
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Jika Gadis tengah menikmati tidur nya dan bibi Nam yang masih merasakan gusar dan khawatir.
Berbeda jauh dengan keadaan si bos yang masih sibuk berkutat dengan pekerjaan yang masih menumpuk, dikarenakan ia memikirkan cara untuk menuntaskan hasratnya jika si lontong bereaksi kembali.
Walau pada kenyataannya waktu menunjukkan jika jam kerja sudah usai.
Kini karyawan di perusahaan BB Group tengah bersiap-siap untuk pulang. Baik yang pulang ke rumah orang tua, rumah kontrakan, kos-kosan atau bahkan ke rumah yang lainnya.
Kasak kusuk kegiatan mereka tengah sibuk berbenah pun tak ayal membuat si bos terusik, karena ruangan si bos jauh dari karyawannya.
Hanya asisten Roy juga sekretaris Robin yang dekat dengan ruangannya, itu pun hanya terdengar suara ribut sekretaris Robin yang ingin segera pulang ke rumah kontrakannya.
Karena, kedua orang tua sekretaris Robin beberapa hari lalu baru datang dari desa untuk menjenguk sang putra.
Kini sudah dipastikan hanya tersisa ia dan juga asisten Roy yang ada di lantai 15 itu.
Si bos masih berkutat didepan layar komputernya tengah mengoreksi angka-angka nominal baik itu pengeluaran, pemasukan serta omset selama sebulan ini meningkat atau bahkan menurun.
Sungguh ia lampiaskan keresahan hatinya karena menahan hasrat yang didalam dirinya sedari malam, walau sudah ia lampiaskan pada kedua benda gantung kenyal milik Gadis, itu tidak bisa membuat itu mereda.
Disaat itu juga suara deringan ponselnya berbunyi.
Hendak mengumpatkan kata-kata kasar kepada si penelpon tapi ia urungkan niatannya itu.
Ia lihat nama si penelpon tersebut adalah 'Key'. Tanpa berlama-lama ia segera menjawab panggilan tersebut.
"Iya, Key." Jawabnya selalu tanpa mengucapkan kata 'halo' terlebih dahulu jika si penelpon adalah anak buahnya.
__ADS_1
"Bos, dari informasi yang saya dapat. Kalau tuan besar dan nyonya besar akan pulang diperkiraan seminggu lagi, terhitung dari sekarang. Karena, banyak anak buah tuan besar yang membicarakan itu dan diperkuat dari asisten tuan besar yang menyuruh menyiapkan semua keperluan untuk tuan dan nyonya besar pulang nanti."
"SHI*****T, kenapa cepat sekali!!!! Bukannya mereka masih ada beberapa negara yang belum mereka kunjungi? SIA****L***N!!!!!" Terus dan terus mengumpatkan kata-kata kasar, walau ia masih dalam panggilan telpon.
"Yang saya dengar juga, nyonya besar sudah kangen dan rindu kepada bos. Dan..." Ucapan Key terhenti, ia bingung mengatakan kelanjutannya.
"Dan apa? Apa Key???? Jangan kau membuat ku mati penasaran!!!! CEPAT KATAKAN!!!!" Si bos sudah emosi dan wajahnya sudah memerah, emosinya sudah memuncak. Sudah tidak mendapat jatah untuk si lontong masuk ke Goa Gadis, ini ditambah kabar kedua orang tuanya akan pulang dalam 1 minggu lagi.
Sungguh keadaan yang membuat ia muak dan hampir meledak.
"Dan, beberapa hari lalu nyonya muda memohon dengan adanya persyaratan dari tuan besar. Alhasil, nyonya besar mendapatkan kemauan nya untuk segera pulang dan bertemu dengan, Bos."
Akhirnya alasan itu yang terucap dari mulut Key, walau sebenarnya benar adanya. Tetapi, ia tidak menguping karena beberapa waktu lalu ia hendak menuju dapur tapi ia mendengar pembicaraan kedua pasang paruh baya majikannya itu membicarakan hal yang sedikit vulgar.
"Maksudmu, Papi ku memberikan syarat yang mengharuskan Mami ku melayaninya saat itu juga. Sebagai gantinya kepulangan mereka dipercepat. Seperti itu, Key!!!! Tebaknya telak.
"Iya, Bos."
Kini suasana hatinya sudah mencapai kemarahan yang meledakan.
"SIA****L***N!!!!!! DASAR LAKI-LAKI TUA BANGKA, SELALU SAJA MEMONOPOLI MAMIKU. AAAAAARRRRGGGGHHHH!!!!!
Si bos menumpahkan kekesalannya dengan menjambak rambutnya dengan kasar dan melemparkan semua benda yang ada dihadapannya, tak terkecuali komputer yang ada dihadapannya pun tak luput ia lempar dan kini hancur sudah dibawah lantai marmer tersebut.
Bersamaan itu pintu ruangannya terbuka nampak asisten Roy masuk dengan raut wajah yang cemas hingga nafasnya tersengal-sengal akibat ia baru saja selesai dari toilet dan mendengar keributan di dalam ruangan bosnya itu.
Assisten Roy pun mendekat tepat di depan meja bosnya.
"Ada apa, Bos? Apa ada angka yang salah? Apa ada yang menyelewengkan uang perusahaan?" Tanya asisten Roy asal.
"Bukan," Si bos menetralkan kemarahannya juga mengatur nafasnya kembali.
__ADS_1
Asisten Roy yang sigap pun beranjak menuju pantry kecil yang berada di ruangan bosnya untuk mengambilkan minuman dingin untuk bosnya tersebut.
"Ini," Ucapnya sembari menyerahkan sekaleng minuman dingin pada bosnya, "Bos minum dulu, dan atur nafas bos. Baru ceritakan kepada saya, semoga saya dapat membantu dan mencari solusinya."
Kini asisten Roy membereskan sedikit kekacauan yang dibuat bosnya itu. Dengan menjauhkan bangkai komputer yang sudah tidak berwujud itu kearah pojok ruangan dan setelahnya barulah ia duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan bosnya itu.
"Ada apa, Bos?"
"Huuuufffftttt, sia****l sekali hari ini aku, Roy!" Jawab si bos dengan meletakkan keningnya diatas meja sedikit ia tabrakan keningnya diatas meja tersebut.
"Bos, jangan kayak gitu. Nanti kening bos bisa berdarah. Coba ceritakan, supaya saya bisa tau dan memberikan solusi. Semoga saja berguna."
"Papi dan Mami ku akan pulang dalam waktu 1 minggu terhitung dari hari ini, Roy. Bagaimana ini, aku belum menyiapkan tempat persembunyian untuk wanitaku. Bisa bahaya jika ia masih di mansion utama dan diketahui keberadaannya oleh orang tuaku, terutama Papi. Aaarrrgggghhh. Kacau kacau semuanya." Sekali lagi si bos menjambak kasar rambutnya hingga sudah tidak beraturan kembali tatanan rambut si bos.
"Bukannya itu bagus yah, Bos?! Kenapa bos jadi gelisah seperti ini?" Jawab asisten Roy santai.
"Bagus dari mananya, asisten Roy!" Si bos merutuki kebodohan asistennya itu, "Kau fikir mereka akan suka dengan keberadaan wanitaku, jika itu Mami aku masih bisa mengatasinya dan membujuknya untuk menerima wanitaku. Hufffft." Jawabnya disertai helaan nafas, "Kau tahu persis bagaimana watak Papi ku itu, yang selalu dan selalu saja ingin aku berjodoh dengan wanita-wanita yang berstatus sosial sama dengan kami ini. Aku sudah bisa menebaknya, pasti papi ku tidak akan suka dengan wanitaku, walau hanya sekali melihatnya." Si bos sungguh sangat-sangat frustasi.
"Kenapa bisa begitu, Bos?" Tanya asisten Roy yang masih bingung mencerna semua ucapan bosnya itu.
"CK, kau ini bodooh sekali, assisten Roy!!!!" Si bos kembali emosi karena asisten Roy tidak paham-paham juga, "Wanitaku itu jika dilihat dengan mata kepala si laki-laki tua bangka itu sudah pasti bukan kriteria menjadi menantunya, karena dari kalangan bawah yang rendahan. Sudahlah, kita pulang. Lama-lama aku menceritakan semuanya kepadamu juga tidak berguna, malahan bertambah beban fikirkanku saat ini." Ucap si bos sembari memasukkan kembali ponselnya kedalam kantung jas-nya dan tak lupa mengenakan jas yang sedari tadi ia sampirkan di kursi kebesarannya.
Meninggalkan asisten Roy yang diam mencerna semua ucapan bosnya itu.
Akhirnya beberapa menit asisten Roy pun terkoneksi otaknya dan paham semua keresahan yang tengah dialami bosnya.
Ia mengumpatkan kata-kata kasar, dikarenakan ditinggalkan begitu saja di ruangan dan ia pun membawa tas kerja bosnya dengan masih menggerutu.
...~...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...
__ADS_1