
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
MANSION MEWAH
Pagi harinya setelah beberapa hari si bos berlaku lembut dan tidak meminta hal-hal menyenangkan, akhirnya hubungan antara dirinya dan Gadis wanita kesayangannya pun sudah lebih baik dan tidak ada kecanggungan, walau pada kenyataannya harus extra sabar dan membuang jauh-jauh egonya agar sang wanita tidak takut juga bertindak yang membahayakan dirinya sendiri.
"Honey, setelah kita sarapan aku akan mengajak dirimu ke suatu tempat," Ucap si bos sembari menghampiri Gadis yang baru saja selesai mandi dan berjalan menuju walk in closet.
"Kemana?" Ucap Gadis yang sudah sampai di walk in closet.
"Rahasia," Ucap si bos dengan salah satu tangannya sudah ingin membuka tali bathrobe yang saat ini masih dikenakan pada tubuh Gadis.
"Tangannya coba dikondisikan, aku mau ganti baju. Sana duluan ke meja makan, aku mau pakai baju dan sedikit dandan. Sudah sana!" Ucap Gadis yang berusaha menyingkirkan tangan si bos dari tali bathrobe yang ia kenakan.
"Tidak, aku mau tunggu kamu. Kita ke meja makan bersama dan aku kangen dengan ini," Ucap si bos sembari menangkup salah satu benda kenyal gantung milik Gadis.
Gadis yang kaget pun hanya bisa pasrah ia tidak mau mengawali pagi harinya dengan pertengkaran sengit dan ia juga tidak mau membangunkan sisi jahat dari si bos.
Beberapa hari yang lalu, Gadis juga sudah berbaikan dengan Bibi Nam serta ia sudah meminta maaf pada Mbak Wati. Semua asisten rumah tangga si bos sudah sedikit dekat dengan Gadis dan juga memberikan saran pada Gadis, supaya sang nyonya muda patuh dan menuruti semua keinginan tuan muda mereka. Itu bukan tanpa alasan, mereka semua sayang dan peduli pada Gadis, yang mana mereka setuju dan suka dengan wanita tersebut, supaya kelak Gadis menjadi nyonya muda mereka kelak di mansion mewah ini.
Dan mereka juga memiliki nyonya yang baik, seperti nyonya besar mereka yang sangat anggun juga baik hati pada semua pekerja yang berada di mansion mewah ini.
__ADS_1
Gadis juga sudah mendapatkan nasihat dari bibi Nam agar menuruti semua perintah juga ucapan tuan mudanya, itu pun demi keselamatan juga agar tuan mudanya tidak bertindak kasar pada nyonya mudanya itu.
Kini, Gadis pasrah duduk di kursi yang tersedia di ruangan walk in closet dengan si bos yang sudah berjongkok dengan kedua tangannya sudah membuka bathrobe yang dikenakan Gadis dengan tidak sabaran.
Terpampang lah kini kedua benda kenyal gantung milik Gadis yang tidak pernah bosan untuk dilihat, dipegang juga dinikmati oleh si bos.
"Pelan, pelan. Ini hanya milikmu. Jangan ditarik ini sakit." Ucap Gadis yang sudah bisa mengatur nafasnya agar tidak menimbulkan suara-suara aneh bin ajaib laknadd dari mulutnya. Juga tidak ketinggalan tangan Gadis merembat rambut si bos yang masih basah, karena si bos mandi sembari berkeramas rambutnya.
"Aaaargggghhhh, inih sanghat enak, Honey." Ucap si bos dengan suara yang sedikit mendesaah.
"Terserah lah, kamu nikmati saja. Tapi, tapi ingat jangan lama-lama. Aku, aku sudah kedinginan juga kamu sudah janji ingin mengajak aku ke suatu tempat. Tidak boleh ingkar janji, loh!" Ucap Gadis yang sudah bersikap baik dengan salah satu tangannya masih merembat rambut si bos yang masih basah.
"He'em, tapih akuh tidaaaak janjiiih," Ucap si bos yang masih dengan mengeluarkan suara aneh bin ajaib laknadd itu karena ia sudah sangat haus juga teranga*ang.
Hingga beberapa jam kemudian, tangan si bos hendak turun menjamah Goa milik Gadis.
"Sudah, tangannya jangan kemana-mana. Tadi janjinya mau ajak aku ke suatu tempat, ini sudah sejam lebih kamu menyusu dan tangan kamu juga mau kemana itu, udahan yah. Aku kedinginan." Benar saja kulit tubuh Gadis sudah kedinginan dan jangan lupakan jejak maha karya ciptaan si bos terpampang jelas di tubuh bagian atas Gadis yakni bagian dada juga hingga ke perut Gadis.
"Baik, baik. Tadi nanti malam si lontong milik aku mau main eh salah mau berkunjung ke Goa milikmu, Honey. Boleh, yah!!!!" Ucap si bos layaknya anak kecil yang meminta dibeli permen oleh sang ibu.
"Huuuufffftttt, iya. Tapi jangan lama-lama mainnya." Gadis pun pasrah, jika ia menolak pun pasti si bos akan melakukannya dengan rayuan-rayuan juga mendesak Gadis, yang akhirnya penyatuan itu pun berlangsung dan terjadi tanpa Gadis membantah.
Si bos menganggukkan kepalanya saja. Padahal didalam hatinya berkata 'Aku tidak janji, Honey. Karena si lontong sudah sangat kangen bermain dan berkunjung lama-lama di Goa milikmu, Honey.'
__ADS_1
Akhirnya, si bos mandi kembali. Karena bagian bawah tubuhnya, yang tak lain si lontong sudah berdiri tegak layaknya bendera diatas tiang bendera.
Jika si bos kembali mandi, berbanding terbalik dengan Gadis yang memilih pakaian yang cocok ia kenakan untuk pergi bersama si bos yang diucapkan si bos. Sebisa mungkin ia berpakaian yang tidak mencolok dan juga tidak mengundang si bos kembali on.
"Huuuufffftttt, aku harus extra sabar dan lebih mengalah padanya. Aku tidak ingin dia mengeluarkan sisi jahatnya dan bertindak jahat seperti kemarin-kemarin. Aku lebih baik mengalah. Benar mengalah, bukan berarti aku kalah." Ucap Gadis bermonolog sendiri di depan cermin yang berada tidak jauh di walk in closet.
Akhirnya setelah beberapa menit si bos mandi juga Gadis berpakaian serta berdandan. Mereka berdua kini sudah berpakaian rapi dan santai menuju ruang makan dan mereka pun makan dengan sesekali si bos meminta disuapi oleh Gadis.
...~...
Berbeda dengan di tempat lain. Seorang laki-laki tersenyum menyeringai saat ia mendapati informasi dari salah satu informannya.
"Kita lihat dan saksikan saja. Live so much go on!!!!" Ucap laki-laki tersebut masih tersenyum dengan menyeringai.
...~...
...Hay, Hay T4 update. Apa masih ada yang menunggu dan kangen dengan cerita si bos dan Gadis☺️...
...Jika berkenan mampir juga baca yah! Kalau bisa tinggalkan juga jejak like dan komentar kalian. Itu sangat-sangat membuat T4 bahagia☺️...
...Maaf yah T4 baru update juga🙏...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...
__ADS_1