
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Beberapa jam kemudian Gadis bangun dari mimpi indahnya dengan suasana hati yang kacau.
Ia pun menyandarkan kepalanya di kepala ranjang dengan diam dan tangannya mencengkram erat selimut yang ia kenakan, karena ia ingat betul jika laki-laki yang ia beri julukan laki-laki laknadd itu telah menyusu layaknya bayi yang kehausan hingga ia harus melipat bibirnya kedalam akibat perih di area kedua benda kenyal gantung kepunyaannya.
Di sofa yang berada di kamar tersebut ada bibi Nam yang duduk dengan perasaan yang tidak enak hati pada nyonya mudanya itu, karena ia sadar betul dengan saran yang ia berikan pada nyonya mudanya itu berakibat sang tuan mudanya berbuat kasar dan tidak berperikemanusiaan pada nyonya mudanya itu.
Sungguh, ia tidak ada maksud apa-apa dengan memberikan saran dengan mengoleskan getah Brotowali tersebut pada ujung pu***ti***ng sang nyonya muda, karena ia mendengar curahan hati sang nyonya mudanya tidak suka jika tuan mudanya selalu saja menyusu layaknya bayi yang tidak kunjung kenyang jika hanya beberapa menit diberikan kedua benda kenyal gantung kepunyaannya tersebut.
Bibi Nam hendak menghampiri nyonya mudanya, tepat di ranjang. Tetapi, ia mengurungkan niatnya, ia ingin memberikan waktu pada nyonya mudanya untuk menenangkan fikirannya terlebih dahulu.
Di sofa, bibi Nam melihat sang nyonya muda hanya diam dan arah matanya menyiratkan kerapuhan yang mendalam juga menyiratkan bahwasanya sang nyonya mudanya itu tertekan akan semua perilaku tuan mudanya tersebut.
Sungguh, bibi Nam menyesal menyesal dan akan selalu menyesal dengan memberikan saran seperti hari kemarin.
Bibi Nam juga sudah bertekad akan meminta maaf, walau kata maaf tidak akan bisa menyembuhkan luka batin yang tengah dirasakan oleh nyonya mudanya itu.
Bibi Nam berfikir, jika nyonya mudanya berhak tidak memaafkan semua kesalahannya yang telah memberikan saran melewati batas tersebut, hanya saja bibi Nam berharap ada secercah harapan jika nyonya mudanya itu tidak berlarut-larut meratapi semua kesedihan, kerapuhan dan juga merasa hidupnya tidak berarti lagi.
__ADS_1
Sungguh dan sungguh, bibi Nam merasa bersalah.
Bibi Nam pun sedikit memberanikan dirinya menghampiri sang nyonya mudanya dan duduk di tepian ranjang.
"Nyonya, maafkan bibi yang sudah memberikan saran yang terkutuk itu. Hingga membuat nyonya bersedih seperti saat ini," Ucap bibi Nam dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Sedangkan Gadis hanya diam dengan pandangan matanya yang kosong.
"Nyonya, jangan seperti ini. Bibi merasa bersalah sekali dengan semua kebodohan yang bibi lakukan dengan saran terkutuk hari kemarin, maaf," Bibi Nam sekali lagi mencoba meminta maaf, tetapi Gadis masih diam dengan sorot matanya yang kosong.
Bibi Nam pun memberanikan dirinya menyentuh tangan sang nyonya muda, berharap nyonya mudanya mau menatap wajahnya dan syukur syukur jika tangannya tidak ditepis oleh nyonya mudanya tersebut.
"Nyonya," Akhirnya Gadis pun tersadar dari lamunannya dan menatap bibi Nam, walau tidak mengeluarkan suaranya sedikit pun juga.
Gadis sekali lagi hanya diam, entah ia mendengar atau tidak semua permohonan maaf bibi Nam tersebut.
"Nyonya, maafkan bibi. Bibi mohon, bibi akan merasa bersalah sekali jika nyonya seperti ini, Nyonya." Bibi Nam berusaha meminta maaf dan berusaha untuk membuat nyonya mudanya itu mengeluarkan sepatah kata saja.
Demi apapun bibi Nam merutuki semua kebodohannya tersebut, ia sangat merasa bersalah. Ditambah lagi, jika sampai tuan mudanya pulang dari kantor sore hari dan melihat pujaan hatinya diam, layaknya manusia yang tidak memiliki selera hidup seperti saat ini.
Bibi Nam sangat sangat merasa bersalah sekali.
__ADS_1
Ting
Bunyi pesan masuk kedalam ponsel bibi Nam, bibi Nam buka ponsel yang berada dalam saku apron yang tengah ia kenakan saat ini.
Ia buka pesan tersebut dan wajah bibi Nam pucat pasi membaca pesan yang masuk kedalam ponselnya tersebut.
Entah pesan dari siapa yang membuat ia seketika menghentikan air matanya tiba-tiba.
Bibi Nam berperang dalam batinnya merutuki semua kebodohannya juga ia bingung dengan pesan yang masuk dalam ponselnya tersebut.
"Aku harus bagaimana ini, masalah satu belum selesai datang kembali masalah yang lebih tak kalah hebatnya dari kemarahan tuan muda. Lord, bantu hamba-Mu yang renta ini." Gumam bibi Nam dalam hatinya.
Hinga bibi Nam sejenak melupakan keadaan nyonya mudanya yang sudah turun dari ranjang dengan keadaan tubuh bagian atasnya telanjang polos, masuk kedalam kamar mandi.
"Astaga," Ucap bibi Nam kaget, tersadar dari lamunannya yang dikarenakan pesan yang masuk dalam ponselnya. Membuat ia melupakan sejenak sang nyonya mudanya tersebut.
"Aku sampai melupakan nyonya muda, karena pesan ini. Hufffft, sungguh aku bingung harus apa? Oh My God," Ucap bibi Nam bermonolog sendiri dengan kepala yang sudah pusing, karena masalah silih berganti dalam hidupnya.
...~...
...T4 update kembali, semoga masih ada yang mau mampir, membaca dan meninggalkan jejak berupa like juga komentarnya...
__ADS_1
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...