
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Tanpa menunggu jawaban dari Bibi Nam, si Bos pun segera membungkuk ke arah sofa untuk meraup tubuh Gadis yang tengah tertidur kedalam gendongannya, sembari ia rangkul-kan tangan Gadis ke sekeliling lehernya.
Ala bridal style
Ia menapaki tiap anak tangga menuju lantai 3 dengan hati-hati, karena ia sengaja untuk membiarkan Gadis berisitirahat barang sebentar saja.
Jika ada yang bertanya, mengapa rumah orang kaya alias mansion mewah tidak ada lift atau eskalator?
Jawabnya karena Nyonya Besar tersebut yang tak lain Mami si Bos pernah mengalami trauma saat menaiki lift atau pun eskalator.
Alhasil, mansion mewah ini hanya ada tangga biasa yang ditapaki menggunakan tangga.
...~...
Kamar utama Tuan muda alias si Bos
Sesampai di lantai 3, tepatnya kamar utama si tuan muda alias si Bos, ia membuka pintu tersebut dengan salah satu tangannya, serta dengan hati-hati, supaya kepala Gadis tidak terantuk oleh pintu kamar tersebut.
Di tutupnya kembali pintu tersebut.
Setelahnya, dibaringkannya Gadis keatas ranjang mereka dengan hati-hati.
Tak lupa juga ia menyelimuti Gadis dari ujung kaki hingga batas leher.
Ia pun duduk di tepi ranjang dengan tangannya mengelus surai lembut rambut hitam legam milik Gadis.
"Kenapa, di saat aku tidak ada disisi-mu kau sangat bahagia dan bebas, dari video dan foto-foto yang dikirimkan Bibi Nam padaku menunjukkan bahwa kau benar-benar menganggap diriku layaknya laki-laki bastard, ku mohon bukalah hatimu untukku. Aku sudah jatuh hati padamu saat pertama kali aku melihatmu berada di bar tersebut dan bersama dua wanita itu. Aku harus bagaimana membuat kau nyaman bersamaku, senyum darimu tawa darimu hanya aku bisa lihat dari ponsel dan kau berikan pada orang lain bukan untuk diriku seorang."
Ucap si Bos panjang lebar, hatinya sedikit teriris karena melihat senyum dan tawa Gadis beberapa jam lalu melalui perantara Bibi Nam yang mengirimkan semua video juga foto-foto Gadis saat ia berada di kebun bunga juga saat ia berada di paviliun belakang dengan pemandangan di sore hari.
Ia ingin juga merasakan senyum dan tawa itu langsung dari Gadis.
Apakah sesulit itu membuat Gadis bertekuk lutut padanya.
Si Bos pun larut dalam pemikirannya tanpa tahu bahwa Gadis sudah terbangun beberapa menit lalu dan ia mendengar semua ucapan yang keluar dari mulut si Bos itu.
Tapi ia tutup kembali dan berpura-pura tertidur lebih baik, karena Gadis masih tidak sudi melihat dan merespon semua ucapan laki-laki laknadd yang ada dihadapannya tersebut.
Keduanya larut dalam pemikirannya masing-masing, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu juga suara Bibi Nam yang meminta izin untuk masuk.
__ADS_1
Si Bos pun mempersilahkan Bibi Nam dan menyuruh Bibi Nam meletakkan juga menyusun semua hidangan makan malam tersebut di meja depan sofa di ujung ruangannya.
Setelah selesai Bibi Nam pun izin pamit kembali dan berucap jika membutuhkan sesuatu lagi dapat menghubungi Bibi Nam.
"Honey, bangun. Saatnya makan malam, honey." Panggilnya dengan lembut sembari mengelus pipi Gadis.
"Eunhhhh..." Leguh Gadis berpura-pura baru saja bangun dari tidurnya.
"Ayo makan malam dulu, isi terlebih dahulu perutmu takut-takut kau nanti malam kelaparan. Setelah kau habiskan hidangan makan malam, barulah kau boleh tidur, honey." Ucap si Bos sekali lagi dengan sangat lembut.
Niat hati ingin menolak ajakan makan malam, tapi tiba-tiba suara bunyi perutnya terdengar dan seketika si Bos pun menahan tawanya karena lucu dengan tingkah wanitanya itu.
"Ayo, kamu tak dengar cacing-cacing didalam perut mu sudah berdemo, ingin segera kau makan dan mereka tidak berulah lagi didalam perut mu itu, honey."
Hanya menganggukan kepalanya saja, toh ia juga sungguh lapar.
Karena ia makan di siang hari dengan 3 piring roti dengan air hangat juga teh manis. Dan juga jangan lupakan camilan dan minuman yang dibuatkan oleh Bibi yang spesial itu saja yang masuk kedalam perutnya.
Jadilah, si cacing-cacing berdemo untuk segera diberi makan.
Gadis pun bangun dan mengacuhkan uluran tangan si Bos yang hendak menggandengnya, Gadis jalan terlebih dahulu dan meninggalkan si Bos tanpa mau menolehkan wajahnya.
"Sabar." Ucap si Bos pelan.
Ia harus extra sabar menghadapi wanitanya jika ia ingin sepenuh hati wanitanya luluh kepadanya.
Mereka pun makan dengan suasana hening, sekali-kali si Bos meletakkan beberapa sayuran serta daging di piring Gadis, hendak menolak tapi si Bos langsung memberikan perintah tanpa bisa ditolak.
Tak butuh waktu lama mereka sudah menyelesaikan makan malam dan Gadis sudah meminum susu serta obat penyubur kandungan, dengan alibi obat tersebut adalah obat untuk meredakan sakit kepala Gadis.
Tak menolak atau pun mengeluarkan suaranya, Gadis lalu meminum obat tersebut tanpa curiga.
"Kau duduk disini dulu atau langsung tidur?"
"Aku mau bersandar saja di ranjang."
"Oke." Tanpa aba-aba si Bos langsung saja mengendong Gadis dengan rangkulan tangan Gadis ia letakkan di sekeliling lehernya, membawanya ke ranjang mereka dan didudukannya Gadis dengan posisi bersandar di kepala ranjang, jangan lupakan si Bos pun menyelimuti Gadis dari ujung kaki hingga batas dadanya saja dan diakhiri si Bos memberikan ciuman singkat di kening juga bibir Gadis.
"Tidurlah, jika kau sudah lelah. Aku ingin ke ruang kerjaku ada sedikit pekerjaan yang harus aku kerjakan."
Ia pun keluar dari kamar menuju ruang kerja tanpa mendengar ucapan apa pun yang keluar dari mulut kecil nan mungil Gadis.
"CK, pergi pergi saja tak suka pamit sama aku, gak balik kesini juga aku seneng dan bebas dari gerayangan tangan nakal-mu itu setiap kau berada di dekatku, itu sangat-sangat membuatkan tidak bebas." Ucap Gadis setelah si Bos keluar dari kamar.
__ADS_1
"Emm, ngapain yah enaknya. Aku gak punya ponsel juga disini gak ada apa-apa yang bisa buat aku membunuh kebosanan ini. Coba Bila ada disini pasti dia bakal buat aku ketawa sampe perut aku sakit, juga dengan tingkah konyol dan walau dia sedikit tomboy sekaligus sedikit judes tapi aku sayang dia, tapi...tapi dia gak ada. Aku kangen Bila, kangen Kakek Mail juga Nenek Memey. Semoga mereka sehat-sehat. Amin" Larut dalam pemikirannya Gadis pun perlahan-lahan menguap dan akhirnya matanya pun tertutup hanya dengkuran halus yang terdengar.
Hingga jam sudah menunjukkan pukul 01.00 waktu setempat barulah si Bos memasuki kamar.
Ia lihat kamar sudah gelap digantikan lampu tidur dan wanita kesayangannya sudah terlelap.
Niat hati untuk bermanjaan dengan sang pujaan, tapi apa daya ia harus mengerjakan pekerjaan yang sangat penting.
"Hufff, padahal mau senang-senang tapi dianya udah tidur, sabar sabar. Supaya dia tidak takut dan bisa sedikit-sedikit terima aku di hidupnya juga dihatinya."
"Tapi aku hanya masukkin si lontong saja tanpa ada kegiatan yang buat dia marah, kalo dia gak masuk Goa yang ada aku sulit untuk tidur." Ucapnya lagi.
Segera ia membuka seluruh helai kain yang melekat ditubuhnya, hingga kini keadaanya sudah telanjang polos.
Seperti kebiasaan ini sulit untuk ia lepaskan, yakni memasukkan si lontong kedalam Goa Gadis pada saat tertidur.
Ia pun sudah berada diatas ranjang yang sama dengan Gadis, ia pun mengecek apakah Gadis sudah benar-benar terlelap dengan cara ia cubit pipi Gadis dengan sedikit tenaga.
Hasilnya, Gadis sudah tidur dengan sangat lelap. Barulah si Bos membuka selimut Gadis dan dengan pelan-pelan ia melucuti semua helaian kain di tubuh Gadis.
Kini keduanya sudah bertelanjang polos.
Si Bos pun sudah dengan posisi terlentang, tak lupa ia posisikan Gadis menghadap dadanya dengan menarik pelan Gadis dan ia posisikan si lontong masuk kedalam Goa milik Gadis dengan sempurna.
"Aaah, akhirnya bisa tidur juga. Aku harus buat alarm supaya pada saat dia bangun tidak mendapati tubuhnya yang telanjang polos, bisa-bisa dia melakukan hal-hal yang seperti tadi pagi."
Ia atur jam sesuai jam yang ia inginkan, barulah ia tertidur dengan sangat nyenyak.
...~...
Terima kasih untuk semua yang masih bersedia mampir, baca, memberikan like, koment dan hadiah kepada T4.
T4 sangat-sangat bahagia, karena ada yang merespon novel T4, walau T4 sendiri hanya pasrah jika tidak ada yang mau mampir apalagi untuk sekedar membacanya☺️
T4 sengaja masih menggunakan kata Si Bos karena masih belum bisa membongkar nama asli si Bos, masih ada beberapa chapter barulah si Bos T4 publish namanya dan semua-muanya☺️
Jika ada yang kurang suka dengan novel T4 tidak apa, toh T4 juga tidak bisa memaksa kalian semua suka dengan novel buatan T4 ini☺️
Pokoknya T4 bahagia sekali, walau besok masih sibuk dengan beberapa seminar online. Doakan T4 semoga bisa up terus dan jika diijinkan oleh SANG MAHA KUASA T4 untuk kreji kreji up dan dilimpahkan ide-ide di kepala T4☺️
Semoga kalian yang mau mampir dan baca tidak muak dengan cerita T4 yang terkesan berbelit-belit☺️
__ADS_1
Sekali lagi T4 ucapkan TERIMA KASIH😘😘
HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘