
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Setelah sepeninggalnya si bos, semua yang sedari tadi berkumpul pun kini berlalu untuk kembali ke pekerjaan mereka masing-masing.
Tetapi, asisten Roy masih di mansion mewah itu. Ia masih tidak tega dengan bibi Nam yang sebentar lagi akan di pulangkan ke kampung halaman.
Ia ingin meminta belas kasihan pada bosnya itu, tetapi kesalahan yang bibi Nam perbuat itu sudah melampaui batas menurut versi si bos.
Ia hanya bisa memberikan kata-kata penenang dan memberikan dukungan pada bibi Nam.
Berbeda dengan si bos yang sudah sampai di lantai 3, ia buka pintu kamar itu secara paksa dan menimbulkan suara yang menggelar.
Tak lupa ia kunci pintu itu kembali dan berjalan menuju ranjang dengan masih menggendong Gadis layaknya menggendong beras.
BRUUUK
Ia lempar tubuh Gadis secara kasar dan dipastikan tubuh Gadis terasa sakit.
Kembali ia buka baju dan celananya, hingga kini tubuh si bos telanjang polos. Sedangkan Gadis sudah berada di ujung ranjang, ia merasa takut akan wajah yang ditampilkan si bos. Layaknya singa yang hendak menerkam mangsanya hidup-hidup.
"Pergi....pergi...jangan mendekat. Aku bilang pergi jangan mendekat," Teriak Gadis ketakutan.
Si bos terus dan terus mendekati Gadis dengan senyum menyeringai.
"Kau tidak akan bisa lolos lagi dari ku, JA***L***NG SI***L***N!!!!"
Setelah mengucapkan kalimat itu si bos pun sudah dekat dengan Gadis dan ia tarik paksa Gadis hingga berada di bawah kukungannya.
"Diam dan menurut saja apa yang aku lakukan padamu, JA***L***NG SI***L***N!!!!"
Gadis pun diam ia sudah ketakutan dengan suara dan seringai yang si bos tampilkan.
Tanpa menunggu lama si bos pun mencium paksa bibir Gadis dengan tangannya meloloskan pakaian yang Gadis kenakan.
Hingga suara cecapan pun terdengar.
Sungguh kali ini Gadis akan habis digempur oleh si bos, walau si bos tahu jika Gadis tengah kedatangan 'tamu bulanannya' tersebut.
Gadis sekuat tenaga mendorong dada atletis itu, tetapi itu sia-sia dan akhirnya Gadis pun kelelahan.
Gadis hanya bisa pasrah dengan apa yang akan laki-laki laknadd itu perbuat pada dirinya dan juga seluruh tubuhnya nanti.
Memberontak pun ia tidak bisa, yang ada hanya sia-sia dan tenaganya habis percuma .
Ciuuman panas pun masih berlangsung hingga dirasa Gadis kehabisan oksigen pun, barulah si bos menghentikan ciuuman tersebut.
Si bos pun berdiri dengan keadaan tubuh telanjang polos dan si lontong sudah pasti terlihat disana.
__ADS_1
Si bos pun pergi kearah walk in closet dan terdengar suara beberapa barang yang ia jatuhkan.
Entah si bos tengah mencari apa?
Dirasa sudah mendapatkan apa yang ia cari dan inginkan, si bos pun kembali menaiki ranjang dengan sudah berada tepat di kedua benda gantung kenyal milik Gadis.
Ia buka bungkusan berwarna hijau itu dengan bergambarkan seorang bayi disana.
Ia pegang salah satu benda gantung kenyal milik Gadis itu dan ternyata ia membersihkan sisa-sisa kepahitan itu dengan tissue basah yang ia ambil.
Si bos pun menggosok-gosokkan area pu***t***ng Gadis dengan sangat kasar, hingga Gadis meringis kesakitan.
"Iiissshhhg, sakiiiit. Pelan-pelan." Ucap Gadis sembari meringis kesakitan akibat si bos yang membersihkan area dada Gadis sangat-sangat kasar.
"DIAM!!!!"
Hingga, menghabiskan beberapa tissue basah hanya untuk satu benda gantung kenyal milik Gadis saja.
Si bos pun mencicipinya dengan memasukkan ujung pu****t****ng Gadis kedalam mulutnya. Tetapi masih ada terasa rasa pahit.
"SI****L****N!!!!" Si bos pun berteriak marah, karena rasa pahit itu benar-benar sulit untuk dihilangkan.
Lidahnya pun masih merasakan pahit itu, ia sudah tidak tahan lagi.
Ia angkat Gadis dan berjalan bersama dengan keduanya bertelanjang polos menuju kamar mandi.
Ia pun masuk dengan Gadis tepat didepannya dengan tangannya sudah menarik-narik ujung pu***t***ng Gadis.
Sekali lagi Gadis meringis kesakitan, sedangkan si bos sudah merasakan hasrat yang menggebu hanya dengan menarik-narik benda kecil tersebut.
"Aaaargggghhhh," Leguh Gadis tanpa sadar akibat tarikan juga re**m**ssan yang diberikan si bos pada ujung pu***t***ngnya.
Hingga akhirnya si bos membersihkan kembali kedua ujung benda gantung kenyal milik Gadis itu dengan shower puff yang sudah berbusa tersebut dengan sangat kasar.
"Peehlan, peehlaaan. Sakiiiit, ku mohon." Gadis sudah tidak kuat dengan si bos yang membersihkan ujung pu***t***ngnya yang sangat kasar itu.
"DIAM!!!! Kau yang perbuat, kau rasakan itu. Siapa yang menyuruh dirimu melakukan itu, HAH!!!!!" Ucap si bos sembari menggosok-gosok dengan sangat kasar.
Hingga terlihat area dada Gadis memerah dan bahkan dipastikan lecet sudah.
Tak terasa Gadis meringis disertai isak tangis, akibat gosokkan yang sangat kasar oleh si bos pun tertidur.
Si bos yang tahu wanitanya sudah tertidur pulas pun melanjutkan kembali menggosok-gosokkannya.
Hingga ia beberapa menit sudah ia gosok dan ia bersihkan dengan air bersih, kembali ia mencicipinya dengan memasukkan ujung pu***t***ng Gadis kedalam mulutnya dan hasilnya sudah tidak terasa pahit lagi dan ia melanjutkan his***a***p**n demi his***a***p**n demi his***a***p**n dan tidak ketinggalan jejak maha karyanya ia tinggalkan di sekujur tubuh Gadis, tanpa kecuali.
Waktu terus berputar, sungguh si bos tidak mengasihani Gadis yang sedari tadi tertidur dalam bathup berisikan air, tubuhnya sudah menggigil.
"Aaaargggghhhh, rasanya enak. Ini akibatnya jika kau berani menantang diriku, JA***L***NG SI***L***N!!!!" ucapnya ia pun segera membersihkan tubuhnya dan tubuh Gadis.
__ADS_1
"Si**l, gimana caranya memakai pembalut. Bodooh, aku baru ingat wanitaku tengah kedatangan 'tamu bulanan' si***l***n itu." Si bos mencaci maki tamu bulanan yang tengah Gadis alami.
Setelah tubuh Gadis bersih dan kering ia bawa kembali dengan keadaan tubuh Gadis berbalut dengan bathrobe, biarlah itu bathrobe merah akibat noda darah wanitanya. Toh, ada asisten rumah tangga yang biasa mengurusi semua pakaian kotor dan sebagainya.
Sedangkan si bos bertelanjang polos dengan Gadis masih terlelap dalam mimpi indahnya.
Ia baringkan Gadis di ranjang dengan hati-hati dan tak lupa menyelimuti tubuh Gadis hingga batas leher, kemudian ia menuju walk in closet untuk memakai kaos oblong dengan celana pendek saja dan ia tak lupa membawa satu cidi untuk wanitanya dan ia letakkan di tepian ranjang.
Setelah itu ia ambil ponselnya dan ia cari nama asisten Roy dalam kontak ponselnya.
Tanpa mengucapkan 'halo' yang sudah menjadikan kebiasaannya pun, si bos mengutarakan maksud untuk menyuruh Fitri untuk ke kamarnya dengan membawa pembalut.
Setelah itu ia putuskan sepihak panggilan itu dan ia kembali duduk di tepian ranjang dengan mengelus-elus pipi wanitanya tersebut.
"Jika kau berulah kembali, aku akan membuat mu merasakan yang lebih menyakitkan dari hari ini, Honey." Si bos berbicara dengan penuh peringatan di depan Gadis yang masih terlelap dalam tidurnya.
Hingga bunyi ketukan pintu kamar pun terdengar.
TOK
TOK
TOK
Si bos pun berjalan untuk membuka pintu kamar itu yang sebelumnya ia kunci.
Dan pintu sudah terbuka, nampaklah Fitri dengan kedua tangannya membawa se-plastik pembalut dengan ia menundukkan kepalanya.
"Masuklah, dan pasang kan itu pada cidi nyonya mudanya yang sudah aku letakkan di tepian ranjang." Si bos pun memberi jalan untuk Fitri masuk.
Dengan segera Fitri menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju tepian ranjang dan menempelkan pembalut itu pada cidi nyonya mudanya.
Akhirnya selesai juga pemasang pembalut di cidi Gadis.
"Keluar lah!!!!" Ucap si bos dan dengan senang hati disambut baik oleh Fitri.
Ia sengaja tidak menawari dirinya untuk membantu sang nyonya muda memakai cidi, karena ia takut jika berlama-lama bersama tuan mudanya yang sangat menyeramkan sekali hari ini.
Fitri pun sudah beranjak pergi meninggalkan kamar si bos dan dengan segera si bos pun mengunci kembali kamar itu dan ia pun memangku Gadis guna memakainya cidi yang sudah dipasang atau ditempelkan pembalut oleh Fitri, kemudian seperti biasa ia akan membuat Gadis tidur dengan keadaan telanjang polos, tapi saat ini hanya tubuh bagian atas Gadis saja yang polos karena adanya 'tamu bulanan' Gadis.
Setelahnya, si bos membaringkan Gadis diatas ranjang dengan sangat pelan-pelan dan si bos pun ikut berbaring dengan Gadis.
Tapi sebelum ia ikut berbaring diatas ranjang bersama Gadis ia lepaskan semua pakaian yang melekat di tubuhnya dan masuk kedalam selimut bersama wanitanya.
Si bos pun sudah berbaring di samping Gadis dengan selimut yang sudah ia turunkan kembali hingga batas pinggang dan si bos pun menyusu layaknya bayi dan akhirnya ia tertidur dengan ujung pu***t***ng Gadis masih didalam rongga mulutnya.
...~...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...
__ADS_1