
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Jika asisten Roy masih sibuk menenangkan bibi Nam yang masih sesegukan menahan isak tangisnya, berbeda dengan si bos yang sudah sampai di lantai 3, yakni kamar tidurnya.
Ia buka pintu kamarnya dengan secara perlahan-lahan dan dapat ia lihat, jika wanitanya tengah tertidur sangat lelap diatas ranjang mereka.
Ia tutup kembali pintu kamar dan tak lupa juga ia kunci kembali, karena ia ingin menuntaskan hasratnya yang sudah ia tahan sedari tadi pagi.
Ia pun melangkah menuju ranjang dengan sangat pelan untuk tidak menimbulkan suara, tak lupa juga ia lepaskan kemeja ia kenakan dan ia buang secara serampangan.
Kini tubuh si bos tampak telanjang polos yang menampilkan otot dada yang atletis dengan beberapa lekukan roti kekar yang dapat membuat kaum hawa terpesona.
Ia pun sudah sampai tepat di depan ranjang, seringai pun terpatri di sudut bibirnya.
Dengan perlahan-lahan ia pun duduk di tepian ranjang dengan tangan yang sudah mengelus-elus seluruh tubuh wanitanya itu yang tak lain Gadis.
Hingga matanya tertuju pada paha mulus Gadis yang tersingkap, karena Gadis masih mengenakan bathrobe pada saat tidur.
"Kau mau menggodaku, ja***l***ng kecil." Ucapnya entah pada siapa, "Kau sudah memancingku, jangan harap kau bisa lolos kali ini. Aku akan membuat kau menuruti semua keinginanku dengan mulutmu itu,"
Si bos pun ikut berbaring dengan sebelumnya ia lepaskan terlebih dahulu celana panjang yang ia kenakan hingga kini hanya tersisa cidi si bos dan yang pasti si lontong sudah ingin keluar dari tempatnya yang berdiri tegak juga kokoh
Tanpa aba-aba, si bos sudah me**lum**at habis bibir Gadis dengan sangat ganasnya. Sesekali ia hiszap bibir merah ranum itu dan ia gigit hingga lidahnya menerobos masuk kedalam, ia pun tak lupa melilitkan lidahnya dengan lidah Gadis.
Sungguh sangat nikmat tiada tara.
"Arrrgghh," Leguhan itu keluar dari mulut Gadis.
Ia sedikit terganggu karena sedari tadi terasa bibirnya ada yang memainkannya.
"Sa....sayang."Panggil Gadis disela-sela ciu*uman yang dibuat oleh si bos pada dirinya itu.
Si bos hanya diam dan tangannya beraksi pada kedua benda gantung kenyal milik Gadis.
Ia re*emas salah satu benda gantung kenyal itu dengan sangat kasar dari balik bathrobe.
Hingga ia membuka paksa bathrobe tersebut kini menampilkan tubuh telanjang polos milik Gadis yang membuat tubuhnya sangat-sangat berhasrat.
"Owuuuh, Shiiiiit!!!!!"
Kembali ia mencium bibir Gadis dengan sangat kasar, Gadis pun ikut terbuai oleh ciuman tersebut dan membuka kembali mulutnya. Si bos pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.
Lidah si bos pun melilit lidah Gadis. hingga suara cecapan saling melilit pun terdengar pun dengan suara-suara aneh bin ajaib pun keluar dari bibir Gadis.
"Aaaargggghhhh," Tanpa sadar de**s**h*n itu pun lolos juga dari mulut Gadis.
Si bos tengah asik menciumi bibir Gadis pun tak lupa tangannya bermain-main dengan kedua benda gantung kenyal milik Gadis. Ia plintir ujung pen**t**l membuat Gadis meloloskan kembali des**h*nnya, kembali ia cubit ujung pen**t**l Gadis, lagi dan lagi suara-suara aneh bin ajaib itu keluar dan memenuhi seantero ruangan tersebut dan terakhir ia remas-remas kedua benda gantung kenyal itu dengan kedua tangannya yang saling berbagi tugas.
"Sungguh, Honey. Kau....kau sangat nikmat." Ucapnya sembari meremas kasar kedua benda gantung kenyal milik Gadis itu.
Si empunya hanya bisa mengeluarkan suara-suara aneh bin ajaib itu saja.
Hingga si bos pun berhenti dan ingin memasukan salah satu ujung pen**t*l Gadis kedalam rongga mulutnya, layaknya seorang bayi yang hendak menyusu pada sang ibunda nya.
Haap
Masuk juga salah satu ujung pen***t**l Gadis didalam mulut si bos, tetapi beberapa detik kemudian.
HOEK
HOEK
HOEK
Si bos pun memuntahkan segala yang ada didalam mulutnya.
Sungguh mulutnya terasa pahit.
"Apa yang kau oleskan disana, JA***L***NG SI***L**N!!!!!" Teriak si bos setelah memuntahkan segala sesuatu yang ada dalam mulutnya sembari menjambak rambut Gadis sangat keras yang mengakibatkan Gadis sedikit mendongakkan kepalanya.
"Isssh, sakiiiit...Tolong lepaskan...iiiniih sakiiiit." Ucap Gadis sembari meminta tolong dilepaskan dengan kedua tangannya memegang salah satu tangan si bos, karena dapat dipastikan beberapa helai rambutnya sudah pasti lepas dari akar rambutnya.
"Katakan!!!! Apa yang kau oleskan, SI***L**N!!!!!" Sekali lagi suara menggelegar dari si bos keluar dan kali ini ia jambak kembali rambut Gadis.
"Hiks hiks hiks, tolong lepaskan ini sakit sekali, Tuan." Ucap Gadis disela-sela tangisannya dan ia pun tanpa sengaja memanggil si bos dengan sebutan 'Tuan'.
"Ouwh, rupanya sudah berani dirimu memanggil ku dengan sebutan 'Tuan' lagi, HAH!!!! JAWAB!!!!"
__ADS_1
"Sakiiiit, aku mohon lepaskan. Ini sangat sakit, tu...sayang." Hampir saja Gadis keceplosan lagi.
"Aku tahu siapa dalang semua ini. Segera pakai baju mu dengan benar!!!!" Perintah si bos.
Si bos menghempaskan rambut Gadis dengan kasar, yang mana itu membuat kepala Gadis terasa pusing.
Gadis pun berlari dengan tubuh yang telanjang polos menuju walk in closet.
Walau, pada kenyataannya kepalanya sungguh-sungguh pusing sekali setelah si bos menjambak dan menghempaskannya begitu saja.
Sungguh ia takut kali ini, niat hati memberi pelajaran untuk laki-laki laknadd. Tetapi, semua dugaannya salah. Malah ia yang diberi pelajaran yang sesungguhnya oleh laki-laki laknadd itu.
Ini akan menjadi masalah yang sangat-sangat pelik.
Suara amarah si bos yang menggelar pun terdengar seantero mansion utama, apalagi disaat suasana ruang makan yang hening pun mendengar sangat jelas.
Kini tubuh bibi Nam bergetar hebat kembali dengan beberapa asisten rumah tangga yang lainnya keluar dari dapur menuju ruang makan untuk bertanya kepada asisten Roy.
"Ada apa gerangan tuan muda marah-marah hingga suaranya menggelar hampir seluruh orang mendengarnya, Asisten Roy?" Tanya Ratih.
Hanya dijawab gelengan kepala saja dan bahu yang ia angkat tanda acuh.
Tetapi, asisten Roy menjawab dalam hatinya saja "Ini ulah bibi Nam dan juga nyonya muda lagi. Aku harap kalian tidak ikut-ikutan."
Hingga terdengar suara langkah kaki yang sangat tergesa-gesa dan juga isak tangis kesakitan seorang wanita.
Hiks
Hiks
Hiks
Hingga akhirnya suara si bos pun terdengar dan memerintahkan semua para pekerja berkumpul di ruang tamu, tanpa terkecuali.
Asisten Roy pun segera menelpon pos penjagaan untuk mengatakan semua diminta berkumpul di ruang tamu dengan sebelumnya kunci kembali gerbang.
Si bos yang sudah menarik paksa Gadis sedari kamar dengan menjambak rambut Gadis hingga menuju ruang tamu dan ia hempaskan begitu saja, hingga Gadis jatuh dibawah lantai.
Disaat bersamaan semua para pekerja datang dan melihat itu semua.
Sungguh tuan mudanya kali ini sangat marah besar dan mengasihani nyonya mudanya yang diperlakukan begitu tidak manusiawi.
Kini Gadis dan bibi Nam pun saling berpelukan di kelilingi banyak pasang mata.
"Perhatikan baik-baik untuk semuanya!!!!" Ucap si bos dengan sedikit maju menuju kedua orang yang tengah menangis saling berpelukan itu.
"Lihat!!!! Aku tanya sekali lagi, apa yang kau oleskan diarea favorit ku itu, JA***L**NG kecil!!!" Si bos pun bertanya kembali pada Gadis.
Gadis hanya bisa menangis dan menangis.
"Jawab aku!!!!" Si bos yang tidak bisa menahan emosinya pun menjauhkan bibi Nam dari sisi Gadis, kemudian ia jambak kembali rambut Gadis hingga kepala Gadis mendongak keatas.
"Jawab!!!!"
"A...aku meminta bibi Nam untuk mengoleskan sesuatu yang dapat membuatmu tidak bisa melakukannya lagi dan lagi." Kini Gadis sudah bertekad untuk melawan laki-laki laknadd itu.
Sungguh tindakan Gadis itu malah memperkeruh suasana, yang mana nanti berakibat pada bibi Nam kedepannya.
Kini si bos pun menuju bibi Nam dan kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama.
"Apa yang bibi oleskan? Jawab aku, bibi Nam!!!" Kini si bos sudah tidak bisa mengontrol emosinya.
"Sa...saya mengoleskan getah brotowali yang pahit pada kedua ujung benda gantung kenyal milik nyonya muda, Tuan muda." Jawab bibi Nam dengan benar tanpa adanya yang ia tutup-tutupi.
"Siapa yang menyuruhmu, HAH!!!"
"Ti...tidak, bukan salah Bibi. Ini aku yang meminta." Kini Gadis sudah berada didekat bibi Nam dan memeluk wanita yang sudah sedikit renta itu.
"Kau!!!! Berani, beraninya kau!!!!" Ucap si bos sembari menunjuk-nunjuk Gadis.
"Semua!!!! Ingat, jangan ada yang berani sekali lagi membantu nyonya muda kalian berbuat seperti yang bibi Nam lakukan. Kali ini bibi Nam benar-benar saya pulangkan ke kampung halaman, Bibi." Ucap si bos.
"Kamu!!!!" Tunjuk Ratih.
"I....iya, Tuan muda." Jawab Ratih takut.
"Kemasi semua barang-barang milik bibi Nam, jangan sampai ada barang yang tertinggi, MENGERTI!!!!"
"Mengerti, Tuan muda." Segera Ratih melakukan tugasnya mengemasi semua barang-barang milik bibi Nam yang diikuti oleh Wati dan Retno.
__ADS_1
Gadis yang mendengar itu pun kalang kabut.
"Jangan, aku mohon jangan lakukan itu. Itu...itu semua salahku, jangan pecat bibi Nam, aku mohon." Ucap Gadis pada si bos yang sudah berlutut bersimpuh dibawah kaki si bos.
Si bos pun tidak beraksi apa pun.
"Ku mohon, jangan jangan pulangkan, Bibi Nam." Lagi dan lagi ia membujuk laki-laki laknadd itu.
Bibi Nam yang sudah tahu konsekuensinya pun hanya pasrah, tanpa mau meminta belas kasihan dari tuan mudanya itu.
Mungkin ini sudah menjadi suratan takdir dari yang maha kuasa, untuk ia kembali ke kampung halaman dengan seorang diri tanpa adanya suami, anak juga sanak saudara.
"Ku mohon, jangan pecat, Bibi Nam. Hiks hiks hiks." Kini Gadis merasa sangat-sangat bersalah dengan mengiyakan solusi yang bibi Nam berikan padanya.
Ia tidak melihat akibat yang ia timbulkan, hingga seseorang di pecat begitu saja.
Asisten Roy, para penjaga, kakek Beno dan kedua duo FY pun hanya bisa diam dan melihat semua itu.
"Kau menyesal sekarang, JA***L**NG kecil?" Ucap si bos sembari ia pun berjongkok mensejajarkan tinggi badannya dengan Gadis yang masih berlutut dibawah kakinya.
Gadis hanya memberikan anggukan kepalanya saja dengan ia masih menangis.
"Kenapa kau melakukan semua itu tanpa berpikir terlebih dahulu, HAH!!!!" Ucap si bos sembari tangannya mencengkram kuat pipi Gadis.
Gadis hanya bisa menangis dan menggeleng-gelengkan kepalanya saja.
"JAWAB!!!!"
"A...aku...aku benci dirimu yang selalu memonopoli tubuhku tanpa kau tanyakan kemauan ku, kau bertindak layaknya predator yang selalu memangsa mangsanya tanpa kenal lelah. PUAS KAU BAJIINGAAAN SI***L**N!!!" Akhirnya keluar sudah unek-unek yang ada dalam hati Gadis.
PLAK
Suara satu tamparan keras pun menggema seantero ruangan tersebut.
Si bos pun sudah tersulut emosi pun melayangkan tamparannya yang sangat kuat di pipi Gadis, hingga sudut bibir Gadis robek dan mengeluarkan darah.
Semua orang yang menyaksikan itu hanya bisa diam dan mengasihani nyonya mudanya.
Dua FY hanya bisa membekap mulut mereka dengan kedua tangan mereka masing-masing, menyaksikan kesadisan tuan mudanya yang tak kenal siapa yang ia tampar. Baik itu laki-laki atau pun perempuan.
"Coba ulangi sekali lagi ucapan mu itu, JA***L**NG kecil." Dengan tangannya kembali menjambak rambut Gadis kembali.
"AKU BENCI DIRIMU BAJIINGAAAN!!!!!"
PLAK
PLAK
PLAK
Tiga tamparan si bos layangkan di kedua pipi Gadis dan kedua pipi Gadis pun kini terlihat membengkak.
Sungguh si bos tidak pandang bulu, jika sudah tersulut emosi. Baik itu muda, tua. Bahkan laki-laki maupun perempuan sama saja. Jika mereka membuat kesalahan akan mendapatkan tamparan yang sungguh-sungguh sangat menyakitkan.
Semua orang yang menyaksikan ia hanya bisa diam, tanpa mau mencegah ataupun mengeluarkan suaranya untuk menghentikan tindakan si bos yang sudah menjurus kepada hal-hal yang berbau kekerasan.
Tanpa adanya aba-aba si bos pun mengendong Gadis layaknya mengendong karung beras dan Gadis pun berteriak meronta-ronta untuk diturunkan.
"Turunkan aku, turunkaaaaaan!" Ucapnya sembari memukul-mukul punggung si bos.
"Turunkan aku, turunkaaaaaan. BAJIINGAAAN!!!!!"
Semua yang ada di ruangan itu hanya diam dan duo FY terpesona dengan adegan yang dilakukan majikannya tersebut.
"Kalian semua kembali lanjutkan pekerjaan kalian, dan untuk kau asisten Roy...Pulang lah!!!!" Ucap si bos disela-sela menaiki tangga demi tangga menuju lantai 3.
Dan Gadis masih meronta-ronta untuk meminta diturunkan. Tetapi, si bos masih teguh pada pendiriannya untuk menggendong Gadis hingga menuju kamar mereka.
...~...
Hay, T4 update.
Oh iya, chapter ini sedikit banyaknya dari ide salah satu Kaka pembaca. Untuk Kaka yang bernama 'Dewiqita' terima kasih atas sarannya🤗😘
...Jika ada kalimat yang tidak bagus, mohon komentar. Supaya T4 segera perbaiki☺️...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...
__ADS_1