Kesakitan Sang Gadis Malang

Kesakitan Sang Gadis Malang
KSGM 96


__ADS_3

...LIKE DULU DONG!!!!...


...~...


BAR REFAELI


Diwaktu bersamaan, tetapi di tempat berbeda yaitu di Bar Rafaeli. Kini tengah berdiri Mamih Veliz sembari berjalan bolak-balik melihat arah ponsel juga pintu ruangannya.


Bukan tanpa sebab Mamih Veliz melakukan hal tersebut, karena sedari pagi Shaybila sudah memberi kabar Mamih Veliz ingin mengajak jalan, ya walaupun hanya sekedar melihat-lihat suasana di salah satu Mall yang baru saja buka. Tetapi, sampai sekarang juga Shaybila tidak kunjung datang ataupun memberi kabar Mamih Veliz.


Alhasil, beberapa jam lalu Mamih Veliz mendatangi kediaman rumah keluarga Shaybila, tetapi Mamih Veliz hanya disuguhkan tanda tanya yang sangat besar serta kekhawatiran yang tak kalah hebatnya.


Mengapa?


Karena setelah ia datang juga menginjakkan kakinya di kediaman rumah keluarga Shaybila, Mamih Veliz bertanya dimana keberadaan Shaybila, Tetapi jawaban kedua paruh baya yang tak lain Kakek juga Nenek Shaybila membuat Mamih Veliz bertambah-tambah khawatirnya.


Yaitu 'Nak Veliz, cucu kakek dan nenek sudah dari pagi pergi dan ia bilang mau ketemu, Nak Veliz. Katanya mau jalan-jalan ke salah satu Mall yang baru saja buka, gitu katanya, Nak Veliz.'

__ADS_1


Sungguh perkataan dari nenek Shaybila yang di angguki oleh sang kakek, yang tak lain adalah sang suami. Seketika membuat Mamih Veliz bertambah bertambah khawatir dengan keadaan Shaybila saat itu juga.


Mamih Veliz yang awalnya mengernyitkan dahinya, juga sedikit terkejut, tetapi secepat mungkin ia netralkan dan mencari alasan yang tepat, supaya kedua pasangan paruh baya yang ada dihadapannya tidak khawatir dengan kenyataan bahwa Shaybila tidak kunjung datang.


Mamih Veliz pun berfikir keras untuk mencari alasan yang tepat, sampai akhirnya sebuah ide dengan berpura-pura membuka ponselnya dan Mamih Veliz mengatakan jika Shaybila membatalkan rencana awalnya yang ingin jalan-jalan bersama dirinya, karena ia sudah lebih dahulu pergi dengan salah satu rekan kerjanya yang tak lain Nindia ke salah satu pulau yang menurut Nindia bagus untuk di kunjungi bersama kekasih dari Nindia, serta mengatakan jika Shaybila entah beberapa hari ia akan menginap di pulau tersebut.


Dan respon kedua pasangan paruh baya itu tampak biasa dan memercayai semua kebohongan Mamih Veliz.


Mamih Veliz pun pamit undur diri, dengan alasan memiliki rencana untuk bertemu dengan salah satu kerabatnya.


"Huuuufffftttt, maaf Veliz yang sudah berbohong kepada kedua pasangan paruh baya, God. Bukan maksud Veliz berbohong, tetapi ini semua karena Shaybila yang tak kunjung menampakkan batang hidungnya juga aku hubungi ponselnya selalu tidak aktif, lebih baik aku berbohong, daripada kedua pasangan paruh baya khawatir dan berakibat syok, terkejut dan itu menambah fikiran serta memperkeruh suasana. huuuufffftttt." Mamih Veliz bermonolog sendiri.


Ia tidak ada maksud untuk membohongi kedua pasangan paruh baya, yakni kakek juga nenek Shaybila. Itu hanya semata-mata untuk menghindari syok dan hal-hal yang membuat suasana sekitar serta suasana hati kedua pasang paruh baya itu bertambah khawatir dan berakibat pada kesehatan kedua pasang paruh baya tersebut.


"Bila, kamu dimana, nak? Mohon secepatnya kabari Mamih jika kamu melihat ponsel juga mendengar pesan suara Mamih ini, Bila." Ucap Mamih Veliz setelah mengirim pesan suara pada Shaybila.


Tetapi hanya ceklis satu yang Mamih Veliz dapati.

__ADS_1


"God, semoga Shaybila tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan dan ia dalam keadaan yang aman juga selamat. Astaga, aku sampai lupa untuk menanyakan pada Nindia, kali saja Shaybila jalan bersama Nindia, ah, semoga saja. Aku coba dulu untuk telpon Nindia." Setelah bermonolog sendiri, Mamih Veliz segera mendial nomor Nindia.


Tak membutuhkan waktu lama untuk Mamih Veliz, Nindia langsung menjawab panggilan suaranya tersebut dan ada suara-suara aneh dari seberang sana.


"Astaga, ini anak satu sudah malam udah melakukan hal-hal menyenangkan bersama kekasihnya ini hasil dari jadi pelakor, huuuufffftttt." Keluh Mamih Veliz merutuki suara-suara aneh yang dikeluarkan oleh Nindia saat menjawab panggilan suara tersebut.


Tak ingin membuang-buang waktu dengan mendengarkan suara-suara aneh itu, Mamih Veliz mematikan dengan alasan adanya tamu yang datang.


"Huuuufffftttt, menanyakan pada Nindia sama saja aku mendengar hal-hal po*no." Keluh Mamih Veliz setelah mematikan panggilan suara tersebut.


Mamih Veliz hanya mampu diam, berdoa dan juga berharap Shaybila dalam keadaan baik, aman juga kembali ke rumah dengan utuh tak hilang se-inci pun dari tubuhnya.


Amin.


...~...


...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...

__ADS_1


__ADS_2