
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Beberapa menit lalu, seseorang yang di telpon asisten Roy pun datang serta mengantarkan beberapa minuman juga makanan untuk kedua anak manusia tersebut.
"Ini, minum lah!" Ucap asisten Roy sembari mengulurkan sebotol air mineral kemasan tepat di hadapan Shaybila.
Shaybila yang haus pun terpaksa mengambil air minum kemasan tersebut, tak tanggung-tanggung ia menenggaknya dalam beberapa tegukan besar, sungguh Shaybila sangat-sangat haus.
"Aaaaah, akhirnya tenggorokan gue basah juga dan kenyang juga hanya minum air ini," Ucap lirih Shaybila, tetapi masih terdengar di telinga asisten Roy. Tetapi, asisten Roy tidak menyahuti ucapan lirih Shaybila tersebut.
"Makan lah, sekarang juga!" Pinta asisten Roy dengan mengulurkan kotak makan dengan bungkusan kayu pada Shaybila kembali.
"Tidak, aku masih kenyang. Lebih baik aku tidur, karena badan gue rasanya remuk semua. Ingat, itu ulah bej*at lu, siaaaland!" Kelakar Shaybila yang masih tersulut emosi.
Tetapi, si tersangka alias asisten Roy memandang Shaybila dengan wajah tanpa berdosanya tersebut.
"Huuuufffftttt," Asisten Roy menghembuskan nafasnya sangat-sangat kasar, mendengar ucapan wanita yang dihadapannya tersebut.
"Makan lah!!!! Aku tau kamu sangat lapar, My Heart." Sekali lagi asisten Roy menawari Shaybila makan.
"Lu tuh bo*lot apa be*go sih, udah gue bilang gue gak lapar," Ucap Shaybila dengan sedikit menaiki intonasi suaranya dan terkesan berteriak
Beberapa detik kemudian, suara perut Shaybila berbunyi.
KRUCUK
__ADS_1
KRUCUK
KRUCUK
"Si*al, ini perut gak bisa diajak kompromi banget sih, malu gue nih. ban*ke!!!!" Keluh Shaybila dalam hatinya merutuki kebodohan perutnya yang tidak bisa diajak kompromi.
"Asal bunyi aja nih perut," Sambung Shaybila dalam hatinya.
"Sudah, makan lah!!!! Perut mu berkata tidak, jangan membohongi perut mu sendiri, My Heart. Ini makan lah!!!!" Goda asisten Roy pada Shaybila dengan senyum menyeringainya.
Akhirnya Shaybila pun makan makanan yang ditawarkan oleh asisten Roy dengan sangat lahapnya. Ia tak segan-segan menyuapkan makanan tersebut dengan suapan besar dan layaknya Shaybila tidak makan beberapa hari saja.
"Astaga, ini wanitaku kenapa? Sudah bar bar, galak, judes dan, dan ini makannya pun sangat lahap. Apa karena aku menggempurnya sangat-sangat tidak sabaran, sehingga wanitaku ini lapar seperti ini. Huuuufffftttt, maafkan aku, My Heart." Gumam asisten Roy dalam hatinya.
Mereka berdua pun akhirnya makan dengan tanpa adanya perdebatan.
...~...
Yang tak lain papi juga mami si bos.
"Sweetheart, kita nanti jangan kasih tau my son, kalau kalau kita sudah ada di pulang. Aku ingin memberikan my son kejutan. Oke?" Ucap sang istri yang tak lain Mami si bos di dalam ruang kamar pribadi di dalam pesawat pribadi milik sang suami tersebut.
"Iya, apa pun akan ku lakukan untuk, Sweetheart." Jawab sang suami, yang tak lain Papi si bos yang masih memeluk sang istri, tepatnya di ruang kamar pribadi pesawat pribadi miliknya sembari berbaring dan memeluk tubuh sang istri.
"Itu yang aku mau, Sweetheart. Aku ingin lihat tampang si cecenguk itu, jika aku ada di mansion ku dan ingin melihat seperti apa wanita yang di bawa pulang juga tinggal di mansion mewah milikku, tanpa ijin pula dariku." Ucap Papi si bos dalam hatinya.
"Sweetheart, aku ingin sekali menimang cucu. Kamu tau kan, jika teman-teman perkumpulan sosial aku sudah memiliki cucu dan bahkan mereka sudah punya lebih dari satu. Sweetheart, aku ingin memaksa my son untuk segera menikah dan memberikan kita cepat-cepat cucu-cucu yang lucu-lucu, Sweetheart." Ucap sang istri dengan suara sendunya.
__ADS_1
"Nanti yah, setelah kita sampai kita to*dongkan pertanyaan itu. Jika dia tidak mau, akan ku paksa dia menikah dengan wanita pilihan ku, dengan ancaman tidak akan mendapatkan warisan ataupun fasilitas yang ia miliki akan ku tarik paksa, Sweetheart." Sungguh ia tidak ingin melihat istrinya wanita kesayangannya itu bersedih walau hanya memikirkan keinginannya untuk segera memiliki cucu dari sang putra satu-satunya tersebut.
"Jangan!!!! Jangan, Sweetheart. Biarkan saja ia yang mencari dahulu, tapi. Tapi, jika ia tidak bisa barulah kita yang bertindak, aku tidak mau dia tidak bahagia, jika jika kita ikut campur dalam hubungan percintaan my son. Oke, Sweetheart."
"Baiklah, aku akan mendengar semua ucapan mu, Sweetheart. Cuup." Ucap sang suami sembari mencuri ciuman di bibir istrinya.
"Sudah, sudah. Aku tidak mau melakukan hal menyenangkan. Lihat!!!! Sorot matamu sudah berhasrat, aku tau betul itu." Ucap sang istri yang mengetahui jika sang suami sudah dalam mode berhasrat dan ingin menuntaskannya.
"Boleh, yah!!" Rengek sang suami, layaknya anak kecil yang meminta sang ibu membelikan permen.
"No!!!! Aku capek."
Sang istri pun melepaskan pelukan sang suami dan membaringkan tubuhnya menyamping. Alhasil, Papi si bos alias suaminya diberikan punggung dirinya tersebut.
"Astaga, istri ku ini tau saja. Jika, jika aku sedang mode berhasil. Ya, sudah lah. Aku tidur saja, daripada dia ngambek." Keluhnya dalam hati.
"Tidak, aku hanya ingin memelukmu saja, Sweetheart."
"Peluk, ya peluk. Jangan aneh-aneh. Ingat!!!! Tangannya kondisikan." Sarkas sang istri.
Mereka pun akhirnya tertidur dalam selama dalam perjalanan menuju asal mereka berada.
...~...
...Maaf ya update malam lagi🙏...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...
__ADS_1