
...LIKE DULU DONG!!!!...
...~...
Setelah beberapa jam lalu Gadis sudah selesai dengan sarapan paginya.
Kini ia tengah duduk diam di meja yang berada tepat di tengah-tengah dapur sembari menopangkan kedua dagunya, saat ia tengah memperhatikan bibi Nam dengan asisten rumah tangga yang lainnya tengah sibuk di dapur.
Ia melihat semua asisten rumah tangga yang sibuk mengerjakan semua pekerjaan mereka masing-masing.
Ada yang tengah membuat masakan untuk hidangan makan siang, ada yang yang sedang membereskan peralatan masak juga peralatan makan dan juga ada yang biasa ia lihat. Yakni, pertengkaran antara duo FY alias Fitri dan Yeni, yang selalu ada saja topik membuat mereka berdua bertengkar.
Gadis tidak merasa terusik atau pun terganggu oleh keributan yang ditimbulkan oleh duo FY itu, melainkan ia terhibur dengan kelakuan duo FY itu.
Sudah beberapa kali di tegur oleh bibi Nam atau Mbak Ratih ataupun dengan asisten rumah tangga yang lainnya. Tetapi, mereka berdua tetap saja ribut.
Gadis pun menjadi rindu dengan sahabatnya yang tak lain Shaybila. Gadis hanya bisa menahan rindunya kepada sang sahabat, ia tidak mau jika meminta bertemu atau main kucing-kucingan dengan si laki-laki laknadd itu dengan meminta tolong dipertemukan dengan sahabatnya melalui bibi Nam.
Ia tidak setega itu, mengkambing hitamkan bibi Nam. Ia sangat tahu jika si laki-laki laknadd itu akan merealisasikan ucapnya yang mengatakan akan memecat semua orang yang tengah berjaga disaat ia tengah hilang ataupun tengah dalam bahaya.
Ia masih punya hati nurani.
Ia tidak seperti laki-laki laknadd itu, yang selalu dan terus memberikan ancaman juga memperlakukan dirinya layaknya pe***c**r.
Masih banyak yang ia fikirkan dan berakhir ia melamun. Berangan dapat keluar dari mansion mewah ini dan berakhir hidup kembali seperti sedia kala, saat tidak adanya laki-laki laknadd yang mengintai dirinya.
Hingga akhirnya bibi Nam menghampiri nyonya mudanya itu.
"Nyonya," Panggil bibi Nam.
__ADS_1
"Ah, iya ada apa, Bibi?" Gadis terkejut akibat panggilan dari bibi Nam.
"Maaf, Nyonya. Pasti nyonya kaget!"
"Hehe, iya. Bukan salah bibi juga kok, akunya aja yang lagi melamun."
"Lamunin apa sih, Nyonya?" Ucap bibi Nam sembari menarik kursi untuk duduk tepat di hadapan nyonya mudanya itu.
"Lamunin yang indah-indah aja kok, Bi." Elaknya.
Bibi Nam hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Pasti nyonya muda tengah melamunkan cara dia bisa keluar dan bebas dari jeratan tuan muda." Gumam bibi Nam dalam hatinya, "Huffffttt, maafkan bibi yang tidak bisa membantu nyonya untuk keluar dari mansion ini. Bibi masih betah disini, maafkan bibi yang egois." Sambungnya berbicara dalam hati.
Bibi Nam sungguh tidak bisa membantu nyonya mudanya untuk melarikan diri, ia masih ingin bekerja di mansion ini. Karena, di dunia ini bibi Nam tidak memiliki siapa-siapa. Hanya rekan kerjanya seperti Ratih, Retno juga Wati yang mengisi hari-harinya yang menyenangkan.
"Nyonya, sedari tadi mukanya kenapa di tekuk terus? Apa ada masalah? Kalau ada, bisa cerita sama bibi, semoga bibi dapat mencari solusinya." Bibi Nam yang paham akan raut wajah nyonya mudanya itu.
"Iya, ada apa, Nyonya?" Bibi Nam yang sungguh penasaran dengan jawaban nyonya mudanya itu.
"Gadis malu, Bibi." Ucapnya dengan menundukkan kepalanya sembari mer***ma**s ujung bajunya.
"Ada apa, Nyonya?" Bibi Nam yang sudah tidak sabar pun menghampiri nyonya mudanya.
Gadis pun memberikan tanda untuk mendekat, tepatnya telinga bibi Nam yang harus lebih dekat dengan mulut Gadis.
Gadis pun membisikkan sesuatu di telinga bibi Nam, sehingga bibi Nam tiba-tiba saja sedikit berteriak. Tetapi, secepat mungkin menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"APAH!!!!"
__ADS_1
"............" Gadis membisikkan sesuatu pada bibi Nam.
Bibi Nam yang sudah menetralkan keterkejutannya itu pun hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum kecil.
"Gimana, Bi. Apa bibi tau caranya?" Tanya Gadis setelah membisikkan sesuatu yang bersifat rahasia itu.
"Hahaha," Tawa kecil yang bibi Nam keluarkan, secepat mungkin bibi Nam menghentikannya, "Bibi tau caranya, Nyonya. Tapi...tapi apa nanti tuan muda tidak akan marah jika...jika nyonya melakukan itu di tempat yang biasa tuan muda lakukan?" Tanya bibi Nam yang sedikit ragu untuk memberikan solusi yang Gadis butuhkan. Bukan karena apa-apa, melainkan ia tahu dan kenal betul watak dari tuan mudanya itu, jika sesuatu yang ia sukai dan terkesan menjadi tempat favorit sang tuan mudanya. Seketika dibuat tidak enak dan seperti itulah.
"Ayo dong, Bi. Katanya tadi mau bantu cari solusinya. Gadis kan sudah kasih tau apa yang lagi Gadis lamunin," Gadis pun mendesak bibi Nam untuk memberikannya solusi dari masalah yang tengah ia hadapi.
"Aduh, gimana yah, Nyonya???" Jawab bibi Nam ragu sembari kepalanya berputar ke kanan dan ke kiri.
"Plis plis plis plis, Bibi." Ucap Gadis sembari kedua tangannya mengatup tanda memohon.
Akhirnya dengan berfikir keras dan memantapkan hati, bibi Nam menyetujuinya dan akan memberikan solusi dari masalah yang tengah dihadapi nyonya mudanya tersebut.
"Jadi, kapan bisa langsung dieksekusi, Bibi?" Ucap Gadis yang sudah tidak sabar.
"Emm, bibi cari dulu bahan-bahannya yah, Nyonya."
"Siap, kalo gitu aku tunggu. Jangan lama-lama, Gadis ke kamar lagi yah, Bi. Mau tidur-tiduran. Hehehe, dadah bibi Nam." Gadis pun meninggalkan dapur dengan suasana yang riang gembira. Karena, sebentar lagi ia akan terbebas dan pastinya ia tidak sabar melihat reaksi laki-laki laknadd itu, jika Gadis sudah diberikan solusi dari bibi Nam.
Sedangkan bibi Nam masih bingung dengan keputusan yang ia ambil. Tetapi, di satu sisi ia senang melihat nyonya nya menjadi riang gembira serta senyumnya terbit.
Huffffftttt
Menghembuskan nafasnya sangat-sangat kasar.
Sungguh keputusan yang membuat ia akan siap-siap menerima amukan dari tuan mudanya itu.
__ADS_1
...~...
...HEPİNİZİ SEVİYORUM😘😘...