kesahnya pada Bibi Nam, terhadap semua yang dilakukan oleh tuan mudanya pada dirinya.
"Astaga, nyonya. Bagaimana ini, panggilan telepon tuan masih tersambung. Apa Bibi matikan saja, yah. Nyonya sudah mulai ngelantur bicaranya." Gumam Bibi Nam dalam hatinya.
Ya, beberapa menit lalu tuan mudanya menghubungi Bibi Nam untuk mengetahui sedang apa wanitanya saat ini.
Dan Bibi pun berkata yang sejujurnya, jika ia tengah menyiapkan air rendam hangat untuk sang nyonya muda. Hendak mematikan panggilan telepon, tetapi tuan mudanya itu berkata ia ingin mendengar suara wanitanya selama ia berendam.
Tanpa diduga semua ucapan Gadis di dengar si tuan muda, sedangkan ponsel Bibi Nam dimasukkan didalam apron yang saat ini Bibi Nam kenakan.
Gadis tidak tahu menahu jika Bibi Nam menyambungkan panggilan telepon pada si Bos alias Tuan muda mansion ini.
__ADS_1
"Dan Bibi tau kalau dia itu...." Ucapan Gadis terhenti karena sudah dipotong Bibi Nam.
Karena tidak mau tuan mudanya marah pada nyonya mudanya, maka Bibi Nam berinsiatif mengalihkan pembicaraan mereka.
"Nyonya...nyonya.. apakah Bibi boleh tau kehidupan pribadi, nyonya? Kalau tidak mau cerita juga tidak apa," Ucap Bibi Nam mengalihkan pembicaraan yang akan membuat tuan mudanya marah nantinya pada nyonya muda.
Sejenak Gadis berfikir, apakah ia akan menceritakan semua kehidupannya yang kini sebatang kara tanpa sanak saudara, dan akhirnya ia memutuskan untuk bercerita kepada Bibi Nam.
"Gadis anak satu-satunya, Bibi. Ayah dan ibu juga tidak pernah memperkenalkan Gadis pada sanak saudara yang mereka miliki, jadi Gadis hanya punya ayah dan ibu saat itu. Tapi...tapi sekarang Gadis hanya sebatang kara, tidak ada sanak saudara." Ucap Gadis seketika ia terlihat sendu.
"Kita tidak jauh berbeda, nyonya."
"Kenapa, Bi?"
"Karena Bibi juga sama seperti nyonya sebatang kara, Bibi juga seorang janda. Suami dan anak Bibi sudah meninggal 15 tahun lalu. Mereka mengalami kecelakaan saat ingin menjenguk Bibi di kediaman ini. Saat itu suami Bibi mengendong anak laki-laki Bibi yang berusia 5 tahun, suami Bibi tidak melihat adanya pengendara mobil yang ugal-ugalan, lalu terjadilah kecelakaan itu. Anak laki-laki Bibi lepas dari gendongan suami Bibi hingga 2 meter jauhnya sedangkan suami Bibi tersenggol oleh badan mobil dan terbentur di tiang listrik hingga jatuh tanpa tau adanya batu yang sangat runcing dibawahnya hingga tubuh suami Bibi tertancap hingga batu itu menembus punggung suami Bibi, dan meninggal di tempat. hiks hiks hiks..." Cerita Bibi Nam sembari mengeluarkan air matanya.
Seketika Gadis pun membalikkan tubuhnya dan menghadap Bibi Nam yang sudah tertunduk dengan air mata yang sudah berlinangan.
"Bibi sudah jangan dilanjutin lagi, Gadis jadi sedih juga dengar cerita Bibi, hiks hiks hiks."
Gadis dan Bibi Nam pun menangis dengan saling memeluk, saling mencurahkan segala kesedihan yang ada pada diri mereka.
Hingga beberapa 10 menit mereka menumpahkan kesedihannya melalui air mata dan pelukan, akhirnya Gadis menyadari ia tengah memeluk Bibi Nam dalam keadaan telanjang polos. Dan mengakibatkan baju yang Bibi Nam kenakan basah oleh air yang masih menempel di tubuh polosnya itu.
"Ah, Bibi maaf...karena aku baju Bibi basah." Ucap Gadis dan melepaskan pelukannya pada Bibi Nam.
"Tidak apa, Nyonya. Nanti Bibi bisa mengganti baju ini dengan yang kering."
"Hehe, maafin Gadis karena sudah membuat Bibi membuka kembali luka lama di masa lalu, sekali lagi Gadis minta maaf, Bibi."
"Harusnya Bibi yang minta maaf karena sudah menanyakan kehidupan pribadi, nyonya. Dan kita berakhir menangis."
"Haha, ini salah kita berdua Bibi, kita salah mencari topik obrolan dan malah kita jadi menangis bersama," Ucap Gadis
Bibi Nam pun melanjutkan menggosok-gosokkan punggung nyonya mudanya dan Gadis sudah duduk bersandar.
...~...
Maaf baru bisa up😭 Naskah T4 yang sudah ada 3 chapter tiba-tiba hilang, padahal hari ini mau kreji juga kayak kemarin, karena lupa di save😭
Maaf T4 belum bisa kreji lagi🙏 Tapi T4 usahakan bakalan up tiap hari☺️
Makasih buat yang masih mau mampir, baca dan meninggalkan jejak like, koment🤗
HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘
__ADS_1