Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 52


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


BB Group


Kini tepatnya di lantai 15, si bos tengah duduk di kursi kerjanya.


Beberapa jam lalu ia sudah sampai dan segera menuju meja kerja, tapi yang ia lakukan hanya melamun melamun dan melamun.


Kedua tangannya ia jadikan tumpuan dagunya, ia tengah memikirkan semua yang akan terjadi jika kedua orang yang sangat ia rindukan pulang dan mendapati adanya seorang wanita di mansion serta di perparah tinggal satu kamar dengannya.


"SHI*****T," Hanya bisa terus menerus mengumpatkan kata-kata kasar yang bisa ia lakukan.


Ingin sekali ia mengalihkan semuanya dengan mengerjakan yang ada di depan matanya, yakni berkas-berkas dokumen. Tapi apa yang dia dapatkan? Hanya ketidak fokusan lah yang ia dapatkan.


Terus dan terus berfikir.


Ia mendapatkan kabar bahwa kedua orang tersebut akan pulang ke mansion dalam waktu dekat, tapi seseorang yang mengabari belum tahu pasti.


Kapan waktu dekat itu?


Bisa hari ini.


Esok


Lusa


Seminggu


Dua minggu


Atau satu bulan lagi


Memang semua ini salah dia, membawa wanita kedalam mansion nya, tanpa persetujuan kedua orang tersebut.


Tapi, karena ia merasa jatuh hati pada pandangan pertama melihat wanita itu di salah satu bar yang sering ia kunjungi, tetapi bukan jatuh hati melainkan semua itu dibungkus rapi dengan berkedok. Dan ujung-ujungnya hanya na***fsu yang ia salurkan.


Tanpa sadar ia melamun sudah ada asisten Roy di dalam ruangannya, sudah beberapa kali asisten Roy mengetuk pintu ruangan bos nya dan memanggil-memanggilnya. Namun tak ada sahutan sama sekali, alhasil ia masuk dengan segera. Takut-takut si bos melakukan hal yang membahayakan dirinya.

__ADS_1


Tetapi, dugaan asisten Roy salah besar. Bos nya hanya duduk termenung dengan segala pemikiran yang berkecamuk didalam hatinya.


Entah apa yang si bosnya lamun kan.


"Bos," Panggil asisten Roy.


Ia melihat reaksi bosnya tidak menanggapi panggilannya dan tatapan si bos pun kosong entah melayang kemana.


Ia lihat sebotol berukuran 1 liter itu sudah di minum bosnya hingga mengisahkan setengahnya lagi.


Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Bos," Sekali lagi ia memanggil bosnya.


Ia harus segera menyadarkan bosnya dari segala pemikiran yang berkecamuk didalam hatinya dan fikirannya.


"Bos," Panggilnya lagi sembari ia mendekati si bos dengan menyentuh bahu si bos.


Dan akhirnya berhasil, si bos pun merespon.


"Ada apa, Roy?" Si bos menjawab seolah-olah tidak adanya kehidupan didalam matanya.


"Oh," Hanya bisa ber oh ria saja si bos.


"Ceritakan semua masalah yang tengah bos hadapi, mungkin Roy bisa bantu. Jangan seperti ini, Bos. Yang ada kau membuat tubuh dan fikiran mu kacau balau,"


"Aku memikirkan ucapan si Key, yang memberitahukan akan kepulangan kedua orang itu."


Key adalah anak buah si bos yang bertugas menjadi pengawal kedua orang yang paling berarti di hidup si bos, sekaligus juga ia yang melaporkan kegiatan apa saja yang dilakukan oleh kedua orang tersebut itu selama berkeliling dunia.


Dari Key juga, si bos mendapatkan informasi mengenai kepulangan kedua orang tersebut.


Hufffft


Asisten Roy menghembuskan nafasnya dengan kasar, sudah ia duga si bos sedang mengalami stress.


Seperti biasa jika ia sedang stress atau pun memikirkan hal-hal yang membuat hatinya tidak nyaman. Ia akan menyalurkan pada makanan ataupun minuman yang memang tidak boleh ia konsumsi, karena sudah jelas dokter Brand mengatakan itu.


Ditambah ini, 1 liter botol dengan diisikan air jeruk, sudah pasti si bos akan mengalami yang namanya asam lambung.

__ADS_1


"Cukup, Bos! Hentikan meminum air jeruk ini. Bos akan berakhir di rumah sakit, jika terus menerus meminumnya sampai habis. Bagaimana pun caranya harus kita hadapi, jangan bos lampiaskan ke tubuh bos, itu tidak baik. Come on, kemana perginya bos Roy yang dingin, tegas dan bijak dalam mengambil keputusan setiap adanya masalah. Jangan hanya karena, tuan besar dan nyonya besar akan pulang, bos harus seperti ini,"


"Lalu aku harus bagaimana? Kau tahu sendiri jika Papi ku sudah berkata A ya harus A, jika dia melihat nyonya muda mu ada di rumah dan tinggal satu kamar juga satu ranjang dengan ku, bagaimana? Apa kau punya solusi? TIDAK KAN!"


Seketika emosi si bos memuncak.


Asisten Roy tidak peduli dengan amukan bosnya, sudah makanan sehari-hari dia, melihat si bos marah-marah.


"Jadi, si bos stress hanya belum bisa menemukan solusinya. Ish, percuma saja memiliki wajah tampan, harta melimpah dan pewaris satu-satunya perusahaan ini. CK, seketika otak si bos hilang diterkam hiu kali," Keluh asisten Roy dalam hatinya.


"Maaf sebelumnya, Bos. Aku fikir cara yang baik itu, bos harus lebih pendekatan lagi dengan nyonya muda. Ajak dia ngobrol santai, melakukan hal se-romantis mungkin. Contohnya, dinner romantis. Kalau dilihat dari sifat nyonya muda, lebih baik dinner di sekitar kebun bunga dan bos bisa berikan beberapa tangkai bunga serta kata-kata berbau romantis," Ucap asisten Roy sembari membayangkan semua hal romantis itu.


"CK, kau ini sok romantis. Kekasih saja belum punya, hanya cinta satu malam mu saja tak ingat dengan mu. Kasihan." Ucap si bos dengan seringai jail.


"Tidak usah bahas diriku, Bos. Sekarang bahas dirimu yang sudah membuat kepalaku mau pecah, semua pekerjaan dilimpahkan kepadaku. Aku ini sebenarnya asisten mu atau direktur disini." Asisten Roy dengan santainya berbicara.


"Sial***n, oke kau atur saja bagaimana caranya aku harus bisa buat nyonya mudamu itu tunduk dan luluh kepadaku, urusan Mami mudah tapi, kalau Papi aku tidak bisa menduga laki-laki tua itu?"


"Iya, iya. Terserah kau, Bos. Jangan kau minum lagi air jeruk itu, yang ada aku kena amuk si dokter sableng itu." Segera asisten Roy bawa air jeruk dalam botol juga gelas yang masih tertinggal sedikit lagi air jeruknya.


"Tapi kalau saran ku, kenapa bos tidak buat nyonya muda hamil saja! Mau tidak mau pasti tuan besar akan setuju dengan semua itu, kalau nyonya besar pasti setuju memiliki menantu seperti nyonya muda."


"Banyak omong!! Cepat keluar dari ruangan ku!!"


"CK." Asisten Roy pun keluar dari ruang si bos dengan membawa botol juga gelas tersebut.


Setelah asisten Roy keluar dari ruangannya.


Si bos tengah memikirkan ucapan asistennya tersebut.


"Benar juga ucapan asisten ku, tapi aku sudah hampir 2 minggu tidak menyentuh wanitaku. Apalagi, dia seakan-akan sulit untuk ku sentuh, selalu tidur lebih dahulu dan menjaga jarak dariku. Apa aku harus gunakan obat perangsang, CK. Bukan itu yang ku mau, lebih baik aku lihat internet cara meluluhkan wanita hingga sampai tahap ke int**m."


Seketika otak si bos buyar dengan sendirinya.


...~...


...Terimakasih masih mau mampir, membaca dan meninggalkan jejak like koment☺️...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...

__ADS_1


__ADS_2